
Andrew kembali ke rumahnya dan bertemu dengan Steward yang sedang menunggunya sejak tadi untuk makan malam.
" Kenapa kau murung begitu Andrew?" tanya Steward kepada anaknya yang terlihat tidak bersemangat.
Stewart mendekati putranya yang selama ini menjalani kehidupan yang selalu menyendiri dan juga kesepian.
" Tidak apa-apa Pah. Aku hanya lelah saja kok! Setelah istirahat pasti jauh lebih baik lagi!" ucap Andrew sambil meletakkan tas kerjanya dan juga jas yang biasa digunakan ketika dia pergi ke luar rumah.
Tetapi Stewart sangat mengenal putranya. Walaupun Stewart selalu disibukkan dengan pekerjaannya di rumah sakit, tetapi dia tidak pernah lalai untuk mengawasi putranya.
" Kau pasti bertemu dengan seseorang yang sudah memberikan sesuatu yang penting dalam hidupmu kamu kan?" tanya Steward berusaha menelisik tentang perasaan putranya saat ini.
Setelah mencuci tangan dan juga mengambil air minum. Andrew kemudian duduk di samping ayahnya yang sudah menunggunya sejak tadi untuk makan malam bersama.
" Ceritakanlah sama Papah! Ada apa? Karena tidak biasanya kau murung seperti ini!" tanya Steward lagi benar-benar penasaran dengan keadaan putranya saat ini.
Andrew pun kemudian menceritakan semua kejadian yang ada di rumah sakit. Termasuk pertemuannya dengan Siska yang ternyata sudah tidak mengingatnya lagi.
" Jadi gadis kecil yang dulu selalu rajin untuk menyatakan cinta kepadamu itu. Sekarang sudah dewasa dan hendak menikah dengan kekasihnya?" tanya stewards dengan begitu excited mendengarkan kabar terbaru tentang Siska. Anak kecil yang dulu setiap tahun selalu datang untuk berlibur di kediamannya hanya untuk bertemu dengan Andrew.
Terlihat Andrew yang menarik nafasnya dalam-dalam. Tampaknya Dia sangat malas untuk bercerita tentang Siska dan Farel. Akan tetapi karena ayahnya terus mendesak, mau tidak mau Andrew pun kemudian harus menceritakan semuanya dari awal hingga akhir ketika dirinya bertemu dengan Siska.
" Tapi dia tidak mengingatku lagi Pah. Siska yang sekarang, tidak ada lagi Andrew. Kini di mata Siska hanya ada kekasihnya dan tidak pernah melirik siapapun selain kekasihnya yang sangat posesif itu!" ucap Andrew dengan tertawa sumbang.
Steward bisa merasakan kesedihan dan kepedihan putranya saat ini. Tetapi dia tidak bisa berbuat banyak karena perasaan memang tidak bisa dipaksakan siapapun. Apalagi dulu mereka tidak mempunyai ikatan apapun selain dari kata-kata Siska yang mengatakan akan menikah dengan Andrew ketika dia sudah dewasa nanti.
Mereka berdua kemudian makan bersama tanpa berbicara apa-apa lagi. Karena saat ini hati Andrew memang sedang tidak baik dan tidak ingin membahas apapun dengan ayahnya soal apapun itu tentang Siska.
Setelah selesai makan, Andrew kemudian langsung masuk ke dalam kamarnya dan membuka sebuah kotak yang telah dia simpan sangat lama sekali.
__ADS_1
Kotak itu berisi surat-surat dan juga hadiah yang diberikan oleh Siska ketika dia masih kecil dulu. Kotak pandora milik Andrew yang ternyata menyimpan perasaan cinta untuk Siska kecil yang dulu selalu bermain dengannya dan selalu menggodanya.
Kotak itulah yang menjadi alasan bagi Andrew, selama ini tidak pernah berhubungan dengan siapapun. Karena dia percaya sekali kalau suatu saat nanti dirinya akan menikah dengan Siska.
Akan tetapi kenyataan yang saat ini sedang terjadi adalah Siska sebentar lagi akan menikah dengan Farel dan laki-laki itu sangat mencintai Siska. Walaupun Siska terlihat biasa-biasa saja, tetapi tetap saja seorang wanita pasti akan lebih memilih laki-laki yang mencintainya setengah mati.
Dan celakanya dirinyalah yang kemarin telah menasehati Siska untuk mau menerima permintaan Farel menikah dengannya.
" Ah, Andrew bodoh! Padahal kalau laki-laki itu kenapa-napa gara-gara Siska yang menolak menikah dengan dia, maka kaulah yang akan menikahi Siska. Kau bisa datang kepada Siska dan menagih janjinya dulu yang mengatakan akan menikah dengan kamu. Tetapi kau memang laki-laki paling idiot di dunia!" rutuk Andrew terus menyalahkan dirinya sendiri atas kebodohan dan juga kebaikan hati yang dia miliki.
Sebagai seorang dokter keselamatan pasien memang adalah nomor satu. Sementara keselamatan hatinya nomor sekian dari yang paling bawah.
Setelah puas menyalahkan diri sendiri, Andrew pun kemudian membaringkan tubuhnya di ranjang. Andrew mengingat kembali masa-masa indah ketika dulu dirinya sering bersama dengan Siska pergi ke manapun bersama ketika Siska sengaja datang ke negaranya untuk berlibur di rumahnya hanya untuk bertemu dengannya.
Selain kedua orang tua mereka yang bersahabat. Andrew dan Siska merupakan sahabat pena yang disatukan dalam satu hobi yang sama yaitu melukis. Salah satu impian Siska menjadi seorang pelukis adalah karena dulu sewaktu masih kecil, dia pernah berjanji kepada Andrew bahwa suatu saat dia akan menjadi seorang pelukis yang terkenal. Sehingga suatu saat Andrew bisa mencarinya dengan menggunakan kebesaran namanya sebagai seorang pelukis ternama.
Akan tetapi Andrew harus mengubur semua impiannya sebagai seorang pelukis. Karena tanggung jawabnya sebagai seorang pewaris keluarganya yang memiliki banyak rumah sakit international yang harus dia kelola dengan baik sebagai tanggung jawabnya kepada sang ayah yang selama ini setelah berjuang sangat keras untuk membesarkan dirinya seorang diri walaupun tanpa seorang ibu dalam hidupnya.
Andrew sangat tahu sekali pengorbanan ayahnya itu sehingga Andrew akhirnya menyadari bahwa dia harus bertanggung jawab dengan semua rumah sakit yang dimiliki oleh sang ayah. Andrew memutuskan untuk mengambil kuliah kedokteran dan berjanji kepada ayahnya bahwa dia pasti akan mengambil tanggung jawabnya sebagai seorang pewaris.
Sementara itu Siska dan Farel sudah menghubungi kedua orang tua mereka masing-masing yang sudah sepakat akan mengadakan pernikahan mereka berdua di Amerika.
Karena bagaimanapun Farel tidak menginginkan Siska kehilangan mimpinya untuk menjadi seorang pelukis terkenal.
Farel pernah melihat hasil lukisan Siska yang sangat hidup dan sangat penuh dengan inspirasi. Kadang Farel menginginkan untuk menggunakan lukisan-lukisan Siska untuk dia gunakan untuk kemasan produk-produknya akan tetapi Siska selalu menolak dan tidak menginginkan bantuan semacam itu dari sang kekasih.
Siska selalu mengatakan bahwa dia ingin sukses dengan tangannya sendiri dengan namanya sendiri bukan atas bantuan siapapun. Atau atas nama siapapun.
Bahkan Siska tidak memberikan identitas yang sesungguhnya ke pihak kampus tempat dia kuliah sekarang. Bahwa dia adalah keturunan Prayoga yang terkenal di dunia investasi di seluruh dunia.
__ADS_1
Siska hanya menggunakan identitasnya sebagai Siska. ebagai dirinya sendiri. Siska tidak membawa nama besar keluarganya ketika dia mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa tersebut.
Farel hanya bisa mengacungkan kedua jempolnya kepada Siska. Atas semangat sang kekasih dalam semangatnya meraih impian nya. Walaupun sekarang dia harus mengalah demi bersatunya cinta mereka berdua.
Farel bahkan telah memutuskan untuk mengambil kuliah S3 nya kembali di Amerika yang dulu sempat tertunda karena keinginan sang kakek yang meminta Farel untuk segera kembali ke Indonesia dan melanjutkan tonggak kepemimpinan perusahaan mereka setelah sang Kakek memilih pensiun dini.
Sementara ayahnya Farel lebih memilih untuk mengelola perusahaannya sendiri bersama dengan sang istri tercinta.
Ayahnya Farel tidak cocok dengan gaya kepemimpinan sang ayah yang otoriter dan sangat kolot. Zehingga akhirnya dia memilih untuk membangun perusahaan sendiri dan berjuang atas namanya sendiri. Bersama sang istri tercinta.
Sementara perusahaan milik sang kakek dilanjutkan oleh Farel sebagai CEO dan kakeknya melanjutkan jabatan dia sebagai komisaris perusahaan Handoyo group.
Akan tetapi setelah kakeknya meninggal, semua warisan sang kakek jatuh ke tangan Farel. Mengingat sang ayah yang tidak tertarik sama sekali dengan harta kekayaan sang Kakek yang selama ini selalu berseteru dengannya dan tidak cocok dalam segala hal.
" Sayang ayo kita memilih apartemen yang akan kita tinggali selama berada di Amerika Pilihlah yang kau!" ucap Farel sambil tersenyum kepada Siska yang masih sibuk dengan tugas kampusnya.
Ya sejak keluar dari rumah sakit itu, Farel memaksa Siska untuk bersedia tinggal di apartemennya. Tapi berada di kamar yang berbeda dan Siska menerapkan aturan yang sangat ketat untuk kebersamaan mereka di satu apartemen.
Akhirnya dengan kepasrahan tingkat dewa, Farel menuruti semua keinginan Siska. Karena Farel takut sekali kalau sampai Siska tidak mau tinggal bersamanya, maka akan semakin bebas untuk berurusan dengan Matteo sang musuh bebuyutan.
Selain itu Farel pun bisa memantau semua aktivitas Siska selama 24 jam apabila kekasihnya tinggal bersamanya.
Sifat posesif Farel yang luar biasa, terkadang membuat Siska merasa tertekan. Tetapi dia pun bisa memaklumi bahwa cinta Farel terlalu besar untuknya. Sehingga akhirnya dia hanya menikmati saja cinta yang diberikan oleh Farel untuk dirinya.
Melihat Amora yang sekarang menggila, setelah ditinggalkan oleh Farel. Membuat Siska matanya terbuka lebar dan selalu berusaha untuk bisa menghargai setiap apapun yang dilakukan oleh Farel untuk dirinya. Karena dia tidak mau mengalami nasib yang sama seperti Amora yang sekarang dianggap tidak ada sama sekali oleh Farel setelah wanita itu menyakiti hati Farel dengan sangat dalam.
Siska bisa mengerti bagaimana sakitnya perasaan semacam itu. Di mana tidak dianggap lagi oleh orang yang dulu menganggap kita segalanya dan tiba-tiba menganggap kita sebagai sampah yang tak berati apapun.
Tidak ada kesakitan yang lebih daripada hal itu. Dan Siska bisa memahami kenapa Amora sekarang menggila luar biasa karena Farel yang hendak menikahinya.
__ADS_1
Amora bahkan sampai rela kehilangan karirnya sebagai seorang model terkenal karena berita heboh yang waktu berada di pantai itu yang langsung membuat nama Amora jatuh ke dasar karena viral sebagai seorang model yang mengemis cinta kepada mantan kekasihnya yang sudah tidak mencintai dia lagi.
Setelah video marah-marahnya kepada Farel dan Siska diunggah ke media sosial oleh banyak orang yang waktu itu berada di lokasi kejadian. Nama Amora langsung tenggelam di dunia model international tidak kurang dari 24 jam kemudian.