Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
18. Mantan Kekasih Farel


__ADS_3

Farel segera bergegas ke kamar mandi dan menyiapkan dirinya untuk berangkat ke kantor yang dia pimpin. Pagi ini dirinya akan bertemu dengan klien yang berasal dari Italia Oleh karena itu dia tampak terburu-buru mempersiapkan dirinya.


Tampak Farel menghubungi asistennya sambil dia menggunakan pakaian dan juga hal-hal yang dibutuhkan untuk menunjang penampilannya.


" Apakah sudah datang klien kita?" tanya Farel sambil menggunakan jam tangannya.


" Sudah Tuan. Beliau sedang menunggu anda di hotel tempat perjanjian kita bertemu!" jawabnya di sebrang sana.


" Baiklah aku segera meluncur sekarang. Jangan lupa kau temui dia duluan. Jangan sampai dia sendirian saja di sana!" Ucap Farel memberikan perintah kepada asistennya.


30 menit kemudian Farel sudah berada di hotel tempat di mana mereka berjanji untuk bertemu dengan klien yang berasal dari Italia.


Dengan gagah Farel masuk ke dalam hotel tersebut. Banyak mata yang tertuju padanya. Aura lelaki maskulin dan keren selalu tersemat kepadanya.


Sudah bukan rahasia umum kalau Farel adalah seorang yang sangat dingin dan sulit sekali didekati oleh siapapun.


Farel langsung masuk ke dalam ruangan VVIP yang sudah dipesan oleh asistennya untuk pertemuan dirinya dengan sang klien yang masih belum dia ketahui identitasnya.


Kamar hotel yang akan di gunakan untuk rapat tersebut terlihat sepi. Ruangan itu lebih mirip seperti apartemen, karena ada ruang tamu, kamar dan juga toilet. Farel pun kemudian menghubungi asistennya untuk menanyakan keanehan tersebut.


" Bukankah kau bilang kalau klien kita sudah ada di ruangan? Kenapa sepi sekali di sini? Di mana dia Oskar?" tanya Farel dengan geram.


Bagaimanapun Farel paling tidak suka menghabiskan waktunya untuk sesuatu yang tidak berguna. Apalagi dirinya yang sudah bangun dari pagi, untuk mempersiapkan pertemuan kali ini yang dia anggap penting.


Saat Farel hendak meninggalkan ruangan tersebut, tiba-tiba saja dari arah kamar mandi keluar seorang perempuan yang sangat cantik dengan hanya menggunakan kimono.

__ADS_1


" Kau sudah datang? Aku menunggumu sejak tadi!" ucap perempuan itu sambil berjalan mendekati Farel dengan langkah gemulai, Farel masih terkesiap menatapnya.


" Amora? Kenapa kamu ada di sini?" tanya Farel dengan suara terbata.


Perempuan yang dipanggil Amora oleh Farel itu pun, kemudian mendekat. Dia tampak memeluk Farel sejenak lalu dia mencium bibirnya sekilas.


Farel yang masih terkejut hanya bisa membeku di tempat.


Wanita itu bernama Amora. Dia adalah mantan kekasih Farel 3 tahun yang lalu. Ketika mereka sama-sama menjalani kuliah di Italia. Amora tiba-tiba menghilang di saat Farel hendak melamarnya. Sekarang perempuan itu kembali hadir di hadapan Farel seperti tidak merasa berdosa sama sekali.


" Apa kabarmu sayang? Aku rindu sekali sama kamu!!" ucap Amora berusaha untuk menggoda Farel yang masih linglung dan bingung dengan situasi saat ini.


Amora memang sangat cantik jelita. Wanita yang dulu sangat dicintai oleh Farel yang telah membuat Farel sampai rela kehilangan segalanya, nyaris kehilangan akal sehatnya. Farel bahkan rela untuk meninggalkan statusnya sebagai pewaris dari keluarga Handoyo. Demi bisa bersama wanita itu. Wanita dengan sejuta pesona.



" Kok kamu nggak jawab sih pertanyaanku? Bagaimana kabarmu sayang? Lama yah kita tidak bertemu," ucap Amora sambil memeluk Farel yang kemudian langsung mendorong tubuhnya ketika kesadarannya telah kembali.


Farel berniat untuk meninggalkan tempat itu tetapi Amora langsung menarik tangannya dan memeluknya dengan erat.


" Kok kamu pergi gitu aja sih sayang? Kita kan baru ketemu lagi setelah 3 tahun tidak bertemu. Aku rindu sekali denganmu sayang. Bisakah kita bersama seperti dulu lagi?" tanya Amora sambil kembali mengecup bibir Farel.


Akan tetapi kali ini Farel langsung mendorong Amora untuk menjauh dari dirinya.


" Maafkan saya. Sepertinya saya salah ruangan. Saya datang ke hotel ini untuk bertemu dengan klien saya yang berasal dari Italia. Bukan untuk bertemu denganmu!" Ucap Farel dengan suara tegas.

__ADS_1


Amora tampak tertawa renyah seperti merasa lucu dengan ekspresi Farel saat ini. Wajah Farel tampak pucat, tubuhnya tanpa gemetar. Dia langsung duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu. Farel masih terus berusaha untuk menyeimbangkan perasaannya saat ini yang sedang kalut.


" Apakah kau tidak merindukanku Sayang? Aku sengaja datang ke perusahaanmu dan menawarkan diri sebagai investor hanya untuk bertemu denganmu. Karena aku benar-benar sangat merindukanmu sayang. Aku rindu otot-otot kamu ini!" ucap Amora sambil menelusupkan tangannya kebalik jas yang digunakan oleh Farel.


Farel kesulitan menelan salivanya sendiri. Dia berusaha untuk menguatkan hatinya agar tidak jatuh kembali dalam pesona seorang Amora. Wanita yang telah mengaduk-aduk perasaannya sedemikian rupa tiga tahun yang lalu. Wanita keji yang telah meninggalkan dia tanpa sepatah kata pun dalam kegamangan dan juga penderitaan.


" Ayolah sayang! Kenapa kau dari tadi diam saja sih? Apakah kau tidak merindukanku?" tanya Amora yang sudah mulai kesal karena sejak tadi Farel terus diam lebih mirip seperti patung yang tak bernyawa.


Farel bangkit dari duduknya dan kembali berniat untuk meninggalkan kamar itu.


" Kalau klien yang katanya akaan bertemu denganku adalah kamu. Maka lebih baik, kalau kita batalkan saja perjanjian yang akan kita lakukan. Karena aku sudah tidak tertarik untuk berhubungan denganmu lagi! Permisi!" kecap Farel dengan suara baritonnya sambil menetap bengis kepada Amora yang merasa terkejut mendengarkan perkataannya.


Farel langsung pergi dari ruangan itu. Dia tidak memperdulikan Amora sama sekali yang terus memanggil namanya dengan kencang. Amora bahkan sampai mengejarnya ke lift. membuat Farel benar-benar kehilangan akal melihat kelakuannya.


Amora bahkan sampai masuk ke dalam lift yang digunakan oleh Farel.


" Aku mohon Sayang! Kau jangan pernah tinggalin aku. Aku nggak bisa hidup tanpa kamu!" ucap Amora sambil mencium bibir Farel dengan menggebu.


Akan tetapi hati Farel yang saat ini sedang sakit, dia langsung mendorong Amora bahkan sampai terjatuh ke lantai.


" Woi! Sopan dong sama perempuan! Jangan main dorong-dorong seperti itu!" tiba-tiba saja pintu lift terbuka dan seorang gadis masuk ke dalamnya langsung menegur Apa yang dilakukan oleh Farel kepada Amora.


Farel terkejut karena mendapat Siska yang saat ini sedang menatapnya dengan tajam.


" Kamu nggak apa-apa? Ayo bangunlah!" ucap Siska membantu Amora untuk bangkit setelah tadi didorong oleh Farel hingga terjatuh ke lantai.

__ADS_1


Amora tersenyum kepada Siska. Kemudian menatapnya dengan lekat. Menelisik penampilan Siska yang sangat urakan dan apa adanya. Rambut Siska saja hanya di ikat pakai karet gelang. Menggunakan sepatu kets dan tanpa riasan sama sekali.


" Terima kasih karena kau tadi sudah menolongku!" ucap Amora sambil tersenyum kepada Siska yang begitu fresh wajahnya.


__ADS_2