Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
35. Masa Lalu


__ADS_3

Siska bangun dari sofa kemudian dia melihat ke sekeliling. Kedua pamannya tampak sudah bersiap untuk berangkat ke kantor.


" Sarapannya sudah siap non Siska!" ucap Darmi sambil tersenyum kepada Siska.


Siska yang belum mandi maupun merapikan penampilan dirinya yang baru saja bangun tidur, dia hanya melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar.


" Cepatlah bersiap Siska. Kita mau segera ke kantor. Jangan sampai terlambat untuk rapat penting hari ini!" teriak Adrian dari arah meja makan sambil menyeruput kopi yang tadi di buat oleh Darmi.


Steven sebenarnya sejak tadi sudah memberikan kode kepada Adrian agar tidak sembarangan mengkonsumsi makanan yang disuguhkan oleh Darmi kepada mereka.


Tetapi Adrian yang memang sudah sangat kelaparan sejak semalam, dia tidak mau untuk memperdulikannya. Lagi pula mereka itu laki-laki yang kuat tidak mungkin bisa terjatuh kepada jebakan seorang pembantu yang terlihat lemah seperti Darmi.


Tidak lama kemudian tampak Siska yang keluar dari kamarnya dengan wajah yang sudah fresh dan siap untuk berangkat ke kantor bersama dengan mereka.


" Mana sarapanku Mbak?" tanya Siska sambil mencium pipi kedua pamannya kemudian dia duduk di depan Adrian.


Setelah mendapatkan sarapannya, Siska pun kemudian menyantap sarapan dengan lahap. Siska seakan melupakan teror tadi malam yang membuatnya tidak bisa tidur di dalam kamarnya sendiri.


" Jadi gak, aku pindah ke apartemen paman?" tanya Siska kepada Adrian setelah dia menyelesaikan acara sarapan.


Adrian melirik sekilas kepada Steven yang sedang menatapnya dan memberikan kode untuk mengangguk kepadanya.


" Yah persiapkanlah barang-barangmu. Barang yang penting saja. Jangan terlalu banyak. Karena kau akan tinggal di sana hanya sampai polisi menyelidiki tentang teror yang terjadi di dalam rumah ini!" ucap Adrian sambil mengelap bibirnya dengan menggunakan tisu yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan, mereka bertiga pun Kemudian bersiap untuk segera berangkat ke kantor. Namun sebelumnya Siska tidak lupa untuk memerintahkan kepada Darmi untuk membereskan beberapa barangnya untuk dibawa pergi ke apartemen Adrian.


" Baik non akan segera saya persiapkan barang-barang non dalam sebuah koper!" ucap Darmi sambil tersenyum kepada Siska.


Mereka bertiga pun kemudian meninggalkan Mansion milik keluarga Prayoga. Mansion itu adalah milik kakeknya Siska ketika tinggal di Jakarta. Mansion tersebut diserahkan kepada ayahnya Siska setelah sang kakek memutuskan untuk menetap di Bandung bersama dengan anak-anak yang lain.


Adrian dan Steven yang memang pada dasarnya sangat menyayangi ayahnya. Mereka pun mengikuti sang kakek untuk menetap di sana dan membantu kakeknya untuk mengurus perusahaan keluarga di sana yang sedang dirintis oleh kakeknya ketika itu.


Tidak ada yang meragukan kemampuan Adrian dan Steven dalam mengembangkan bisnis properti.


Adrian dan Steven adalah dua kombinasi yang sangat hebat yang telah berhasil menjadikan Prayoga grup menjadi sebuah perusahaan properti yang bisa diandalkan dan di perhitungkan di daerah Bandung.


Adrian yang memiliki kemampuan dalam bidang manajemen emasaran dan Stevan yang seorang arsitek hebat. Mereka berdua benar-benar telah menjadikan Prayoga grup sebagai perusahaan yang terkenal dengan apartemen dan perumahan mewah yang mereka bangun untuk kalangan atas maupun kalangan menengah.


" Kau sudah memastikan kalau semuanya siapkan?" tanya Steven ketika mereka sudah berada di dalam mobil milik Adrian.


" Kalian sedang membicarakan apa?" tanya Siska dengan wajah polosnya.


Steven dan Adrian sudah sepakat bahwa mereka akan menyembunyikan rencana yang sedang mereka susun untuk menjebak Darno dan Darmi dari Siska.


Mereka sangat tahu bahwa Siska adalah seorang gadis yang baik hati dan tidak pernah mau melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nuraninya.


Walaupun Siska memiliki penampilan yang urakan dan seperti tidak mempedulikan lingkungan sekitar, tetapi mereka berdua tahu bahwa Siska memiliki hati yang lembut dan juga baik hatinya kepada siapapun.

__ADS_1


Selama ini mereka melihat bahwa Siska memperlakukan pembantu dan sopirnya itu dengan baik. Oleh karena itu mereka sangat geram ketika mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Darno hanya untuk membuat Siska keluar dari mansion miliknya sendiri.


' Tenanglah Siska. Paman pasti akan segera membereskan semua masalahmu. Paman tidak akan pernah rela kalau sampai mereka berbuat jahat padamu!' bathin Adrian sambil mengelus lembut rambut Siska dengan penuh kasih sayang.


Steven pun memiliki pikiran yang sama karena dia sangat menyayangi Siska seperti Adiknya sendiri.


Usia mereka memang tidak terlalu jauh dengan Siska. Karena Steven dan Adrian adalah anak dari istri muda kakeknya yang berusia lebih muda dari sang kakek.


Ayahnya Siska adalah anak dari istri pertama sang kakek yang sudah meninggal sejak 20 tahun yang lalu. Karena tekanan bathin yang mendalam dengan perselingkuhan sang suami dengan ibu dari Steven dan Adrian.


Akan tetapi ayahnya Siska menerima kehadiran Steven dan Adrian sebagai saudaranya. Walaupun ibu mereka telah menghancurkan kehidupan ibu kandungnya sendiri. Sehingga akhirnya meninggal karena tekanan batin dan kesedihan mendalam karena ditinggal oleh suaminya.


Hendri sadar bahwa cinta memang tidak bisa dipaksakan. Oleh karena itu dia tidak pernah menggugat ataupun membenci ayahnya yang lebih memilih Ibu dari Adrian dan Steven dan meninggalkan ibu kandungnya dalam kesepian dan kesendirian.


Hubungan Hendri pun sangat baik dengan Silvia dan dia tidak pernah mengungkit tentang status Silvia sebagai seorang pelakor yang sudah menghancurkan rumah tangga Ayah dan Ibunya.


Hendri sadar dengan statusnya dan yang penting, baginya kebahagiaan sang ayah adalah yang terpenting. Apalagi sekarang Ibunya sudah meninggal. Jadi dia berusaha sebaik mungkin untuk berdamai dengan masa lalu dan menerima keluarga baru sang ayah dengan lapang dada.


Setelah ibunya meninggal, sang kakek kemudian membawa Silvia dan juga kedua putranya untuk mendiami rumah utama keluarga Prayoga yang sebelumnya ditempati oleh ibunya Hendri dan juga Hendri.


Sejak saat itu kehidupan mereka pun dimulai dan Hendri selalu berusaha untuk menjadi kakak yang baik untuk Adrian maupun Steven.


Apalagi Adrian dan Steven anak-anak yang baik dan juga pintar. Jadi tidak sulit bagi Hendri untuk menerima mereka berdua sebagai adiknya.

__ADS_1


Waktu berlalu dengan cepat. Akhirnya Silvia dan sang suami memutuskan untuk menetap di Bandung. Karena Silvia merasa bahwa kehidupan di Jakarta hanya membuat sang suami menjadi merasa bersalah terhadap istri pertamanya yang bernama Arumi


Arumi meninggal setelah mengetahui perselingkuhan mereka berdua yang tertangkap oleh Arumi di kediaman Silvia yang di sediakan oleh Andi untuk keluarga lainnya, sehingga membuat Arumi akhirnya mengalami tekanan batin, dan meninggal secara menyedihkan.


__ADS_2