Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
51. Posisi bingung


__ADS_3

Akhirnya mereka berdua sampai di rumah sakit. Tampak Siska yang mengendarai mobil karena kedua telapak tangan Farel masih terluka karena dia menghantamkan telapak tangannya ke dinding beberapa kali ketika dia marah tadi.


" Jangan mengulangi lagi hal-hal berbahaya seperti itu! Kau benar-benar membuatku marah!" ucap Siska ketika mereka sudah berada di rumah sakit.


Farel diam karena hatinya memang masih merasa cemburu mendengarkan Siska masih dekat dengan Matteo.


Tadi ketika mereka berdua turun ke basement apartemen, terlihat Matteo yang menunggu Siska untuk kembali ke apartemennya.


Flash back on


Siska mendekati Matteo, " Maafkan aku Matteo, aku harus mengantarkan Farel ke rumah sakit karena dia sedang sakit. Kau pulanglah dulu. Besok kita ketemu di kampus saja!" ucap Siska kepada Matteo yang sudah menunggunya hampir 1 jam.


Matteo tersenyum kepada Siska dengan lembut kemudian dia mengelus bahu Siska.


" Ya sudah tidak apa-apa. Kau berhati-hatilah dalam berkendara. Aku pulang dulu ya?" ucap Matteo sambil mengajak rambut Siska.


Flash back off


Hingga saat ini Farel masih merasakan marah ketika dia melihat interaksi Siska dengan Matteo yang begitu Intens di hadapannya.


" Ada aku di hadapanmu saja kau bisa begitu mesra dengan Matteo. Apalagi ketika aku kembali ke Indonesia dan meninggalkan kamu sendiri disini dengan pria culun itu! Entah apa yang akan kalian lakukan berdua di sini!" ucap Farel misuh-misuh.


Siska yang sedang fokus menyetir tanpa melirik sekilas kepada Farel yang begitu posesif dan cemburuan melihat dia dekat dengan Matteo.


Karena Siska tidak mau berantem dan tidak ingin memperpanjang masalah lagi. Dia hanya diam saja mendengarkan semua keluh kesah Farel.


" Kenapa kok dari tadi diam saja tidak menjawab pertanyaanku?" tanya Farel mulai kesal karena sejak tadi dia ngomel sendiri tetapi Siska tetap fokus dengan menyetir.


Siska melirik kepada Farel menatap matanya sejenak kemudian kembali fokus menyetir sehingga membuat Farel benar-benar gemes dibuatnya.

__ADS_1


" Udah lebih baik kita nggak usah ke rumah sakit aja. Ayo balik lagi ke apartemen saja. Aku udah males!" Ucap Farel tiba-tiba membuat Siska jadi tercengang dibuatnya.


Siska menarik nafasnya dalam-dalam kemudian dia mengerem mobil secara tiba-tiba membuat Farel menjadi terkejut dibuatnya.


" Bisa berhenti nggak kamu bertingkah seperti ABG labil yang baru jatuh cinta huh? Diam mulutmu atau aku akan membuat mobil ini kecelakaan!" ancam Siska sambil menatap tajam kepada Farel yang terkejut melihat sisi lain seorang Siska.


Melihat Farel tidak merespon apa yang dia katakan, Siska pun langsung melajukan kembali kendaraannya. Sehingga mereka sampai di rumah sakit dalam keadaan sama-sama diam seribu bahasa.


Begitu sampai di rumah sakit. Siska langsung mengajak Farel ke ruang pemeriksaan agar lukanya bisa segera ditangani.


" Kenapa ini? Kok lukanya begini dalam ? Apa yang sudah anda lakukan Tuan?" tanya Dokter yang menangani Farel.


Farel hanya diam saja karena dia sedang tidak mood untuk bicara dengan siapapun.


Melihat Farel yang cemberut dan tidak merespon apapun sang dokter kemudian melanjutkan pekerjaannya.


Sementara Siska hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat ekspresi Farel yang tidak bersahabat sama sekali.


Siska tersenyum kepada dokter tersebut. Membuat Farel menjadi panas hatinya melihat wanitanya begitu ramah kepada pria lain tetapi selalu ketus kepadanya.


" Dokter apakah pasien boleh mandi? Atau tangan yang terkena air barang kali?" tanya Siska sambil menatap tajam kepada sang dokter yang sangat tampan.



visualisasi dokter Andrew.


" Sementara dikurangi dulu kegiatan yang berhubungan dengan air sampai lukanya benar-benar kering!" ucap sang dokter sambil tersenyum kepada Siska.


Siska kemudian membimbing Farel untuk keluar dari ruangan.

__ADS_1


" Terima kasih banyak dokter atas bantuan anda. Kami permisi dulu!" ucap Siska berpamitan kepada dokter Andrew.


Akan tetapi dokter tersebut menghentikan langkah Siska, " Tiga hari lagi datanglah kemari, kita harus melepaskan jahitannya dan memberikan obat yang baru. Agar lukanya bisa segera menghilang dan nantinya tanpa meninggalkan bekas luka!" ucap dokter Andrew tersenyum kepada Siska yang langsung mengangguk dan meninggalkan Rumah Sakit bersama dengan Farel yang masih cemberut.


Siska melirik Farel yang masih saja menutup mulutnya, bahkan sampai mereka tiba di apartemen.


Siska jadi merasa tidak enak sendiri melihat Farel yang berperilaku aneh seperti itu. Siska bersiap untuk meninggalkan apartemen Farel tetapi melihat Farel yang begitu lesu dan tidak bersemangat, membuat Siska mengurungkan niatnya kembali.


Siska masuk ke dalam kamar Farah di mana Dia melihat Farel yang sedang membaringkan tubuhnya sambil memijit pelipisnya yang terasa pusing.


" Kita minum obat dulu ya? Oh ya, kau mau makan malam dulu atau tidak?" tanya Siska pelan sambil menyentuh lengan Farel.


Tetapi Farel malah memilih meminjamkan mantannya dan tidak menggubris apapun yang dikatakan oleh Siska.


" Kamu ini kenapa sih Farel? Sikapmu ini aneh banget loh! Kamu bikin aku jadi nggak nyaman tahu gak sih? Ya udah, kalau kayak gitu aku pulang aja. Percuma juga kok aku ada di sini. Karena aku cuma jadi, jadi, jadi, " Siska tidak mampu melanjutkan kata-katanya karena tidak terasa air matanya sudah mulai berderai membasahi pipinya.


Entah kenapa tiba-tiba saja Siska merasa hatinya sangat sakit dan juga sedih melihat Farel yang cuek padanya.


" Jadi apa?" tanya Farel membuka matanya dan menatap tajam kepada Siska yang sekarang sedang menangis terisak.


Akan tetapi sekarang giliran Siska yang tidak mau bicara apapun kepada Farel. Sejujurnya hati Siska merasa sakit. Apalagi dia masih belum bisa melupakan tentang kejadian Amora yang tidur bersama dengan Farah dan foto-foto mesra mereka berdua masih terbayang-bayang di kelopak mata Siska.


Siska malahan lebih memilih untuk keluar dari apartemen Farel dan meninggalkan pemuda itu dalam kebingungannya.


" Matteo bisakah kau datang kemari? Tolong kau jemput aku, sekarang. Aku mohon Ma__!" akan tetapi belum selesai Siska mengatakan apa yang ingin dia sampaikan kepada Matteo tiba-tiba ponselnya sudah direbut oleh Farel.


Siska terperanjat, kaget sekali ketika melihat Farel yang menatapnya dengan mata yang memerah.


" Aku sudah bilang padamu bukan? Tolong jangan menghubungi lagi Mateo! Aku ada di sini! Kenapa kau lebih memilih orang lain untuk bersama kamu huh? Apa kau tidak bisa mengerti perasaanku saat ini, huh?" tanya Farel sampai menatap tajam kepada Siska yang menatapnya dengan keheranan.

__ADS_1


Siska langsung merebut ponselnya yang ada di tangan Farel. Kemudian dia langsung meninggalkan apartemen Farel tanpa mengatakan apapun lagi.


__ADS_2