
" Tapi aku tidak bisa menerima dia sebagai sekretarisku! Segera layangkan protesku kepada bagian HRD dan minta kepada mereka untuk mencari sekretaris baru untukku!" ucap Adrian yang langsung meninggalkan ruangan tanpa menatap ke arah Jasmine maupun Steven yang masih membeku di tempat.
" Ya ampun makhluk kurang ajar itu dari dulu tidak pernah mau berubah!" ucap Jasmine sambil menggelengkan kepalanya.
Steven mendekati Jasmine kemudian meminta kepada Gadis itu untuk sementara waktu menunggunya di ruangan Adrian sambil dia membujuk Adrian yang sekarang entah ada di mana.
Kehidupan percintaan Adrian memang sangat rumit dan sangat sulit untuk dipahami oleh orang awam yang tidak mengerti tentang kehidupan Adrian.
Banyak wanita cantik dan seksi yang datang ke dalam kehidupan Adrian. Silih berganti dan Adrian sampai saat ini masih belum dapat menemukan wanita yang cocok dan berkenan di hatinya.
Adrian pun tidak paham kenapa dirinya harus mengalami nasib seperti itu. Selalu tersakiti oleh para wanita yang pernah hadir dalam di hidupnya. Walaupun Adrian terlihat seperti cuek dan tidak terlalu memperdulikan tentang hubungannya dengan para wanita itu. Akan tetapi Adrian adalah tipe pria yang sensitif dan tidak akan pernah melupakan apapun yang terjadi dalam hidupnya.
Steven berusaha untuk menghubungi kakaknya akan tetapi dari tadi tidak juga diangkat. Steven pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke ruangan CCTV agar bisa menemukan keberadaan kakaknya saat ini.
" Paman sedang apa?" tanya Siska yang baru saja keluar dari ruang rapat.
" Apa kau melihat Kak Adrian?" tanya Steven yang mengurungkan niatnya untuk pergi ke ruangan CCTV.
" Paman Adrian ada di dalam ruang rapat dan saat ini dia sedang berbicara dengan dewan direksi. Memangnya kenapa paman?" tanya Siska menatap tajam kepada Steven.
" Seharusnya kami berangkat ke Purwakarta sekarang. Akan tetapi Kak Adrian merasa tidak cocok dengan sekretaris barunya dan dia sedang protes kepada pihak HRD. Paman Adrianmu itu sepertinya sedang demo dan tidak mau bekerja sesuai dengan alur yang sudah disepakati sejak kemarin!" ucap Steven terlihat begitu stres untuk menghadapi kakaknya yang tidak seperti biasanya.
Jasmine mendengarkan semua yang dikatakan oleh Steven kepada Siska.
" Apakah sebaiknya saya mengundurkan diri saja dari perusahaan ini?" tiba-tiba Jasmine sudah ada di antara mereka.
Steven sebenarnya tidak terlalu mengerti tentang hubungan Jasmine dan Adrian di masa lalu. Jadi dia tidak mau ikut campur dengan urusan mereka.
__ADS_1
Akan tetapi sekarang keberadaan Jasmine di kantor itu secara profesional sebagai sekretaris Adrian. Rasanya akan tidak sopan sekali kalau harus memecat seseorang di hari pertama kerjanya hanya karena terlambat beberapa menit.
" Siska Tolonglah kau bujuklah pamanmu untuk membicarakan masalah ini dengan baik-baik. Bukankah selama ini Adrian selalu menuruti semua yang kau katakan?" tanya Steven pada Siska.
Siska tampak memperhatikan Jasmine dari ujung rambut hingga ujung kaki. Siska mencoba untuk menelaah alasan apakah yang mengakibatkan pamannya sampai bereaksi sedemikian rupa.
" Memangnya kenapa Paman Adrian sampai menolakmu untuk menjadi sekretarisnya?" tanya Siska kepada Jasmine.
" Mungkin karena Pak Adrian masih memiliki masalah dengan saya di masa lalu. Padahal saya sendiri tidak mengerti kenapa dia marah kepada saya. Saya datang ke kantor ini dalam rangka ingin meluruskan semua masalah yang terjadi di antara kami di masa lalu. Selain bekerja secara profesional sebagai sekretarisnya!" ucap Jasmine dengan jujur dan tidak mau menyembunyikan apapun dari Siska maupun Steven.
Siska dan Stevan saling menatap satu sama lain kemudian Siska mengajak Steven untuk masuk ke dalam ruangannya.
" Paman tampaknya wanita itu adalah mantan kekasih dari Paman Adrian. Mungkin Paman Adrian merasa terganggu melihat dia berada di kantor kita?" tanya Siska kepada Steven.
" Sepertinya begitu. Kakakku langsung melarikan diri setelah mendengarkan namanya dan melihat wajahnya. Apa kau tahu Sikka? Dia benar-benar tidak berani menatap masa lalunya kembali!" ucap Steven sambil menggelengkan kepalanya.
" Begini saja paman. Bagaimana kalau Jasmine dijadikan sekretaris Paman saja? Biar sekretaris paman yang kita mutasi ke tempat Paman Adrian!" ucap Siska berusaha memberikan solusi yang terbaik untuk pamannya.
" Mencari sekretaris secepat itu pun pasti akan sangat sulit untuk bagian HRD. Apalagi kualifikasi yang diinginkan oleh Paman Adrian sangat tinggi. Sementara kalian harus segera berangkat ke Purwokerto untuk pihak kita bisa menyelesaikan tender di sana. Dan yang pasti, kita belum mengetahui kemampuan profesional Jasmine sebagai seorang sekretaris Wakil CEO!" ucap Siska memberikan alasan yang benar-benar tidak akan pernah bisa disanggah oleh Steven.
Steven menghela nafasnya dalam-dalam.
" Kau benar Siska. Baiklah aku tidak keberatan menukar Jasmine untuk menjadi sekretarisku mulai sekarang. Segeralah proses surat mutasinya agar sekretarisku bisa mentrasfer tugas-tugasnya kepada Jasmine!" ucap Steven akhirnya mengalah pada Adrian. Demi keberlangsungan perusahaan memang harus ada yang mengalah untuk sesuatu yang sepele seperti itu.
Steven sendiri tidak terlalu pemilih masalah sekretaris baginya yang penting pada baris itu bisa mengatur jadwal pekerjaannya sehingga dia tidak mengalami kesulitan dalam bekerja.
Tugas-tugas dasar seorang sekretaris itu sudah cukup bagi Steven. Steven adalah Direktur promosi jadi dia selalu berurusan dengan para artis maupun model yang akan dijadikan brand Ambassador oleh pihak Prayoga Group yang selalu mempromosikan produk-produk mereka ke masyarakat.
__ADS_1
" Baiklah paman aku akan segera mengurus mutasi sekretaris paman untuk dipindahkan ke kantor Paman Adrian! semoga Paman bisa menengahi masalah ini!" ucap Siska dengan mantap. Siska kemudian langsung menghubungi pihak HRD dan mengurus semuanya dalam waktu singkat.
" Tolong mutasikan sekretaris Paman Steven ke kantor wakil CEO dan segera kirimkan surat pengangkatan Sekretaris paman Adrian yang sekarang untuk menjadi sekretaris Paman Steven!" ucap Siska memberikan perintah kepada direktur HRD.
" Memangnya ada apa dengan sekretaris baru yang sudah saya kirimkan ke kantor wakil CEO? Sehingga membutuhkan mutasi secepat ini?" tanya direktur HRD merasa bingung dengan keputusan Siska.
Terlihat Siska yang menghela nafas dengan panjang Steven tahu bahwa keputusan itu pasti juga sulit untuk Siska.
Tapi menjaga perasaan Adrian pun sangat penting. Karena kakaknya kalau sudah merasa kesal akan sangat sulit untuk dibujuk. Apalagi saat ini mereka benar-benar sedang membutuhkan Adrian untuk bisa mendapatkan tender yang ada di Purwokerto.
" Lakukan saja apa yang kuperintahkan tidak usah terlalu banyak bertanya!" ucap Siska yang langsung menutup panggilan telepon tersebut.
Stefan hanya bisa menggelengkan kepala dengan kelakuan kakaknya yang benar-benar sewenang-wenang terhadap orang lain.
" Baiklah Siska. Terima kasih karena kau sudah mengurus masalah ini dengan baik. Sekarang aku akan memanggil Jasmine untuk datang ke kantorku dan menyuruh sekretarisku untuk segera bersiap-siap pindah ke kantor wakil CEO!" ucap Steven sambil meninggalkan Siska.
" Baiklah paman segera kabari aku kalau kalian sudah bersiap untuk berangkat ke Purwakarto! Jangan lupa untuk bekerja keras agar kalian bisa mendapatkan tender itu!" ucap Siska mengulas senyum kepada paman tampannya.
" Tenanglah kami pasti akan mendapatkan tender itu dan memberikan kesuksesan untuk Prayoga group!" setelah mengatakan itu Steven pum kemudian langsung keluar dari ruangan Siska.
Stevan kemudian memanggil Jasmine untuk mengikutinya menuju ruangan direktur promosi.
" Imutlah denganku karena ada sesuatu yang ingin kau bicarakan denganmu!" ucap Steven tanpa menoleh sedikitpun kepada Jasmine.
Jasmine sadar kalau dia memang sudah salah pada hari pertamanya bekerja dengan datang terlambat. Dan dia merasa pantas untuk mendapatkan amarah dari tetapi apa yang diperlihatkan oleh Adrian terlalu berlebihan baginya.
" Maafkan saya pak. Kalau saya terlambat di hari pertama saya bekerja. Hal itu karena tadi malam saya terlalu larut malam sampai ke Jakarta setelah perjalanan dari Bandung. Sehingga mengakibatkan saya terlambat bangun! Saya minta maaf sekali lagi!" ucap Jasmine.
__ADS_1