Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
40. Semangat


__ADS_3

Farel dan Siska kemudian keluar dari kamar dan menemui kedua orang tuanya dan pergi ke meja makan dan bersiap untuk makan malam bersama.


" Makan malamlah di sini. Nanti aku akan mengantarmu sampai ke rumahmu!" Ucap Farah meminta Siska untuk makan malam bersama mereka.


Siska mengikuti Farel ke lantai bawah dan menemui calon mertuanya yang sejak tadi sudah menunggu mereka berdua di meja makan.


" Aku akan pulang bersama paman Steven. Kau beristirahatlah dengan tenang dan jangan mengkhawatirkanku. Paman Adrian sudah menyewa beberapa orang Bodyguard di sekitar rumah dan juga memanggil sopir dan pembantu dari kediaman Prayoga yang ada di Bandung. Semuanya akan kembali normal!" ucap Siska menenangkan Farel yang tampaknya masih khawatir dengan kondisi calon istrinya.


" Setelah kau menerima ijazahmu, kita segera persiapkan pernikahan kita. Aku pokoknya tidak akan bisa tenang kalau sampai pernikahan kita belum terjadi!" ucap Farel sambil meremas tangan Siska dengan kuat.


Steven bisa melihat betapa banyak cinta yang diberikan oleh Farel kepada keponakannya.


" Kau tenanglah. Selama Siska belum menjadi istrimu, aku dan kakakku pasti akan selalu menjaganya untuk memastikan keamanan dan keselamatannya. Cukup kau pastikanlah bahwa dirimu dalam keadaan selamat dan jangan sampai terjadi hal-hal yang membuat keponakanku khawatir dengan dirimu!" ucap Steven memberikan jaminannya kepada Farel.


Kedua orang tua Farel melihat begitu besar cinta yang dirasakan oleh putranya kepada Siska. Sehingga mereka pun akhirnya menyetujui untuk pernikahan keduanya segera dilaksanakan setelah Siska menerima ijasahnya.


" Untuk masalah kuliah, nanti kami akan mengurus semuanya. Sayang, kau tinggal berangkat saja nanti. Katakanlah kepada kami Apa yang kau inginkan agar kau nanti merasa nyaman di tempat kuliahmu!" ucap ibunya Farel sambil tersenyum kepada Siska.


Siska merasa bahagia sekali mendapatkan dukungan begitu banyak dari keluarga Farel yang menyambutnya dengan sukacita.


" Tidak usah Tante. Biar nanti saya dan Paman Adrian yang akan mengurus masalah kuliahku. Karena sampai saat ini saya pun belum memutuskan akan pergi ke mana atau belajar jurusan apa. Semuanya masih Dalam pertimbangan dan pemikiranku!" ucap Siska sambil mengulas senyum kepada calon mertuanya yang baik hati.


Setelah selesai makan malam. Mereka pun menuju ke ruang keluarga dan melanjutkan diskusi tentang pernikahan Siska dan Farel.


" Paman Stevan kau benar-benar harus menjaga calon istriku, jangan sampai nanti terjadi apa-apa dengannya!" Ucap Farel berpesan ketika mereka berdua berpamitan untuk kembali kediaman Prayoga.


" Kau tenanglah. Paman pasti akan menjaga Siska melebihi dari apapun. Karena bagi Paman Siska adalah segalanya dan dia adalah tanggung jawab Kami setelah kakakku meninggal!" ucap Steven sambil tersenyum kepada Siska.


Setelah berpamitan Steven dan Siska pun kembali ke kediaman Prayoga.

__ADS_1


" Apakah Paman tidak ingin menemui kekasih Paman? Sudah lama Paman hanya sibuk mengurusi ku!" tanya Siska ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


Steven hanya tersenyum mendengarkan perkataan keponakannya yang tampaknya khawatir dengan masalah percintaannya.


" Dia sudah menikah dengan laki-laki lain. Jadi sekarang status pamanmu adalah jomblo! Hahahaha!" ucap Steven sambil tertawa dan melihat kepada Siska yang prihatin dengan nasib percintaannya.


Siska menarik nafasnya dalam-dalam. Dia benar-benar merasa bersalah karena nasib percintaan sang paman yang harus kandas karena selalu sibuk mengurus dirinya sejak meninggalnya kedua orang tuanya.


" Maafkan Siska ya Paman. Pasti kekasih Paman merasa tidak senang melihat paman yang terlalu sibuk mengurusku!" ucap Siska merasa sangat bersalah kepada pamannya.


Steven mengajak rambut Siska dengan gemas karena dia sangat menyayangi Siska lebih dari apapun.


Usia mereka tidak terlalu jauh berbeda. Karena memang Steven adalah anak terakhir dari ayahnya.


" Paman berpisah dengan dia bukan gara-gara kamu kok. Tetapi karena dia memang yang sudah tidak mencintaiku. Yntuk apa aku harus mempertahankan seseorang yang tidak mau menerimaku apa adanya, hmmm? Dia hanya mencintai statusku sebagai keluarga Prayoga yang kaya raya. Dia marah sekali pada Paman setelah mengetahui kalau Pamanmu ini bukanlah pewaris dari keluarga Prayoga." ucap Steven dengan suara mulai terdengar sendu.


" Paman tidak mau menabuhkan genderang perang dengan Kak Adrian, hanya karena ingin mempertahankan dia sebagai calon istriku. Aku tidak akan pernah membiarkan ketenangan dan kedamaian keluarga Prayoga hancur karena satu orang wanita!" ucap Steven dengan begitu mantap.


Siska mengelus telapak tangan Steven dengan penuh kasih sayang.


" Padahal kalau Paman meminta, Aku bersedia untuk menyerahkan perusahaan Prayoga milik Ayahku untuk paman bisa mengelolanya. Lagi pula Siska juga tidak terlalu tertarik dengan bisnis." ucap Siska mengulas senyum kepada pamannya yang selama ini selalu melindungi dan juga menjaganya.


Terlihat Steven yang menggelengkan kepalanya.


" Paman bekerja sebagai pengawas di perusahaanmu saja sudah merasa puas. Paman hanya ingin menjagamu dari orang-orang yang ingin mencelakaimu dan juga mengambil keuntungan darimu!" ucap Steven.


Siska merasa sangat terharu dengan ketulusan dari Steven yang selama ini selalu memikirkan tentang keselamatannya.


Siska tahu bahwa Steven dan Adrian telah banyak mengorbankan kehidupan pribadinya hanya untuk menjaga dia agar tetap aman dan selamat dari orang-orang yang berusaha untuk menyakitinya.

__ADS_1


Setelah Adrian melakukan pembersihan total di perusahaan Prayoga grup milik almarhum ayahnya yang ada di Jakarta. Memang banyak hal-hal yang selalu membuat jantung Siska berdetak dengan sangat kencang.


Bukan satu dua kali Siska mendapatkan teror dari orang-orang yang tidak senang dengan statusnya sebagai pewaris dan menggantikan almarhum ayahnya yang sudah meninggal.


Dengan pertimbangan itulah, maka Adrian memutuskan mempekerjakan 10 orang pengawal untuk menjaga keselamatan Siska ketika berada di ruang publik.


Semua orang yang bekerja berdekatan dengan Siska mendapatkan pengawasan yang sangat ketat dari Adrian dan Steven.


Adrian dan Stefan mendapatkan tugas dari ayahnya untuk menjaga keselamatan keponakan mereka.


Tugas keduanya selesai ketika pernikahan Siska dan Farel berjalan dengan lancar tanpa hambatan.


Tugas menjaga Siska akan diserahkan kepada Farel dan keluarganya.


Setelah mendapatkan ijazah. Siska kemudian fokus untuk mempersiapkan rencana pernikahannya bersama Farel dengan dibantu oleh Adrian dan Steven yang selalu stand by di sampingnya.


Amora beberapa kali mendatangi Siska dan berusaha untuk mempengaruhinya agar membatalkan pernikahan mereka berdua.


Tetapi Siska walaupun usianya masih muda Dia adalah seorang wanita yang kuat dan juga memiliki pendirian yang kokoh.


Bukan hal yang mudah bagi Amora untuk membuat Siska berubah pikiran dengan rencana pernikahannya bersama Farel.


Apalagi Siska yang menyadari bahwa dirinya nemang mencintai Farel dan dia pun tahu kalau Farel pun sangat mencintainya dan selalu mengkhawatirkan tentang kondisi dan keselamatannya.


" Bagaimanapun pernikahan ini harus segera terlaksana. Agar Paman Adrian dan Paman Steven bisa terbebas dari tugas mereka menjagaku! Kasihan mereka harus kehilangan kisah cinta mereka sendiri karena terlalu sibuk mengurusku!" ucap Siska dengan penuh keyakinan.


Menikah dengan Farel adalah impian banyak wanita dan Siska menjadi orang yang sangat beruntung karena telah dijodohkan oleh kakeknya bahkan sebelum dia lahir ke dunia ini. Walaupun sampai saat ini masih menjadi misteri alasan kakeknya menjodohkan mereka berdua.


Sampai saat ini Siska belum mengetahui tentang kotak musik kuno yang disimpan oleh Farel dan segala misteri yang ada di dalamnya yang masih disembunyikan oleh Farel dari Siska.

__ADS_1


__ADS_2