Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
63. Malam pertama


__ADS_3

Setelah pesta berakhir Farel dan Siska kemudian menuju ke hotel yang sudah dipesan oleh Adrian dan Steven untuk malam pernikahan mereka berdua.


Farel tampak terheran melihat Siska yang hanya duduk di atas ranjangnya tanpa mengatakan apapun.


" Ada apa Sayang? Kenapa kau bersedih? Apakah kau tidak bahagia dengan pernikahan kita?" tanya Farel sambil menatap Siska yang sekarang memberikan tubuhnya di atas ranjang membuat Farel benar-benar bingung.


Tadi siang saat mereka menjalani pernikahan semuanya terasa begitu indah dan sangat membahagiakan. Entah kenapa sekarang Siska malah tampak murung seperti yang tidak bahagia hatinya.


" Seharusnya malam ini adalah menjadi malam pertama kita berdua. Akan tetapi aku harus menerima kenyataan kalau aku ternyata tidak bisa memberikan malam itu untukmu karena kau sudah merenggutnya duluan!" ucap Siska dengan suara gemetar karena menahan kesedihan di hatinya.


Farel kemudian duduk di sebelah Siska menggenggam tangan wanitanya dengan lembut kemudian menciumnya dengan penuh perasaan cinta yang ada di dalam hatinya.


" Aku minta maaf sayang karena sudah menyakiti hatimu karena kecerobohanku yang waktu itu termakan api cemburu. Sayang, aku berjanji bahwa setiap malamnya akan aku gunakan sebagai malam pertama kita berdua. Dan aku akan selalu memperlakukanmu sebagai Istriku yang paling kucintai!" ucap Farel berusaha menghibur hati istrinya yang saat ini sedang sedih gara-gara perbuatannya.


" Katakan padaku dengan jujur! Apakah dulu kau juga begitu terhadap Amora? Ketika kau sedang dilanda rasa cemburu?" Farel terkesiap mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Siska yang menatapnya dengan sangat tajam setajam silet yang siap menyayat jantungnya dengan api kemarahannya.


Farel langsung menggelengkan kepalanya dengan sangat yakin.


" Saat aku bersama dengan Amora. Aku tidak pernah merasa cemburu seperti kecemburuanku terhadapmu. Profesi Amora yang sebagai aktris dan juga foto model, sudah membuat hatiku kebas dan tidak merasakan kecemburuan apapun. Walaupun dia bermesraan dengan lawan mainnya di dalam film maupun pemotretannya!" Uca Farah sambil menggenggam telapak tangan Siska dan menaruhnya di atas dadanya.


Jantung Siska berdebar seketika mendapatkan perlakuan seperti itu.


" Coba kau rasakan debaran jantung ku. Cintaku padamu adalah tulus. Aku merasakan seperti ini hanya kepadamu. Dulu ketika aku bersama dengan Amora. Aku tidak pernah merasakan hal-hal seperti ini. Semua yang aku lakukan denganmu seakan pertama kali baru ku kenal. Percaya padaku sayang. Cinta aku padamu tidak pernah sama seperti cintaku terhadap Amora!" Uca Farah berusaha meyakinkan Siska tentang perasaannya terhadap sang istri yang diakui lebih dalam daripada cintanya kepada Amora di masa lalu.

__ADS_1


Entah kenapa ketika mendengarkan Farel mengatakan itu membuat hati Siska menjadi tenang dan dia pun bisa menghentikan air matanya yang sejak tadi terus menetes tanpa diundang.


" Ya sudah kalau begitu aku mandi dulu!" Farel sampai terkejut melihat perubahan sikap Siska yang sekarang kembali menjadi gadis ceria dan nampak kebahagiaan di kelopak matanya yang begitu cantik.


Farel kemudian mengikuti Siska ke kamar mandi dan berniat untuk bersama dengan istrinya membersihkan diri.


" Kau mau apa Farel? Pergilah keluar! Carikan aku makan malam saja." perintah Siska dengan gugup Karena sejujurnya dia belum berani untuk berada di dalam satu ruangan bersama Farel dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun.


Akan tetapi Farel tidak mendengarkan sama sekali perintah dari Siska dia malah semakin mendekati istrinya dan memeluknya dengan erat. Sehingga membuat Siska kesulitan untuk bernafas di buat nya.


" Pergilah keluar! Kau jangan menggangguku untuk mandi!" ucap Siska sambil mendorong tubuh Farel untuk menjauh darinya hingga akhirnya tiba-tiba saja Farel terpeleset dan membuat mereka kemudian jatuh bertindih di atas tubuh Farel.


Siska sampai panik ketika melihat ada darah di belakang kepala Farel karena tadi terbentur ke lantai dengan sangat keras.


Farel memang memiliki penyakit phobia akan darah. Jadi wajar kalau dia sekarang pingsan secara tiba-tiba setelah melihat darahnya sendiri.


Siska yang merasa panik melihat Farel yang sekarang pingsan dia pun langsung mengenakan kembali pakaiannya dan keluar dari kamar mandi untuk mencari ponselnya.


Siska berniat untuk menghubungi Adrian agar Om tampannya membantunya membawa Farel ke rumah sakit.


" Om Tolonglah datang ke kamarku. Farel, dia pingsan di kamar mandi Om. Tolonglah Om! Cepetan datang kemari karena aku tidak kuat untuk menggotong tubuh Farel!" Siska kemudian menutup telepon tersebut setelah mendapatkan persetujuan dari Adrian yang akan segera datang ke kamar mereka.


Sementara menunggu kedatangan Adrian. Siska kemudian memakaikan pakaian Farel ke tubuhnya yang tadi sempat dibuka karena berniat untuk mandi bersamanya.

__ADS_1


Sekitar 30 menit kemudian Adrian tampak khawatir segera masuk ke dalam kamar Siska yang sedang menangis di samping Farel.


Adrian kemudian membantu Siska untuk mengangkat tubuh Farel untuk bisa dibaringkan di atas ranjang karena dia hendak memeriksa dulu keadaan Farel seperti apa.


Adrian kemudian memeriksa keadaan kamar mandi yang ternyata bersih tidak ada darah karena tadi sudah dibersihkan oleh Siska.


" Kau mau membawa Farel ke rumah sakit ataukah kita Panggil dokter saja kemari?" tanya Adrian kepada Siska yang menatapnya dengan tajam.


Setelah Siska mengatakan bahwa mereka harus membawa Farel ke rumah sakit. Adrian pun kemudian langsung menggendong tubuh Farel untuk dimasukkan ke dalam mobilnya.


" Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian kenapa Farel sampai berakhir seperti ini?" tanya Adrian merasa sangat heran.


Siska pun Kemudian menceritakan semua kronologisnya kepada sang paman yang langsung tertawa terbahak-bahak melihat kekonyolan mereka berdua.


" Kau ada-ada saja! Paman menyewakan hotel mewah untuk kalian berdua bisa menikmati malam pengantin tetapi kenapa malah kau habiskan di rumah sakit?" ucap Adrian sambil terkekeh karena merasa lucu dengan tingkah keponakannya yang masih terlalu polos.


Walaupun Adrian terlihat seperti tidak terlalu memperdulikan tentang hubungannya dan dengan tunangannya, tetapi hubungan mereka tidaklah sesederhana itu.


Sebenarnya Adrian pernah memergoki tunangannya bersama sahabatnya akan tetapi Adrian sampai saat ini belum pernah mempublikasikan kepada siapapun tentang apa yang dialami.


Adrian hanya menjaga reputasi tunangannya sebagai seorang artis. Setidaknya sampai kontrak eksklusif wanita itu di-ph televisi berakhir, baru nanti Adrian akan dengan leluasa mengumumkan tentang pertunangan mereka yang sudah berakhir di hadapan publik. Itu adalah permintaan dari tunangannya Adrian yang tidak mau sampai karirnya hancur karena pertunangan mereka yang berakhir begitu saja.


Padahal selama ini tunangannya Adrian selalu membanggakan dirinya sebagai calon istri dari pewaris keluarga Prayoga yang terkenal sebagai Raja investasi di negeri ini.

__ADS_1


__ADS_2