
Polisi sudah memberikan keterangan kepada mereka tentang hasil penyelidikan dari kecelakaan yang telah dialami oleh Adrian dan Jasmine.
Bahwa benar kecelakaan itu diatur oleh Abigail yang merasa dendam kepada Jasmine. Karena suaminya telah mengatur Jasmine sebagai pewaris utama di dalam keluarga mereka.
Abigail tidak terima kalau putranya hanya dijadikan sebagai pembantu untuk Jasmine oleh suaminya.
" Aku sudah susah payah memberikan anak laki-laki untuknya. Kenapa dia begitu tega menjadikan anakku hanya sebagai pembantu anak durhaka dia? Bahkan Jasmine tidak pernah menganggapnya sebagai ayahnya. Bahkan istri pertamanya saja hampir membunuh diri karena ingin bercerai dengannya. Dia tidak mengapresiasi kehadiranku dan juga anakku di dalam hidupnya!" kekesalan Abigail ketika pengadilan melakukan sidang untuk kasus tersebut.
Abraham menatap geram Abigail yang sudah sangat lancang membunuh putrinya yang sangat berharga. Hanya karena emosi dan juga kebencian terhadap dirinya.
" Kau adalah seorang wanita yang sangat keji dan juga sangat kejam!! Percaya padaku! Aku tidak akan pernah memaafkanmu seumur hidupku. Hakim! Anda harus memberikan hukuman yang paling berat untuk wanita jahat ini!" Abraham sampai mengepalkan kedua tangannya untuk menahan emosi di hatinya.
Mungkin kalau tidak berada di area publik saat ini. Abraham sudah melayangkan tinju nya kepada Abigail yang sejak tadi tersenyum sinis kepadanya. Mengejek dirinya yang telah kehilangan Jasmine dan tidak bisa menyelamatkannya.
Sekarang keluarga Abraham hanya memiliki Dion sebagai pewaris tunggal dan itu membuat Abigail merasa sangat bahagia sekali. Dia merasa menang karena apabila Abraham sudah meninggal. Dialah yang akan menguasai semua hartanya. Anaknya itu sekarang masih kecil dan dia pasti akan menjadi wali untuk mengendalikan harta itu.
" Dengan ini aku mentalak tiga dirimu Abigail Rosaline bin Andi Hartanto!! Aku tidak akan pernah membiarkan putraku bertemu ataupun kau sentuh barang seujung kukunya sekali pun!" Abraham yang sudah tidak bisa mengendalikan emosinya akhirnya menjatuhkan talak kepada Abigail yang baru dia tahu ternyata memiliki hati yang begitu gelap dan juga keji.
__ADS_1
" Kau!!! Aku pasti bisa mendapatkan Hak asuh Putraku!" Abigail benar-benar murka mendapatkan talak seperti itu dari suaminya.
" Aku akan segera mengurus perceraian kita di pengadilan agama. Jadi kau bersiap-siap lah untuk hengkang dari kediamanku!" perintah Abraham kepada Abigail.
Ibunya Jasmine menatap Abraham dengan tatapan sendu. Hatinya merasa tersentuh melihat Abraham yang saat ini sedang memperjuangkan keadilan untuk putrinya yang sudah meninggal.
" Aku akan memberikanmu anak dan juga keturunan lainnya. Asal kau bisa memenjarakan wanita itu dengan hukuman maksimal dan menyingkirkan anaknya dari kehidupanmu! Karena aku tidak sudi untuk mengurus anak dari wanita yang telah membunuh anakku yang aku cintai!" ibunya Jasmine memberikan pernyataannya di hadapan publik dan itu membuat Abraham terkesiap seketika.
Abraham tidak menyangka kalau istrinya akan mengatakan hal itu kepadanya. Karena selama ini dia tidak pernah mau berbicara dengannya secara pribadi.
Lena selalu menghindari Abraham karena perasaan sakit hati yang terlalu mendalam setelah sang suami yang jauh lebih memilih Putra laki-lakinya bersama selingkuhannya.
Abraham akhirnya menganggukkan kepala dan meminta kepada hakim untuk memberikan hukuman maksimal kepada Abigail. Bagaimanapun saksi dan bukti-bukti semuanya sudah lengkap. Sudah ada juga pengakuan dari Abigail sendiri sehingga kasus itu yakin 100% benar-benar dilakukan olehnya. Hakim pun langsung memutuskan hukuman penjara 20 tahun untuk Abigail untuk kejahatan yang direncanakan dengan begitu rapi.
Bahkan sampai sekarang Adrian masih koma di rumah sakit akibat kecelakaan itu. Abigail mendapatkan Double tuntutan dari keluarga Kurniawan dan juga keluarga Prayoga sehingga dia tidak bisa lolos dari hukuman yang berat atas kejahatan yang sudah dia lakukan kepada Jasmine dan Adrian.
" Kamu jahat Abraham! Setelah kau telah habis menghisap maduku dan mengambil seluruh masa mudaku. Seperti ini kau membalas semua kebahagiaan dan keindahan yang telah aku berikan untukmu!" Abigail berteriak histeris karena merasa tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh mantan suaminya yang bahkan sekarang telah mentalaknya dengan begitu kejam.
__ADS_1
" Percayalah Abraham kau dan istrimu pasti akan mendapatkan karma yang begitu setimpal dengan perbuatan kalian kepadaku dan juga Putraku!" Abraham dan Lena hanya bisa menggelengkan kepala. Saat mereka mendengarkan semua omong kosong yang dikatakan oleh Abigail.
" Saat ini kau sedang menerima karmamu karena telah melakukan kejahatan kepada keluargaku. Kau telah membayar lunas semua rasa sakit hati dan air mata yang kami keluarkan sejak kehadiranmu di dalam keluarga kami. Kau bahkan dengan begitu kejam telah membunuh putriku! Kau adalah seorang wanita yang sangat kecil dan juga tidak tahu diri! Keluarga kami telah berbaik hati menampung dan juga memberikan kehidupan yang layak untukmu. Tetapi begini caramu untuk membalas kebaikan kami!"
Lena benar-benar tidak sanggup lagi untuk tidak mengatakan semua kejahatan Abigail di hadapan publik terhadap keluarga kecilnya yang telah susah payah dibangun di atas luka dan air matanya selama bertahun-tahun semenjak Abigail masuk ke dalam rumah tangga mereka.
Abigail langsung di bawah ke kantor polisi dan dimasukkan ke dalam penjara untuk segera melaksanakan hukuman yang harus dia terima.
Sementara itu Dion telah dikirimkan ke panti asuhan oleh Lena. Karena dia tidak mau untuk mengurus anak kecil itu yang telah menjadi sumber dari segala penderitaan keluarganya. Bahkan Ibu dari Dion lah yang telah membunuh Jasmine. Lena bahkan tidak sudi untuk melihat wajah anak kecil yang tak berdosa itu.
Abraham dengan berat hati dan juga kesedihan yang sangat besar. Dia terpaksa menaruh Dion di Panti Asuhan dengan segala fasilitas yang sudah dia sediakan untuk bertanya.
" Papa kenapa Dion harus berada di panti asuhan? Bukankah kita memiliki rumah yang sangat besar? Lalu di mana Ibuku Pah? Kenapa dia tidak pernah datang untuk menemuiku lagi?" bocah kecil yang masih berusia kurang lebih dari 8 tahun itu terlihat begitu sedih. Ketika dia di tinggalkan oleh ayahnya di Panti Asuhan yang selama ini tidak pernah dia kenal.
" Sayang maafkan papa karena terpaksa melakukan ini untukmu. Suatu saat kamu akan mengerti dengan semua masalah yang sedang terjadi pada keluarga kita. Papa akan sering-sering mengunjungimu. Sayang, kamu baik-baik lah di sini ya? Percaya sama Papa. Suatu saat ibumu pasti akan menjemputmu di sini!" Abraham tampak memeluk Dion dengan penuh perasaan bersalah. Tapi dia harus melakukan itu demi membuat Lena merasa senang dan mau kembali kepadanya.
Abraham tahu bahwa dia telah menolehkan banyak luka Dan Air Mata ke dalam kehidupan Lena apalagi saat ini istrinya sedang dirundung kesedihan yang luar biasa karena kematian Jasmine gara-gara perbuatan Abigail yang telah menyuruh beberapa orang untuk membuat kecelakaan fatal kepada Jasmine dan Adrian.
__ADS_1
Abraham bisa memahami bagaimana perasaan Lena saat ini yang tidak mau mengurus Dion seperti anaknya sendiri.