
Jasmine adalah kekasih Adrian yang sudah diputuskan lama sekali. Akan tetapi dia tidak mau diperlakukan tidak adil oleh pemuda itu yang selalu saja mempermainkan hati banyak wanita karena ketampanan dan juga kekayaan yang dia miliki.
Padahal yang sebenarnya dilakukan oleh Adrian karena dia merasa muak dengan para wanita yang menganggap dirinya sebagai jalan menuju kekayaan.
Adrian ingin mendapatkan seorang istri yang tulus mencintainya. Oleh karena itu, apabila Adrian sudah merasa tidak sesuai dengan seorang perempuan, dia pasti tidak akan ragu untuk meninggalkan perempuan itu.
Adrian waktu itu melihat Jasmine bersama dengan seorang laki-laki. Adrian mengira pemuda itu adalah selingkuhan dari Jasmine. Padahal laki-laki itu adalah rekan kerja sang ayah yang sedang membujuk Jasmine untuk bekerja dengannya.
Adrian yang tidak suka mencari masalah dan akhirnya memilih untuk pergi dan meminta putus kepada Jasmine tanpa memberi penjelasan apapun pada gadis itu.
Hal itulah yang membuat Jasmine menjadi sangat penasaran dengan kelakuan Adrian yang benar-benar telah menzalimi dirinya.
Padahal Jasmine sangat mencintai Adrian dan serius dengan hubungan mereka berdua.
Jasmine sendiri tidak mengerti dengan dirinya. Kenapa dia selalu bisa memaafkan apapun yang dilakukan oleh Adrian yang jelas-jelas selalu saja berbuat sekehendak hatinya.
Jasmine tahu kalau Adrian memiliki banyak affair dengan pada garis cantik di luar sana. Akan tetapi Jasmine sama sekali tidak peduli dengan hal itu semua. Selama Adrian masih belum menikah dia masih akan terus berjuang untuk mendapatkan pemuda itu sebagai suaminya.
Malam itu setelah Jasmine sampai di Jakarta dia langsung masuk ke dalam rumah kontrakan yang dia pesan melalui online.
Walaupun rumah kontrakan itu kecil tetapi Jasmine merasa bahagia karena dia tidak harus tidur di jalanan.
Demi cintanya kepada Adrian Jasmine rela melakukan semua itu. Hidup jauh dari keluarga yang ada di Bandung dan harus memulai semuanya dari nol.
Jasmine tahu kalau Adrian saat ini lebih memilih untuk tinggal di Jakarta daripada di Bandung. Walaupun Jasmine tidak terlalu mengerti kenapa Adrian lebih memilih melakukan itu. Padahal ibunya di Bandung hanya tinggal sendirian.
" Baiklah sekarang aku akan istirahat dulu! Karena besok pagi-pagi sekali aku harus segera masuk bekerja dan menghadap kepada Adrian. Aku benar-benar sudah tidak sabar untuk melihat wajah Adrian ketika mengetahui aku menjadi sekretarisnya!" ucap Jasmine sambil terkikik geli saat membayang kan reaksi Adrian ketika bertemu dengannya.
" Sudah hampir 2 tahun yang lalu. Sejak terakhir kali aku bertemu dengan Adrian apakah dia masih mengingatku?" tanya Jasmine kepada dirinya sendiri.
Jasmine kalau tidak marah terhadap ayahnya. Dia merupakan anak dari seorang pengusaha sukses yang ada di Bandung dan saat ini perusahaan ayahnya itu memiliki banyak kerjasama dengan perusahaan Prayoga grup.
__ADS_1
Akan tetapi Jasmine yang sedang marah kepada ayahnya lebih memilih untuk melepaskan semua fasilitas yang diberikan sang ayah kepadanya dan memilih untuk hidup mandiri Bersama sang ibu.
Pagi itu terlihat Jasmine yang kelapakan karena bangun kesiangan karena tadi malam dia sangat lelah setelah perjalanan dari Bandung. " Aiya!! Kayak gini nih kebiasaan dibangunin sama mama pas nggak ada mama jadi kelapakan begini!" gerutu Jasmine saat dia sudah berada di kamar mandi.
Hanya mandi kilat sekedar membuang bau badan dan kegerahan di tubuh dan cukup untuk membuat wangi sabun nempel di tubuhnya. Waktu Jasmine hanya sedikit dia bahkan tidak memiliki waktu untuk beristirahat.
" Lihatlah Adrian! Demi kau aku sampai rela melakukan semua ini. Kalau sampai kau membuatku jengkel, maka kau lihat saja! Aku pasti akan membuatmu mengenal siapa itu Jasmine!" ucap Jasmine yang benar-benar kesal luar biasa.
Sejujurnya Jasmine masih merasa penasaran dengan Adrian. karena Adrian meninggalkan nya tanpa memberikan penjelasan apapun.
Karena waktu yang sudah di buru-buru mau tidak mau Jasmine pun kemudian memilih untuk menghentikan taksi agar bisa segera sampai ke perusahaan Prayoga group yang jaraknya sebetulnya tidak terlalu jauh dari kontrakannya. Akan tetapi karena Jakarta yang selalu macet kalau masuk jam kerja. Membuat Jasmine harus menghela nafas berat kalau sudah bisa dipastikan dia akan terlambat pada hari pertama dia bekerja.
" Ah benar-benar memalukan! Masa iya pertama kali bekerja malah terlambat begini? Mau ke mana aku taruh mukaku di depan Adrian?? Walaupun dia adalah mantan terindah yang sedang aku perjuangkan. Tapi tetap saja! Bukankah aku harus menjaga harga diriku di hadapannya?" monolog Jasmine setelah dia turun dari taksi dan melihat perusahaan Prayoga group yang begitu mentereng dihadapannya.
" Aku datang Adrian! Aku ingin tahu bagaimana kau akan menghadapiku!" ucap Jasmine yang seketika memiliki suntikan energi yang begitu besar ketika dia berpikir akan bertemu dengan Adrian.
Sementara itu Adrian yang saat ini sedang berbicara dengan Steven. Mereka berdua sibuk diskusi untuk membicarakan tentang perjalanan mereka menuju ke Purwokerto untuk melakukan survei bisnis bersama sekretaris barunya Adrian.
" Aku juga belum tahu siapa nama sekretaris baruku. Karena pihak HRD hanya mengatakan padaku kalau akan ada sekretaris baru yang datang kemari!" ucap Adrian masih sibuk membereskan berkas-berkas yang akan mereka bawa ke Purwokerto.
" Oh ya Steven kau sudah siap bukan dengan pesawat kita?" Steven hanya bisa menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya.
" Kenapa?" tanya Adrian sambil mengerutkan keningnya.
" Bukankah semua itu adalah tugas sekretarismu yang lama?" Adrian pun sudah putus asa dengan apa yang dikatakan oleh Steven.
" Kau tahu kan kalau sekretarisku itu mengundurkan diri tanpa pemberitahuan sama sekali? Sekretaris baru yang datang saat ini pun ditunjuk begitu saja oleh pihak HRD. Karena kita benar-benar sedang membutuhkan sekretaris untukku!" ucap Adrian yang benar-benar tidak mengerti. Bagaimana mungkin seorang eksekutif seperti dirinya mendapatkan perlakuan seperti itu dari pihak HRD.
" Kakak tahu kan? Kalau sekarang sudah akhir tahun? Sekarang itu, semua bagian sangat sibuk mau menutup buku. Jadi wajar sih bagiku kalau pihak HRD menerima begitu saja sekretaris yang mendaftar. Apalagi kebetulan kita juga sedang butuh sekretaris untuk Kaka. Sudahlah Kak di terima saja, tidak usah berpikir negatif!" ucap Steven berusaha untuk menghibur kakaknya yang terlihat bete.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
" Aku yakin itu adalah sekretarismu!" ucap Steven sambil tersenyum kepada Adrian yang hanya bisa menghalalkan nafas panjang.
" Masuk!" ucap Steven mewakili kakaknya yang saat ini sedang memijit pelipisnya.
Jasmine kemudian masuk ke dalam ruangan Adrian dengan jantung yang berdebar sangat kencang. Apalagi ketika mata mereka berdua beradu saat pertama kali masuk ke dalam ruangan itu.
' Ya Allah ternyata mantan terindah aku, sekarang semakin tampan saja! Aih, tidak sia-sia aku memperjuangkan dia sejauh ini!' bathin Jasmine yang begitu terpesona melihat Adrian.
Steven hanya tersenyum melihat Jasmine yang sekarang masih membeku di tempat dengan tatapan yang begitu berbinar dan sangat kentara kalau dia adalah penggemar sang kakak.
" Hallo!! Perkenalkan namaku adalah Steven Prayoga. Aku adalah Direktur promosi di perusahaan ini dan dia adalah kakakku wakil CEO dari perusahaan Prayoga group.
Akan tetapi Jasmin sampai saat ini masih terpesona dengan Adrian yang masih sibuk dengan berkas di tangannya.
" Hei!!! Ayolah di hari pertama mau kerja tidak usah terpesona dengan kakakku! Karena Kau pasti akan langsung dia banting sampai ke dasar olehnya! Kakakku ini adalah seorang pemain kelas kakap yang sangat kejam terhadap penggemarnya!" ucap Steven dengan tersenyum kepada Jasmine.
Jasmine yang pundaknya disentuh oleh Steven akhirnya kembali sadar dengan keberadaan dirinya di dalam ruangan Adrian.
" Hallo, namaku Jasmine Abraham, sekretaris baru dari tuan Adrian!" ucap Jasmine memperkenalkan dirinya kepada Steven.
Seketika Steven menatap kepada kakaknya yang tampak terkejut mendengar nama yang di sebutkan oleh Jasmine.
" Jasmine Abraham! Apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Adrian dengan tatapan tajam kepada Jasmine.
" Tentu saja untuk bekerja denganmu! Apa kau tidak membaca berkasku? Aku sekarang adalah sekretaris barumu!" ucap Jasmine sambil menatap tajam kepada Adrian.
Adrian bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Jasmine. Adrian terlihat sudah bersiap untuk menarik Gadis itu agar keluar dari ruangannya. Akan tetapi Steven langsung menarik tangan kakaknya duluan.
__ADS_1
" Kakak jangan gila! Dia sudah diangkat oleh pihak HRD secara profesional! Kakak tidak bisa berbuat macam-macam terhadapnya!" ucap Steven berbisik di telinga Adrian.