
" Maafkan saya tuan dari kemarin kan Tuan sangat sibuk sekali dengan proyek baru kita yang ada di Swiss jadi saya takut kalau mengganggu konsentrasi anda mengenai berita kematian Tuan Hendri Prayoga. Yang notabene adalah pesaing perusahaan kita! Apalagi Kitalah yang sudah membuat perusahaannya menjadi bangkrut dan sekarang berada di ambang kehancuran!" ucap Oskar sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap Farel yang saat ini sedang melotot kepadanya.
" Bukankah Hendri Prayoga memiliki seorang putri?" tanya Farel dengan datar.
" Benar Tuan! Dia memiliki seorang putri bernama Siska Prayoga. Saat ini dia duduk di bangku kelas 3 SMA. Sebentar lagi dia akan menghadapi ujian nasional untuk kelulusan sekolahnya!" ucap Oskar melaporkan kepada Farel tentang apa yang ingin diketahui oleh majikannya.
" Kau selidiki tentang gadis itu. Karena aku memiliki rencana untuk bisa menguasai Prayoga Group 100%! Aku tidak mau untuk membiarkan kalau perusahaan itu bangkit lagi gara-gara gadis bau kencur itu! Kau harus pastikan bahwa semua informasi tentang gadis itu lengkap!" ucap Farel sambil menatap tajam kepada Oskar.
" Baiklah Tuan. Akan segera saya laksanakan. Saya permisi!" ucap Oskar sambil berpamitan kepada Farel.
Setelah Oskar meninggalkannya. Tampak Farel mulai membuka tabletnya kembali.
" Aku harus melihat media sosial gadis itu. Aku tidak akan membiarkan seorang anak bau kencur menghancurkan rencana besarku yang susah payah aku susun!" ucap Farel dengan tatapan penuh ambisi.
Selama bertahun-tahun perusahaan Farel dan Prayoga Group adalah saingan mutlak. Sehingga Farel mengerahkan banyak usaha untuk bisa menghancurkan perusahaan itu.
Mulai dari memasukkan mata-mata industri ke dalam manajemen perusahaan Prayoga Group dan juga secara diam-diam membeli saham perusahaan itu atas nama orang lain.
Oleh karena itu Farel sangat tidak senang, kalau sampai ada seseorang yang akan berusaha untuk menghancurkan rencananya untuk bisa menguasai Prayoga Group 100%.
" Oskar kau segera aturlah kunjungan kita ke perusahaan Prayoga Group!" Ucap Farel memberikan perintah kepada Oskar sang asisten andalannya.
" Maafkan saya sebelumnya Tuan. Apakah Tuan ingin bertemu dengan CEO baru ataukah dengan dewan direksi?" tanya Oskar memperjelas keinginan Farel agar dia tidak melakukan kesalahan untuk melaksanakan tugasnya.
__ADS_1
" Aku ingin bertemu dengan CEO baru dari perusahaan itu. Kau aturlah dengan benar!" ucap Farel memberikan perintah kepada asistennya yang sejak tadi terus mencatat apapun yang dia katakan di dalam notebook miliknya.
" Baiklah Tuan. Sekarang juga saya akan pergi ke Prayoga group untuk mengatur pertemuan dengan pihak mereka!" Oskar pun kemudian mengundurkan diri dari hadapan Farel yang tampak sedang sibuk dengan tabletnya.
" Aku benar-benar penasaran dengan CEO baru dari Prayoga group yang katanya adalah Putri Tunggal dari Hendri Prayoga. Aku tidak akan pernah membiarkan perusahaan itu bangkit lagi dan akhirnya menjadi pesaing dari perusahaanku!" Uca Farel dengan tatapan tajamnya.
Tidak lama kemudian tampak Farel yang asik berselancar di dunia maya.
" Siska Prayogo. Ya ampun! Yang manakah akun gadis itu? Kenapa banyak sekali nama ini di dalam Instagram?" ucap Farel berusaha untuk mencari akun milik Siska.
Farel tampak masih sibuk mencari akun milik Siska. Akan tetapi, tiba-tiba saja dia tanpa sengaja memencet tombol follow di akun milik ig milik Siska.
" Ya ampun mengagetkan saja!" ketika Farel berniat untuk membatalkan Follownya di akun ig Siska, tiba-tiba dia mendapatkan kenyataan bahwa follow-nya sudah terjawab. Siska saat ini sedang online.
" Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku harus bicara sesuatu dengannya untuk menarik perhatian dia!" ucap Farel berusaha untuk santai dan tenang. Berusaha untuk menguasai dirinya yang saat ini sedang tidak baik-baik saja gara-gara masalah CEO baru di perusahaan milik Prayoga Group.
" Ya ampun laki-laki Ini sedang online. Apa yang harus ku katakan padanya? Aku harus berusaha untuk membuka percakapan dengannya." ucap Siska sambil mengetikkan beberapa kata yang akan dia kirimkan kepada Farel.
Bagaimanapun saat ini Siska masih memikirkan tentang rencana Perjodohan dirinya dengan Farel setelah membaca pesan terakhir dari ayahnya.
Saat Siska bersiap untuk mengetikkan pesan dia melihat bahwa Farel pun sedang mengetik pesan untuknya.
" Eh? Dia sedang menulis pesan untukku? Ya ampun! Sebaiknya aku menunggu saja apa yang akan dia katakan kepadaku. Lagi pula tidak baik kalau seorang perempuan menulis pesan duluan untuk laki-laki. Aiya! Di mana kah harga diriku?" tanya Siska kepada diri sendiri.
__ADS_1
Dengan dada bergetar dan jantung yang berdebar-debar. Siska terus menunggu kata-kata apa yang akan ditetapkan oleh Farel kepadanya. Akan tetapi selama satu jam dia menunggu kata-kata tersebut, pesan Farel tidak sampai-sampai juga ke akunnya.
Karena bosan menunggu, akhirnya Siska pun melemparkan ponselnya dan memilih untuk tidur saja.
" Dasar pria gila! Masa iya sih, ngirim pesan saja, lama sekali nggak masuk-masuk! Bikin kesel saja!" Siska pun kemudian memilih untuk tidur dan melupakan kejadian itu.
" Biarkan sajalah! Aku tidak peduli masalah perjodohan yang diinginkan oleh Papahku. Papahku juga tidak mengatakannya secara langsung, jadi tidak ada yang menjadi saksi dari keinginan Papahku itu. Aku bisa untuk tidak melakukan hal itu!" ucap Siska pada akhirnya putuskan untuk tidak melanjutkan rencana Perjodohan yang diinginkan oleh sang ayah sebelum meninggal dunia.
" Tetapi aku juga tidak ingin menjadi anak yang durhaka karena tidak mau mewujudkan keinginan terakhir Papaku sebelum dia meninggal dunia. Aiya.... bikin jengkel saja!" Siska pun kemudian berteriak prestasi sambil melemparkan bantal-bantalnya ke lantai.
" Ada apa kamu Siska? Kenapa malam-malam berteriak seperti itu? Ya ampun Kenapa kau lemparkan bantal-bantal yang tidak berdosa itu?" tiba-tiba saja Steven sudah masuk ke dalam kamar keponakannya yang tampak sedang frustasi.
" Aku sedang kesal paman!" ucap Siska sambil kembali duduk dan menyandarkan tubuhnya di dashboard ranjang miliknya.
" Kesal kenapa sih? Coba cerita sama paman! Siapa tahu paman bisa membantumu!" ucap Steven pelan sambil duduk di sebelah keponakannya yang tampak kesal setengah mati.
" Siapa yang sudah bikin kamu kesal?" tanyanya lagi sambil mengelus lembut rambut Siska, keponakan kesayangannya.
" Itu om, tadi kan tanpa sengaja kenalan sama orang di Instagram. Dia itu, masa iya sih Om, mau mengirimkan pesan saja, masa satu jam lamanya tidak datang-datang juga itu pesan yang dia kirimkan buat Siska? padahal kan Siska sudah menunggunya. Dasar pria gila menyebalkan!" ucap Siska sambil misuh-misuh dan cemberut di hadapan Steven.
" Jangan katakan kepada Paman kalau kau sedang jatuh cinta kepada seorang laki-laki!" ucap Steven Sambil tertawa renyah yang membuat Siska malah tambah jengkel karenanya.
" Jatuh cinta apaan sih Om? Ih, amit-amit ya, kalau sampai aku jatuh cinta sama bujang lapuk seperti dia! Boro-boro jatuh cinta sama dia, ketemu dia aja aku nggak sudi!" ucap Siska dengan emosi yang memuncak di dadanya ketika dia kembali mengingat tentang pesan yang tak sampai setelah 1 jam lamanya dia menunggu.
__ADS_1
' Dasar pria menyebalkan! Awas aja kalau sampai nanti dia ketemu denganku, Aku tidak akan mau bicara dengannya! Hmmm, siapa dia memang nya huh?' bathin Siska kesal.
" Oh iya. Om datang kemari karena ingin memberitahukanmu pesan yang dititipkan oleh kakek kepadaku untuk kamu!" ucap Steven sambil tersenyum karena dia merasa lucu dengan ekspresi keponakannya saat ini yang sedang marah-marah nggak jelas.