
Steven yang dari kejauhan bisa melihat kedatangan Irdina terlihat gugup bukan kepalang. ' Ya Tuhan! Apa yang dilakukan kedua adik kakak itu di tempat ini? Siapa yang sudah mengabari mereka tentang pernikahan kami?' bathin Steven yang seketika melirik ke arah Rossa yang tampak begitu bahagia dengan pernikahan mereka.
' Aku harus bicara kepada Irdina jangan sampai dia menghancurkan pernikahan ini.' bathin Steven sambil terus mengelus dadanya yang saat ini berdebar sangat kencang karena takut Irdina naik ke atas pelaminan dan menghancurkan semuanya.
Stevan sangat mengenal karakter Irdina yang suka nekat dan berbuat aneh-aneh. Ketika Steven sudah bersiap untuk turun dari pelaminan dia melihat Irdina dan Indrana meninggalkan ballroom pernikahannya.
Steven bernafas lega karena melihat Kedua saudara itu pergi dari ballroom pernikahan tanpa membuat keributan.
' Syukurlah kalau mereka sudah pergi dari sini. Aku sudah gugup luar biasa memikirkan mereka perbuatan aneh-aneh. Sebenarnya Kapan Irdina pulang dari Inggris? Kenapa Aku tidak tahu sama sekali tentang kabarnya yang terbaru?' bathin Steven yang mulai kepalanya merasa pening kalau sudah memikirkan tentang Irdina.
Irdina dan Steven memang belum putus secara resmi. Karena waktu itu Irdina pergi ke Inggris tanpa berpamitan kepada Steven.
Steven mengetahui keberangkatannya ke Inggris sang kakak yang kebetulan saat itu masih menjadi kekasih Adrian.
' Sudah banyak waktu berlalu begitu saja. Rasanya sangat tidak mungkin kalau aku masih bersatu sebagai kekasih dari Irdina. Aku yakin dia juga sudah memiliki kekasih di luar negeri sana. Salahnya sendiri. Kenapa dia selama bertahun-tahun di luar negeri, tidak pernah menghubungiku ataupun memberikan kabar padaku?' bathin Steven yang sedang berusaha sangat keras untuk mensugesti pikiran positif ke dalam dirinya sendiri.
Berkali-kali Steven berusaha menghela nafas agar dirinya tenang dan tidak gugup saat berhadapan dengan tamu-tamu undangan yang seakan tidak ada habisnya.
Padahal mereka hanya mengundang orang-orang yang terdekat dan rekan-rekan bisnis mereka serta karyawan Prayoga Group dan Handoyo Group. Keluarga Rosa mengundang rekan bisnis Mandalika group dan juga karyawan mereka.
Hari ini ballroom pernikahan terlihat begitu meriah dan sangat ramai.
Maklum saja pernikahan dua pasang pengantin yang most wanted di Jakarta, dilaksanakan di satu tempat dan telah mengundang begitu banyak orang. Layak saja kalau menjadi membludag dengan ribuan Orang yang menghadiri pesta pernikahan yang begitu meriah dan sangat mewah.
Terlihat Abian dan Merry sudah meninggalkan pesta pernikahan satu persatu para tamu pun meninggalkan ballroom pernikahan dan berpamitan kepada tuan rumah.
Abian sebenarnya ingin sekali untuk membuat keributan dan menghancurkan pernikahan Rossa dengan Stevan. Tetapi dia tidak mau menghancurkan citranya sebagai CEO di perusahaan milik istrinya.
Oleh karena itu Abian menelan semua kekecewaan dan juga rasa sakit hatinya mentah-mentah tanpa sanggup melakukan apapun pada hari itu.
' Malam ini aku akan membiarkan kalian berbahagia dan menikmati pesta pernikahan. Tunggulah hari-hari kalian berikutnya! Aku tidak akan pernah membiarkan hidup kalian tenang!' Abian sudah kehilangan akal sehatnya karena dimakan rasa cemburu.
Mery merasakan keanehan terhadap diri suaminya. Sejak pulang dari menghadiri acara pernikahan, Mery bisa merasakan bahwa suaminya selalu melamun dan terus menahan diri dari amarah di hatinya.
' Apa sebenarnya yang sedang dipikirkan oleh suamiku yang tercinta?' Mery terlihat sangat bingung dengan melihat wajah suaminya yang sejak kemarin selalu cemberut dan tidak bahagia.
Insting Merry sebagai seorang wanita begitu kuat dia bisa merasakan bahwa suaminya saat ini sedang memikirkan sesuatu yang lain yang tidak dia ketahui.
Malam itu, Mery mendekati suaminya yang sedang melamun di atas balkon kamar mereka dengan gelas wine yang ada di tangannya.
" Sayang?" tanya Mery yang mengkhawatirkan suaminya yang terlihat begitu murung.
__ADS_1
" Kamu sedang apa?"
Abian yang terkejut mendapati istrinya sudah berada di belakangnya langsung memasang wajah senyum dan berusaha untuk bersikap biasa di hadapan Mery.
" Aku sedang menikmati rembulan yang begitu indah. Kenapa kamu belum tidur sayang? Apa tidak lelah setelah seharian berada di pesta pernikahan?" tanya Abian kepada istrinya yang terlihat masih segar bugar. Padahal malam sudah semakin larut.
Abian saat ini sedang membayangkan tentang Rossa dan Steven yang saat ini sedang menjalani prosesi malam pertama mereka.
Seketika hatinya benar-benar merasakan kecemburuan yang besar. Abian sangat ingat, dulu, ketika dia masih berpacaran dengan Rosa. Dia merasakan kesulitan untuk bisa memprawani Rosa yang selalu mengelak dan menolak keinginan dirinya. oleh karena itulah dulu kalian memilih untuk berselingkuh dari Rosa. Karena Rosa yang tidak mau melepas segelnya untuk dirinya yang selalu bergejolak hasrat birahi yang selalu meronta-ronta di dalam dirinya.
" Kau sendiri kenapa malah melamun di sini bukannya tidur?" tanya Mery sambil duduk di pangkuan suaminya.
Abian sekilas mencium kening Merry hanya untuk membuat wanita itu tidak banyak bertanya terhadapnya.
" Aku hanya merasa suntuk dan lelah setelah menghadiri resepsi pernikahan yang begitu membosankan. Bagaimana mungkin? Resepsi pernikahan tanpa disko dan hiburan yang mengundang Adrenalin kita?" tanya Abian yang seakan sedang berusaha untuk menyembunyikan perasaannya sendiri pada Mery.
Merry bukanlah wanita bodoh yang bisa dibodohi oleh Abian begitu saja.
Sepanjang resepsi pernikahan itu Merry sudah merasakan bahwa Abian masih terus memperhatikan Rosa yang dia ketahui adalah mantan kekasihnya.
Merry sengaja tidak memberitahukan kepada Abian bahwa dirinya mengenal Rossa.
Merry dan ibunya Rossa masih dalam satu grup arisan high Society yang ada di Jakarta. Itulah sebabnya Merry mendapatkan juga kartu undangan pernikahan dari ibunya Rosa.
Walaupun Merry sudah termasuk wanita paruh baya. Abian akui dirinya tidak pernah merasa kecewa ketika bercinta dengan Mery.
Merry selalu mempunyai banyak cara untuk membuatnya bahagia di atas ranjang.
Mereka berdua pun kemudian langsung masuk ke dalam kamar dan melakukan aktivitas percintaan yang begitu panas. Mery bisa merasakan bahwa suaminya malam ini begitu berbeda seperti sedang melampiaskan amarah yang ada di hatinya.
' Rupanya perasaan cemburu yang dirasakan oleh Abian kepada Rosa, telah memberikan keuntungan untuk diriku. Abian jadi semakin bersemangat untuk bercinta denganku!' batin Merry merasa sangat bahagia karena malam itu Abian begitu berbeda dan telah memuaskan dirinya berkali-kali.
Hingga akhirnya pada tengah malam Mereka pun jatuh tertidur karena kelelahan setelah olah raga malan hari yang menguras tenaga dan juga keringat.
Mery terlihat begitu puas di dalam pelukan Abian. Abian terlihat begitu tenang dalam tidurnya sambil memeluk tubuh polos istrinya yang secara tidak dia sadari telah benar-benar dia cintai.
Akan tetapi Ambisi dan juga amarah di hati Abian terhadap orang-orang di masa lalunya yang sudah memberikan banyak masa sulit untuk dirinya yang membuat dia berpikir bahwa dirinya tidak mencintai Mery.
***
Setelah acara resepsi pernikahan beres dan semua tamu-tamu pulang. Kedua pasang pengantin baru itu pun masuk ke dalam kamar hotel untuk mereka masing-masing yang sudah dipersiapkan untuk mereka perbulan madu dan menyelesaikan prosesi malam pertama untuk mereka.
__ADS_1
Terlihat Andini yang begitu gugup ketika melihat Adrian keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuknya saja sebatas pinggang dan melihat ke arahnya dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan olehnya. Andini kesulitan menelan salivanya sendiri melihatnya dada pejal milik suaminya.
Andini merasa heran pada dirinya sendiri. Padahal selama dirinya bekerja menjadi suster Adrian saat Adrian sakit dulu, dirinya sudah terbiasa melihat Adrian seperti itu. Bahkan dirinyalah yang selalu mengelap tubuhnya yang terbaring di atas ranjang dalam keadaan tak berdaya.
' Ya ampun Ada apa dengan diriku? Kenapa aku melihat Mas Adrian tampak begitu berbeda malam ini? padahal dulu ketika aku menjadi susternya aku sering melihat dia tak menggunakan pakaian atasnya. Kenapa sekarang terasa begitu berbeda? Ada apa dengan jantungku yang berdebar begini kencang?' bathin Andini yang begitu gugup dan gemetar sekujur tubuhnya.
Adrian mendekati Andini yang terlihat gugup. Andini saat ini masih mengenakan gaun pengantinnya. " Sayang, sini aku bantu kau melepaskan gaun pengantin kamu. Mandilah dulu agar kau lebih segar!" Adrian berbisik di telinga Andini dan membuat Andini merinding seketika.
Hati Andini saat ini sedang tidak karuan rasanya. Sama halnya dengan Adrian yang berdebar-debar untuk menghadapi malam ini bersama Andini yang telah resmi menjadi istrinya.
" Ayo, aku bantu kau melepaskan pakaianmu. Agar kau bisa mandi lalu kita___, lalu kita__," terlihat Adrian yang begitu gugup.
" Lalu kita, apa?" Andini melirik sekilas kepada Adrian yang duduk di sampingnya.
" Kita bisa melakukan malam pertama kita," bisik Adrian di telinga Andini dengan begitu Lirih dan pelan.
" Eh?" Andini sontak tersipu malu mendengar apa yang dikatakan oleh Adrian.
" Kenapa?"
Andini menggelengkan kepalanya karena dia benar-benar saat ini sedang merasa malu kepada Adrian yang sudah resmi menjadi suaminya.
" Apakah benar kita akan melakukannya malam ini? Apa Mas Adrian gak cape? Seharian kita sudah melakukan resepsi pernikahan yang begitu melelahkan. Apa kita tidak tidur saja?" tanya Andini sambil menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap Adrian yang sangat dekat dengannya.
Apalagi Adrian yang hanya menggunakan handuk sepinggang dan duduk tepat di sampingnya. Benar-benar sukses membuat Andini kehilangan fokusnya saat melihat tubuh Adrian yang begitu dekat.
Bahkan Andini bisa merasakan nafas hangat yang keluar dari hidung Adrian yang menyapu lehernya. Dan membuat jantung Andini berdebar begitu kencang begitu pula dengan Adrian.
Adrian memang tampang Bad Boy dan selama ini banyak wanita yang mendekatinya. Tetapi untuk berdekatan dengan seorang wanita sedekat Itu, baru pertama kali dia lakukan malam ini bersama Andini.
Apalagi dirinya yang hanya menggunakan handuk saja. Membuat Adrian benar-benar gugup dan bingung untuk berhadapan dengan Andini yang masih menggunakan gaun pengantinnya.
Adrian kemudian membantu Andini untuk melepaskan gaun pengantinnya agar istrinya bisa mandi dan segar tubuhnya setelah seharian berada di ballroom pernikahan dan menjadi raja dan ratu sehari.
Tangan Adrian begitu gemetar ketika membuka resleting gaun pengantin milik Andini yang memperlihatkan bahu dan punggung mulus sang istri.
Adrian yang tidak tahan lagi, dia langsung mendorong tubuh Andini ke atas ranjang dengan perlahan dan akhirnya langsung meminta haknya sebagai seorang suami pada saat itu juga pada Andini yang hanya bisa pasrah kepada suaminya. Walaupun tubuhnya merasa lengket dengan peluh setelah seharian berada di ballroom pernikahan.
Keringat keduanya membanjiri tubuh setelah aktivitas yang benar-benar menguras tenaga.
Apalagi itu adalah pengamalan pertama mereka berdua yang jelas-jelas sangat berkesan bagi keduanya.
__ADS_1
" Terima kasih sayang untuk malam ini!" Adrian mencium kening Andini yang masih tergolek lemah setelah olah raga mereka untuk yang pertama kalinya sepanjang hidup mereka.
Andini hanya mengangguk dan tersenyum kepada Adrian yang telah memberikan malam yang luar biasa ke dalam hidupnya sebagai seorang wanita yang dicintai dan dihargai oleh suaminya yang mencintai dirinya.