Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
kenyataan pahit


__ADS_3

" mama tidak menangis pa , lihat mama senyum , mama tidak tau kenapa air mata mama terus keluar padahal tidak terjadi apa apa kan pa " ucap mama Zai dengan senyuman yang dipaksakan tapi air matanya tak bisa berhenti yang semakin membuat suami nya bingung dengan arah pembicaraan


" ahhhhhhhhgg , ITU BUKAN ANAK KU U U U U " TERIAK BU Alma memeluk suaminya


" ma tenangkan pikiran mama dan cerita apa yabg terjadi sama papa , kenapa anak kita hum ?? tanya Suami nya mengelus punggung istri nya lembut


" Sayang , Zaidan kamu dimana " ucap Aliya yang sudah duduk membuat pandangan mama Zai dan papa Zai mengarah kepada nya


" kamu sudah sadar nak " ucap pak Tandi melepaskan pelukannya tapi Aliya bukan nya menjawab malah menangis histeris


" mas , mas , Zaidan pa , Zaidan kecelakaan hiks..hiks..hiks.." ucap Aliya berusaha berdiri dan berlari keluar membuat papa Zai yang tadi syok berusaha tenang , pak Tandi yang melihat menantunya berlari keluar langsung mengejar nya dan membiarkan istrinya sendirian


mama Zaidan juga segera berlari keluar dengan air mata yang tak ada hentinya

__ADS_1


" Aliya tunggu nak ,tunggu " ucap pak Tandi menahan Aliya yang hendak naik mobil


" lepas pa , suamiku di rumah sakit ,dia butuh aku hiks..hiks..." ucap Aliya semakin histeris


" tapi suamiku pasti marah sama aku pa hiks.hiks.." ucap Aliya dan papa Zai berusaha menenangkan menantu nya walaupun hati nya juga sudah menangis


" tidak nak , Zaidan baik baik saja , dia tidak akan marah kepada mu , jadi tenang kan dirimu ya kita berangkat ke rumah sakit " ucap pak Tandi yang membuat Aliya berusaha menahan air mata nya namun sia sia , air matanya tidak bisa berhenti Keluar


Aliya yang melihat kedatangan mama Zai langsung memeluk nya dengan tangisan yang semakin pecah , begitu pun dengan Bu Alma


" ini bukan salah siapa siapa , Allah sudah memutuskan jalan terbaik ,jadi kita hanya bisa bersabar menerima nya nak " ucap Bu Alma berusaha membuat menantunya agar tidak merasa bersalah


" tapi ini tetap salah Aliya ma hiks..hiks.." ucap Aliya

__ADS_1


" sudah ya nak , ayo kita naik mobil dan berangkat melihat Zai , Zai anak nya kuat dia tidak mungkin merasa sakit mungkin sekarang dia hanya santai santai saja berbaring " ucap mama nya Zai melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Aliya dengan ibu jari nya walaupun diri nya sendiri masih terus menangis


" ayo pa kita berangkat " ucap mama Zai dan di angguki oleh suami nya


" tunggu dulu ma ,papa masuk ngambil kunci mobil " ucap pak Tandi dan dengan segera dia berlari masuk dan tak lama dia kembali


mereka langsung melajukan mobilnya ke arah rumah sakit , Aliya yang di belakang tak henti hentinya menangis beberapa kali Aliya menyalahkan dirinya sendiri, berbicara dengan dirinya mengatai dirinya bodoh


" Aliya sudah buat suami nya Sendiri kecelakaan , sungguh bodoh jadi seorang istri , Zaidan pasti marah dengan mu , " ucap Aliya yang membuat papa Zai tanpa sadar menitikkan air mata nya yang sudah sedari tadi ditahan tahannya


" AKU PENJAHAT , aku penjahat ma , hiks..hiks " ucap lagi Aliya


" sayang , mama sudah bilang ini bukan salah siapa siapa , Allah sudah berkehendak jadi akan terjadi , ini semua adalah cobaan dari Allah nak buat keluarga kita , mungkin kita telah membuat Dosa yang amat besar tanpa kita sadari dan Allah memberikan kita sebuah peringatan " ucap Mama Zai yang semakin membuat Aliya menangis

__ADS_1


" nak , kamu jangan terlalu menyalakan dirimu , kamu bisa saja akan ikut sakit nanti jadi tenang lah " ucap pak Tandi


" biarkan saja Aliya sakit , jika perlu Aliya ingin menggantikan posisi Zai saat ini , aku yang membuat nya seperti ini " ucap Aliya yang terus menyalakan dirinya


__ADS_2