Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
192. Kejam


__ADS_3

Amora dan Andreas saat ini sedang berada di rumah sakit dan terus mengawasi kesehatan Siska dan Farel. Sopir Farel sudah meninggal sekitar dua hari yang lalu dan sudah dimakamkan ala kadarnya boleh Amora.


Sampai saat ini Farel dan Siska masih belum sadarkan diri dan masih berada di ruang ICU.


" Sayang. Kenapa kita harus menolong mereka berdua? Bukankah ini benar-benar berbahaya untukmu? Mungkin saja mereka akan berpikir bahwa kau yang sudah mencelakakan mereka." Andreas terus menatap Amora yang sekarang sudah menjadi istrinya.


Amora menatap Andreas dan tersenyum kepadanya." Bagiku yang penting aku bisa melihat Farel kembali. Aku tidak peduli apapun yang dipikirkan oleh orang lain." Amora meninggalkan Andreas yang hanya bisa mengelus dadanya.


" Apakah kau masih mencintai Tuan Farel? Sayang, jelas-jelas kita sudah menikah dan kita hidup bahagia. Apa kau masih belum cukup dengan itu?" tanya Andreas kepada Amora dengan tatapan Sendu.


Andreas tahu cinta Amora yang tak sampai kepada Farel benar-benar telah membuat istrinya menjadi hilang kendali dan terakhir berbuat banyak sekali kejahatan.


Andreas hanya ingin istrinya berdamai dengan masa lalu dan mulai move on dari Farel yang sudah tidak mungkin lagi bisa menjadi miliknya.


Perasaan Amora saat ini hanya merasa bahagia. Karena dia bisa menyelamatkan laki-laki yang sangat dia cintai di atas dunia ini. Dirinya menikah dengan Andreas hanya karena keterpaksaan kalau bukan karena hamil dia tidak mungkin mau menikahi asistennya sendiri.


" Sudahlah kau lakukan saja tugasmu tidak usah ikut campur urusanku! Ingat kita memiliki perjanjian bahwa kita tidak akan mencampuri urusan masing-masing!" ucap Amora menatap tajam kepada Andreas yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat respon yang ditunjukkan oleh Amora yang menurutnya terlalu berlebihan.


Andreas kemudian keluar dari ruangan itu, ruangan di mana Farel dan Siska terbaring.


"Jangan kau coba-coba untuk berbuat macam-macam di luar sana kalau kau tidak ingin kehilanganku sebagai istrimu!" ancam Amora kepada Andreas.


"Jangan khawatir! Aku hanya ingin bertemu dengan Putri kita di sekolah dia. Dia pasti sekarang sedang mencari kita berdua dengan kebingungan." Andreas lalu meninggalkan Amora yang masih terpaku melihat Siska dan juga Farel yang belum sadarkan diri.


Setelah kepergian Andreas terlihat Amora yang memegang telapak tangan Farel.

__ADS_1


" Kenapa sampai saat ini aku belum sanggup untuk melupakanmu? Sebenarnya apa kekuranganku yang tidak dimiliki olehku bila dibandingkan dengan Siska?" Amora tampaknya masih merasa penasaran dengan hubungan mereka berdua yang sampai saat ini masih bisa dikatakan buruk.


Sementara itu Andreas yang saat ini sudah berada di sekolahan putrinya. Dia tampak begitu sedih melihat putrinya yang terlihat merindukan ibunya yang sama sekali tidak memperdulikan dirinya.


" Mama mana, Pah?? Apakah Mama masih belum mau untuk menjemputku?" tanya Stella dengan wajah Sendu dan kesedihan yang begitu besar di matanya.


Andreas hanya bisa memeluk putrinya dan membujuknya agar tidak bersedih lagi.


Bagaimanapun Stella adalah alasan bagi Andreas untuk tetap bertahan di samping Amora yang dia tahu selama ini tidak pernah mencintai dirinya.


" Sayang kau tahu kan kalau mamamu sangat sibuk dalam pekerjaannya? Mama sengaja mengutus Papa untuk menjemputmu dan mengajakmu untuk makan enak. Kita akan bermain ke Taman Ria bersama-sama. Bagaimana sayang?" tanya Andreas dengan antusias. Karena bagaimanapun dia ingin agar putrinya bahagia.


Akan tetapi Stella yang sudah terlanjur merasa bersedih karena perbuatan ibunya yang selama ini tidak mau peduli dengan dirinya hanya bisa menggelengkan kepala.


" Tidak usah Pah kita pulang saja!" Andreas merasa sedih melihat putrinya yang begitu tertekan karena merindukan ibunya.


Begitu sampai di rumah, Stella langsung masuk ke dalam kamarnya dan menangis di sana dengan begitu sedih.


Andreas hanya bisa menatap putrinya dari balik pintu. Hatinya pun sama pilu seperti Stella yang selama bertahun-tahun selalu diabaikan oleh Amora yang hidupnya hanya memikirkan tentang Farel dan cara membalas dendam kepada keluarganya.


Amora sangat licin walaupun rencananya selalu gagal. Tetapi dia selalu mempunyai cara untuk bisa meloloskan diri dari jeratan hukum yang mengancam dirinya.


Amora selalu pintar dalam melarikan diri dengan mengganti wajah dan identitasnya. Kemudian melarikan diri ke negara yang tidak mengenali dirinya.


Uang yang dia curi dari Abian membuatnya bisa melakukan banyak kejahatan tanpa merasa takut dengan konsekuensinya.

__ADS_1


" Putriku Papa berharap mamamu akan segera sadar dari obsesinya terhadap Farel dan bisa melepaskan cinta gilanya yang tak berbalas. Papa benar-benar tidak tega melihatmu menderita seperti ini." Andreas tampak meneteskan air matanya.


Sebagai seorang suami dirinya sudah bebal bila disakiti oleh Amora. Akan tetapi hatinya lemah ketika melihat air mata putrinya yang berlinang begitu sedih.


" Aku harus bertindak sesuatu. Aku tidak bisa membiarkan mental putriku jatuh seperti ini karena perbuatan ibunya. Setidaknya aku harus menyelamatkan masa kecil putriku dari perasaan diabaikan oleh ibunya sendiri!" Monolog Andreas yang saat ini sedang sedih.


Andreas kemudian menghubungi Amora yang saat ini masih berada di rumah sakit dan menjaga Farel.


" Pulanglah Putri kita membutuhkanmu!" ucap Andreas dengan suara bergetar karena bergemuruh segala rasa di hatinya saat ini.


Andreas tahu bahwa dirinya saat ini sedang mencari masalah dengan Amora yang sangat sulit diatur olehnya.


" Kau uruslah dia! Masa kau tidak bisa mengurus putrimu sendiri? Aku sibuk!" Amora langsung menutup panggilan telepon tersebut tanpa berpikir panjang lagi.


Andreas benar-benar membenci dirinya sendiri yang sampai saat ini masih belum berani untuk melawan Amora.


" Sepertinya aku harus menghubungi keluarga Farel agar mereka bisa menolongnya dan membawa pergi Farel dari kehidupan kami." Andreas kemudian langsung menghubungi kantor polisi.


Andreas menceritakan semuanya kepada polisi tentang keberadaan Farel dan Siska yang sekarang berada di tangan Amora.


" Tolong untuk merahasiakan tentang saya yang memberikan informasi ini. Katakan saja kalau detektif kalian yang telah menemukan keberadaannya!" pesan Andreas kepada polisi yang menerima laporan darinya.


Setelah melaporkan keberadaan Farel dan Siska. Andreas kemudian menutup panggilan telepon tersebut.


Saat ini jantung Andreas berdebar sangat kencang. Karena bagaimanapun dia takut kalau sampai Amora mendapatkan masalah hukum dengan apa yang dia lakukan sekarang. Akan tetapi Andreas sudah meyakinkan dirinya untuk menyadarkan Amora agar bisa terbebas dari obsesinya kepada Farel yang sudah lebih dari 10 tahun tidak juga insyaf dan sadar.

__ADS_1


" Ya Tuhan! Semoga Kau memberikan kekuatan kepadaku untuk bisa membimbing istriku dan melepaskan dia dari Genta yang terikat kepada Farel. Karena sesungguhnya orang mengikat genta, maka dia pulalah yang bisa melepaskannya!" doa Andreas dengan bercucuran air mata.


Sebagai seorang suami. Andreas merasakan hatinya sedih karena melihat istrinya yang lebih mencintai orang lain daripada dirinya dan putrinya. Mereka berdua yang selalu ditelantarkan oleh Amora hanya demi seorang Farel yang tidak pernah bisa dihapuskan di hati istrinya yang sejak dulu selalu terobsesi kepada Farel dan tidak mau mengikhlaskannya untuk menjadi suami Siska.


__ADS_2