Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
154. Bunga cinta bermekaran


__ADS_3

" Kita ke Jakarta akan menggunakan mobil yang baru saja aku beli di sini. Sayang juga kan? Kalay meninggalkan mobil ini ataupun menjualnya lagi?" tanya Adrian pada semua yang ada di dalam mobilnya.


" Tetapi Pasti akan sangat melelahkan Bos! Peerjalanan Purwokerto-Jakarta hanya dengan menggunakan mobil itu sangat jauh dan butuh waktu yang panjang!" terlihat Amel yang tidak terlalu menyukai ide Adrian.


" Nanti saat sampai di Bandung. Aku akan naik pesawat bersama dengan Amel. Terserah kalau Kak Adrian dan Jasmine ingin melanjutkan perjalanan ini dengan menggunakan mobil. Tapi yang jelas kami berdua tidak sanggup untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta pakai mobil!" Steven lirik kepada Amel yang langsung memberikan dua jempolnya kepada mantan bos nya yang amat keren menurutnya.


Jasmine dan Adrian tampak menggelengkan kepala mendengarkan omongan Steven dan Amel yang terdengar begitu manja di telinga mereka.


" Manja!" ucap Adrian dan Jasmine secara bersamaan sehingga membuat Steven dan Amel pun curiga dengan mereka berdua.


" Jasmine begitu sampai di Jakarta. Kau kembalilah ke posisimu saat pertama kali kau datang ke perusahaan kami yaitu untuk menjadi sekretaris Kak Adrian. Tampaknya Kalian cocok dan memiliki pemikiran yang sama! Kasihan Amel kalau harus beradaptasi lagi dengan Kak Adrian. Karena aku yakin gaya kerjaku dan gaya kerja Kak Adrian pasti lah sangat berbeda dan aku tidak yakin kalau Amel bisa mengikuti gaya kerja Kak Adrian!" ucap Steven menerangkan analisisnya panjang kali lebar kali tinggi.


Jasmine dan Adrian sontak saling menatap satu sama lain. Awalnya mereka hendak protes tetapi melihat tatapan Amel yang begitu memulas membuat keduanya akhirnya mengurungkan niatnya.


' Baiklah tidak masalah aku menjadi atasan dari Jasmine. Toh kelihatannya gadis ini sudah banyak berubah. Aku yakin kalau aku bisa mengendalikan dia!' batin Adrian sambil melirik sekilas ke arah Jasmine yang hanya bisa menepuk jidatnya karena frustasi. Tampaknya Jasmine menyesali kehidupan nya yang ternyata tidak semudah membalikan telapak tangan.


Jasmine menyadari sejak kedatangannya ke Jakarta untuk mengejar Adrian. Sejak saat itu, kehidupannya tidak akan mudah lagi seperti sebelumnya dan dia tahu akan banyak hati yang terluka ketika dia mulai berjuang kembali untuk mendapatkan Adrian di dalam hidupnya.


" Aku tidak masalah bekerja dengan siapapun kok. Aku bisa profesional dalam melayani siapapun. Tapi, aku tidak tahu bos besar di sampingku. Apakah dia bisa menerima kehadiranku sebagai sekretarisnya atau tidak?!" ucapan Jasmine benar-benar menohok hati Adrian dan membuat nya tampak kesulitan untuk berkata-kata.


" Siapa takut? Hanya menerima mu sebagai sekretaris. Apakah kau pikir aku tidak berani?" tanya Adrian berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan dirinya agar tidak terlalu terlihat bahwa dia saat ini sedang terganggu dengan ucapan Jasmine yang terkesan mengolok dirinya.


" Aish! Sebenarnya aku benar-benar penasaran dengan hubungan kalian berdua. Kenapa kalian setiap kali bertemu seperti musuh yang tidak pernah akur sih? Aneh banget!" Steven menggelengkan kepalanya meminta kepada Amel untuk berhenti bicara. Akan tetapi Amel yang memang pada dasar nya sangat kepo dan penasaran sekali tetap melanjutkan apa yang dia katakan.


" Katakan padaku Jasmine apa hubunganmu dengan Pak Adrian?" todong Amel tanpa merasa takut sama sekali kepada Adrian yang saat ini sedang menyetir mobil mewahnya.


Jasmine tampak gelagapan mendapatkan pertanyaan dari sahabat barunya.


" Hubunganku dengan Pak Adrian adalah sekretaris yang ditolak. Memangnya apalagi sih?" tanya Jasmine agak gugup.

__ADS_1


Adrian terlihat tersenyum karena Jasmine tidak mau mengakui hubungan mereka di masa lalu.


" Dia mantan kekasihku yang telah berselingkuh dengan sahabatku!" semua orang yang ada di dalam mobil tersentak mendengarkan pengakuan dari Andrian tidak terkecuali dengan Jasmine.


" What the hell? Siapa yang kau bilang berselingkuh dengan sahabatmu? Aku? Heh!! Apa kau gila Adrian?" tanya Jasmine sambil berkacak pinggang di hadapan Adrian.


" Amel kelihatannya lebih baik kita naik bus saja. Kelihatannya tidak akan baik kalau kita berdua ikut dengan mereka! Biarkanlah mereka mengurus masalah rumah tangga mereka Kita sebagai orang luar sebaiknya tidak usah ikut campur!" Steven pun kemudian meminta kepada Adrian. Untuk menghentikan mobil karena dia tidak mau sampai menjadi saksi bentrokan keduanya.


" DIAM!" Steven dan Amel sampai terkejut mendengarkan kedua sejoli itu begitu kompak.


Bahkan Adrian sudah mengerem mobilnya secara mendadak karena merasa kesal dengan Steven yang sejak tadi terus saja memanas-manasi mereka berdua.


" Keluar! Kalian benar-benar menggangguku!" ucap Adrian yang mengusir mereka dari mobilnya.


Akan tetapi Adrian merasa kesal sejali. Saat dia melihat Jasmine yang malah melipat kedua tangannya di depan matanya dan menatap dia dengan begitu tajam.


" Kenapa kau tidak turun? Kau turunlah! Aku ingin naik mobil sendirian dan tidak ingin diganggu oleh siapapun!" perintah Adrian kepada Jasmine yang tetap bersikeras tidak mau mengikuti perintahnya.


" Katakan padaku!! Siapa yang kau katakan berselingkuh dengan sahabatmu?" tanya Jasmine dengan tetap menatap tajam ke arah Adrian yang tiba-tiba saja merasa salah tingkah.


Jasmine benar-benar tidak sabar untuk mendapatkan jawaban dari Adrian dia bahkan mengambil kunci mobil Adrian sehingga mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan.


" Cepat jelaskan padaku! Apa maksud perkataan kamu tadi, huh?" Jasmine tampaknya tidak merasa takut sama sekali kepada Adrian yang sejak tadi sudah berusaha untuk menghindar darinya.


Adrian tampak begitu kesulitan untuk menjelaskan maksud perkataannya. Karena bagaimanapun, Dia tidak memiliki bukti dengan tuduhannya. Dia hanya melihat sekilas. Jasmine yang sedang makan berdua bersama sahabatnya di sebuah Cafe pada malam dirinya mendapatkan penghargaan sebagai seorang pengusaha muda yang sukses dan bergengsi.


" Aku sudah lupa kejadian itu. Karena itu sudah lama sekali. Tapi yang jelas, aku masih merasakan sakitnya perasaan dikhianati olehmu!" ucap Adrian pada akhirnya.


Jasmine mengerutkan keningnya dan benar-benar tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Adrian.

__ADS_1


" Kalau kamu tidak mengingatnya. Lalu bagaimana caranya aku akan mengkonfirmasi tentang tuduhanmu itu huh? Kau benar-benar sangat tidak adil sekali!" Jasmine yang saat ini benar-benar sedang geram dan marah kepada Adrian bahkan tidak ingin melihat wajahnya yang tepat berada di sampingnya.


" Kenapa kok begitu marah? Memangnya kau tidak berselingkuh dengan sahabatku?" tanya Adrian tampak ragu-ragu sekali dengan pertanyaannya sendiri.


" Ckckck! Kau sesumbar kepada setiap orang bahwa kau adalah seorang pengusaha muda yang sukses dan hebat! Akan tetapi dalam masalah hubungan percintaan, kau benar-benar tidak bisa tertolong lagi Adrian! Kau adalah tipe definisi laki-laki tolol!" ucap Jasmine yang benar-benar kesal luar biasa terhadap Adrian.


Jasmine pun kemudian keluar dari mobil dan berniat untuk mencari bus yang akan membawanya menuju Jakarta.


" Kau mau ke mana?" tanya Adrian sambil mencekal tangan Jasmine yang hendak membuka pintu mobilnya.


Akan tetapi Jasmine yang saat ini sedang merasa kesal luar biasa dengan Adrian dia langsung menghempaskan tangan Adrian.


" Jauh-jauh kau!" sentak Jasmine kesal luar biasa.


Hati Jasmine saat ini sedang panas dan merasa tidak terima dengan fitnah yang ditunjukkan oleh Adrian kepadanya.


" Kenapa?"


" Kamu dengar ya Adrian! Mulai sekarang hubungan kita benar-benar sudah putus! Aku dan kamu tidak memiliki hubungan apapun lagi! Camkan itu!" Adrian sampai gemetar mendengarkan apa yang dikatakan oleh Jasmine. Entah kenapa tiba-tiba hatinya merasa malu dan juga pilu.


' Ya Allah Apakah benar kalau aku memang salah kalau Jasmine dan Reno memang tidak memiliki hubungan apa-apa?' bathin Adrian mulai ragu dengan penilaiannya sendiri akan hubungan Jasmine dan Reno di masa lalu.


" Apakah benar kalau kau tidak memiliki hubungan apapun dengan Reno?" tanya Adrian berusaha untuk mendapatkan kebenaran dari mulut Jasmine.


" Eh!! Apa kau tahu kalau Reno itu adalah kakak sepupuku? Cih! Dan apa kau tahu kalau sekarang Reno sudah menikah dan bahkan sudah memiliki dua orang anak! Benar-benar pria menyebalkan!" Jasmine masih kesal bukan kepalang dengan semua tuduhan Adrian kepadanya yang tidak berdasar sama sekali.


Adrian tersenyum karena ternyata apa yang selama ini dia pikirkan salah. Tiba-tiba Adrian merasa hatinya sangat bahagia.


Adrian langsung menarik tangan Jasmine yang tak dihendak keluar dari mobilnya.

__ADS_1


Tangan Adrian menarik tengkuk Jasmine dan mencium bibir nya dengan lembut. Jasmine berusaha untuk memberontak tetapi Adrian tidak membiarkannya sama sekali untuk lepas darinya.


' Kali ini aku tidak akan membiarkanmu lepas lagi dariku. Aku akan mempertahankan kamu hingga titik darah penghabisan!' bathin Adrian berjanji dalam hatinya.


__ADS_2