
Aliya melangkah masuk dengan kaki yang bergetar dan air matanya yang terus mengalir , air matanya semakin mengalir deras saat melihat suami nya yang sedang berbaring lemah dengan berbagai alat medis , Aliya memaksakan langkah nya yang begitu sangat berat ke arah suami nya
Aliya langsung memeluk suami nya erat , beberapa kali Aliya mencium kening serta kening suami nya
" aku salah sayang , aku yang membuat mu seperti ini , biarkan aku disini mengganti kan mu " ucap Aliya yang sudah sangat merasa bersalah karena kecelakaan suami nya tapi walaupun dia berkata seperti itu takdir tidak mungkin langsung menuruti keinginan keinginan nya
Aliya melepaskan pelukannya dan menatap wajah sang suami yang tak berdaya , Aliya perlahan mengelus rambut suami nya yang masih ada bekas Darah yang sudah mengering di rambut nya
" aku mohon bangun Zai , aku ingin berbicara hal yang pasti sangat membuat mu bahagia , apa kamu tau sayang jika kamu sebentar lagi akan menjadi seorang Daddy mudah , dan aku sebagai mommy mudah , anak kita sudah ada didalam perut ku sayang , dia mungkin sekarang seperti diriku yang merindukan dirimu " ucap Aliya berdurai air mata , Aliya seperti berbicara dengan udara yang lewat
__ADS_1
" apa kamu tidak senang dengan kehadiran calon anak kita , dan apa kamu tega membuatku hamil seperti ini tanpa dirimu , maka dari itu Zai aku mohon bangun lah aku akan menjadi istri yang baik lagi kedepannya aku berani berjanji " ucap Aliya kembali memeluk tubuh suaminya
" anak kita butuh kamu sayang , dia merindukan mu begitu pun dengan ku yang sangat merindukan mu , jika kamu masih marah kamu bebas menghukum ku , kalau perlu aku siap jika kamu menceraikan ku tapi tolong bangun lah , aku sangat merasa bersalah dengan semua ini , aku bodoh , aku gak tau diri sebagai seorang istri , aku gak becus sayang hiks....jika..." ucap Aliya
" sayang bangun hiks.. hiks..., aku takut jika kamu seperti ini , aku sangat takut apalagi dengan mimpi buruk ku yang selalu melayang dipikiranku , " ucap Aliya namun tidak ada respon apa apa dari sang suami
" sayang aku keluar dulu ya , aku tidak bisa seperti ini , aku takut dengan kondisi anak kita , aku juga harus memberikan waktu kepada mama dan papa untuk melihat mu , tapi aku mohon sayang , segera lah bangun dan bisa mengelus anak kita yang masih didalam perut ku , aku akan menunggu mu bangun sayang , aku berjanji akan selalu disini untuk menjagamu sampai kamu bangun dari tidur mu " ucap Aliya mengecup kening suaminya lalu menghapus air matanya dan melangkah keluar
Aliya berusaha menahan air mata nya tapi tetap saja mengalir begitu saja , Aliya keluar dengan sempoyongan dan melihat semua keluarga nya yang sedang menunggu didepan pintu dengan wajah khawatir kecuali Raihan yang tak ada disana
__ADS_1
Aliya langsung memeluk ibu nya erat dengan air mata yang kembali pecah
" ibu , Zai Bu hiks...hiks.." ucapan Aliya tak bisa ia lanjutkan , dia tidak sanggup melanjutkan kata kata nya yang begitu membuat hati nya ngilu
" iya nak ,ibu tau kamu yang sabar ya , suamimu pasti kuat menghadapi semuanya " ucap ibu nya ikut menetes kan air matanya
mama dan papa Zai kini masuk setelah Aliya keluar , mereka berdua juga seperti Aliya yang tak sanggup menahan air mata nya melihat sang putra yang terbaring tak berdaya disana
mama Zai tak sanggup dengan semua ini , dia segera berjalan sedikit cepat dan memeluk putranya
__ADS_1