Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
76. Legowo


__ADS_3

Sementara itu dokter Andrew yang saat ini sedang berada di ruangannya bersama dengan ayahnya. Dia tampak menatap nyalang cincin yang telah dia beli dalam rangka untuk melamar Siska yang terpaksa harus gagal karena Farel yang kembali kepada Siska saat wanita yang dia cinta melahirkan putranya.


" Anakku Papa rasa sudah saatnya kau harus menerima kenyataan bahwa Siska bukanlah jodohmu. Tolonglah nak! Tolong legowo lah! Dan terimalah kenyataan itu. Jangan lagi kau menyiksa hidupmu dengan menunggu wanita yang memang bukan untukmu!" ucap Edward berusaha menasehati putranya yang masih menatap cincin di tangannya dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya.


Edward tahu bahwa perjuangan Andrew sangatlah besar untuk tetap terus setia menunggu Siska datang ke pelukannya dan bersedia untuk menjadi istrinya.


" Tapi aku sangat mencintainya. Bagaimana aku bisa melepaskan dia Pah? Setiap kali aku berusaha untuk melupakan dia, perasaanku malah semakin kuat dan aku malah semakin mencintai dia. Oh Tuhan! Aku mohon kau lepaskanlah aku dari penderitaan ini!" ucap Andrew dengan air mata yang menetes di pipinya semakin deras.


Dokter Edward hanya bisa menata putranya yang sangat menderita karena cinta yang bertepuk sebelah tangan.


" Percayalah anakku. Ketika kau belajar untuk mengikhlaskan sesuatu, pasti kau akan mendapatkan kenyataan bahwa kau telah melewatkan kebahagiaanmu di tempat lain! Tolong ikhlaskanlah Nak dan lupakanlah perasaanmu terhadap Siska. Maka cinta lain pasti akan masuk ke dalam hatimu!" ucap Edward berusaha untuk menasehati putranya yang seperti terkena genta dan tidak bisa melepaskan diri dari jerat cinta seorang Siska.


Edward benar-benar prihatin melihat putranya yang sedang menangis sangat sedih karena dia harus menerima kenyataan bahwa cintanya harus dia lepaskan setelah melihat kembalinya Farel ke dalam kehidupan Siska apalagi sekarang anak mereka sudah lahir.


" Anakku percayalah pada papah Nak! Patah hatimu kelak akan kau tertawakan ketika kau menemukan kebahagiaan lain!" ucap Edward lagi masih tidak lelah untuk menasehati putranya.


" Sebuah sinar dan kebahagiaan akan masuk ke dalam hati yang retak maka sinar itu akan masuk dengan sempurna! Iklas nak! Hanya itu kunci kebahagiaan untukmu saat ini! bukalah pintu hatimu untuk bisa melihat cinta yang ada di sekitarmu Papa yakin diantara rekan-rekanmu pasti ada seseorang yang mencintaimu dalam diamnya!" ucap Edward.


Andrew terus memperhatikan ayahnya yang tidak pernah lelah untuk menasehati dirinya.


" Percayalah nak. Pasti di luar sana ada seorang wanita yang selalu melangitkan namamu. Wanita yang selalu menyebut namamu dengan suara gemetar. Wanita yang mengharapkan cintamu untuk hadir ke dalam hidupnya hanya saja kau tidak bisa melihat dia. Karena saat ini hatimu hanya ada Siska yang tidak mencintaimu. Karena dia sudah mencintai orang lain!" Adrew tersenyum mendengarkan perkataan ayahnya yang terdengar begitu bijaksana dan sangat menyentuh hatinya.


Mendengarkan perkataan ayahnya itu, hati Andrew seketika mengingat tentang seorang wanita yang bernama Karina yang selama bertahun-tahun selalu memberikan perhatian kepadanya.


Andrew kemudian bangkit dan mengambil cincin yang ada di atas meja kerjanya yang tadi dia letakkan karena hatinya merasa kesal mengingat Farel yang kembali masuk ke dalam hidup Siska.


Edward merasa terkejut melihat putranya yang tiba-tiba menghapus air matanya kemudian tersenyum kepadanya.


" Andrew pergi dulu Pah. Papa tidak usah menunggu Andre untuk pulang karena Andrew mungkin akan pulang terlambat malam ini!" Andrew pun langsung memeluk tubuh ayahnya yang sudah semakin tua dan banyak beruban di kepalanya.


Edward yang merasa bingung melihat gelagat putranya hanya bisa mengangguk dan kemudian tersenyum kepada Andrew yang langsung berlari meninggalkannya.

__ADS_1


" Papa tidak tahu apa yang membuatmu tiba-tiba begitu bersemangat tapi papa percaya bahwa kau pasti akan memperjuangkan kebahagiaanmu sendiri!" ucap Edward sambil tersenyum melihat langkah lebar putranya menuju sebuah ruangan laboratorium.


Andrew langsung membuka pintu ruangan itu dan dia melihat wanita yang dia cari tampak sedang sibuk melakukan penelitian tentang obat-obatan baru yang menjadi proyeknya.


" Karina! Apakah kau sedang sibuk?" Tanya Dokter Endro dengan wajah berbinar ketika dia melihat Karina yang langsung menyambut kedatangannya.


Karina mencuci tangannya di wastafel sebelum dia menyambut kedatangan Andrew yang tiba-tiba saja mencarinya.


Sebenarnya dokter Karina merasa heran sekali kenapa tiba-tiba saja Dokter Andrew memanggil namanya dengan tatapan yang begitu mencurigakan.


" Ada apa dokter Andrew? Apakah anda punya keperluan mencari saya?" tanya dokter Karina sambil mendekati Andrew yang tersenyum kepadanya.


Melihat senyum dan gelagat Andrew yang tidak biasa. Seketika membuat jantung dokter Karina seakan berdegup begitu kencang. Ada selasar aneh yang menyusup di dalam hatinya yang sejak lama telah dia pendam kepada Andrew. Tetapi dia tidak berani untuk mengatakannya.


Karina merasa sadar diri bahwa dia hanyalah seorang dokter biasa yang tidak layak untuk bersanding dengan seorang pewaris seperti Andrew yang begitu cemerlang dan memiliki masa depan yang super duper luar biasa.


Karina auto melotot sempurna ketika tiba-tiba saja Andrew bersujud di depan dirinya. Sambil menyodorkan sebuah cincin berlian di hadapannya.


" Will you marry me?" tanya Andrew dengan tangan yang gemetar dan jantung yang berdebar sangat kencang sekali.


" Are you serious for marry with me?" tanya Karina mencoba untuk mengkonfirmasi apa yang dikatakan oleh Andrew kepadanya.


" Yess, i do!" jawab Andrew sambil memasukkan cincin ke jari manis Karina yang sontak langsung memeluk Andrew dengan penuh rasa haru di dalam hatinya.


Dokter Karina yang merasa sangat bahagia mendapatkan lamaran dari pria pujaannya yang selama lebih dari lima tahun selalu menjadi bunga mimpinya.


Akan tetapi dokter Karina tidak pernah berani untuk mengungkapkan perasaan cintanya kepada Andrew. Karina lebih memberikan perhatian dan juga pengertiannya untuk selalu membantu setiap kesulitan yang di miliki oleh Andrew dalam pekerjaannya maupun kehidupan sehari-harinya.


Kebahagiaan yang membuncah di dalam dadanya. Seketika membuat Karina mencoba memberanikan diri untuk mencium bibir Andrew yang selama ini selalu dia impikan.


Andrew yang sesaat merasa terkejut melihat sikap Karina yang begitu agresif kepadanya, Andrew kemudian mulai membalas ciuman Karina yang awalnya sangat lembut dan memabukan hingga akhirnya semakin panas dan membuat mereka kemudian mulai merasa kepanasan sendiri.

__ADS_1


Andrew langsung menarik dirinya ketika dia merasakan sesuatu yang semakin mendesak di bawah sana. Bahaya! Sinyal kata itu langsung masuk ke dalam otak Andrew sehingga membuatnya langsung menjauh dari Karina.


Karina tanpa kecewa karena Andrew yang meninggalkannya di saat dia sedang begitu berhasrat untuk bercinta.


Di Amerika hal-hal seperti itu tidaklah asing akan tetapi Andrew ingin menjaga semuanya tetap terasa indah sampai masa pernikahan mereka tiba nanti.


" Why?" tanya Karina tampak kecewa.


" Ayo bertemu dengan ayahku sekarang. Kita akan menentukan pernikahan kita segera!" ucap Andrew sambil menarik tangan Karina untuk keluar dari ruangan laboratorium dan menuju ruangan ayahnya.


" Wait me please!" ucap Karina menahan tangan Andrew.


" Why?" tanyanya.


" Look at me honey!" ucap Karina sambil memperlihatkan penampilan yang saat ini yang sangat berantakan gara-gara Andrew tadi yang hampir saja menyingkap gaun yang dia kenakan.


Andrew tersenyum kemudian dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal melihat buah karyanya ke atas gaun Karina.


" Forgive me!" ucapnya sambil tersipu.


" No problem! Its ok! Forget that!" ucap Karina sambil membereskan penampilannya kembali agar rapi seperti sedia kala.


Akan tetapi mata Andrew berhenti di leher Karina yang jenjang yang banyak kiss mark hasil keusilan dia tadi. Entah setan apa yang sudah masuk ke kepala Andrew saat itu, sehingga dia berani melakukan hal seperti itu kepada Karina yang baru dia lamar.


Karina tampak bingung melihat tatapan Endro yang sejak tadi terus melihat ke arah lehernya.


" What happen honey?" tanya Karina bingung.


" Nothing forget its!" ucap Andrew sambil tangannya kemudian meraih sebuah Syal yang tergantung di dinding milik Karina.


" Why?" tanya Karina bingung.

__ADS_1


" That so beautiful!" ucap Andrew sambil menunjukkan dua jempolnya kepada Karina yang masih bingung dan belum ngeh dengan apa yang sedang dilakukan oleh Andrew kepadanya sekarang.


Tadi ketika mereka bercumbu rayu, Karina tampak begitu menikmati hal yang di suguhkan oleh Andrew kepadanya sehingga dia tidak mengingat apa saja yang sudah Andrew lakukan kepadanya. Karena saat itu otaknya hanya ingin menikmati semua cumbuan Andrew yang sudah sangat lama dia impikan.


__ADS_2