
Begitu sampai di rumah, Farel terus menghibur Siska yang sampai saat ini masih belum bisa untuk tidur dengan tenang.
" Di luar para Bodyguard sudah menjaga kita. Aku berjanji aku tidak akan mengendorkan kewaspadaan kita. Di rumah saat ini aman dan Amora pasti tidak akan sanggup berbuat macam-macam kepada kita." ucap Farel berusaha untuk menghibur istrinya.
Siska yang tadi sudah menidurkan Aaron di dalam kamarnya sekarang dia pun mengikuti Farel menuju ke kamar mereka.
Siska benar-benar tidak tenang pikirannya. Dia ke dalam kamar hanya untuk mandi dan mengganti pakaiannya. Setelah itu Siska kembali masuk ke dalam kamar putranya.
" Kita tidur di sini saja. Aku tidak tenang membiarkan Aaron tidur dengan baby sister dia!" ucap Siska yang meminta kepada Farel untuk bersamanya tidur di kamar Aaron.
Aaron adalah bocah yang benar-benar sangat hebat dan juga kuat. Dia telah melewati begitu banyak kesulitan dan juga rintangan yang benar-benar telah mengancam nyawanya. Akan tetapi sampai saat ini bocah berusia 3 tahun itu tetap survive dan semakin sehat setiap harinya.
Aaron telah menjadi anak yang begitu hebat. Menjadi kebanggaan Farel dan Siska sebagai orang tuanya.
Visualisasi Aaron.
Walaupun dengan perasaan yang kacau dan juga penuh rasa khawatir. Mereka pun akhirnya berhasil untuk bisa memejamkan matanya sekitar pukul 2 malam.
Keesokan harinya Farel tidak tega untuk meninggalkan anak dan istrinya di mansion.
" Sayang sebaiknya kau ikut denganku saja ke kantor. Supaya aku bisa langsung mengawasi kalian!" ucap Farel ketika mereka sama-sama sarapan di meja makan.
" Tidak sayang. Aku ingin di rumah saya bersama Aaron. Kalau berada di luar rumah, aku malah justru sangat khawatir dengan keselamatan kita. Setidaknya di rumah ini ada para pengawal yang akan menjaga kami agar tetap aman!" ucap Siska menolak keinginan Farel untuk mengajak mereka ke kantornya.
" Tapi kalau aku tidak berhadapan dengan kalian sendiri, aku tidak bisa tenang melakukan apapun!" Ucap Farel menerangkan perasaan hatinya saat ini.
__ADS_1
Siska mengerti bahwa suaminya ingin melindungi dirinya dan Putra mereka dengan sepenuh hati dan ingin memastikan sendiri keselamatan keduanya.
" Tapi kalau kita berada di luar, itu jauh lebih bahaya. Kau tahu sendiri kan? Bagaimana Amora itu sangat nekat, kau tahu sendiri bukan?? Kejahatan seperti apa yang sanggup dilakukan oleh Amora? Aku benar-benar ngerti walaupun hanya membayangkannya saja," ucap Siska terlihat begitu tertekan.
" Tenanglah sayang. Semuanya akan baik-baik saja. Aku akan segera melaporkan ke kantor polisi. Aku yakin kalau Amora pasti kabur dari penjara. Sehingga membuat dia bisa berkeliaran seperti itu!" ucap Farel dengan suara yang begitu geram dan amarah yang memuncak di hatinya.
Bagaimana mungkin Farel tidak marah dan dendam dengan Amora?? Setelah dia tahu tentang kematian ibunya gara-gara dibunuh oleh Amora dengan begitu kejam.
Sampai kapanpun Farel tidak akan pernah memaafkan gadis itu yang sudah memberikan begitu banyak kesulitan dan juga kesedihan di pada keluarganya.
Setelah selesai sarapan Farel pun kemudian berpamitan kepada Siska dia langsung menuju ke kantor Polisi untuk melaporkan tentang Amora yang kembali menebarkan teror ke dalam hidupnya.
Farel menceritakan semua kejadian di taman di mana ditemukan bom yang menempel di mobil pribadinya dan juga remnya yang telah dipotong oleh seseorang secara misterius.
Setelah menyelesaikan laporan ke polisi Farel langsung menuju ke kantornya dan mensiagakan para pengawal untuk selalu bersiaga menjaga keamanannya.
Bagaimanapun juga Farel tidak bisa meninggalkan pekerjaan di kantor hanya karena seorang Amora yang sangat meresahkan sekali.
Detektif swasta sudah disewa beberapa orang oleh Farel untuk membantu polisi menemukan Amora.
" Tuan ada paket untuk anda," ucap sekretaris para dengan membawa sekotak hadiah tanpa pengirim yang jelas.
" Kenapa kau ceroboh sekali menerima paket tanpa pengirim seperti ini? Cepat buang yanh jauh dari kantor kita, karena aku tidak mau terjadi hal yang buruk di kantor kita!" ucap Farel yang langsung memerintahkan kepada sekretarisnya untuk membuang paket itu di tempat lain.
Farel tidak mau menggadaikan keselamatannya dan keamanan kantornya dengan berani membuka paket itu.
" Awas aja kalau sampai paket itu berisi sesuatu yang buruk, Aku benar-benar tidak akan mengampuni Amora." ucap Farel dengan menggeram kesal.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Farel mengingat tentang Siska dan juga putranya.
Farel langsung mengambil telepon untuk menghubungi Siska dan juga pengawal yang ada di kediamannya.
" Pastikan kalian tidak menerima paket apapun tanpa pengirim yang jelas dari luar. Segera buang dan amankan kediamanku dari segala bentuk kejahatan!" perintah Farel kepada kepala pengawalnya.
" Siap Tuan! Jangan khawatir. Saya pasti akan melindungi keluarga Anda," ucapnya lugas.
Setelah menghubungi kepala pengawal, Farel langsung menghubungi Siska untuk memberikan pesan yang sama kepada istrinya tercinta. Jangan sampai terjadi sesuatu yang buruk karena kecerobohan dan ke tidakwaspadaan.
" Ihgat Sayang. Buang saja paket yang masuk ke dalam rumah kita. Yang aku takut kan itu adalah boom yang bisa membahayakan keluarga kita," pesan Farel kepada Siska.
Tepat setelah Farel memberikan pesan itu tiba-tiba saja pelayan di rumah Farel datang dengan sebuah paket di tangannya.
" Maafkan saya Nyonya. Tadi ketika saya pulang dari berbelanja ada pengirim paket yang mengirimkan ini untuk anda," ucapan bantu itu menyerahkan paket kepada Siska.
" Terimakasih bi," ucap Siska mengambil paket itu tapi dia tidak berani untuk membuka kotak paketnya.
" Sayang. Baru saja ada paket masuk yang dibawa oleh Bibi. Katanya dititipkan oleh tukang paket ketika dia pulang berbelanja!" ucap Siska melaporkan semuanya kepada Farel yang langsung panik seketika.
" Sayang segera kau pergi keluar dari Mansion. Carilah tempat terbuka dan kau harus serahkan paket itu kepada pengawal untuk memeriksa isinya pastikan mereka tetap waspada demi keamanan bersama!" perintah Farel di seberang sana kepada Siska.
" Terimakasih sayang. Aku akan segera pergi keluar dan meminta kepada pengawal untuk membukanya. Setidaknya kita tahu apa isi dari paket ini agar tidak penasaran!" ucap Siska menjelaskan kepada suaminya.
" Baiklah terserah kepadamu pastikan pengawal selalu mendampingi kemanapun dirimu pergi!" ucap Farel memberikan pesan kewaspadaan kepada Siska.
Setelah berpamitan kepada suaminya. Siska pun kemudian keluar mencari kepala pengawal yang saat ini sedang berada di pos security yang sedang berjaga.
__ADS_1
Tingkat kewaspadaan di kediaman Farel benar-benar tinggi. Ada sekitar 20 orang Bodyguard yang menjaga kediaman Farel dengan sangat ketat.
" Tolong buka paket ini dan pastikan kalian dalam keadaan aman. Karena siapa tahu paket ini berbahaya," pesan Siska kepada pengawalnya.