Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Raihan yang sebenarnya terungkap


__ADS_3

kamu sudah berjanji sama ayah , jika kamu tidak akan mengulangi lagi masuk geng motor dan tidak akan lagi yang namanya kelahi atau tauran , kamu sayang nyawa lah Rai , bukan kamu saja yang rugi , kami semua juga ikut sangat rugi karena kehilangan dirimu nak " ucap sang ayah yang semakin membuat Raihan kesal karena dia sedari tadi ingin berbicara tapi selalu dipotong oleh ayah dan ibu nya


" apa kamu pernah ikut ikutan seperti itu Rai ?? tanya pak Tandi yang juga kaget mendengar ucapan ayah dan ibu Raihan


" iya pa , tapi itu hanya masa lalu " jawab Raihan


" masa lalu tapi kenapa kamu melakukan lagi Raihan " ucap Ibu nya


" astaga , coba diam dulu , Rai tidak bisa jelasin kalau kalian tidak memberikan kesempatan buat ku untuk mengatakan nya " ucap Raihan


" apa benar kamu ikut geng motor lagi Rai ?? tanya ayah nya dengan suara yang sudah tegas


" Raihan sudah berjanji bukan yah , kalau Raihan tidak akan gabung dalam geng motor lagian geng motor Raihan sudah bubar , Raihan sudah bubarkan yah , lagian Motor ku sudah ayah jual bukan karena tidak ingin jika Raihan ikutan lagi , memang benar yah kalau Raihan habis berkelahi tapi Raihan melakukan nya karena orang itu membuat ku muak " ucap Raihan

__ADS_1


" cerita kan dengan jelas Rai , jangan membuat ku bertanya lagi " ucap ayah nya tegas


" Raihan habis melampiaskan kesedihan ku kepada orang yang membuat ku seperti ini , bukan aku saja , bisa saja kita semua Yang ada disini yang merasa sedih , itu semua membuat ku muak dan memberikan pelajaran kepada orang yang menjadi pemicu kesedihan kita " ucap Raihan yang membuat sang kakak langsung menoleh ke arah nya dengan tatapan mata serius


" Iya benar kak " ucap Raihan tersenyum kecut saat melihat kakak nya menatap nya seperti meminta penjelasan


" apa maksud ucapan mu Rai , apa ada yang membuat putra ku kecelakaan ?? tanya pak Tandi Dengan rahang yang sudah mengeras


" bukan begitu pa , Raihan hanya bilang jika orang itu hanya pemicu " jawab Raihan lalu berdiri


" apa kita belum bisa masuk ?? tanya Raihan menunjuk ke arah UGD


" masuk lah nak , kami semua sudah masuk " jawab mama Zai dan di angguki oleh Raihan

__ADS_1


Raihan mulai melangkah masuk dan melihat orang yang selalu bersamanya serta Dafa dan Aska sedang tidak berdaya di sana , air mata Raihan seketika Jatuh begitu saja , dia tidak pernah membayangkan orang yang membuat nya belajar arti dari kehidupan kini sudah tak bisa di ajak berbicara


Raihan baru kali ini merasa sangat sedih , Raihan memperhatikan wajah Zaidan yang begitu pucat dan beberapa goresan luka kecil di wajah nya , dan berbagai alat medis yang menempel di tubuhnya


" Zai kenapa bisa seperti ini , kita baru saja lulus , kita baru saja berpisah dengan pelajaran yang selalu membuat kita bolos , apa kamu tidak ingin lagi merasakan hal yang lebih dari itu , dan juga apa kamu tidak ingin menggendong bayi kalian , apa kamu tau Rai aku sama sekali tidak percaya jika aku akan segera di panggil uncle tampan oleh anak mu dan kakak ku , aku berharap kamu bisa cepat pulih Zai , aku akan lebih mandiri dari kemarin kemarin " ucap Raihan menghapus air mata nya


dan kembali melanjutkan ucapannya


" jika saja kamu mendengar ini Zai , entah mau marah atau tidak , aku sudah memberikan pelajaran kepada pak Fadli tapi jujur aku masih semakin belum puas setelah melihat mu seperti ini ,dia juga harus merasakan hal yang sama " lanjut Raihan


" bangun lah Rai , aku akan setia menjadi babu mu jika itu yang membuat mu bisa sadar , aku juga merasa sakit melihat mu apalagi melihat kakak ku yang sedang hamil dalam keadaan sangat terpukul dan merasa bersalah " ucap Raihan


" aku sudah mengikhlaskan mobilku , bangunlah kamu tidak usah mengganti nya , aku tau kamu hanya pura pura saja tidur karena tidak ingin mengganti mobilku bukan " ucap Raihan tapi air matanya tidak bisa di ajak kompromi

__ADS_1


lama Raihan diam memandang Zai yang tak berdaya , rahangnya kembali mengeras


" tenang lah aku akan kembali lagi Zai , aku juga akan memperlihatkan mu guru yang membuat mu seperti ini merasakan hal yang sama bahkan lebih dari mu , aku akan bersedia di penjara atau pun nyawaku yang akan jadi taruhannya , tunggu saja berita kematian nya besok " ucap Raihan melangkah keluar seraya menghapus air matanya


__ADS_2