
Setelah keluar dari penjara dan menarik tangan Amora untuk keluar dari sana. Farel langsung meninggalkan Amora begitu saja di jalanan. Farel membawa pergi Amora dari penjara hanya untuk membuat perempuan itu tidak mengganggu istrinya dengan mulut kotornya yang selalu menyakiti hati Siska.
Farel percaya dan sangat yakin kalau bukan Siska yang sudah membunuh ibunya. Farel telah berjanji di dalam hatinya bahwa dia akan mengusut tuntas masalah itu.
" Tenang Farel. Kamu harus tetap berpikir jernih dan jangan sampai terbawa suasana Jangan biarkan orang yang sedang merencanakan sesuatu yang jahat ke dalam rumah tanggamu merasa bahagia." ucap Farel sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Karena saat ini Farel ingin segera sampai ke rumahnya. Pikirannya tidak tenang sama sekali.
Entah kenapa saat ini Farel terus memikirkan tentang Aaron yang tadi dia titipkan kepada pengasuh baru yang telah didapatkan oleh Siska. Sebelum hari itu Siska izin untuk keluar dari apartement mereka.
" Ya Allah jagalah Putraku, agar tetap aman!" begitu sampai di apartemen miliknya, Farel langsung masuk ke dalam dan mencari keberadaan putranya di mana-mana.
Farel seketika merasa sangat gugup karena tidak melihat Aaron di manapun juga.
Setiap ruangan dan setiap sudut yang ada di dalam apartemennya terus dijelajahi oleh Farel untuk mencari putranya tetapi nihil tidak ada siapapun di sana.
Tubuh Farel seketika lemas. Ketika dia mendapattkan kenyataan bahwa putranya telah lenyap dan tidak ada di dalam apartemen miliknya.
Farel kemudian bangkit dan pergi keluar apartemen. Farel terus menanyakan ke sekeliling gedung apartemen. Bertanya ke semua orang yang dia lihat. Bertanya kepada para tetangga apartemennya barangkali dia melihat pengasuh Aaron yang tadi siang baru saja datang ke apartemennya.
" Ya Allah kamu di mana sayang?" tubuh Farel melorot seketika. Tulang-tulangnya seakan lolos dari tubuhnya. Farel merasa lemas sekali memikirkan kalau dia akan kehilangan putranya yang berharga.
Di saat Farel begitu putus asa, tiba-tiba saja Adrian dan Steven datang menghampirinya dengan tatapan penuh keheranan melihat Farel yang begitu kacau balau.
" Farel. Ada apa ini? Kenapa kau berada di jalanan huh? Mana Aaron? Kenapa tidak ada bersama kamu? Kami hendak mengambil Aaron atas permintaan Siska." banyak sekali pertanyaan yang ada di dalam hati Adrian ketika dia melihat penampilan Farel yang sangat kacau dan terlihat berantakan.
Farel menarik nafasnya dalam-dalam. Meraup wajahnya dengan ke dua tangannya. Steven yang telah kehilangan kesabaran. Karena sejak tadi Farel tidak juga mau menjawab pertanyaan kakaknya. Akhirnya langsung menarik kerah pakaian Farel dan bertanya tentang keberadaan Aaron.
__ADS_1
" Cepat katakan kepada kami! Di mana Aaron sekarang? Kenapa kau berada di pinggir jalan seperti orang linglung begini huh?" Farel tidak memperdulikan kekasaran yang ditunjukkan oleh Steven terhadap dirinya. Karena saat ini hati dan pikirannya benar-benar sangat kacau. Memikirkan keberadaan putranya yang sampai saat ini belum ada kabar beritanya.
" Steven lepaskan dia. Biarkan dia bicara dengan tenang!" ucap Adrian ketika dia melihat Farel yang tiba-tiba saja menangis terisak sambil memeluk Steven dengan erat yang langsung jengkel.
Ketika Steven hendak melepaskan pelukan Farel Steven pun kemudian mengurungkan niatnya ketika dia melihat Adrian yang menggelengkan kepala kepadanya.
Steven dan Adrian kemudian membawa Farel untuk duduk di bangku taman yang tidak jauh dari apartemennya.
Taman itulah, tempat pertama kali Meiliana bertemu dengan Farel dan Siska.
Seketika Farel menangis karena mengingat tentang ibunya yang datang ke rumahnya.
" Kenapa Mama harus datang ke Amerika sih? Kenapa Mama tidak di sana saja dan hidup dengan baik di Indonesia. Ya Allah! Apa yang harus kulakukan sekarang?" hati Farel benar-benar sangat hancur setelah Dia kehilangan ibunya bahkan sekarang dia terancam kehilangan putranya.
Satu persatu orang yang penting di dalam hidupnya menghilang dan diambil dari hidupnya. Farel seakan sudah kehilangan semangat untuk berjuang.
Steven yang awalnya merasa jengkel dan kesal. Sekarang setelah di melihat Farel yang begitu sedih. Akhirnya dia pun merasa hatinya terhiris karena tidak biasanya Farel seperti itu. Pasti karena duka dan derita yang begitu dalam karena cobaan hidup yang terus datang silih berganti dalam hidup Farel. Sehingga membuat pertahanan seorang Farel Handoyo melemah seketika.
Setelah merasa tenang. Farel pun kemudian menceritakan tentang Aaron yang sekarang menghilang dari apartemennya. Padahal seingat dia, ketika dirinya meninggalkan apartemen untuk menjenguk Siska di penjara. Dirinya telah menitipkan anaknya kepada pengasuh baru yang telah dicarikan oleh Siska dari agensi yang terpercaya.
Adrian dan Steven langsung terkejut ketika mereka mendengarkan cerita anak Siska yang menghilang sekarang bersama dengan pengasuhnya juga. Bagaimanapun Mereka pun sangat menyayangi Aaron.
Adrian dan Steven kemudian mengajak Farel ke apartemen mereka agar mereka bisa berbicara lebih tenang lagi di sana.
Setelah berada di dalam apartemen terlihat Farel yang membaringkan tubuhnya di sofa yang ada di ruang tamunya. Sejak dia menerima kabar tentang kematian ibunya dia belum membaringkan tubuhnya.
__ADS_1
Farel pun bahkan belum sempat untuk mengunjungi Rumah Sakit tempat di mana jenazah ibunya di semayamkan.
Tubuh Farel benar-benar sudah tidak sanggup lagi untuk menahan derita yang begitu besar. Pukulan yang begitu hebat yang hadir secara bersamaan di dalam hidupnya.
" Aku akan melaporkan kejadian ini ke kantor polisi. Semoga saja kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu kembali dengan Aaron." ucap Adrian yang bersiap untuk meninggalkan Farel di apartemennya.
Saat mereka berdua hendak keluar dari apartemen Farel dan Siska, tiba-tiba saja bel apartemen berbunyi.
" Aku akan membukanya!" Steven kemudian bangkit dan membuka pintu apartemen ketika kembali Steven masuk bersama dengan seorang perempuan paruh baya dengan wajah khawatir yang tergambar di wajahnya.
" Maafkan saya tuan Farel. Karena saya datang terlambat. Tadi pagi ketika Saya hendak datang kemari, tiba-tiba saja kendaraan yang di kendarai oleh saya mogok parah. Sehingga saya akhirnya harus luntang-lantung di jalanan hampir lebih dari 4 jam dan baru menemukan kendaraan lain yang membawa saya ke kota." gocap wanita paruh baya itu merasa bersalah kepada Farel yang bingung dengan dengan ucapannya.
" Apa maksudmu? Siapa kau? Kenapa kau berada di apartemenku?" tanya Farel merasa bingung dengan kehadiran perempuan itu yang dari tadi terus meminta maaf kepadanya.
" Nama saya Rodriguez Tuan. Saya adalah Baby Sister yang baru yang ditunjuk oleh agency untuk mengasuh bayi anda. Kemarin tiba-tiba saja saya dipanggil untuk pulang ke kampung. Sehingga saya pun pulang dulu ke sana. Memastikan tidak ada hal buruk di sana. Ketika saya kembali ke kota, dalam perjalanan ke rumah ini. Tiba-tiba saja mobil yang ditumpangi oleh saya mogok dan tidak bisa melanjutkan kembali perjalanan kami!" mendengar semua penjelasan Baby Sister itu Farel seketika langsung bangun dan melotot kepada perempuan paruh baya.
" Kau pergi ke desamu untuk memastikan di dalam rumahmu tidak ada kesalahan dan tidak ada hal buruk yang terjadi. Tapi apa kau tahu bahwa kau telah menciptakan keburukan di dalam rumahku? Huh? Apa kau tahu?" tanya Farel dengan histeris sambil menggoncangkan tubuh wanita paruh baya itu yang merasa bingung dengan emosi Farel yang meledak-ledak.
" Apa maksud Anda Tuan? Kenapa saya tidak mengerti sama sekali?" tanya perempuan itu sambil terus menggelengkan kepalanya.
Adrian dan Steven sekarang mengerti. Kalau ternyata ada seseorang yang sudah mengatur semua yang terjadi pada keluarga Siska dan Farel dengan begitu rapih.
Mulai dari kasus terbunuhnya ibunya Farel, kasus menghilangnya Aaron dan kasus difitnahnya Siska sebagai pelaku dari kasus pembunuhan mertua nya. Aemuanya menjadi sebuah misteri yang saling berkaitan satu sama lain.
" Sudahlah Farel. Tolong hentikan emosimu dan kendalikan dirimu!" ucap Adrian berusaha untuk menenangkan para yang sekarang terduduk lemas di atas sofanya.
__ADS_1
" Ada apa sebenarnya yang itu Tuan? Kenapa saya tidak mengerti?" tanya Baby sitter itu tampak sangat bingung sekali dengan kejadian yang ada di rumah majikan barunya.