
Siska pergi ke sekolahannya untuk melihat pengumuman tentang kelulusannya.
Teman-temannya sudah menunggunya sejak tadi pagi untuk pergi bersama melihat pengumuman tersebut.
" Apa kalau yakin kalau kita semua akan lulus?" tanya sahabat Siska.
" Ayolah jangan kalian pesimis seperti itu. Kalian harus yakin bahwa Kalian pasti akan lulus. Kasihan juga kan orang tua kalian kalau sampai kalian tidak lulus? Pasti akan sangat malu nantinya!" ucap Siska sambil merangkul pundak sahabat-sahabatnya.
" Brina, kau akan kuliah ke mana setelah ini?" tanya Siska kepada sahabatnya.
Tampak Brina yang sedang berpikir tentang cita-citanya yang ingin menjadi seorang model.
" Mungkin aku akan ikut agensi untuk menjadi seorang model!" ucap Brina sambil tersenyum kepada Siska.
Brina kemudian mendekati sahabatnya yang sedang asyik memakan soto lamongan pesanannya di kantin sekolah yang sebentar lagi akan mereka tinggalkan setelah mereka lulus dan mendapatkan ijazah mereka.
" Kalau kamu gimana Siska? Ke mana niatnya kamu akan pergi kuliah?" tanya Brina sambil menatap tajam Siska yang sedang tersenyum.
" Setelah lulus sekolah. Siska akan langsung menikah denganku dan akan menjadi Nyonya Handoyo!" tiba-tiba saja Farel sudah berdiri di belakang Siska dan langsung mencium bibirnya di hadapan teman-temannya.
Siska membeku di tempat mendapatkan perlakuan seperti itu dari Farel yang tiba-tiba.
" Ih apaan sih? Kau main datang-datang ke sini! Siapa yang menyuruhmu sih?" protes Siska sambil menghapus bibirnya yang tadi dicium oleh Farel tanpa permisi di hadapan teman-temannya.
Farel hanya tersenyum melihat Siska yang misuh-misuh di hadapannya.
__ADS_1
" Udah yuk pulang saja sayang. Kamu kan sudah tadi di sini. Kenapa tidak bosan sih? Hmm?" tanya Farel sambil merangkul pundak Siska dengan mesra.
Brina dan teman-teman Siska menatap keduanya dengan takjub. Bagaimana tidak? Seorang laki-laki tampan tiba-tiba saja hadir di antara mereka dan menunjukkan kemesraan kepada temannya yang baru saja lulus SMA.
" Ih dilarang mengumbar kemesraan di depan umum! Apalagi di sekolahan. Apa kau mau di blacklist oleh pihak sekolah dan tidak diperbolehkan untuk datang ke sini lagi?" tanya Siska sambil cemberut kepada Farel.
Farel hanya tertawa mendengarkan omelan dari Siska dia pun langsung menyambar profesi yang ada di hadapan Siska.
" Ih, ko main sambar-sambar saja sih? Kan itu punyaku! Emangnya tidak bisa beli sendiri apa?" sejak tadi Siska terus saja mengomel. Karena harus sejujurnya dia benar-benar malu mendapatkan perlakuan seperti itu dari seorang Farel Handoyo yang dia tahu bahwa teman-temannya mengidolakannya.
Bahkan Siska tidak berani untuk bercerita tentang fakta bahwa dirinya sudah dijodohkan dengan Farel dan sebentar lagi akan bertunangan.
' Bisa-bisa mereka akan marah dan mengamuk karena idolanya tiba-tiba saja bertunangan denganku. Ah aku tidak mau kehilangan teman-temanku gara-gara Farel!' batin Siska sambil terus menggelengkan kepalanya.
" Ya ampun Farel Handoyo kalau dilihat secara dekat, dia jauh lebih tampan daripada di televisi maupun di ponsel!" ucap Brina dengan wajah berbinarnya terus menetap ke arah Farel yang saat ini sedang menatap Siska yang sedang cemberut kepadanya karena Pop Ice nya dihabiskan.
" Pak Farel, bolehkah aku meminta tanda tanganmu? Aku adalah penggemar setiamu!" ucap Amel dengan pandangannya yang tidak mau beralih dari wajah Farel.
" Bagaimana yang? Apakah aku boleh memberikan tanda tanganku kepada teman-temanmu? Hmmm?" tanya Farel sambil mengelus pipi Siska di hadapan teman-temannya sehingga mereka sampai histeris gara-gara itu.
" Ya ampun Siska! Kamu luar biasa sekali di panggil "yang" sama Pak Farel yang tampan gak ketulungan!" ucap Brina yang matanya hampir saja keluar.
Siska sampai ngeri melihat kelakuan teman-temannya yang begitu memuja seorang Farel Handoyo.
Farel memang terkenal di sekolahan Siska. Karena selain Dia sebagai donatur tetap di sekolahan itu, dia pun merupakan alumni yang aktif. Apabila ada pertemuan-pertemuan maupun penerimaan siswa baru pasti Farel selalu diundang untuk datang ke sekolahan Siska. Sebagai contoh siswa teladan yang telah sukses hidupnya dan menjadi seorang pengusaha muda yang terkenal dan juga berbakat.
__ADS_1
" Terserah kau lah! Mau melakukan apa. Orang tanda tangan, tanda tanganmu kok. Kenapa menjadi urusanku sih?" ucap Siska merasa bete dengan perlakuan Farel yang menurutnya terlalu berlebihan.
" Kan kamu calon istriku sayang. Jadi Kau mempunyai hak untuk menentukan aku bicara dengan siapa dan bertemu dengan siapa!" Ucap Farel sambil mempermainkan ujung rambut Siska dan mencium aroma rambutnya yang sangat membuatnya candu.
Siska selalu berusaha untuk menepiskan tangan padahal yang sejak tadi terus saja mau nempel di tubuhnya.
" Wah kau calon istrinya Pak Farel? Kenapa kau tidak pernah cerita padaku Siska?" tanya Brina seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Farel.
Siska jadi merasa serba salah dihadapan teman-temannya melihat kelakuan Farel yang overacting dan benar-benar membuatnya menjadi gugup dan salah tingkah.
Apalagi saat Siska melirik ke arah kanannya. Dia melihat Andika, gurunya yang selama tiga tahun ini dia sukai. Ternyata sedang menatap mereka dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan.
' Kenapa dia menatapku seperti itu sih? Ih dasat aneh sekali! Seakan-akan Aku sedang berselingkuh saja dari dia. Padahal kan dia yang sudah punya kekasih. Dasar aneh!' rute Siska melihat Andika yang seperti tidak senang melihatnya duduk bersama dengan Farel yang saat ini sedang memperlihatkan kemesraannya di hadapan teman-temannya.
Farel seperti sedang menunjukkan daerah teritorialnya dengan terus menempel kepada Siska.
Sejak tadi banyak siswa laki-laki yang terlihat berbisik-bisik karena melihat kedekatan antara Siska dengan Farel yang terlalu nempel dan terlalu menunjukkan kemesraan di hadapan mereka. Walaupun sebenarnya Siska sudah berusaha untuk menghindar tetapi Farel yang terus saja pantang menyerah untuk selalu melakukan kontak fisik dengan calon istrinya.
" Oh yang kita pulang saja sejak tadi asistenku sudah terus menelpon bawa kita harus segera ke kantor untuk melakukan pertemuan dengan klien kita dari Swiss!" ucal Farel sambil menggenggam tangan Siska dan menariknya untuk pergi bersamanya.
Siska yang masih ingin berkumpul dengan teman-temannya. Dia pun berusaha untuk memberontak tetapi apalah daya seorang Siska yang bertubuh mungil bila harus kita dibandingkan oleh Farel yang seorang rajin gym dan juga bertubuh tinggi dan macho.
" Aku tidak mau ikut denganmu. Aku masih ingin bertemu dengan teman-temanku!" ucap Siska merasa tidak senang karena dirinya dipaksa oleh Farel untuk mengikutinya pergi ke kantor.
" Ih gila ya Siska benar-benar luar biasa deh! Apakah benar kalau dia akan menjadi calon istri dari Pak Farel? The most wantednya sekolah kita?" tanya Brina ketika Siska dan Farel sudah meninggalkan kantin.
__ADS_1
" Kayaknya sih benar. Kau apa tidak melihat tadi perlakuan pak Farel yang sangat intim sekali terhadapnya? Dia bahkan sampai mencium bibir Siska di depan kita.Tidak mungkin kan kalau tidak benar, dia sampai melakukan hal seperti itu di depan kita?" tanya Amel dengan wajah antusiasnya.
Dalam sekejap saja nama Siska langsung melambung tinggi di sekolahan itu. Hal itu gara-gara Farel yang sudah memproklamirkan diri sebagai calon suami dari Siska.