
Pagi itu Cakra mengantar Melisa ke rumah sakit karena sebelum dioperasi Melisa harus mengistirahatkan dulu tubuhnya.
" Terima kasih ya Pah. Karena kau selalu berada di sampingku dan selalu menemaniku dalam keadaan sesulit ini!" ucap Melisa dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya karena perasaan haru yang mulai menyeruak di dalam hatinya.
Cakra menggenggam telapak tangan istrinya yang sudah selama bertahun-tahun menemaninya.
Cakra yang sudah mengecewakan ayah dan juga kakaknya karena bercerai dengan istrinya. Dia tidak berani untuk bertemu dengan keluarga besarnya sendiri. Sehingga akhirnya lebih memilih untuk menetap bersama dengan Melisa di Amerika.
Melisa sendiri adalah seorang wanita hebat yang luar biasa. Uang kompensasi yang dulu diberikan oleh istri Edward. Setelah dia melahirkan Andrew. Uang itu dia gunakan untuk membangun perusahaan perhiasan berlian yang sangat terkenal sekali karena kepiawaian dia yang di bantu oleh Cakra yang sangat handal dalam mengelola sebuah perusahaan besar.
Cakra membantu istrinya untuk mengelola perusahaan itu dan tanpa lelah Cakra selalu mendampingi wanita yang dia cintai.
Melisa tidak mengetahui tentang identitas Cakra yang sesungguhnya sebagai keturunan orang kaya raya yang mempunyai puluhan perusahaan besar di hampir beberapa negara di luar negeri.
Perusahaan keluarga besar Cakra berpusat di Dubai dan sekarang dikepalai oleh kakaknya yang bernama Adrian Abimana.
Cakra tidak pernah membuka identitasnya yang sesungguhnya di hadapan Melisa. Karena dia pun tidak mau berurusan panjang dan tidak ingin pula keberadaannya tercium oleh keluarga Abimana yang sangat dihindari.
Setelah mendaftarkan nama Melisa di rumah sakit tempat Melisa akan di operasi oleh ayah dari anaknya. Cakra lalu menemani sang istri untuk memasuki ruangan perawatan di mana Melisa akan beristirahat di sana, Cakra meminta izin kepada Melisa untuk keluar sebentar untuk membeli sesuatu.
" Maafkan aku sayang. Aku akan pergi keluar sebentar kau tunggu lagi sini. Ok?" tanya Cakra berdusta kepada Melisa karena sebenarnya dia hendak mencari Andrew untuk berbicara dengan pesan agar anaknya mau menyemangati ibunya yang saat ini sedang sangat butuh kehadirannya.
Melisa yang mempercayai suaminya 100% dia tidak curiga sama sekali Dia memberikan izin kepada Cakra untuk pergi keluar sesuai dengan keinginannya.
Setelah mencium kening Mellisa, Cakra kemudian keluar dari ruangan itu dan langsung pergi ke bagian administrasi untuk menanyakan tentang keberadaan Andrew, anak tiri yang ga jelas statusnya baginya.
Karena Melisa memiliki Andrew tanpa pernikahan sehingga Cakra pun merasa bingung apakah bisa dikatakan dia sebagai ayah tiri dari Andrew?
__ADS_1
" Dokter Andrew hari ini sedang melakukan seminar bersama dengan calon istrinya di aula rumah sakit. Mungkin baru kembali sekitar 2 atau 3 jam lagi." ucap petugas administrasi memberikan informasi kepada Cakra.
Cakra yang sudah merasa tidak sabar untuk bertemu dengan Andrew dia pun kemudian bertanya apakah dirinya diperbolehkan untuk ikut seminar tersebut mengingatkan bahwa seminar itu masih berada di rumah sakit.
" Silakan saja kalau anda ingin menghadiri seminar itu. Karena itu adalah seminar yang terbuka untuk umum yang mau hadir di sana!" ucap petugas administrasi sambil tersenyum kepada Cakra yang merasa senang.
Setelah mendapatkan informasi yang dia inginkan. Cakra pun kemudian berpamitan dan pergi menuju ke aula rumah sakit untuk melihat seminar yang saat ini sedang dihadiri oleh Andrew dan Karina.
Saat ini Siska dan Farel beserta keluarga yang lain sudah kembali ke kediaman mereka. Sehingga Andrew bisa menghadiri seminar itu dengan tenang bersama Karina yang juga merupakan pembicara di dalam seminar itu bersama dengan Andrew.
Pesona dokter Karina meningkat ratusan kali lipat ketika dia sedang menjabarkan materi di dalam seminar itu. Dengan mata berbinar dan penuh kagun, Andrew terus memperhatikan calon istrinya yang sekarang terlihat begitu luar biasa di matanya.
Setelah hampir 2 jam lamanya berada di dalam aula dan menyaksikan pasangan tersebut menyampaikan dan juga menjawab materi dari para peserta yang hadir dalam seminar itu. Cakra langsung menghampiri dokter Endro dan Karina yang bersiap untuk keluar dari aula.
" Maafkan saya karena mengganggu kalian. Apakah kita bisa bicara berdua?" tanya Cakra yang kemudian mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Andrew dan Karina.
" Halo perkenalkan nama saya ada Cakra. Saat ini saya ada kepentingan untuk berbicara dengan anda. Apakah Anda bisa memberikan kepada saya sedikit waktu berharga anda?" tanya Cakra sesiplomatis mungkin.
" Baiklah mari masuk ke ruanganku!" ucap Andrew sambil tersenyum kepada Cakra dengan lembut dan penuh kehangatan.
Andrew tahu bahwa para pasien yang masuk ke rumah sakit mereka pasti adalah para pasien-pasien yang memiliki riwayat kesehatan yang bukan main-main. Jadi Andrew bisa menebak bahwa laki-laki yang saat ini ada di hadapannya adalah salah satu dari keluarga pasien.
" Baiklah dokter saya akan kembali dulu ke ruangan saya. Karena setelah ini saya akan ada operasi lagi!" ucap Karina berpamitan kepada andrew dan juga Karina.
Karina tidak mau kalau kehadirannya nanti mengganggu konsentrasi Cakra yang hendak berbicara dengan calon suaminya.
Karina kemudian meninggalkan Andrew dan Cakra yang sekarang pergi menuju ke ruangan Andrew yang ada di lantai tempat ruangan para eksekutif rumah sakit itu.
__ADS_1
" Silakan duduk Tuan. Sebentar ya, saya akan mengambilkan dulu minuman untuk kita!" Andrew kemudian menuju sebuah kulkas mini yang ada di dalam ruangannya dan menawarkan minuman untuk Cakra.
" Air mineral saja, Terimakasih!" ucap Cakra sambil mengulas senyum kepada Andrew yang entah kenapa merasa begitu dekat dengan laki-laki yang saat ini duduk di hadapannya dengan begitu elegan.
" Saya adalah suami dari Ibu kandungmu!" ucap Cakra memulai pembicaraan dengan Andrew yang terlihat begitu kaget ketika dia mendengarkan pengakuannya.
Sejenak Andrew masih mematung di tempatnya. Setelah sadar dia pun kemudian mendekati Cakra.
" Saya tidak mengerti maksud anda!" ucapin Bro pura-pura tidak tahu tentang apa yang dimaksud oleh Cakra.
" Saat ini Ibu kandungmu berada di rumah sakit ini dan sebentar lagi akan menjalani operasi besar!" ucap Cakra berusaha untuk tetap tenang walaupun mendapatkan tatapan penuh intimidasi dari Andrew.
Mendengarkan penuturan Andrew yang mengatakan bahwa ibu kandungnya akan menjalani operasi seketika Andrew merasa hatinya bergetar.
" Siapa yang akan mengoperasi wanita yang kau katakan sebagai ibu kandung aku?" tanya Endro yang sampai saat ini masih berusaha untuk menegakkan hatinya dan menguatkan jiwa raganya.
Semalam dia sudah mendengarkan semua cerita dari ayahnya tentang keberadaan ibu kandungnya sendiri.
Sekarang tiba-tiba saja Andraw mendapatkan kabar bahwa ibu kandung yang baru saja dia ketahui ternyata hendak menjalani operasi besar di rumah sakit ayahnya.
" Ayahmu nanti yang akan mengoperasi ibumu!" ucap Cakra dengan senyum pilu yang tergambar di wajah tampannya.
Cakra Kemudian menceritakan semuanya kepada Endro perihal kehidupan istrinya yang saat ini sedang berjuang mempertahankan nyawanya dari serangan penyakit kanker yang sangat ganas menggerogoti tubuhnyah.
Cakra kemudian mengajak Andrew untuk bertemu dengan Melisa yang sudah mulai di siapkan oleh susternya untuk di bawah ke ruang operasi oleh perawat yang nanti akan menebanginya selama kegiatan operasi dilaksanakan oleh ayahnya.
Hati Andrew benar-benar teriris ketika dia melihat ibunya yang saat ini terbaring begitu lemah di atas ranjang rumah sakit.
__ADS_1
" Sudah berapa lamakah Ibuku menderita Penyakit ini?" tanya Andrew benar-benar sangat penasaran dengan kondisi ibu kandungnya yang terlihat begitu lemah.
" Dokter sebelumnya sudah mengatakan bahwa usia ibumu hanya tinggal beberapa bulan lagi. Kami percaya bahwa jodoh maut dan rezeki sudah diatur oleh yang maha kuasa. Aku hanya sedang berusaha dan berjuang untuk mempertahankan umur ibumu lebih lama lagi!" ucap Cakra menerangkan yang sebenarnya kepada Andrew agar Andrew idak penasaran lagi tentang kondisi ibu kandungnya yang terlihat begitu lemah dan mulai memejamkan matanya dengan erat sekali.