
Sudah dua minggu Farel berada di Amerika dan selalu memperhatikan semua kegiatan Siska tetapi sampai saat itu dia belum juga berani untuk mendatangi istrinya.
Farel benar-benar takut kalau Siska tidak menerima kedatangannya. Mengingat Dia yang sudah lama meninggalkan istrinya tanpa kabar dan berita.
Walaupun Farel tetap mengirimkan uang bulanan untuk Siska untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami terhadap istrinya.
" Semoga kau berbahagia dan terus baik-baik saja!" ucap Farel ketika dia melihat Siska yang saat ini sedang berjalan-jalan pagi di sekitar apartemen miliknya.
Saat ini Farel sudah pindah ke apartemen yang letaknya tidak terlalu jauh dari Siska. Dari balkon tempat tinggalnya, dia bisa memperhatikan semua kegiatan Siska dalam apartemennya yang memiliki kaca transparan.
Untuk lebih memudahkan dirinya bisa mengawasi sang istri, Farel menggunakan kamera yang menggunakan lensa tingkat tinggi agar bisa menangkap semua gambaran sang istri.
" Seperti biasa kau selalu cantik sayangku. Kenapa rumah tangga kita sekarang seperti ini? Aku benar-benar tidak mengerti kenapa sangat sulit untuk mencari kebahagiaan." ucap Farel yang mulai menitikan air matanya.
Farel melihat kedatangan Steven dan Adrian ke apartemen milik Siska. Seketika Farel langsung menutup wajahnya dengan topi karena dia menghindari kalau tiba-tiba saja Steven ataupun Adrian melihat ke arahnya yang saat ini sedang berdiri di balkon apartemennya dengan menggunakan kamera yang terpasang secara sembunyi untuk merekam semua kegiatan Siska.
Farel benar-benar belum siap untuk bertemu dengan Siska. Karena dia tidak mengetahui bagaimana perasaan Siska saat ini terhadapnya.
Farel merasa terkejut ketika melihat Siska yang dibawa oleh Steven dan Adrian menggunakan mobil Siska.
" Tampaknya Siska akan segera melahirkan!" ucap Farel dengan mata berembun.
Saat ini jantung Farel berdebar sangat kencang. Melihat Siska yang tampak begitu kesakitan. Farel yang tidak tahan lagi, akhirnya dia memberanikan diri untuk mendekati Siska yang sedang didorong dengan Kursi roda oleh Adrian untuk bisa masuk ke dalam mobil dan di bawa ke rumah sakit dengan aman.
__ADS_1
Farel memasukkan Siska ke dalam mobilnya dengan cara dia gendong dengan ala bridal style karena Siska yang sudah kesakitan luar biasa.
Awalnya Steven hendak melarang Farel untuk mendekati Siska, akan tetapi Adrian melarang adiknya untuk melakukan hal itu pada Farel. Karena bagaimanapun sekarang Siska sudah hendak melahirkan dan saat ini Siska dan bayinya membutuhkan Farel sebagai suami dan ayahnya untuk bersama mereka.
Adrian dan Steven akhirnya mengikuti mobil yang dikendarai oleh Farel dengan sangat terburu-buru. Karena bagaimanapun dia merasa tidak tahan melihat istrinya yang terus kesakitan sejak tadi.
" Tenanglah Sayang semuanya akan baik-baik saja!" ucap Farel sambil menggenggam telapak tangan Siska yang terasa begitu dingin.
Siska yang merasa terkejut mendapati Farel yang sekarang berada di sisinya. Siska bahagia karena Farel terus memberikan support untuknya. Dia benar-benar merasa bahagia karena akhirnya Farel datang untuk menemuinya dan mendampinginya ketika akan melahirkan.
" Akhirnya kau datang juga! Akhirnya kau datang juga!" ucap Siska dengan air mata yang terus mengalir di kelopak matanya.
Farel yang saat ini hatinya benar-benar hancur. Ketika dia melihat keadaan istrinya. Dia hanya bisa menghapus air mata Siska dengan perlahan dan terus fokus untuk menyetir mobil. Bagaimanapun saat ini dia sedang membawa dua nyawa yang harus segera sampai ke rumah sakit dengan aman..
Siska terus menggenggam telapak tangan Farel, sampai mereka masuk ke dalam ruang bersalin. Farel yang meminta kepada dokter untuk diizinkan mendampingi suami istri.
Di saat proses melahirkan itu, Farel kemudian menelpon Ibunya dan menunjukkan proses persalinan Siska. Sehingga tanpa disadari Ibu Farel pun menangis terisak. Karena dia sadar kalau dirinya telah banyak berbuat salah terhadap menantunya.
" Maafkan Siska. Karena selama ini mama sudah dibutakan oleh Amora yang ternyata memiliki niat jahat untuk membuat Farel bersamanya dan memisahkan pernikahan kalian berdua!" ucap ibunya Farel dengan kesedihan yang luar biasa. Ketika dia melihat bayi yang begitu tampan telah lahir ke atas dunia dengan selamat.
Hatinya benar-benar merasa bersalah. Karena telah membuat cucunya selama di dalam kandungan tidak pernah merasakan kasih sayang ayahnya.
" Maafkan nenekmu karena sudah jahat terhadap ibumu! Gara-gara nenek ibu dan ayah mau berpisah begitu lama!" ucapnya dengan air mata yang terus mengalir di pipinya yang mulai keriput dan menua.
__ADS_1
Ibunya Farel sudah banyak introspeksi diri. Setelah Farel meninggalkan Indonesia lebih dari dua minggu. Sekarang dia tahu kalau ternyata Farel pergi ke Amerika untuk dapat mengejar anak dan istrinya.
Ibunya Farel bersyukur karena putranya tidak mengikuti keinginan gilanya waktu itu untuk menceraikan Siska. Sehingga anak Farel terlahir di dalam pernikahan mereka.
Dia mengakui karena meninggalnya sang suami membuat dirinya seakan kehilangan A
Arah dan Dia terhasut oleh omongan Amora yang mengatakan tentang Siska yang telah menjadi penyebab dari kecelakaan tersebut yang akhirnya menewaskan sang suami.
Ibunya Farel ingin sekali datang ke Amerika untuk menengok cucunya. Tetapi dia terlalu malu kepada sang menantu yang selama ini sudah dianiaya lahir dan batinnya.
Kembali Dia mengingat tentang kelakuannya yang setiap hari yang selalu mengirimkan foto-foto mesra antara Farel dan Amora yang sengaja memang mereka setting untuk menyakiti hati Siska. Agar akhirnya Siska menceraikan Farel karena Farel tidak menginginkan perceraian di antara mereka berdua. Sehingga ibunya memutar otak untuk membuat sang menantu mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan agama.
Saat ini Farel sudah berada di ruangan bayi. Farel membawa anaknya untuk bisa bertemu dengan istrinya dan dia melihat ponsel Siska yang berada di atas nakas.
Niat hati Farel ingin mengabadikan setiap momen itu menggunakan ponsel sang istri agar Siska pun memiliki kenang-kenangan ketika kelahiran putranya.
Siska yang saat ini sedang memejamkan matanya. Dia tidak mengetahui kalau Farel saat ini sedang menggenggam ponselnya. Farel saat ini sedang melihat hasil potret putranya yang tadi dia foto.
Mata Farel membulat sempurna. Ketika dia melihat foto-foto dirinya bersama dengan Amora yang begitu banyak di dalam ponsel istrinya. Ada juga beberapa video yang begitu intim antara dirinya dan Amora.
Farel kemudian membuka aplikasi hijau milik sang istri. Karena dia ingin mengetahui siapakah orang jahat yang sudah begitu tega mengirimkan semua foto-foto yang telah di-setting sedemikian rupa antara dirinya dan Amora sehingga nampak seperti pasangan bahagia yang tidak bisa terpisahkan.
Air mata Farel langsung luluh lantak. Ketika dia melihat siapa pengirim foto-foto tersebut yang ternyata adalah ibu kandungnya sendiri.
__ADS_1
" Ya Allah Mama. Betapa kejamnya kau kepada anak dan menantumu sendiri. Kau telah memfitnah diriku sehingga istriku tidak pernah mau untuk menghubungiku atau pun ingin bertemu denganku lagi!" mata Farel berkaca-kaca jelas sedih sekali hatinya mengetahui perbuatan buruk ibu kandungnya sendiri yang telah mengirimkan foto-foto mesra dirinya dengan Amora.