
Siska kemudian melihat pilihan-pilihan apartemen yang diberikan oleh Farel kepadanya.
" Sudahlah jangan buang-buang uang lagi untuk membeli apartemen baru. Di sini juga sudah cukup bagus kok. Kenapa sih harus banget ya memangnya? Kita kan di sini cuma sementara saja. Aku mau sekolah dan kau juga mau sekolah lagi. Kita berdua tidak membutuhkan apartemen mewah maupun yang lebih besar daripada ini. Kalau semakin besar malah membuatku semakin kesulitan untuk membersihkannya!" ucap Siska sambil menetap Farel yang sedang menatapnya dari tadi dengan penuh pesona.
visualisasi Farel Handoyo yang sedang kegerahan 😂
visualisasi Siska Prayoga
" Apartemen ini hanya aku sewa selama sebulan saja sayang. Bukan aku beli. Karena memang aku tidak berniat untuk tinggal lama di Amerika. Tetapi karena sekarang kita telah sepakat akan tinggal di sini lebih dari 4 tahun, menurutku akan lebih bagus kalau kita membeli apartemen sendiri saja. Tentu saja sesuai dengan selera kita berdua sayang!" Ucap Farel berusaha untuk meyakinkan Siska agar mengikuti keinginannya untuk membeli apartemen baru sebagai hadiah pernikahan mereka berdua.
Dengan sangat terpaksa Siska pun kemudian mengikuti Farel untuk mencari apartemen baru yang sesuai dengan selera calon suaminya yang perfectsionis dan gila kebersihan itu.
Ceritanya itu foto sedang menunjukkan apa yang Siska lakukan di mobil ya. Kelakuan dan penampilan Siska yang urakan dan sangat cuek ketika berada di dalam mobil sang kekasih yang membuat Farel menjadi kelapakan sendiri melihat tingkah calon istrinya yang sangat menggemaskan dan membuat sesuatu bangun tanpa di minta.
Untung saja Farel sadar bahwa pernikahan mereka sebentar lagi dan dia tidak mau kembali melukai hati Siska dengan mengulangi kesalahan yang sama ketika dirinya dulu merasa cemburu dengan kehadiran seorang Matteo.
Farel kemudian memberikan jasnya untuk digunakan oleh Siska. Karena bagaimanapun dia tidak rela kalau tubuh calon istrinya dilihat oleh orang-orang yang saat ini sedang memperhatikan mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan dengan begitu mesra dan membuat banyak pasang mata iri.
Bagaimana tidak? Laki-laki tampan dan perempuan cantik. Saling mencintai satu sama lain. Hal itu adalah sebuah anugerah yang paling besar yang dihadiahkan Tuhan untuk mereka berdua.
Siska dan Farel sangat menyadari hal itu. Bahwa mereka telah diberkati begitu banyak oleh Tuhan yang telah menciptakan dan memberikan kehidupan untuk mereka!
" Panas tahu!" protes Siska ketika jas milik Farel menutupi tubuhnya sampai ke bawah lutut. Farel hanya tersenyum melihat kekasihnya protes dengan apa yang dia lakukan untuk Siska.
Dengan begitu posesif Farel menggandeng tangan Siska dan melangkah bersama dengannya.
" Sebenarnya aku cocok dengan apartemen yang sekarang kita tempati. Mungkin kalau kita berbicara dengan pemiliknya dia mau untuk menjualnya kepada kita!" ucap Siska.
__ADS_1
Akan tetapi Farel tidak menjawab sama sekali ataupun merespon omongan Siska sehingga membuat perempuan itu merasa jengkel.
" Aku mengikutimu sampai panas-panasan seperti ini bahkan kau tidak memperdulikan omonganku?!" protes Siska yang sudah mulai misuh-misuh.
Farel pun kemudian meremas jemari Siska dan menciumnya dengan lembut.
" Ayolah sayang! Kenapa kau tidak juga mengerti huh? Bahwa aku ingin memberikan yang terbaik untuk pernikahan kita. Aku tidak mau membeli apartemen yang bekas dihuni oleh orang lain sayang! Lagi pula apartemen itu sangat sempit dan hanya memiliki satu buah kamar. Bagaimana nanti kalau di tahun kedua kita memiliki anak? Di mana mereka akan tinggal nanti? Sayang! 4 tahun bukanlah waktu yang singkat. Mungkin kita bisa memiliki dua atau tiga anak pada waktu itu!" demi Alex! Mendengarkan perkataan Farel yang mengatakan tentang memiliki dua sampai tiga anak dalam waktu 4 tahun seketika membuat Siska merinding disco.
Farel menghentikan langkahnya dan melirik ke arah Siska yang sedang mengedikkan bahunya dan terus bergedik-ngeri.
" Kenapa sayang? Apa kau sakit?" tanya Farel merasa heran dengan Siska yang sangat aneh baginya.
" Aku hanya sedang membayangkan saja. Ya ampun! Bagaimana rasanya memiliki anak 2 sampai 3 dalam waktu 4 tahun? Farel Katakan padaku sebenarnya niatmu untuk tinggal di Amerika untuk membuat anak ataukah untuk bersekolah sih?" tanya Siska yang sedang benar-benar bingung dengan pemikiran Farel.
Mendengar pertanyaan kekasihnya Farel pun terlihat tersenyum.
" Kalau kita sudah menikah bukan kah kita bisa membuat beberapa orang anak untuk meramaikan pernikahan kita?" tanya Farel dengan senyum nakalnya yang membuat Siska jadi bingung sendiri.
" Hanya saja membayangkan memiliki anak 1 tahun sekali, itu sangat wow banget Farel! Apa kau pikir aku ini seekor kucing huh? Yang bisa melahirkan sepanjang tahun?" tanya Siska mulai bingung dan kesal.
" Kalau aku nanti hamil tiap tahun, aku pasti tidak akan pernah bisa konsentrasi untuk belajar. Karena hanya sibuk dengan kehamilan dan juga merawat anak-anak kita saja. Lalu apa gunanya aku berada di Amerika huh? Kalau hanya untuk sekedar mengurus anak, di Indonesia Aku bisa melakukannya!" ucap Siska dengan nada berapi-api.
Farel yang merasa sangat lucu dengan ekspresi kekasihnya hanya bisa mencubit hidung Siska dengan gemes.
Farel pun hanya bisa mencium bibir Siska. Kemudian mengajak wanitanya untuk melihat apartemen yang sudah dia pilih untuk menjadi rumah baru mereka setelah acara pernikahan mereka berdua dilangsungkan.
Siska tampak kecewa karena pendapatnya tidak mendapatkan tanggapan apapun dari Farel. Terlihat laki-laki itu mulai menampakkan wajah seriusnya kembali.
Siska sampai takjub melihat apartemen yang sudah dipersiapkan oleh Farel untuk pernikahan mereka berdua.
" Apa kau yakin benar-benar akan membeli Apartemen ini? Ini pasti harganya sangat mahal Farel!" ucap Siska yang begitu takjub dan terpesona dengan apartemen mewah yang sudah dipersiapkan oleh calon suaminya.
Farel menarik tangan Siska dan mengajaknya untuk tour keliling apartemen itu.
__ADS_1
Farel menunjukkan semua ruangan yang ada di dalam apartemen itu.
" Wah benar-benar sangat keren bahkan ada kolam renangnya juga!" Siska benar-benar terpesona dengan apartemen yang sudah dipilih oleh Farel yang sangat indah sekali.
Farel merasa bahagia sekali melihat tatapan Siska yang begitu senang dengan apartemen pilihannya.
" Kakekku sebenarnya sudah memberikan hadiah pernikahan untuk kita berdua sayang. Sebuah bungalow dan juga sebuah hotel yang ada di Bali. Nanti setelah kau dan aku sudah menyelesaikan kuliah kita, kita akan segera pindah ke sana bersama dengan anak-anak kita tentu saja!" kembali Farel menyebutkan tentang anak yang benar-benar membuat Siska menjadi tertekan karenanya.
' Aku rasa Farel memang benar-benar menginginkan seorang anak di dalam kehidupan kami. Bagaimana nanti kalau ternyata aku tidak bisa mempunyai anak? Apakah Farel akan menikah lagi ataukah bercerai denganku? Seperti novel-novel drama rumah tangga yang ada di ponsel-ponsel masa kini?' bathin Siska benar-benar merasa sangat tertekan saat ini.
Farel bisa merasakan bahwa sekarang calon istrinya sedang banyak pikiran mungkin merasa tertekan dengan perkuliahan yang sudah mulai tetapi Siska masih sibuk mempersiapkan pernikahan mereka berdua.
Walaupun Farel dan pihak keluarganya sudah menyerahkan semua urusan persiapan pernikahan kepada wedding organizer, akan tetapi tetap saja Farel masih merasa harus memeriksa semua detailnya agar tidak ada yang membuatnya kecewa pada hari bersejarah di dalam hidupnya bersama Siska.
Setelah Siska merasa cocok dengan apartemen itu Farel pun langsung membeli apartemen itu pada hari itu juga.
" Bagaimana Sayang? Apakah kita akan langsung pindah ke apartemen ini ataukah menunggu kita menikah dulu?" tanya Farel ingin mengetahui pendapat kekasihnya.
Hmm hmmm
" Kalau menurutku lebih baik kita sekarang tinggal di apartement lama dulu saja sambil menghabiskan masa sewa yang sudah kau bayar. Nanti setelah pernikahan kita sudah diresmikan, kita bisa pindah ke apartemen ini!" ucap Siska sambil mengulas senyum kepada Farel yang setuju dengan semua pendapatnya.
Sambil menunggu hari pernikahan mereka, mereka mulai mengisi hari-hari mereka untuk terbiasa dengan pasangan mereka masing-masing.
Kedua orang tua masing-masing pihak sudah datang dan menempati apartemen baru yang sudah dibeli oleh Farel
Rombongan dari Indonesia berjumlah sekitar 20 orang yang akan menghadiri resepsi dan juga ijab kabul pernikahan Farel dan Siska.
Fara tamu yang hadir lebih banyak berasal dari keluarga Handoyo karena keluarga Siska sendiri hanya beberapa orang saja yang masih hidup yaitu Steven, Adrian dan juga kakeknya.
" Baiklah karena semuanya sudah hadir sekarang lebih baik semuanya istirahat dulu ya? Agar pada masa pernikahan kami berdua besok, semuanya fresh dan tidak mengalami kelelahan!" ucap Farel memberikan instruksi kepada saudara-saudaranya yang lain untuk segera tidur.
Keluarga Siska tinggal di apartemen baru yang kemarin baru saja dibeli oleh Farel.
__ADS_1
Sementara keluarga Farel sekarang berada di apartemen lama.