
" Apa yang akan Paman lakukan terhadap keluarga Handoyo?" tanya Siska dengan mata memerah karena terlalu banyak menangis sejak kedatangannya dari kediaman Handoyo.
" Ibunya Farel meminta untuk Farel segera membatalkan pernikahan kalian. Padahal pernikahan kalian baru saja satu hari. Apakah itu tidak keterlaluan?" tanya Adrian dengan mata yang memerah karena amarah yang membuncah di dadanya.
Siska merasa terkejut mendengarkan kabar tersebut. Siska tidak mengerti kenapa meninggal ayahnya Farel bisa menjadi masalah yang begitu besar untuk rumah tangganya bersama Farel.
" Lalu apa yang akan Paman lakukan terhadap keluarga Handoyo?" tanya Siska pelan.
" Kita akan buat perhitungan dengan mereka. Kita akan tunjukkan kepada mereka. Siapa itu keluarga Prayoga! Sehingga mereka tidak bisa berbuat sekehendak hati mereka! Dengan mereka mengajukan pembatalan pernikahan itu sama saja dengan mereka menyepelekan kekuatan keluarga kita!" ucap Adrian merasa kesal setengah mati.
Adrian yang biasanya bersikap tenang dan bijaksana untuk kali ini dia tidak bisa menahan emosinya lagi. Perasaan marah dan juga tersinggung telah mendominasi hatinya saat ini karena ketidakadilan yang diterima oleh Siska dari keluarga suaminya.
Steven terlihat menghubungi asistennya untuk mempersiapkan perang besar terhadap keluarga Handoyo.
" Kita akan membatalkan semua perjanjian bisnis antara keluarga kita dengan mereka. Tidak akan kulepaskan mereka begitu saja karena sudah menyakitimu!" ucap Steven dengan kedua tangan yang mengepal karena amarah di hatinya yang begitu besar.
Siska berusaha untuk menenangkan kedua pamannya yang sudah tersulut emosi karena berita yang disampaikan oleh anak buah Steve n yang sekarang masih berada di kediaman Handoyo.
" Paman untuk masalah pernikahanku dengan Farel. Biarkanlah itu menjadi tanggung jawab kami berdua. Mari kita tunggu apa yang akan dilakukan oleh Farel. Tolong jangan berbuat gegabah yang nantinya akan membuat sebuah penyesalan besar di antara kita semua. Aku mohon paman!" ucap Siska berusaha untuk menenangkan kedua pamannya yang sudah tersulut emosi.
Bagi Adrian dan Steven Siska adalah belahan jiwa mereka yang telah dititipkan oleh kakaknya yang sudah meninggal. Mereka berdua mempunyai kewajiban untuk menjaga Siska dan memastikan kehidupannya bahagia dan aman dari orang yang akan membuat Siska bersedih atau menangis.
Adrian bisa melihat bahwa sekarang Siska sedang bersedih. Tetapi demi membuat kedua pamannya tidak khawatir. Siska berusaha sekuat tenaga untuk menahan air matanya agar tidak jatuh di kelopak matanya.
__ADS_1
" Menangislah sayang. Ketika kau merasakan sedih dan derita. Jangan coba-coba kau menyembunyikan penderitaanmu dari kami berdua. Karena kami pasti bisa mengetahui apa yang kau rasakan saat ini!" ucap Steven sambil memeluk Siska yang nampak terisak.
Siska menarik nafasnya dalam-dalam. Sebisa mungkin dia berusaha untuk bersikap tegar dan tenang. Walaupun sejujurnya hatinya sangat sakit.
" Kita tunggu sampai besok. Kita tunggu keputusan Farel. Kalau memang Farel menginginkan untuk pembatalan pernikahan kami, maka kita tidak bisa bersikeras untuk mempertahankannya! Karena bagaimanapun sebuah pernikahan harus dijalani oleh dua orang yang menginginkannya!" ucap Siska dengan suara yang bergetar karena suaranya yang tersekat di tenggorokannya.
Ada kesedihan yang luar biasa ketika Siska memikirkan hubungannya harus berakhir begitu saja dengan Farel yang telah membuatnya jatuh cinta.
" Paman tidak akan pernah membiarkan hidup Farel baik-baik saja. Kalau sampai dia berani melakukan itu terhadapmu! Sayangku, Paman bersumpah akan menghancurkan keluarga Handoyo kalau sampai mereka benar-benar menganiaya dirimu!" ucap Adrian sambil memeluk Siska.
Steven pun merasakan kemarahan yang sama dengan sang kakak.
Mereka berdua telah diberikan tugas oleh ayah mereka untuk menjaga Siska. Walau apapun yang terjadi, mereka tidak bisa melepaskan begitu saja masalah itu.
Setelah melihat Siska masuk ke dalam kamar, Adrian dan Steven kemudian masuk ke ruang kerja Siska. Mereka berdua terlihat sedang merencanakan bagaimana mereka akan membalas sakit hati Siska terhadap keluarga Handoyo yang telah menghina Siska di hadapan umum.
" Aku tidak bisa memaafkan ya Kak. Rasanya sampai saat ini hatiku masih sakit ketika ibunya Farel mengatakan bahwa Siska pembawa sial dalam keluarga mereka!" ucap Steven sambil mengepalkan telapak tangannya menahan emosi di dalam hatinya.
Adrian yang terus mondar-mandir di ruangan kerja Siska, terlihat sedang berpikir keras.
" Steven lakukanlah pembalasan kepada mereka secara tersembunyi dan pastikan bahwa tidak ada jejak sama sekali! Aku akan memberikan pelajaran kepada mereka yang sudah menghina keluarga kita!" ucap Adrian mengambil keputusan.
Steven kemudian langsung menghubungi anak buahnya yang sejak tadi sudah bersiaga untuk mendapatkan perintah darinya.
__ADS_1
" Ingat kalian harus tetap waspada dan pastikan semua gudang milik kita aman. Kalau kalian melihat ada hal-hal yang mencurigakan langsung sikat saja! Jangan beri ampun!" perintah Steven di sebrang sana kepada anak buahnya.
Steven sudah mendapatkan kabar dari anak buah yang dia perintahkan untuk terus mengawasi keluarga Handoyo. Bahwa saat ini ibunya Farel telah memerintahkan untuk memutuskan semua kerja sama perusahaan mereka berdua.
Setelah acara pemakaman selesai, rencananya ibunya Farel akan segera mengumumkan pembatalan pernikahan Farel dan Siska dan juga memutuskan semua kontrak kerjasama antara perusahaan Handoyo dan Prayoga.
Oleh karena itu Steven sudah mensiagakan semua anak buahnya untuk berjaga-jaga di gudang milik mereka. Khawatir kalau akan ada penjarahan dari karyawan Handoyo group yang tidak terima dengan keputusan itu.
Karena bagaimanapun setelah terjadinya aliansi pernikahan itu, banyak karyawan Handoyo group yang masuk ke perusahaan Prayoga dan bekerja di sana sebagai petugas gudang maupun karyawan kantor.
Steven dan Adrian sudah bersiap untuk membersihkan organisasi perusahaan keluarga mereka dari para karyawan keluarga Handoyo yang dulu masuk ke dalam perusahaan mereka karena aliansi pernikahan tersebut.
Karena aliansi pernikahan yang dibatalkan. Otomatis semua perjanjian di dalamnya pun akan dibatalkan oleh kedua pihak.
Pasti akan terjadi gelombang demonstrasi besar-besaran daripada karyawan Handoyo grup yang bekerja di di perusahaan Prayoga, setelah terjadi pemecatan oleh keluarga Prayoga yang sedang mengamuk.
Oleh karena itu, Steven dan Adrian sudah mensiagakan semua anak buah mereka untuk menjaga gudang-gudang mereka dari jarahan para karyawan yang mengamuk gara-gara dipecat secara sepihak oleh Manajemen Perusahaan mereka.
Siska benar-benar sangat sedih. Melihat kekacauan yang begitu besar di antara kedua perusahaan gara-gara pernikahan dirinya dan Farel yang saat ini sedang terancam dibatalkan oleh ibu mertuanya.
Sudah satu minggu sejak ayahnya Farel dimakamkan. Tetapi sampai saat ini Farel belum satu kali pun mendatangi Siska di kediaman Prayoga.
" Paman aku harus segera kembali ke Amerika. Karena izin cuti kuliahku kemarin cuma 3 hari. Sementara ini sudah sampai 7 hari aku berada di Indonesia. Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi kedatangan Farel!" ucap Siska yang saat ini sedang berkemas dan bersiap untuk kembali lagi ke Amerika.
__ADS_1
" Paman uruslah semuanya. Kalau memang benar-benar keluarga Handoyo menginginkan pembatalan pernikahan kami berdua!" ucap Siska dengan perasaan sedih dan juga sesak di dadanya. Tetapi Siska sadar bahwa sebuah pernikahan tidak bisa dipaksakan dan dia akan menerimanya dalam lapang dada semua keputusan Farel dan keluarga nya.