
Siska menemui Farel yang saat ini sudah mulai kembali bekerja. " Sayang, bagaimana? Kau sudah enak kan dengan badan kamu? Aku harap kamu baik-baik aja. Aku khawatir sekali melepaskan kamu bekerja. Padahal kondisi kamu yang belum terlalu pulih." ucap Siska yang merasa khawatir dengan Farel.
Siska sudah berulang kali meminta kepada Farel untuk tidak bekerja. Tapi Farel yang menolak dan bersikeras untuk berangkat.
Farel tidak senang kalau harus selalu di rumah. Padahal di kantor begitu banyak pekerjaan yang sangat membutuhkan dirinya.
" Aku baik-baik saja kok. Kau jangan khawatir. Sayang aku bosan kalau hanya di rumah saja. Kondisiku sekarang sudah membaik dan aku percaya bahwa aku bisa melakukan pekerjaan ini, tenang lah sayang!" Siska tersenyum kepada Farel dan merasa percaya bahwa suaminya tidaklah berbohong.
" Syukurlah kalau kau udah baikan! Aku sekarang kembali ke perusahaanku. Kamu harus hati-hati sayang dengan kondisi tubuh kamu. Kalau merasa sakit kau tidak usah memaksakan semuanya. Beristirahatlah karena aku juga tidak mau kalau terjadi apa-apa denganmu!" Siska berpesan pada Farel sebelum dia akhirnya pergi meninggalkan kantor milik Farel dan kembali ke perusahaan Prayoga Group tempat dia bekerja selama ini.
" Ya sayang, percaya sama aku. Aku akan jaga diriku baik-baik. Kau tenanglah. Kau kembali lah ke kantor Prayoga grup. Aku akan mulai bekerja dan melihat apa yang bisa aku lakukan sekarang." Siska senang dengan apa yang di katakan oleh Farel.
Siska tahu bahwa Farel memang lebih baik untuk kembali mengelola perusahaan Handoyo mengingat perusahaan itu memang membutuhkannya sebagai seorang pemilik ataupun CEO nya.
Setelah kepergian Siska. Farel pun kembali melihat beberapa file dan juga pekerjaan yang sudah lama dia tinggalkan. Karena dirinya yang harus pergi mengejar Abian ke Amerika yang akhirnya malah membuat dia harus terbaring di Rumah Sakit bersama Alex juga, gara-gara perbuatan orang jahat itu.
" Tuan, mulai sekarang perusahaan ini tidak akan kembali sama seperti Handoyo Group yang dulu. Udah ada banyak perubahan di mana-mana. Karena mengingat krisis yang terjadi beberapa saat yang lalu telah benar-benar mengguncang manajemen perusahaan Handoyo group!" ucap Alex yang saat ini sedang melaporkan pekerjaannya kepada Farel.
Walaupun Melinda melarangnya untuk bekerja. Akan tetapi Farel tetap melakukannya dan bersikeras. Karena bagaimanapun Alex sudah terlalu nyaman bersama dengan Farel.
Farel adalah seorang teman dan juga atasan yang baik tidak banyak orang seperti Farel yang bersikap begitu pengertian dan juga menganggap pegawainya sebagai bagian dari keluarganya.
" Aku tahu Alex bawa Abian benar-benar sudah mengguncang perasaan kita. Axel apa dia masih bekerja di perusahaan kita? Atau dia sudah pergi seperti orang lain?" tanya Farel yang saat ini sedang memeriksa file yang tadi di serahkan kepada Farel oleh alex.
" Axel masih bekerja Tuan. Tapi dia telah mengajukan kepada bagian personalia untuk diturunkan jabatannya. Karena dia merasa tidak enak karena masalah Abian yang sudah memberikan begitu banyak kesulitan kepada perusahaan kita!" ucap Alex
__ADS_1
" Baiklah kau kembalilah ke ruanganmu aku akan melanjutkan pekerjaanku." Alex kemudian mengundurkan diri.
Setelah kepergian Alex. Farel kemudian mulai fokus dengan pekerjaannya. Tampak hati Farel yang galau karena begitu banyaknya tender-tender yang dibatalkan karena kekurangan dana.
" Abian brengsek! Kau benar-benar sudah menghancurkan perusahaan ini!" ucap Farel yang tampak begitu geram dan kesal dengan sepupunya yang sudah berbuat jahat terhadap perusahaan keluarga mereka.
Berkali-kali Farel tampak menghela nafas begitu berat.
" Tampaknya aku harus melihat bengalaw yang ditunjukkan oleh kotak musik yang telah diwariskan oleh kakek untukku dan juga Siska sebagai hadiah pernikahan kami!" monolog Farel yang sekarang semakin penasaran dengan Bengalaw yang ada di Bali yang selama ini tidak pernah dia ketahui tentang keberadaannya.
Farel kemudian memutuskan untuk segera berangkat ke Bali pada dia benar-benar sangat penasaran dengan bengalaw itu.
" Aku akan lihat apa yang bisa aku lakukan di sana. semoga saja di sana ada sesuatu yang bisa menyelamatkan perusahaan Handoyo. Oh kakek! Semua masalah ini sudah benar-benar membuat Kepalaku sangat pusing dan hampir meledak rasanya!" baca Farel sambil memegang kepalanya dan terus memijit pelipisnya yang terasa begitu sakit.
Sepanjang karir Farel. Baru kali ini dia merasakan cobaan yang begitu berat yang terus datang dan bertubi-tubi.
Kalau bukan karena Siska dan juga kedua pamannya yang selalu berusaha untuk menolong keluarga Handoyo grup, perusahaan itu pasti sudah tumbang saja kemarin karena kehabisan sumber daya.
Dana yang dikembalikan oleh keluarga Abian dengan menjual kediaman mereka oleh Axel. Hanya bisa menutupi sebagian dari beban perusahaan yang harus dibayarkan oleh perusahaan mereka.
Ketika Farel sedang melamun tiba-tiba terdengar dering ponselnya.
" Amora?" kening Farel mengkerut melihat nama Amora yang tercantum di dalam panggilan telepon tersebut, " Mau apa lagi ular ini menghubungiku? Apa tidak cukup Dia sudah memberikan kesulitan kepadaku?" monolog Farel merasa kesal luar biasa.
Akan tetapi dengan sangat terpaksa, Farel tetap mengangkat panggilan telepon tersebut yang terus saja berdering tanpa henti.
__ADS_1
" Ada apa?" tanya Farel ketus.
Peasaan Farel terhadap Amora memang sudah sangat mendingin dan sangat kesal luar biasa. Bagaimana tidak? Wanita itu sudah benar-benar memberikan kepusingan yang sangat luar biasa kepada dirinya dan juga keluarganya.
" Ya ampun Farel! Aku kan sudah lama sekali tidak menghubungimu. Apa kau tidak merindukanku?" tanya marah dengan suara yang seperti sedang tertawa.
" Eh, perempuan gila! Cepat kau katakan apa yang kau inginkan! Aku tidak ada waktu untuk melayani semua kebodohan kamu!" bocah Farel yang sudah kehilangan kesabaran untuk menghadapi seorang Amora.
Yah Farel sudah mendengarkan semuanya dari Siska bahwa Amora telah menjual perusahaan yang dibangun oleh Abian dengan menggunakan uang perusahaannya dan kemudian kabur dari Amerika. Amora juga telah mencuri semua aset dan juga tabungan milik Abian sebagai istrinya.
Seandainya saja perusahaan itu tidak dijual oleh Amora, pasti Farel bisa menggunakan hasil penjualannya untuk mengambil kembali apa yang sudah dicuri oleh Abian dari perusahaan Handoyo Group.
Akan tetapi semua itu menjadi sirna karena Amora yang sudah membawa kabur semuanya. Sehingga keluarga Handoyo group tidak bisa mendapatkan kembali uang mereka yang sudah dicuri oleh Abian.
" Tenanglah Farel. Kalau kau ingin aku untuk membantumu, aku pasti akan membantu perusahaanmu. Tapi ada syaratnya!" ucap Amora terkikik.
Farel langsung menutup panggilan telepon tersebut sudah benar-benar muak dengan Amora yang selalu saja bertingkah dan menghabiskan kesabaran dirinya. Tingkah Amora sungguh di luar batas kewajaran.
" Aku tidak akan pernah membiarkanmu untuk masuk lagi ke dalam hidupku sudah cukup semua kerumitan yang kau buat dalam hidupku!" Farel kemudian langsung menonaktifkan ponselnya karena dia tidak mau kalau sampai Amora menterornya dengan panggilan.
Yah Farel pernah menjadi kekasih Amora. Jadi Farel sangat paham dengan karakter dan juga sifat perempuan itu. Amora akan selalu berusaha mendapatkan apapun yang dia inginkan tanpa memperdulikan apapun.
Sifat egois dan juga kemanjaannya yang selama ini telah membuat Farel merasa sangat tersiksa.
" ****!!" ucap Farel kesal luar biasa.
__ADS_1
Farel terlihat begitu gugup dan juga marah setelah menerima telepon dari Amora tadi.