Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
Bab 254


__ADS_3

Silvia merasa senang setelah mendapatkan kabar dari anak buahnya yang dia tanam di dalam bengalow milik kakeknya Farel. Silvia sudah mengetahui tentang pengaruh itu tetapi dia masih berpura-pura karena belum mengetahui kunci yang bisa membukanya.


"Pastikan kamu bisa mencuri kunci itu. Aku ingin kita menguasai semua harta karun itu!" terlihat Silvia yang begitu antusias untuk bisa memiliki segala yang dipunyai oleh Farel dan Siska.


"Tapi Nyonya, Tuan Farel bilang kalau kotak itu hanya berisi mainan dia dan foto-foto lawasnya ketika masih kecil." Silvia cukup terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh anak buahnya.


'Tidak mungkin kalau hanya berisi mainan saja.


Setelah mendapatkan janji dari anak buahnya Silvia pun kemudian menutup panggilan telepon tersebut.


Silvia terlihat sangat senang karena akhirnya dia bisa mendapatkan berita tentang harta karun yang ditinggalkan oleh kakeknya Farel yang dihadiahkan kepada Siska dan Farel.


"Akhirnya setelah sekian lama aku bisa juga menemukannya. Hari ini juga aku langsung terbang ke Bali untuk merebut kotak harta karun itu dari Farel dan Siska!" Silvia terlihat begitu bahagia karena cita-citanya bertahun-tahun akhirnya bisa kesampaian juga.


Selama ini Silvia sudah mengerahkan begitu banyak sumber daya untuk menyelidiki tentang harta karun yang ditinggalkan oleh kakeknya Farel.


"Aku tidak percaya sama sekali. Kalau kotak itu hanya berisi kotak mainan dan foto lama. Pasti Farel hanya berbohong saja kepada anak buahku." Terlihat Silvia yang terus memikirkan segala sesuatu yang terjadi ketika suaminya belum meninggal.


Silvia ingat kalau suaminya sering membahas tentang kotak musik itu yang kabarnya berisi harta karun milik keluarga Handoyo di masa lalu pada saat masa jayanya yang luar biasa.


Hari itu juga Silvia langsung terbang ke Bali untuk melihat secara langsung kotak emas yang dikatakan oleh anak buahnya.

__ADS_1


Farel cukup terkejut melihat kedatangan Silvia ke bengalaw milik mereka. "Nenek?? Dari mana Nenek tahu alamat bengalow ini?" Silvia tidak menjawab pertanyaan Siska. Tetapi dia langsung masuk ke dalam bengalaw seperti mana rumah pemilik.


Siska hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan Silvia yang benar-benar tidak menghargai dirinya sebagai pemilik dari bengalaw.


Farel hanya bisa mengurut dadanya melihat mengurut Silvia yang seperti penguasa saja.


"Cepat keluarkan kotak emas yang ditinggalkan oleh kakekmu. Aku ingin melihatnya!" Perintah Silvia kepada Farel yang hanya bisa mengerutkan keningnya dengan kelancangan Silvia.


Siska melirik sekilas kepada suaminya yang menganggukkan kepala kepadanya.


Farel pun kemudian mengangkat kotak emas yang lumayan berat dengan bantuan Siska ke hadapan Silvia. Silvia matanya berbinar melihat kotak yang lumayan besar yang diangkut oleh Siska dan Farel.


Silvia yang sudah tidak sabar lagi untuk melihat isi kotak itu. Dia memerintahkan kepada Farel untuk membukanya.


Silvia langsung bangkit dari duduknya begitu melihat kotak emas yang sudah terbuka di depan matanya.


"Apa?? Kenapa hanya mainan dan foto masa kecil kamu? Mana barang-barang berharga yang lainnya?" Silvia terlihat murka kepada Farel yang sudah berani berbohong kepadanya tentang istri dari kotak emas yang sudah sangat lama diidam-idamkan.


"Isinya dari dulu memang seperti ini. Memangnya ada apa di dalam kotak ini?" tanya Siska seperti yang merasa bingung dengan pertanyaan Silvia yang tidak mempercayai apa yang ada di hadapannya sekarang.


Silvia langsung menendang kotak emas itu karena merasa kecewa. "Bertahun-tahun aku menghabiskan waktu untuk bisa menguasai kotak emas ini. Tapi ternyata isinya hanya mainanmu saja? Astaga! Ini benar-benar sangat keterlaluan!" Silvia tampak begitu frustasi saat ini.

__ADS_1


Farel dan Siska hanya saling menatap satu sama lain. "Betapa bodohnya aku karena sudah di permainkan oleh Kakek kamu yang jahat itu. Aku bahkan sampai merencanakan pembunuhan kedua orang tuamu hanya untuk menguasai kotak ini. Tapi kenapa hanya mainan saja isinya?" Silvia terus merancau dan mengulang semua yang dia katakan.


Farel dan Siska cukup terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Silvia baru saja. Pengakuan dirinya yang telah membunuh kedua orang tua Siska hanya untuk mendapatkan kotak emas yang sekarang malah ditendang oleh Silvia.


Silvia benar-benar sangat kecewa melihat isi kotak emas yang ternyata hanya berisi mainan anak-anak dan foto Farel ketika masih kecil dulu.


"Kakekku bilang ini adalah harta karun yang paling berharga di dalam hidupnya makanya dia menyimpannya di dalam kotak emas ini. Apakah memangnya yang kau pikirkan tentang kotak ini?" tanya Farel kepada Silvia yang sampai saat ini masih menatap Farel dan Siska dengan tatapan yang tidak percaya.


"Kalian pasti sudah menipukuh dan menukar isi di dalam kotak ini. Kalian, cepat berikan padaku!" Silvia tiba-tiba saja menyerang Farel dengan membabi buta.


Siska yang masih syok setelah mendengar pengakuan dari Silvia yang mengatakan bahwa dialah yang sudah membunuh kedua orang tuanya. Siska sampai saat ini tubuhnya masih gemetar karena tidak percaya bahwa neneknya ternyata adalah pembunuh dari kedua orang tuanya.


Siska melihat CCTV yang ada di dalam ruangan itu masih bekerja dan merekam semua yang terjadi. Siska merasa Tuhan memberkatinya dengan kebaikan yang berlipat-lipat kepadanya.


'Aku akan menggunakan CCTV itu untuk melaporkan nenek Silvia kepada pihak yang berbeda tentang kasus pembunuhan kedua orang tua yang sudah menggantung lebih dari 10 tahun!' batin Siska yang masih terus menatap kepada Silvia yang masih berusaha untuk meneror Farel agar mengembalikan barang-barang yang ada di dalam kotak itu seperti semula.


Siska merasa bersyukur karena tadi malam mereka sudah memindahkan isi yang sesungguhnya dari dalam kotak itu di dalam brankas milik Farel yang ada di dalam bengalow.


Farel sudah menduga kalau ada orang lain yang pasti tertarik dengan kotak harta karun milik kakeknya yang dihadiahkan kepada mereka berdua sebagai hadiah pernikahan mereka.


Ternyata tidak sampai 2 hari Silvia datang ke tempat itu dan menanyakan tentang kotak itu. Kecurigaan Farel dan Siska tentang penjaga bengalow benar-benar sudah terbukti secara akurat tanpa di ragukan lagi.

__ADS_1


Siska sampai saat ini masih belum bisa berkata-kata tubuhnya masih gemetar dan terus menatap ke arah Silvia yang masih terus saja mengejar Farel seperti orang gila.


Farel kemudian menghubungi security yang ada di bengalow untuk mengamankan Silvia dari dirinya. Farel rasanya sudah mulai kelelahan karena terus dikejar-kejar oleh Silvia yang tampak menggila setelah mengetahui isi kotak yang tidak sesuai dengan ekspektasi dirinya.


__ADS_2