
Steven hanya menganggukkan kepalanya dan menerima alasan dari Jasmine. Kemudian dia pun menjelaskan apa yang sudah diputuskan oleh Siska.
" Begini Jasmine. Kakakku menolak untuk menjadikanmu sebagai sekretarisnya. Sekarang kamu akan menjadi sekretarisku dan sekretarisku yang akan menjadi sekretaris wakil CEO. Tolong maafkan aku. Ini adalah hasil keputusan dari CEO kantor ini untuk menyelesaikan masalah kalian!" ucap Steven dengan penuh penyesalan.
" Entah apa yang sudah kau lakukan di masa lalu sehingga membuat kakakku menolakmu begitu saja!" ucap Steven merasa bingung.
Padahal setahu Stevan kakaknya termasuk tidak rewel. Kalau untuk masalah pekerjaan.
Jasmine sebenarnya merasa kecewa dengan apa yang sudah diputuskan oleh Siska. CEao di tempat dia kerja sekarang. Tetapi Jasmine pun tidak bisa memaksakan Adrian untuk menerimanya bekerja bersama dengannya.
Akhirnya dengan sangat terpaksa Jasmine pun menerima apa yang diatur oleh Siska.
' Biarlah daripada aku tidak bisa melihat Adrian sama sekali. Mungkin dengan adanya jarak diantara kami, hal itu akan membuat kami bisa makin saling memahami satu sama lain. Walaupun sebenarnya agak terlambat untuk aku bisa mendekati Adrian lagi.' batin Jasmine mencoba untuk mensugesti dirinya sendiri agar bisa menerima keadaan saat ini dengan lebih lapang hati.
" Baiklah tidak masalah! Aku akan menerima apa yang sudah jadi keputusan dari pihak manajemen. Semoga kita berdua bisa menjadi tim yang baik. Mohon bimbingan Anda tuan Steven!" ucap Jasmine berusaha untuk bersikap tenang walaupun sebenarnya hatinya saat ini sedang marah luar biasa kepada Adrian.
Bagaimana mungkin Adrian langsung memindahkannya dari sekretaris wakil CEO menjadi sekretaris direktur promosi? Itu benar-benar sangat keterlaluan bagi Jasmine. Tetapi dia harus bisa menerimanya dan memang ada masalah yang belum selesai diantara keduanya yang pasti sampai saat ini masih mengganjal di hati Adrian.
Jasmine kemudian meletakkan semua barang-barang nya di meja kerjanya yang ada di depan kantor Steven.
" Tidak masalah! Jasmine, kerja saja! Lambat laun, Adrian pasti sedikit demi sedikit akan memandangmu dan mengingat kembali kisah indah di antara kami berdua! Ayo semangat!" ucap Jasmine terus mensugesti dirinya sendiri yang sebenarnya cukup Down dengan perlakuan Adrian tersebut.
Sampai saat ini Jasmine belum mengetahui alasan Adrian meninggalkan dia begitu saja.
" Ayolah Kak! Tunjukkanlah profesionalmu. Bagaimana mungkin kau memperlakukan pegawai baru kita dengan tidak sopan seperti itu?" protes Steven ketika mereka sudah berada di ruangan Adrian.
Adrian menghempaskan tubuhnya di sofa sambil memijat pelipisnya yang terasa begitu pusing.
Seharusnya mereka sekarang sudah berada di Purwokerto. Gara-gara masalah itu semuanya jadi terbengkalai.
Kantor Adrian pun dari tadi sudah terus dia teror oleh pihak yang ada di Purwokerto menanyakan tentang kedatangan mereka.
" Sudahlah Steven aku mau istirahat dulu. Sebentar lagi kita akan terbang ke Purwokerto kau pastikan saja sekretaris mu itu tidak akan mencari masalah dengan kita di sana!" ucap Adrian yang kemudian malah membaringkan tubuhnya di sofa.
" Siapa?" tanya Steven.
__ADS_1
" Jasmine Abraham! Bukankah sekarang dia menjadi sekretaris mu?" tanya Adrian sambil tetap memejamkan matanya.
Steven pun kemudian duduk di samping Adrian. Steven benar-benar kepo dan sangat penasaran dengan masalah kakaknya.
Steven tidak bisa menahan diri lagi untuk bersabar menunggu kakaknya menjelaskan kepadanya.
" Cepat ceritakan sama aku! Ada hubungan apa Kakak dengan Jasmine Abraham? Kenapa kakak langsung menolak dia untuk menjadi sekretarismu? Padahal kau tidak tahu bagaimana kinerjanya bukan?" tanya Steven yang merasa penasaran dengan kakaknya yang aneh.
" Aku sudah tahu bagaimana kinerja gadis manja itu! Sudahlah Steve! Entah apa yang sedang dia cari gadis manja itu di sini!" ucap Adrian yang benar-benar tidak percaya kalau Jasmine benar-benar akan datang ke hadapannya. Setelah beberapa tahun tidak pernah bertemu dengannya.
" Memangnya bagaimana hubungan kalian di masa lalu? Apakah seburuk itu? Sampai kau tidak ingin untuk menjadikan dia sebagai sekretarismu?" tanya Steven.
Tiba-tiba saja Adrian melemparkan bantal yang ada di sampingnya kepada Steven membuat Steven kaget bukan kepalang.
" Udah pergi sana urus file-file kita yang akan dibawa ke Purwokerto. Sebentar lagi pesawat kita harus segera terbang. Kalau tidak kita pasti akan diprotes lagi oleh pihak perusahaan yang ada di sana!" semprot Adrian sambil menatap tajam ke arah Steven.
Steven kemudian meninggalkan Adrian dengan kejengkelan luar biasa.
" Dasar kakak durhaka!" rutuk Steven yang akhirnya meninggalkan Adrian sendirian di ruangannya.
Banyak wanita yang sudah berhubungan dengan Adrian. Tetapi semuanya hanya meninggalkan kenangan buruk untuknya.
Adrian sudah memutuskan bahwa tidak akan ada lagi wanita yang membuat dia harus menangis. " Mereka semua hanya memberikan luka untukku! Entah apa yang mereka cari dariku. Ah sudahlah! Lebih baik aku segera bersiap untuk berangkat ke Purwokerto saja! memikirkan tentang wanita tidak akan pernah ada habisnya!" monolog Adrian yang akhirnya mengambil jasnya dan bersiap untuk keluar dari ruangannya.
" Ikutlah denganku ke Purwokerto dan ingat bawa semua file-file yang dibutuhkan di sana. Jangan ada yang ketinggalan!" perintah Adrian kepada Amel sekretaris barunya.
" Tuan Adrian Apakah kita juga perlu mengajak Jasmine untuk perjalanan ini?" tanya Amel kepada Adrian.
Adrian berhenti sejenak kemudian melihat kepada Amel.
" Jasmine adalah sekretaris direktur promosi tanyakan saja padanya. Apakah dia perlu diajak atau tidak!" ucap Adrian yang langsung meninggalkan Amel sendiri.
Amel pun kemudian langsung menyiapkan segalanya karena dia tidak mau kalau sampai ditinggal oleh Bos barunya yang terkenal dingin dan cuek di antara para petinggi yang ada di Prayoga Group.
" Ya ampun kalau tidak memiliki wajah yang super tampan, aku juga tidak mau untuk menjadi sekretaris laki-laki itu! Suasana kerja kayaknya akan menjadi tidak nyaman lagi! Malangnya diriku!" monolog Amel.
__ADS_1
Saat ini Adrian dan Amel sudah berada di dalam mobil dan siap untuk berangkat ke bandara.
" Apa yang di lakukan Steven? Kenapa dia lama sekali?" tanya Adrian yang terlihat tidak sabar untuk menunggu adiknya.
" Amel cepat kau hubungi adikku untuk segera bergegas!" perintah Adrian kepada Amel yang langsung stress melihat wajahnya yang begitu tidak bersahabat.
Sejujurnya Adrian benar-benar merasa terganggu dengan kehadiran Jasmine di perusahaan Prayoga Group.
Hal itulah yang sejak tadi terus mengganggu pikirannya dan membuat mood-nya menjadi buruk sekali.
" Baik Pak akan segera saya hubungi!" ucap Amel yang akhirnya menghubungi Steven.
" Maafkan saya pak Stevan! Bisakah dipercepat lagi? Pak Adrian sudah tidak sabar lagi, agar kita sudah berangkat ke bandara!" ucap Amel pelan.
Sejujurnya Amel benar-benar sangat takut untuk berdekatan dengan Adrian.
Adrian dan Steven adalah 2 laki-laki tampan yang ada di perusahaan Prayoga group yang selama ini selalu menjadi magnet banyak gadis ingin bekerja di perusahaan itu.
" Ya sebentar ya. Jasmine tiba-tiba sakit perut. Aku sedang menunggu dia sebentar di toilet!" ucap Steven yang kemudian menutup panggilan telepon dari Amel.
Amel terkesiap mendengarkan jawaban dari Steven yang begitu simpel dan begitu sederhana.
" Maafkan saya pak pak Steven bilang saat ini dia sedang menunggu Jasmine di toilet karena dia sedang sakit perut!" Adrian memutar bola matanya dengan malas dan kesal luar biasa. Kemudian memerintahkan pada supir agar mereka segera berangkat ke bandara.
" Ayo Pak kita berangkat sekarang! Biarkan saja orang-orang tidak profesional itu kita tinggalkan!" perintah Adrian yang sudah luar biasa dibuat jengkel oleh kelakuan Jasmine.
Adrian pun tidak mengerti kenapa segala sesuatu tentang Jasmine terasa begitu menyebalkan untuknya.
' Ya ampun padahal wajar kalau orang merasa sakit perut. Namanya juga manusia. Apa dia tidak pernah sakit perut ya?' bathin Amel merasa frustasi dengan kelakuan Adrian.
' Sepertinya hari-hariku tidak akan damai lagi!' bathin Amel yang belum apa-apa sudah merasa tertekan untuk bekerja bersama dengan Adrian.
Di perusahaan Prayoga group Adrian memang terkenal sebagai sosok yang sangat tegas dan juga banyak peraturan untuk bisa bekerja dengannya.
Dalam satu tahun terakhir ini. Sudah ada tiga sekretaris yang mengundurkan diri karena Adrian yang terlalu banyak menuntut kepada mereka. Sehingga mengakibatkan mereka mengundurkan diri karena tidak tahan dengan gaya kerja Adrian yang menuntut perfeksionis dalam segalanya.
__ADS_1
' Entah berapa lama aku akan tahan untuk menjadi sekretaris laki-laki perfeksionis ini! Aku benar-benar penasaran dengan Jasmine. Kenapa di hari pertamanya bekerja, dia langsung dimutasi oleh Pak Adrian ke kantor Pak Steven?! Sialnya aku yang sekarang harus menggantikan dia.' bathin Amel yang terus menyesali segalanya.