Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Bab 11


__ADS_3

"Baiklah, kita lihat saja nanti," lirih Marvel karena takut Mila akan mendengarnya.


"Emmmm, Bu Mila mau makan apa?" tanya Marvel mengalihkan pembicaraan, agar supaya Mila tak bosan. Karena jika hanya membahas tentang gombalan saja, mungkin siapapun juga akan merasa bosan.


"Aku sudah makan Vel, kamu saja sana yang makan!" jawab Mila masih sedikit ketus.


"Lah.. kok aku di tinggalin makanya," ucap Marvel pura-pura kecewa.


"Salahmu sendiri, lama!" ucap Mila masih ketus.


"Oh iya Vel, aku tadi makan bareng sama Celsea," tambah Mila setelah teringat acara makan bersama pacar Marvel.


"Apa? Bu Mila makan dengan Celsea?" seru Marvel yang kaget.


"Biasa saja kenapa?" ucap Mila seraya mengerutkan dahinya.


"Hehe ya maaf Bu, namanya juga kaget," kekeh Marvel.


"Kok bisa sih Bu Mila makan bareng Celsea? atau jangan-jangan sengaja mau mempertemukanku dengan Celsea ya?" tambah Marvel penuh selidik.


"Apa?? kamu jangan berfikiran aneh-aneh ya Vel, aku tidak sepertimu,! aku tidak gila yang akan membeberkan tentang pertemuan kita," ketus Mila, "Ah benar juga ya, seandainya aku mempertemukanmu dengan Celsea, tentu saja aku yakin dan sangat yakin, kamu tidak akan berani menggodaku di depanya kan?" tambah Mila mendapatkan ide sebelum tertawa.


"Kalau sampai Ibu Mila memikirkan ide seperti itu, ya lebih baik aku segera memutuskan hubunganku dengan Celsea saja," balas Marvel dengan sengum kecut.


"Juga memang kita tak sama Bu, tapi nanti kita akan hidup sama-sama," tambah Marvel bergumam pelan, karena takut akan di dengar Mila.


"Apa? jangan gila deh Vel, kamu tega sekali mempermainkan perasaan wanita, aku jadi semakin takut jika sampai di nikahi kamu, bisa-bisa nanti di tinggalin di tengah jalan," ucap Mila seraya mengelus dadanya.


"Ya Tuhan, tolong lindungi aku dari remaja gila ini," keluh Mila seraya memohon.


Tingkah Mila ini mendapat tawa dari Marvel.


"Ya tuhan, remaja ini benar-benar gila sampai tertawa terus, jangan sampai aku berjodoh denganya Tuhannnn...," tambah Mila yang masih memohon.


"Hahaha Bu Mila lucu ya, aku jadi makin sayang deh sama Ibu," sahut Marvel menangvapi tingkah konyol Mila.


"Ya Tuhann... dia mulai ngelantur lagi!" ucap Mila mencoba tidak menanggapi Marvel, namun matanya sekali-sekali melirik Marvel.


"Ya Tuhan, jika Engkau sayang padaku, jodohkanlah aku dengan guruku yang sangat manis dan cantik ini Tuhan," sahut Marvel seraya memohon keatas juga menanggapi Mila yang juga masih memohon.

__ADS_1


Mendengar dan melihat tingkah Marvel, Mila hanya melirik Marvel dengan menyunggingkan Bibirnya. Ini membuat marvel gemas dan ingin mencubit bibir manis tersebut, namun dengan cepat Mila menghindar.


"Stop! bukan mukhrim, jangan macam-macam ya Vel, aku gurumu!" seru Mila seraya tanganya menyetop tingkah gila Marvel.


"Hehe maaf ya Bu, khilaf... namanya juga sama calon istri," kekeh Marvel sebelum menjulurkan lidahnya.


"Maaf Mas dan Mbak, mau makan apa?" tiba-tiba terdengar suara pelayan yang datang dari belakang Marvel, saat Marvel saling ledek dengan Mila. Pelayan menawarkan makanan, karena saat ini meja Mila memang sudah di bersihkan dari sisa makanan tadi, dan hanya tersisa minuman saja. Juga yang tadi melayani Mila bukanlah peayan yang saat ini.


Marvel dengan cepat berbalik untuk menjawab pertanyaan dari pelayan Resto, namun yang terjadi adalah keduanya saling tatap dan terjadi keheningan beberapa saat pada keduanya.


Ada perasaan senang karena bisa bertemu dengan Marvel lagi, juga ada perasaan kecewa karena Marvel sekarang bertemu dengan wanita lain. Padahal pelayan ini jelas bukan siapa-siapa Marvel, hanya saja dirinya merasa sakit hati yabg mendalam ketika melihat Marvel yang saat ini sudah bersama wanita lain. Perasaan yang sungguh aneh.


Tentu saja pelayan ini mengira Mila adalah pacar Marvel, karena memang kecantikan Mila mengalahkan umurnya dan wajahnya terlihat masih remaja juga. Ini juga termasuk yang membuat Marvel tergila-gila padanya.


Mila yang melihat adegan ini hanya bisa memandang keduanya dengan tatapan aneh.


"Hey! kenapa hanya saling tatap!" ucap Mila membuyarkan keheningan di antara keduanya.


"Ah, iya maaf...." ucap pelayan menjawab pertanyaan Mila.


'jadi pria keren ini kesini untuk bertemu dengan kekasihnya,' batin pelayan dengan perasaan kecewa.


Marvel sendiri masih diam belum menanggapi pelayan yang tadi sempat mengejarnya di luar tersebut.


"Kamu biasa saja bicaranya, tidak usah lemas begitu, apakah pria ini pernah menyakitimu, sampai kamu sepertinya kecewa saat melihatnya?" tanya Mila penuh selidik.


"Ah, jangan ngaco deh, bagaimana aku bisa menyakitinya, aku saja baru bertemu denganya di luar tadi," sahut Marvel memotong pertanyaan Mila. Marvel tentu takut jika sampai nanti Mila akan salah paham denganya.


Gadis pelayan ini hanya diam karena takut jika sampai salam bicara.


"Ohhh, bertemu diluar? atau jangan-jangan tadi kamu yang membuat keributan diluar itu? apakah benar Vel?" tanya Mila bertanya seraya menyipitkan matanya.


"Jadi kalian sudah saling bertemu?" tambah Mila dengan nada sinisnya.


"Kalau bertanya satu-satu, oke!" keluh Marvel seraya menyunggingkan bibirnya.


"Kenapa? tidak bisa jawab? atau memang semuanya benar dan kalian juga sudah saling bertemu? sengaja bertemu atau bagaimana?" ucap Mila dengan berbagai pertanyaan tajam untuk Marvel.


Mendengar perdebatan antara Mila dan Marvel, membuat gadis pelayan tadi tak enak hati, dirinya akan sangat tidak nyaman bila terjadi kesalah pahaman antara Marvel juga Mila, dan ini diakibatkan oleh dirinya.

__ADS_1


"Emmm, maaf tidak begitu, kami hanya tidak sengaja bertemu," ucap pelayan dengan cepat memotong perdebatan Marvel dan Mila.


"Kamu tidak usah membelanya," tukas Mila seraya melirik pelayan. Pelayan hanya menjawab dengan anggukan dan tidak berani mengeluarkan suara.


"Jadi Marvel, jawab pertanyaanku!" desak Mila dengan menyipitkan matanya. Sebenarnya Mila tidak serius, dan hanya berpura-pura marah saja, lagian mau Marvel pacar siapapun juga bukan urusanya. Setidaknya untuk saat ini.


"Ya mau dijawab bagaimana? kan wanita ini sudah menjawabnya," jawab Marvel dengan pasrah.


"Hah, baiklah kalian mungkin sudah besekongkol, tapi aku sendiri yang akan menyelidikinya," ucap Mila dengan menyilangkan tangan di dadanya.


"Ya terserah anda saja," jawab Marvel masih pasrah seperti tadi sebelum menatap pelayan dan memesan makanan untuk dirinya sendiri. Ya karena saat ini Mila tidak ingin makan lagi. Selesai membuat pesanan, Marvel langsung meminta pelayan untuk membuat pesananya dengan cepat. Pelayanpun langsung menjalankan perintah dari Marvel, karena tidak mau membuat pria keren ini menunggu pesanan terlalu lama juga.


Kembali ke Marvel dan Mila, saat ini keduanya hanya diam tanpa kata. Marvel sendiri tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana, karena Marvel menduga bahwa Mila mungkin marah.


Namun berbeda dengan Mila yang sengaja pura-pura marah dan berharap Marvel akan membatalkan perjodohan ini.


"Hey kalian disini!"


Sebuah suara yang sangat familiar terdengar dan membuyarkan keheningan Marvel dan Mila. Tentu Marvel sangat mengenal suara tersebut.


"Om Bisma?"


"Ayah?"


ucap Marvel dan Mila secara bersamaan setelah mengalihkan pandangan kearah darangnya suara, karena keduanya memang benar-benar tidak menyangka bahwa Bisma akan datang kesana juga.


"Iya ini aku, siapa lagi kalau bukan aku," jawab Bisma dengan senyuman semangat seraya berjalan mendekat kearah keduanya.


"Jadi apakah kalian tidak akan membiarkanku duduk?" tanya Bisma pada keduanya, karena saat ini memang Bima masih berdiri.


"Eh ya maaf Om, silahkan duduk!" ucap Marvel yang salah tingkah, karena memang dirinya tidak menyangka akan bertemu dengan Bisma disini. Itu karena Marvel tidak bicara dengan Papinya bahwa akan bertemu Mila di tempat ini tentunya.


"Iya silahkan duduk Pi," tambah Mila dengan lembut.


"Ya baiklah, sekarang aku dudu karena sudah di perbolehkan," ucap Bisma sebelum mengambil kursi untuk duduk.


"Bagaimana bisa Papi tahu jika Mila disini?" tanya Mila secara langsung setelah Bisma duduk.


"Apakah pantas bertanya sebelum memesankan minum untuk Papinya?" ucap Bisma bertanya balik.

__ADS_1


"Ah maaf Pi, hehe," jawab Mila seraya menjulurkan lidahnya sedikit, sebelum mencari pelayan dan melambaikan tanganya agar pelayan mendekat.


__ADS_2