Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
165. Siska mencari Adrian


__ADS_3

Siska sudah selama satu minggu ini mencari pamannya yang sangat sulit untuk dihubungi.


" Paman Adrian apa belum menghubungi paman Steven?" tanya Siska kepada Steven yang saat ini sedang mengerjakan tugasnya di dalam ruangannya.


" Sekitar 2 hari lalu Adrian menghubungiku. Dia saat ini sedang berada di Bandung karena ingin membantu mengurus masalah Jasmine dan juga ibunya!" Steven melaporkan kepada Siska tentang apa yang sedang dilakukan oleh kakaknya.


Siska terlihat menarik nafas dalam-dalam.


" Langsung berikan surat pemecatan untuk Jasmine. Karena dia sudah tidak becus bekerja. Dia malah membawa lari wakil CEO dari perusahaan kita. Sehingga banyak sekali proyek dan tender yang harus terbengkalai gara-gara urusan pribadi seperti itu!" perintah Siska yang sudah tidak bisa mentoleler kesalahan Jasmine yang sudah membuat Adrian menjadi kehilangan fokusnya untuk bekerja dan bertanggung jawab masalah perusahaan.


Steven terkesiap mendengarkan apa yang dikatakan oleh Siska yang tampak begitu marah.


" Hubungi Paman Adrian segera dan suruh dia segera kembali ke Jakarta! Kalau dia tidak pulang juga besok, maka jangan aku akan kalau aku akan mencopot jabatannya sebagai wakil CEO!" Steven benar-benar terkejut mendengarkan perintah dari Siska.


Seumur-umur Steven tidak pernah melihat amarah Siska sebesar itu sehingga dia pun merasa sesak nafas untuk menanggapinya.


" Apakah kau tidak bisa menghubungi paman kamu?" tanya Steven dengan hati-hati.


" Aku sudah berkali-kali menghubungi Paman Adrian. Akan tetapi tidak pernah diangkat oleh Paman Adrian. Entah apa kesibukan dia di sana. Sehingga begitu melalaikan kewajiban nya sebagai wakil CEO di perusahaan kita! Aku merestui hubungan mereka karena aku pikir akan memberikan dampak positif untuk paman Adrian. Tetapi lihatlah! Apa yang dilakukan oleh Jasmine? Dia benar-benar telah menurunkan performa kerja dari Paman Adrian sehingga jatuh pada titik terendah sepanjang hidupnya!" dengan wajah amarah Siska pun kemudian meninggalkan Steven yang masih bingung harus melakukan apa saat ini.


Steven pun merasa bahwa kakaknya saat ini benar-benar berbeda dan tidak seperti Adrian di masa lalu.


" Kak kau sudah membangunkan singa tidur! Sekarang bagaimana caramu untuk melepaskan diri dari kemarahan Siska?" Steven benar-benar sangat frustasi dengan masalah kakaknya yang tiba-tiba saja menghantui dirinya.

__ADS_1


Steven pun kemudian mencoba untuk menghubungi Adrian maupun ibunya yang ada di Bandung.


Tetapi aneh sekali mereka berdua sangat sulit untuk dihubungi. Stevan mencoba untuk menghubungi Jasmine pun sama saja. Hasilnya nihil, nol besar!!


" Sebaiknya aku ke Bandung untuk mengecek keberadaan kakakku. Jangan sampai nanti terjadi perang saudara antara paman dan keponakannya!" Steven pun kemudian mengambil kunci mobilnya dan juga ponsel dia bersiap untuk meninggalkan kantornya.


" Tolong sampaikan kepada bu Siska. Bahwa saat ini saya akan pergi ke Bandung untuk menjemput Pak Adrian yang sedang di sana!" setelah memberikan pesan itu kepada Amel Steven pun kemudian meninggalkan sekretarisnya begitu saja.


" Hah tampaknya akan segera ada perang!" Amel mulai merasa tidak nyaman dengan Aura dan atmosfer di dalam kantor tersebut.


" Memang harus ada larangan hubungan satu kantor. Beginilah jadinya! Pekerjaan menjadi terbengkalai karena terbawa emosi pribadi. Bos bahkan sampai meninggalkan urusan pekerjaan penting. Hanya untuk membantu urusan kekasihnya yang sebenarnya adalah sekretarisnya sendiri, OMG!! ini benar-benar aneh!" monolog Amel sambil terus menggelengkan kepalanya.


***


" Apa saja yang dilakukan Paman Adrian? OMG!! Kenapa sejak adanya Jasmine di kantor ini dia menjadi tidak fokus dengan pekerjaannya? dia bahkan menjadi orang yang sangat tidak bertanggung jawab dengan pekerjaannya!" Siska sampai melemparkan berkas yang tadi ada di tangannya sangking jengkelnya melihat angka-angka yang sangat jauh dari prediksinya.


Harga penjualan yang turun, saham yang turun tajam, produksi yang banyak tetapi angka penjualan semakin merosot.


Selain itu investasi yang mereka lakukan pun banyak yang mengalami kegagalan. Hal itu benar-benar sebuah prestasi yang sangat buruk. Sepanjang Siska memegang kekuasaan sebagai CEO di perusahaan Prayoga group yang ada di Jakarta.


Terlihat Farel yang masuk ke dalam ruangan Siska dan melihat istrinya yang sedang misuh-misuh.


" Ada apa ini Sayang? Kenapa kamu malah marah-marah begini?" tanya Farel yang langsung memunguti berkas-berkas yang tercacar di lantai sementara Siska saat ini sedang sibuk memijat pelipisnya yang terasa begitu sakit.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan membereskan semua berkas-berkas itu Farel pun kemudian mengalahni adalah meja dan mendekati Siska.


" Ada apa sayang? Kenapa kau terlihat tidak senang?" tanya Farel yang saat ini sedang berjalan ke arah Siska yang yang terlihat sedang marah dan pening kepalanya.


" Semua ini gara-gara Paman Adrian yang sudah lebih dari satu minggu tidak pernah kembali ke perusahaan ini. Bahkan tidak pernah menghubungi pihak kita. aku sudah berkali-kali mencoba untuk menghubungi pun itu sangat sulit sekali! Dia tidak mau mengangkat teleponku atau dia yang tidak memiliki akses untuk dihubungi?" tanya Siska dengan raut wajah yang benar-benar jengkel.


Farel kemudian mendekati istrinya dan menariknya untuk duduk di sofa.


" Rilekslah sayang! Bagaimanapun juga Paman Adrian adalah Pamanmu yang selama ini selalu membantumu dalam menyelesaikan semua masalah perusahaan ini. Tolong sayang! Jangan sampai kau membuat keputusan yang malah akan membuat Paman Adrian merasa tersinggung ataupun marah." ucap Farel berusaha untuk menasehati istrinya agar tidak mencari masalah dengan Adrian yang memiliki posisi dan juga kekuatan di perusahaan Prayoga Group.


" Apalagi kamu tahu kan? Kalau ibunya Paman Adrian selalu membujuknya untuk merebut kekuasaan CEO dari tanganmu?" tanya Farel yang berusaha untuk menasehati istrinya agar Siska jangan sampai gagabah dalam mengambil keputusan.


Siska mengerti apa yang disampaikan oleh Farel dan dia pun berusaha sebisa mungkin untuk tidak terlalu emosi dengan masalah saat ini.


" Cobalah untuk berpikir positif sayang! Mungkin saat ini Paman Adrian sedang mengalami masa yang berat sehingga dia memiliki kendala untuk menghubungi kita!" Farel pun kemudian memijit kepala istrinya ya hal itu untuk membuat Siska lebih rileks dan tidak marah-marah terus kepada pamannya yang sudah membantu mereka sangat banyak.


Farel pun benar-benar merasa berterima kasih atas apa yang dilakukan oleh Adrian dan juga Steven dalam hal membantu istrinya selama ini.


Tanpa mereka berdua Siska pasti tidak akan sampai kepada titik saat ini. Di mana mereka berdua telah mendidik dan juga mengajarkan Siska untuk lebih memahami perusahaan Prayoga Group dengan lebih baik.


" Astaghfirullahaladzim aku terlalu termakan emosiku sendiri sampai memikirkan hal-hal yang tidak-tidak tentang Pamanku sendiri!" Siska tampak meraup wajahnya dengan kasar sungguh dia benar-benar menyesalihah apa yang sudah dia katakan kepada Steven tentang Adrian.


" Ayo kita makan siang saja supaya pikiranmu lebih rileks dan kau tidak terlalu terbawa emosi dengan masalah yang ada di dalam perusahaan! Yakinlah sayang bahwa setiap gelombang pasti akan surut dan setiap masalah pasti ada solusinya!" Siska merasa sangat bersyukur atas kedatangan Farel hari ini yang telah menenangkan hatinya dan juga jiwanya yang sedang kalut luar biasa.

__ADS_1


" Terima kasih sayang karena kau sudah Membuatku menjadi bisa berpikir dengan jernih!"


__ADS_2