
" Ada apa?" tanya Siska heran, ketika dia melihat wajah Farel yang begitu pucat dan langsung turun dari bed rumah sakit.
Siska mengikuti Farel yang sekarang sedang bersiap untuk meninggalkan Rumah Sakit. Walaupun hatinya benar-benar penasaran melihat suaminya yang sejak tadi diam saja dan tidak mengatakan apa-apa.
" Katakanlah padaku! Ada apa? Kenapa kau begini panik sih? Keadaanmu belum ada kejelasan dari dokter. Kenapa kau mau keluar sekarang?" tanya Siska sambil menarik tangan Farel untuk berbicara dengannya.
Farel membingkai wajah Siska, dengan wajah penuh kekhawatiran.
" Maafkan aku sayang. Aku tidak bisa menemanimu di sini. Aku harus segera kembali ke Indonesia. Karena sekarang keadaan Ayahku sangat kritis dan aku harus mengurus perusahaan keluarga ku di sana!" ucap Farel sambil mencium kening Siska, setelah mengatakan itu, Farel langsung pergi meninggalkan Siska dalam bengongnya.
Siska bingung antara percaya tidak percaya bahwa Farel pergi meninggalkannya begitu saja. Tanpa bertanya apakah dia ingin ikut dia kembali ke Indonesia ataukah tidak.
" Kenapa dia pergi begitu saja? Seharusnya dia juga mengajakku bukan? Bukankah sekarang aku juga bagian dari keluarga Handoyo?" tanya Siska kepada dirinya sendiri.
Hingga saat ini Siska masih mematung di tempatnya. Dia benar-benar bingung apa yang harus dia lakukan sekarang.
" Siska. Kenapa kau ada di luar sayang? Bukannya menemani suamimu?" tanya Adrian yang baru saja datang karena tadi menjemput Steven untuk menjenguk Farel di rumah sakit.
Siska langsung memeluk Adrian dengan erat dan menangis sesegukan dipelukan Adrian, pamannya yang selalu mengutamakan dirinya di atas segalanya.
Adrian bahkan langsung berlari ketika mendengarkan panggilan dari Siska. Walaupun dia sedang bersama dengan tunangannya.
" Paman Farel sekarang kembali ke Indonesia. Setelah mendapatkan panggilan dari ibunya. Farel terlihat sangat panik ketika dia pergi dari sini tadi. Tapi aku tidak tahu, ada apa dengan dia. Dia tidak mengatakan apa-apa padaku! Hiks hiks!" Siska terus menangis di dalam pelukan Adrian yang merasa iba melihat keponakannya yang baru saja menikah sudah ditinggalkan oleh suaminya.
Steven yang melihat Siska menangis dengan begitu sedih. Dia pun kemudian menghubungi keluarga di Indonesia untuk bertanya tentang keluarga Farel.
__ADS_1
Steven menarik nafasnya dalam-dalam dan tampak frustasi. Setelah dia mengetahui alasan kenapa Farel pergi begitu saja dari Amerika dengan kecemasan yang luar biasa.
" Mobil keluarga Farel mengalami kecelakaan. Ketika mereka kembali dari bandara saat kemarin kembali dari Amerika. Ayahnya sekarang kritis." ucap Steven sambil menundukkan kepalanya.
Bagaimanapun dia tidak tega memberikan kabar buruk itu kepada keponakannya.
" Paman. Ayo kita kembali ke Indonesia. Aku tidak tenang kalau harus membiarkan Farel begitu saja di sana untuk menghadapi semua musibah ini sendiri!" ucap Siska merasa sedih dan khawatir.
Andika dan Steven saling menatap satu sama lain. Kemudian mereka pun mengurus administrasi Farel yang tadi pergi begitu saja dari rumah sakit.
Setelah semuanya beres, mereka bertiga pun kemudian langsung pergi ke kampus. Bagaimana pun Siska sekarang sudah terdaftar sebagai mahasiswa di sana. Dia harus bertanggung jawab dengan kuliahnya. Siska meminta izin ke pihak kampus untuk kembali ke Indonesia.
Siska hanya diberikan waktu 3 hari oleh pihak kampus untuk cutinya. Setelah itu dia harus kembali menjalani kuliahnya seperti biasanya.
Setelah mengurus semua keperluan yang ada di Amerika. Siska pun langsung terbang ke Indonesia untuk menemani suaminya yang saat ini sedang sedih atas musibah yang terjadi terhadap keluarga mereka.
" Ada apa ini Paman? Kenapa ada bendera kuning di depan gerbangnya?" tanya Siska yang mulai cemas.
Adrian dan Steven langsung bergegas masuk ke dalam kediaman Handoyo.
Begitu melihat kehadiran Siska, Meliana langsung menyerang Siska.
" Dasar kau perempuan pembawa sial! Kau baru saja menikah dengan Farel, baru satu hari masuk ke dalam keluarga kami. Kau sudah memberikan musibah begini besar terhadap keluargaku! Pergi kau dari sini!" ucap Meliana mengusir Siska yang terkejut mendapatkan sambutan demikian dari ibu mertuanya yang dia tahu sedang sedih.
Siska mengerti bahwa saat ini Meliana sedang bersedih setelah meninggal sang suami. Tetapi dia tidak menyangka kalau ternyata dirinya di salahkan atas musibah tersebut oleh Meliana.
__ADS_1
Farel yang melihat ibunya sangat sedih atas meninggal ayahnya. Dia pun meminta kepada Siska untuk meninggalkan kediamannya dulu setidaknya sampai ibunya kembali tenang.
" Tolonglah kau tinggalkan dulu kediaman Handoyo. Aku akan menemuimu setelah acara pemakaman ini selesai. Maafkan aku sayang. Saat ini aku ingin menemani dulu ibuku disini yang masih terpuruk karena meninggalnya ayahku yang tiba-tiba!" Ucap Farel meminta pengertian Siska agar meninggalkan kediaman Handoyo untuk sementara waktu.
Hati Siska merasa sakit sekali. Karena dia mendapatkan perlakuan demikian dari sang ibu mertua yang menganggapnya sebagai pembawa sial. Hanya karena kecelakaan yang terjadi terhadap mertuanya.
Siska bisa melihat dengan jelas bahwa saat ini Amora sedang menikmati kemenangannya setelah melihat dirinya diusir dari kediaman mertuanya sendiri.
' Ini baru permulaan saja Siska. Sebentar lagi kau akan menerima kenyataan bahwa Farel dan keluarga Handoyo bukan lagi milikmu! Haha!' batin Amora senang sekali saat dia melihat Siska yang akhirnya meninggalkan keluarga Handoyo.
Siska pergi dari kediaman keluarga Handoyo dengan perasaan sedih dan juga kemarahan yang bercampur aduk di dalam hatinya.
" Sabarlah Siska. Saat ini keluarga Farel sedang berduka. Kita berdoa saja yang terbaik untuk mereka. Sekarang lebih baik kau beristirahat saja di mansion. Kami berdua akan selalu menemanimu!" ucap Steven mencoba untuk menghibur keponakannya yang masih menangis di dalam pelukan Adrian.
Di atas semua kesedihannya Siska merasa tidak terima, ketika dia melihat Amora berada di kediaman Handoyo dengan begitu damai.
" Paman lihatkan ular keket itu tersenyum begitu bahagia melihat aku diusir dari sana!" ucap Siska dengan air mata yang berlinang di pipinya.
Siska merasa yakin 100% pastilah Amora yang sudah membisikkan pikiran negatif kepada Ibu mertuanya. Sehingga dia menjadi marah terhadapnya atas semua musibah yang terjadi kepada keluarga Handoyo.
" Sudahlah sebaiknya kau beristirahat dulu. Nanti Paman akan mencoba untuk mencari informasi yang sekarang terjadi di sana! Jangan memikirkan hal-hal yang membuatmu sakit hati nanti kalau kau sakit kau sendiri akan repot!" ucap Adrian menasehati Siska.
Steven pergi keluar berusaha untuk mencari informasi dari kediaman Handoyo.
" Kak. Aku baru saja mendapatkan kabar dari kediaman Handoyo. Ibunya Farel meminta Farel Untuk membatalkan pernikahan Farel dan Siska!" ucap Steven dengan menundukkan kepalanya karena dia merasa sedih dengan nasib keponakannya.
__ADS_1
Adrian yang mendapatkan kabar tersebut benar-benar sangat marah atas ketidakadilan yang diberikan oleh keluarga Handoyo terhadap keponakannya.
" Lancang sekali mereka melakukan itu terhadap Siska. Apa mereka pikir keluarga Prayoga tidak berani untuk melawan mereka? Steven cepat kau siapkan semua anak buah kita____" ucapan Adrian terhenti ketika tiba-tiba saja Siska keluar dari kamarnya.