
" Angkat tangan kalian!" ucap petugas kepolisian yang akhirnya bisa menemukan keberadaan Alex dan Farel yang saat ini keduanya sedang pingsan di lantai kantor.
Abian dan 5 orang anak buahnya tampak terkejut sekali, ketika mereka melihat polisi yang sudah mengepung mereka.
" Ah, sial!! Bagaimana caranya polisi bisa mengetahui tempat ini?" monolog Abian merasa benar-benar marah karena usahanya untuk mendapatkan perusahaan Handoyo grup telah gagal total.
Mereka pun akhirnya menyerah kepada polisi karena saat ini polisi sudah mengarahkan pistol ke kepala mereka dan mereka tidak bisa untuk berlari dari tempat itu karena sudah dikepung.
Karina dan Andrew masuk ke dalam ruangan. Kemudian dengan dibantu oleh bagian keamanan dari rumah sakit milik Andrew, Mereka pun mengangkat tubuh Alex dan Farel yang sudah pingsan dan babak belur.
" Ya Allah yang! Tampaknya kita terlambat menolong mereka dari penjahat itu. Aku harap kita tidak terlambat untuk membawa mereka ke rumah sakit!" ucap Karina ketika dia melihat keadaan Alex dan Farel yang benar-benar parah sekali.
Andrew benar-benar sangat prihatin melihat kondisi Farel dan juga asistennya yang sampai saat ini masih pingsan.
" Pak polisi tolong penjarakan mereka dulu. Saya akan mengurus kedua korban ke rumah sakit. Nanti kalau mereka sudah siuman, mereka yang akan nanti mengurus prosedur laporan kepada kalian." ucap dokter Andrew ke pantai petugas polisi yang bertugas.
Petugas polisi tersebut kemudian langsung meringkus dan memborgel ke enam orang itu yang sudah tidak berdaya sama sekali.
Di saat mereka menggelandang Abian dan juga anak buahnya dari jauh tergopoh Amora terlihat datang menemui Abian.
" Pak polisi. Kenapa kalian menggelandang suamiku?" tanya Amora merasa bingung dengan suaminya yang sekarang telah diborgol oleh polisi dan siap dimasukkan ke dalam mobil mereka.
Abian merasa senang sekali melihat kehadiran Amora, " Pak tolong Izinkan saya untuk bicara sebentar dengan istri saya!" ucap Abian kepada petugas polisi yang tadi menggelandangnya dan bersiap membawa dia ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatan jahatnya yang sudah menyiksa dan juga mengurung Farel dan Alex di kantor miliknya.
" Ada apa ini? Kenapa kau di bawa ke kantor polisi?" tanya Amora terlihat khawatir dengan suaminya yang baru sekitar satu bulan menikah dengan Amora.
Abian kemudian menjelaskan semuanya kepada Amora dan dia meminta kepada amarah untuk menyiapkan pengacara agar bisa menolong dia di kantor polisi.
__ADS_1
" Ya ampun Kenapa kamu begitu nekat sampai mengurung dan menyiksa Farel dan asisten nya segala sih? Kamu benar-benar nekat sekali!" ucap Amora yang terlihat begitu khawatir dengan kondisi suaminya.
" Udah kok nggak usah banyak bacot! Segera hubungi pengacara yang bisa menolongku dengan televisi! Apa kau faham?" tanya Abian terlihat tidak nyaman dengan tatapan dari Amora yang sejak tadi terlihat marah pada Abian yang sudah di bawa masuk oleh petugas polisi untuk di bawa ke kantor polisi.
Amora kemudian melihat kondisi Farel dan Alex yang digotong oleh tim paramedis yang sudah dipanggil oleh dokter Andrew untuk menolong keduanya.
" Astaga! Farel apa kau baik-baik saja?" tanya Amora pada saat melihat kondisi Farel yang sangat mengenaskan dengan luka lebam di sekujur tubuhnya dan banyak bercak darah di sekujur tubuhnya yang terluka sangat parah.
Amora yang pada dasarnya memang masih mencintai Farel dia sampai menangis melihat keadaan Farel.
Tanpa disadari Amora kemudian mengikuti petugas medis yang membawa Farel ke rumah sakit.
Dokter Karina dan dokter Andrew tampak saling menatap satu sama lain merasa bingung dengan Amora yang terus menangis di depan ruangan ICU yang saat ini sedang berusaha menyelamatkan Farel dan Alex.
" Kamu siapa?" tanya Karina masih bingung.
Dokter Andrew mengurutkan keningnya ketika dia mendengar nama Amora disebutkan oleh wanita yang saat ini berdiri di hadapannya.
" Bukankah kamu adalah wanita yang sudah membunuh ibunya Farel? Mau apa kamu berada di sini? Pergilah kamu dari sini! Kalau sampai Farel bangun dan melihatmu di sini, dia pasti akan marah sekali!" ucap Andrew merasa kesal bukan main.
Karina benar-benar terkejut mendengarkan penuturan itu dan dia menatap kepada Amora dengan sangat tajam.
" Apa benar itu amarah kalau kau yang telah membunuh ibunya Farel?" tanya Karina mencoba mengkonfirmasi segalanya kepada Amora yang langsung menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap dokter Karina yang melotot kepadanya.
" Jawab Amora!" ucap Karina benar-benar sudah kehilangan kesabaran pada Amora.
" Ya, aku memang. Saya yang sudah membunuh ibunya Farel. Akan tetapi itu tidak aku sengaja. Dia yang sengaja membuat aku marah sehingga aku akhirnya kehilangan kendali dan akhirnya menghabisi nyawa dia tanpa aku sadari!" ucap Amora mengakui perbuatan yang di hadapan Karina.
__ADS_1
Karina benar-benar tidak percaya dengan pengakuan dari Amora. Sungguh itu benar-benar sangat mengejutkan untuk Karina karena Amora yang dia kenal adalah wanita yang baik.
" Kenapa kamu jahat sekali Amora? Kenapa kamu sampai berani membunuh orang lain?" tanya Karina benar-benar syok dan kaget.
Amora sekarang semakin menundukkan kepalanya semakin dalam.
" Pergilah dari sini Amora! Pergilah dan jangan pernah datang ke mari lagi. Jangan sampai nanti Farel melihat keberadaanmu dia pasti akan mengamuk!" ucap Karina menasehati sahabatnya.
Akan tetapi Amora langsung menggelengkan kepalanya. Karena dia tidak mau untuk pergi karena dia ingin memastikan keadaan Farel dengan mata kepalanya sendiri.
" Please Karina jangan lakukan itu padaku! Aku benar-benar sangat khawatir dengan Farel. Tolong kalian Izinkan aku di sini dulu, setidaknya sampai aku tahu bagaimana kondisi dia!" ucap Amora dengan wajah yang sangat khawatir dan memelas kepada Karina.
Karina akhirnya dengan terpaksa mengizinkan hamora untuk menunggu Farel bersamanya dan juga Andrew.
" Sayang hubungilah Siska. Tolong kau beritahu kepadanya tentang keadaan Farel sekarang! Aku takut kalau sampai Siska drop keadaannya Kalau belum makan kondisi sekarang yang terbaru!" ucap Karina kepada Andrew yang sejak tadi terus memperhatikan Amora yang masih menangis tersedu-sedu.
Mendengarkan apa yang dikatakan oleh istrinya, Andrew pun kemudian mengambil ponsel dan menghubungi Siska.
" Halo Siska. Aku menghubungimu untuk memberitahukan. Kalau kami sudah berhasil menyelamatkan Farel dan juga asistennya. Akan tetapi mereka saat ini sedang berada di ruang ICU. Karena kondisinya yang sangat parah, setelah dihajar sampai babak belur oleh penjahat itu!" ucap Andrew pada Siska yang auto Langsung menangis mendengarkan kabar tersebut.
" Apakah sekarang suamiku berada di rumah sakitmu?" tanya Siska pada Andrew.
" Benar dia sekarang berada di rumah sakitku. Saat ini Farel dan Asistennya masih berada di ruang ICU karena kondisi mereka sangat kritis. Tenanglah Siska, kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menolong Farel dan asistennya," ucap Andrew sambil terus memperhatikan Amora yang sedang melihat ke arahnya dengan tatapan nanar.
Perasaan Andrew benar-benar tidak nyaman dengan keberadaan Amora di tempat itu.
" Aku akan segera ke Amerika untuk menengok Farel," ucap Siska yang tampak begitu khawatir dengan kondisi suaminya yang katanya masih kritis di ruang ICU.
__ADS_1