Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
22. Keputusan Final


__ADS_3

Keesokan paginya Farel bangun dengan kepala yang sangat pusing karena semalaman dia hanya mengkonsumsi alkohol tanpa memakan apapun.


" Oh ya Tuhan! Kenapa rasanya kepalaku sangat pusing? Apa sebenarnya yang sudah terjadi padaku?" tanya Farel sambil terus memukul kepalanya sendiri untuk mengusir rasa pusingnya.


Farel kemudian bangkit dari tempat tidurnya dan mencari air minum untuk sekedar melegakan tenggorokan yang terasa panas.


" Apa yang aku lakukan tadi malam? Kenapa kepalaku rasanya seperti mau pecah?" tanya Farel kepada dirinya sendiri.


Walaupun dia sudah berusaha sangat keras untuk mengingat kejadian tadi malam tetapi dia tidak ingat sama sekali.


" Tuan sudah bangun? Ya Tuhan, syukurlah!" tiba-tiba saja Oskar sudah sudah di belakang Farel dan membawakan sarapan untuknya.


" Makanlah sarapanmu Tuan, anda pasti sangat lapar karena semalaman anda hanya minum alkohol dan tidak mau makan apapun!" ucap Oskar sambil mempersiapkan makanan yang dia bawa tadi di atas meja makan.


" Apa yang kau katakan? Aku tidak mengerti!" Ucap Farel sambil menundukkan pantatnya di kursi yang ada di ruang makan.


Oskar tampak memperhatikan wajah Farel dengan seksama.


" Sudah kuduga Anda pasti melupakan semua yang terjadi tadi malam. Semoga saja tidak ada hal yang buruk yang Anda lakukan kepada Nona Siska ketika saya meninggalkan kalian berdua di sini." ucap Oskar berusaha untuk membuka ingatan Farel tentang kejadian tadi malam.


" Siska? Memangnya apa yang sudah ku lakukan terhadapnya?" tanya Farel dengan wajah bingung seperti orang bodoh.


" Tadi malam anda kehilangan kendali dan hanya meminum alkohol tanpa bisa saya hentikan. Oleh karena itu, saya meminta tolong kepada Nona Siska untuk datang kemari. Saya harap kedatangan dia berguna untuk membujuk Anda agar tidak minum alkohol lagi dan syukurlah Nona Siska memiliki andil di dalam hati Anda sehingga berhasil menghentikan Anda yang terus saja minum alkohol tanpa bisa di hentikan oleh saya!" ucap Oskar menjelaskan segalanya kepada Farel yang mulai mengurutkan keningnya.


" Jadi tadi malam aku minum alkohol dan Siska yang sudah menolongku?" tanya Farel mengkonfirmasi apa yang dikatakan oleh asistennya.

__ADS_1


" Itu benar Tuan! Saya tidak mungkin membohongi anda. Nanti anda bisa memeriksanya di CCTV apartemen milik anda, kalau anda tidak percaya dengan semua yang saya katakan!" ucap Oskar cemberut karena perkataannya dianggap bohong oleh Farel.


" Bukannya aku tidak percaya padamu hanya saja aku tidak mengingatnya mungkin karena alkohol sudah mempengaruhi kerja otakku menjadi lelet seperti ini! Sudahlah aku mau mandi dulu, setelah itu aku baru makan makanan yang kau bawa!" Farel pun kemudian meninggalkan Oskar yang kemudian membersihkan apartemen tersebut sambil menunggu atasannya selesai bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.


Sebagai seorang asisten pribadi. Tugas Oskar memang harus memenuhi segala kebutuhan Farel sebagai seorang direktur eksekutif di perusahaan Handoyo Group.


Setelah memastikan bahwa apartemen sudah rapih dan bersih Oskar pun kemudian menyiapkan berkas-berkas yang harus dibawa mereka ke kantor.


Selama satu jam lebih Oskar tampak berkutat dengan laptop yang dia bawa. Tetapi Farel belum juga keluar dari kamarnya sehingga membuat Oskar bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.


" Apa yang dilakukan oleh Tuan Farel? Kenapa dia lama sekali? Pagi ini kami harus bertemu dengan klien dari Swiss!" Oskar pun kemudian bangkit dari tempat duduknya dan langsung mengetuk pintu kamar Farel.


Tok tok tok


Sementara itu Farel yang saat ini sedang menggunakan pakaiannya tampak terkesiap mendengarkan apa yang dikatakan oleh Oskar.


Memori dan ingatan Farel seakan mendapatkan recovery dari apa yang dikatakan oleh Oskar.


" Klien?" seketika Farel pun mengingat kembali pertemuannya kemarin dengan sang mantan kekasih di hotel yang membuat harinya seketika menjadi buruk sekali.


" Jadi itu alasannya? Kenapa aku sampai minum alkohol tanpa henti? Ya Tuhan! Apa yang kulakukan tadi malam terhadap Siska? Jangan sampai aku berbuat hal konyol yang mempermalukan diriku sendiri!" Farel pun kemudian berusaha untuk mengingat kembali apa-apa saja yang terjadi tadi malam tetapi nihil semuanya Blank tanpa tersisa.


" Mikir, mikir, mikir, mikir! Apa yang sudah kau lakukan tadi malam terhadap Siska? Oh ya Tuhan! Jangan sampai perbuatan konyolmu tadi malam mempengaruhi rencana pernikahan yang sudah diatur oleh kedua orang tuaku dan kakeknya. Jangan sampai rencana kami untuk menguasai Prayoga group 100% gagal total gara-gara kebodohanku!" Farel benar-benar frustasi memikirkan kejadian tadi malam yang benar-benar hilang dari ingatannya.


Tok tok tok

__ADS_1


Suara pintu diketuk kembali oleh Oskar di depan kamarnya.


" Tuan! Apakah anda baik-baik saja? Kenapa dari tadi diam saja?" tanya Oskar sudah mulai khawatir dengan keadaan Farel.


Setelah merasa yakin dengan penampilannya yang sempurna Farel pun kemudian membuka pintu dan keluar dari kamarnya.


Oskar memperhatikan Farel dari atas rambut hingga ujung kaki memastikan bahwa keadaan atasannya baik-baik saja dan tidak kekurangan apapun.


Farel tampak mengerutkan keningnya Merasa tidak senang diperlakukan seperti itu oleh sang asisten yang dia nilai sangat lancang terhadapnya.


" Apa yang kau lakukan melihatku seperti itu?" tanyanya merasa kesal.


" Aku hanya takut kalau Tuhan melakukan hal-hal bodoh yang nantinya akan disesali!" ucap Oskar sambil kembali ke kursi dan mulai fokus dengan laptop yang sejak tadi dia pakai untuk menyelesaikan file-file yang akan dia bawa dalam pertemuan di hotel bersama dengan klien yang berasal dari Swiss.


Pagi ini rencananya mereka berdua akan bertemu dengan klien tersebut untuk membicarakan kembali pembangunan hotel Handoyo group yang ada di Swiss.


Rencananya mereka akan bekerja sama dengan klien tersebut untuk menjadi kontraktor pembangunan hotel itu di Swiss.


" Cepatlah anda makan dulu Tuan! Jangan sampai nanti anda lapar ketika bertemu dengan klien dan itu pasti akan sangat memalukan nantinya!" ucap Oskar tanpa melihat kepada Farel yang saat ini sedang melotot kepadanya.


" Diam kau bawel! Kau itu cerewet sekali!" umpat Farel merasa tidak senang dengan kelakuan Oskar yang menurutnya terlalu lancang mengatur hidupnya.


Tampak Oskar yang menarik nafasnya dengan dalam kemudian meraup wajahnya dengan kasar. berkali-kali Oskar mengelus dadanya menyebarkan hatinya melihat kelakuan Farel yang selalu saja tidak senang diatur olehnya sebagai seorang asisten.


" Maafkan saya tuan saya hanya melaksanakan tugas saya sebagai asisten anda untuk memastikan kehidupan Anda berjalan dengan benar dan baik! Jangan sampai kita nanti kehilangan klien karena keterlambatan kita nanti. Ingat Tuan kontraktor ini sangat berpengaruh di Swiss kalau kita sampai gagal mendapatkan dia, maka pembangunan hotel kita di Swiss pasti akan terhambat banyak sekali. Kalau seperti itu sampai terjadi, pasti anda yang akan dapat omelan dari Tuan besar karena Anda akan di nilai tidak becus mengurus proyek!" ucap Oskar menerangkan panjang kali lebar kali tinggi, kepada Farel menjelaskan segalanya tentang sikapnya yang sangat tegas untuk mendisiplinkan hidup Farel sesuai dengan amanah dari orang tua Farel kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2