
Kembali ke Marvel, saat ini dirinya sedang mencari-cari keberadaan Mila. Mila sendiri sedang duduk dengan kesal, karena calon suaminya maah membuat Mila menunggu terlalu lama. Bahkan sampai Mila selesai makan, Marvel juga belum sampai di lokasi.
"Kemana saja sih kamu Vel! dasar lelaki tak bertanggung jawab! aku semakin yakin untuk membatalkan perjodohan kita," gumam Mila dengan kesal.
Drrttt...Drrttt...
Tiba-tiba ponsel Mila bergetar, dan tanda getar tersebut adalah tanda penerima pesan.
Dengan cepat Mila membuka ponselnya, karena berharap yang mengirimi pesan adalah Marvel, Mila akan segera memarahi Marvel.
Namun yang membuatnya kecewa adalah, bahwa bukan Marvel yang mengiriminya pesan.
> Selamat malam Bu Mila," sekilas pesan datang dari teman guru Mila di sekolah.
Karena sedang kesal, Mila hanya membaca pesan tersebut tanpa menanggapinya.
"Bu Mila, maaf membuat anda menunggu," ucap Marvel dari belakang Mila dengan nafas yang masih terengah-engah, seperti baru di kejar setan.
Mendengar suara yang sudah di tunggunya, Mila pun langsung balik badan dengan tatapan tajam, pertanda dia sangat marah. Namun setelah melihat betapa menawanya Marvel saat ini, tatapan tajam Mila berubah dan bibirnya tersenyum manis tanpa ada yang meminta.
Mila benar-benar menatap Marvel dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Marvel? sejak kapan kamu bisa jadi seperti ini?" tanya Mila dengan tatapan takjupnya.
"Emmm, ini... ah gimana ya ceritanya... aku bingung mau mulai dari mana,.. yang jelas ini pemberian Papi karena aku menerima perjodohan kita," jelas Marvel tanpa menutupi apapun.
"Apa??" seru Mila yang sadar kembali dari lamunanya. 'Benar juga, aku kesini kan hanya ingin meminta Marvel membatalkan perjodohan kita, kenapa aku malah mengagumi dirinya, ahhhb... dasar... aku gila," batin Mila seraya senyum-senyum sendiri.
"Ya ini pemberian Papi karena aku menerima perjodohan kita," ucap Marvel mengulangi ucapanya tadi.
"Ahhhh, baiklah Vel, sekarang cepat duduk, aku ingin bicara serius sama kamu!" titah Mila dengan tegas.
"Baik Bu," jawab Marvel patuh, sebelum beranjak dan pergi duduk berhadapan dengan Mila.
"Baiklah, langsung saja! tidak usah di tutup-tutupi," ucap Mila sebentar sebelum melanjutkan, "Vel, aku tahu kamu tidak akan senang dengan yang aku katakan saat ini, namun kamu harus mendengarnya," ucap Mila memulai pembicaraan, Marvel hanya diam dan menatap kecantikan sejati gurunya ini seraya mendengarkan yang diucapkanya.
__ADS_1
Bibir Mila yang begitu manis saat tersenyum juga ucapanya yang lembut saat bicara kali ini, membuat Marvel benar-benar sudah tergila-gila dengan Mila.
"Vel, aku ingin kamu membatalkan perjodohan kita, apakah bisa?, aku tak enak dengan Celsea juga sebenarnya dia sangat menyayangimu, tak mungkin kan aku sampai merebut cowok dari muridku sendiri? juga, kita kan beda umur terlalu jauh, jika kamu yang lebih tua dari aku sih gak masalah, namun kali ini beda... aku jelas lebih tua dari kamu Vel, apakah kamu tak malu jika nanti di ledek teman-temanmu? kamu menikahi prawan tua begitu? juga kamu masih punya masa depan dan cita-cita yang panjang untuk di raih, apakah kamu tidak ingin meraih cita-citamu di masa depan kelak? dan hanya akan menikahiku yang sudah lebih tua darimu ini?" tambah Mila panjang lebar saat menjelaskan. Namun Marvel masih diam tanpa menanggapi penjelasan Mila.
"Kenapa kamu diam Vel?" tanya Mila karena tak mendapat tanggapan dari Marvel.
"Maaf bu, saya sedang menikmati kecantikan anda," jawab Marvel dengan polosnya, tanpa sadar bahwa wanita di depanya adalah guru.
"Apa??? Vel!" bentak Mila yang tidak menyangka jika Marvel tidak mendengarkan ucapanya, tapi malah melamun membayangkan yang tidak-tidak.
"Ahhhh, ya Bu maaf," rajuk Marvel yang kaget dengan bentakan Mila.
"Saya mendengarkan semua yang Bu Mila katakan kok," tambah Marvel seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Memangnya apa yang aku katakan?" dengus Mila seraya menatap tajam pada Marvel.
"Emmmm, ya tentang kita kan Bu, aku tidak akan membatalkan perjodohan kita, kan Bu Mila tahu sendiri, aku tidak akan pernah mengecewakan Papiku, juga Om Bisma.," jelas Marvel yang memang sudah bertekad menikahi Mila.
"Vel! arghhhh... memang sulit bicara denganmu, percuma malam-malam begini aku keluar hanya untuk bicara seperti ini, jika kamu ya tetap menolak," keluh Mila dengan nada ketusnya.
"Tidak ada yang percuma kok Bu, kan saya bisa bertemu dengan calon istri saya, yang memang sangat cantik, saya sangat bersyukur karena Papi menjodohkan kita," ucap Marvel kembali tanpa sadar saat dirinya menatap kecantikan Mila dengan saksama.
"Tentu saja tidak ada yang seperti itu, saya juga tidak tahu jika Bu Mila adalah putri Om Bisma, namun setelah mengetahuinya, saya jadi bersemangat," jelas Marvel jujur, saat ini Marvel juga masih menatap Mila dengan rasa sayang yang mendalam.
'Aku akan menikahimu dan menjagamu sayang,' janji Marvel dalam hati.
"Argh......" teriak Mila dengan nada putus asa saat mencoba mengacak-acak rambutnya, namun segera di hentikan oleh Marvel yang dengan cepat memegang tangan Mila.
"Lepaskan!" titah Mila seraya menarik kembali tanganya dengan kasar.
"Bu Mila jangan rusak keindahan rambut anda," pinta Marvel dengan lembut.
Ya Marvel memang sangat perhatian pada seorang gadis yang di sayanginya. Dia akan memberikan apapun pada gadis yang di sayanginya, ya apalagi jelas Mila juga calon istrinya. Marvel pasti akan benar-benar perhatian padanya.
"Dasar Gila kamu Vel," ketus Mila.
__ADS_1
"Gila karena cinta sama Bu Mila," goda Marvel dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Ihhhhh, jangan macam-macam ya! pakai kedipan mata segala, aku bukan anak remaja lagi yang bisa kamu gombali dengan kata-kata dan kedipan mata," ledek Mila seraya melirik Marvel.
"Emmmm, walaupun bukan remaha, namun saya yakin, Bu Mila juga memiliki hati yang butuh perhatian juga gombalan dari cowok kan?" tanya Marvel dengan yakin.
"Halah sok yakin kamu Vel," jawab Mila dengan ketus.
Namun Mila saat ini juga berfikir, karena memang benar yang di katakan Marvel. Dirinya juga membutuhkan gombalan dan perhatian dari seorang lelaki.
'Marvel! ahhhh tidak, aku tidak akan tertarik dengan muridku sendiri,.. oh Tuhann..... tolong jangan buat aku baper dengan gombalan Marvel yang gila ini," batin Mila yang mulai gusar. Walau begitu Mila masih tetap dengan pendirianya yang ingin membatalkan perjodohan ini. Mila merasa akan sangat memalukan jika teman-temanya sampai mengetahui bahwa Mila menikahi muridnya sendiri, seperti tak ada pria lain saja di dunia ini.
"Bukan masalah sok yakin, hanya saja wanita normal memang seperti itu, ya kecuali jika Bu Mila tak normal sih," ledek Marvel yang langsung mendapat cubitan dari Mila.
"Ahhhh... sakit Bu, jangan galak-galam sama calon suami," tambah Marvel masih berusaha menggoda Mila.
"Salah sendiri bilang aku wanita tak Normal," katus Mila yang mendapat tawa dari Marvel.
"Ah kamu mulai gila Vel, aku tidak mau menikah dengan pria gila," lanjut mila sebelum menjulurkan lidahnya.
"Yaelah, jika seperti itu maunya... saya tidak akan gila deh Bu, biar Bu Mila mau menikah denganku!" ucap Marvel menggoda Mila.
'Ya Tuhann..... jauhkan aku dari pria gila ini," batin Mila memohon.
"Kalau Bu Mila diam, berarti sekarang sudah setuju," tukas Marvel seraya menunjukan giginya yang rata.
"Apa??? tidak oh tidak, aku tidak akan pernah setuju dinikahi kamu!" dengus Mila seraya melambaikan tangan.
"Jangan seperti itu Bu, nanti termakan omongan sendiri," kekeh Marvel.
"Ah terserah kamu saja lah Vel," jawab Mila pasrah.
"Jangan terserah aku dong Bu, terserah kita saja, gimana?" tanya Marvel.
"Kamu saja, aku tidak!" tolak Mila dengan menyilangkan tanganya di dada.
__ADS_1
"Baiklah, saya sendiri tak apa... saya berjanji akan membuat Bu Mila yang cantik ini jatuh cinta dan menerima saya apa adany,!" ucap Marvel dengan yakin.
"Aku tidak akan pernah jatuh cinta dengan muridku sendiri," jawab Mila tak kalah yakin juga.