Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
224. Menghindar


__ADS_3

Amora yang saat ini sedang menyamar menjadi Amira berusaha sebisa mungkin untuk tidak bertatapan dengan 3 detektif yang sedang mencarinya.


' Kenapa sih Andreas tidak mendengarkan sekali apa yang sudah aku katakan? Aku kan sudah bilang jangan mencariku! Ini, pakai acara menyewa detektif segala. Sungguh merepotkan saja!' Amira terlihat menggerutuh sendiri sambil matanya sesekali memperhatikan ketika detektif itu yang masih asyik mengobrol.


" Sepertinya kita harus menginap di desa ini. Dari jejak terakhir yang kita temukan, ada kemungkinan wanita itu berada di sekitar kita. Ingat kalian berdua harus pasang mata dan telinga agar kita tidak kehilangan jejaknya!" perintah dari kepala detektif kepada anak buahnya.


Setelah mereka kenyang dan menghabiskan makanan yang sudah mereka pesan. Mereka pun kemudian segera meninggalkan restoran tanpa melihat sedikitpun ke arah Amira yang sejak tadi sudah waspada dengan keberadaan.


" Apakah di sini ada hotel ataupun rumah kontrakan yang bisa kami sewa?" tanya kepala detektif kepada pemilik restoran.


Pemilik restoran menatap ke arah mereka bertiga yang asing untuknya.


" Memangnya, kalian mau tinggal di desa ini berapa lama? Mungkin saya bisa membantu kalian untuk menemukan tempat tinggal di desa ini." saat ini perasaan Amira benar-benar kacau melihat percakapan tiga detektif itu dengan pemilik restoran.


" Kami sedang mencari seseorang yang sudah menghilang lebih dari 2 minggu apakah mungkin kalau anda pernah bertemu dengannya?" cecep kemudian mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto Amora kepada pemilik restoran.


Sang pemilik restoran begitu takjub melihat wanita cantik yang ada di dalam ponsel sang detektife yang merupakan seorang artis internasional. Akan tetapi sang pemilik restoran tidak mengenalnya. Tentu saja dia tidak akan mengenali Amira yang sekarang sudah mengganti penampilannya dengan gadis culun yang jelek dan miskin.


Sementara wanita yang ada di dalam ponsel itu adalah seorang artis yang cantik dan kaya raya berbanding terbalik dengan Amira yang terlihat kumuh dan tidak menarik sedikit pun.


" Kenapa kalian mencarinya?" tanya pemilik restoran merasa penasaran sekali.


" Kau pernah melihatnya atau tidak? Di sini posisinya kami yang sedang bertanya padamu. Kenapa malah balik bertanya?" tanya Cecep dengan ketus.


Kepala detektif langsung melotot ke arah Cecep yang dia nilainya tidak sopan dengan orang yang sedang mereka tanyai tentang Amora yang mereka cari.


" Maafkan Pak! Rekanku ini mungkin sudah sangat lelah mencari orang yang ada di dalam ponsel itu. Apakah anda pernah melihatnya?" pemilik restoran terus memperhatikan foto yang ada di dalam ponsel.

__ADS_1


Karena memang dia belum pernah melihatnya selama ini. Oleh karena itu dia menggelengkan kepalanya dan mengatakan pada detektife bahwa dia tidak mengenalnya.


" Tunggu dulu!! Kenapa wajah gadis cantik ini seperti familiar ya?" sang pemilik restoran terlihat sedang berpikir sesuatu.


" Pikirkan lagi. Apakah anda pernah melihat dia di sekitar sini?? Mungkin saja dia pernah datang ke restoranmu untuk makan."


Sang pemilik restoran terlihat melirik ke arah Amira yang saat ini sedang bertugas di meja kasir dan terlihat sibuk.


" Kenapa aku merasa bahwa foto ini agak-agak mirip dengan karyawanku ya? Tapi bedanya, wanita ini terlihat begitu kaya dan keren sekali. A.kan tetapi karyawanku, Dia terlihat jelek dan juga culun. Tampaknya seumur hidup dia tidak tahu apa itu skin care!" pemilik restoran itu tidak tahu kalau Amira adalah seorang artis yang terkenal.


Amora juga memiliki kemampuan make up yang sangat hebat. Oleh karena itu dia bisa menyamarkan penampilannya tanpa dicurigai siapapun.


" Maksudmu pelayan yang tadi melayani kami itu?? Ya ampun kau jangan bercanda! Bagaimana mungkin seorang artis terkenal kau samakan dengan pelayanmu yang kotor dan bau itu?" Cecep langsung menggelengkan kepalanya dan terlihat kesal.


Berbeda dengan kepala detektif yang malah berpikir sebaliknya. " Apakah anda bisa mempertemukanku dengan karyawan anda? Aku ingin sedikit bertanya dengan dia!" pemilik restoran pun mengangguk kemudian dia mencari Amira.


Kepala detektif menetap kepada kedua rekannya yang terlihat bingung juga melihat pemilik restoran yang sekarang pergi ke dapur dan menanyakan keberadaan Amira.


" Kalian melihat Amira?" tanyanya kepada karyawannya yang lain.


" Tadi Dia pamit pulang, Bos! Katanya dia sedang sakit." ucap istrinya.


" Aneh sekali dari tadi dia baik-baik saja kenapa tiba-tiba sekarang sakit?" pemilik restoran pun kemudian menemui para detektif yang sedang mencari keberadaan Amora yang kelihatannya sudah pergi untuk menghindari mereka.


Kepala detektif itupun kemudian duduk bersama dengan pemilik restoran. Karena mereka benar-benar penasaran tentang sosok Amira yang dicurigai oleh kepala detektif adalah Amora yang sedang mereka cari selama ini.


" Katakan padaku. Berapa lamakah Wanita itu sudah bekerja di sini?" tanyanya sambil terus memperhatikan pemilik restoran.

__ADS_1


" Baru sekitar satu minggu. Dia adalah pendatang yang katanya sedang mencari sanak Familynya di desa ini. Akan tetapi dia kehilangan alamat sehingga tidak bisa mencarinya lagi!" ucap sang pemilik restoran menceritakan apa yang dia ketahui tentang Amora selama bekerja di tempatnya.


Kepala detektif terlihat menghela nafas." Apakah anda tahu rumah wanita itu?" tanyanya pada pemilik restoran.


" Dia baru di sini. Jadi kami tidak tahu di mana rumahnya. Tapi dia setiap kali berangkat kerja selalu jalan kaki kemungkinan rumahnya tidak jauh dari sini." ketika detektif itu saling menatap satu sama lain.


" Coba carilah CV yang dia berikan ketika dia melamar kemari." perintah kepala detektif kepada pemilik restoran.


" Kami tidak meminta CV ataupun identitas apapun kepadanya. Ini hanyalah restoran kecil. Kami tidak mau direpotkan dengan hal seperti itu!" ucap pemilik restoran.


Para detektif itu terlihat kecewa mendengar jawaban dari pemilik restoran.


" Baiklah! Mari kita cari rumah wanita itu di sekitar sini. Semoga saja dia belum kabur. Oh ya, Pak! Siapa nama wanita itu di sini? Biar kami mencari rumahnya di sekitar sini." kepala detektif kembali bertanya kepada pemilik restoran.


" Amira. Dia tinggal di desa ini hanya sendirian saja." ucapnya yang sudah merasa khawatir dan juga ketakutan kalau-kalau Amira yang bekerja di restorannya adalah seorang penjahat.


" Apakah wanita itu seorang penjahat? Kenapa kalian mencarinya?" tanyanya mulai takut.


" Dia bukan seorang penjahat tetapi seorang artis terkenal di Jakarta dan internasional. Dia kabur dari rumah sekitar 2 minggu yang lalu tetapi tidak meninggalkan jejak apapun. Kami sudah mencarinya kemana-mana tapi jejak yang terakhir kami temukan mengarah ke tempat ini." ucap kepala detektif mencoba untuk menjelaskan kepada pemilik restoran agar tidak salah paham kepada mereka.


" Jadi wanita yang kalian cari itu seorang artis internasional yang sangat cantik itu? Menurut saya tidak mungkin kalau Amira adalah wanita yang kalian cari. Dia setiap hari berada di restoran ini dengan penampilan yang begitu sederhana tidak ada ciri-ciri dia wanita yang kaya atau banyak uang." ucapnya seakan meyakinkan kepada detektif bahwa wanita yang mereka cari bukan anak buahnya yang bekerja di restorannya.


" Anda harus ingat! Bahwa dia adalah seorang artis terkenal. Dia sudah mendapatkan banyak penghargaan di berbagai negara sebagai artis dan model yang multitalented. Dia bisa melakoni peran apapun yang dia mau. Jadi kita tidak bisa memutuskan dengan geganah. Apakah karyawanmu itu bukanlah orang yang sama seperti orang yang Kami cari." ketika detektif itu Berusaha menjelaskan tentang analisis mereka tentang Amira yang benar-benar mereka curigai sebagai Amora.


Apalagi melihat waktu kedatangan Amira di desa itu yang benar-benar bertepatan seperti waktu Amora kabur dari Jakarta.


" Baiklah kami permisi dulu kami harus mencari keberadaan wanita itu untuk memastikan. Apakah dia yang kami cari atau bukan!" ketiga detektif itu pun berpamitan kepada pemilik restoran.

__ADS_1


__ADS_2