Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Bab 17


__ADS_3

Tak terasa malam pengantin keduanya berakhir dengan keringat deras membasahi seluruh tubuh dari kedua pengantin baru ini.


Saat ini Marvel benar-benar telah meluluhkan dan memiliki tubuh **** Mila seutuhnya. Dirinya benar-benar dibuat puas oleh istrinya. Milapun juga demikian, dibuat puas oleh Marvel. Walaupun pertama sedikit terasa sakit, karena jelas Mila masih gadis. Namun setelah lama Marvel menggempurnya, Mila akhirnya merasakan kenikmatan surga dunia.


"Kamu bilang kamu baru pertama melakukanya, tapi sepertinya sudah sangat ahli, bahkan sampai membuatku kuwalahan seperti ini," keluh Mila dengan senyum kecut saat menuduh Marvel. Dirinya bicara seperti itu hanya karena ingin tahu yang sebenarnya tentang Marvel, apakah Marvel masih perjaka atau tidak. Jila soal kepuasan tadi, tentu saja jelas Mila sangat puas. Sebenarnya Mila juga ingin melakukanya lagi, namun Marvel sendiri sudah lemas. Mungkin karena ini memang pertama kalinya untuk Marvel melakukan hal semacam ini.


Saat ini Marvel dan Mila masih berpelukan tanpa mengenakan pakaian sedikitpun dan tubuh keduanya hanya ditutup oleh selimut saja. Saat ini pakaian keduanya juga masih berserakan di lantai kamar.


"Aku serius dan tidak bohong bahwa ini yang pertama kali untuku, mungkin karena aku sudah terlalu lama memendam perasaan ini untukmu, jadi ya mungkin aku bisa membuatmu kuwalahan," jawab Marvel mengelak tuduhan Mila. Mavel benar-benar tidak mengetahui bahwa sebenarnya Mila yang masih ingin mengulanginya lagi.


Mila sendiri sebenarnya cukup senang dengan jawaban Marvel, karena itu artinya Mila juga mendapatkan keperjakaan Marvel, begitupun dirinya memberikan keperawananya untuk Marvel.


"Ah masa?" tanya Mila dengan pura-pura penuh selidik saat menyipitkan mata.


"Serius sayang," jawab Marvel yakin, karena memang jelas dirinya tidak berbohong.


"Lalu dengan Celsea, kamu pernah melakukan apa saja? secara gitu, anak jaman sekarang selalu melakukan hal gila hanya dalam masa pacaranya," tanya Mila masih pura-pura belum mempercayai Marvel.


"Celsea? ya biasa saja, kami sungguh tidak pernah berbuat hal seperti tadi juga, sudahlah tidak usah bahas Celsea, lagian juga mungkin aku akan segera memutuskan hubungan kami," jawab Marvel jujur. Setelah percintaan dengan Mila tadi, hati Marvel sepenuhnya sudah diberikan pada Mila.


"Apa? apakah kamu tega memutuskan gadis itu?" tanya Mila seraya menatap Marvel dengan tatapan tak percaya. Dirinya merasa tak enak hati karena merebut Marvel dari Celsea, muridnya sendiri.


"Ya harus tega, memangnya kamu mau punya suami yang juga memiliki pacar?" jelas Marvel seraya bertanya balik pada Mila.


"Emmmm, ya tidak lah... siapapun pasti tidak akan rela di begitukan," jawab Mila dengan memanyunkan bibir bawahnya. Walaupun bicara seperti itu, tapi hati kecil Mila masih merasa tak enak dengan Celsea. Mila berfikir, bagaimana seandainya kedepanya di ketahui Celsea. Apakah Celsea akan marah padanya, atau mungkin akan menuduhnya sebagai pelakor, Mila benar-benar tidak dapat membayangkanya.


"Nah itu kamu sendiri tak mau, jadi sudah di putuskan bahwa aku tetap harus memutuskan hubungan dengan Celsea," putus Marvel dengan jelas.


"Ya sih Vel, tapi apakah kamu yakin akan memutuskanya besok? apakah kamu tidak kasihan denganya?" tanya Mila dengan sedikit perasaan bersalah karena telah merebut kekasih orang lain.


"Emmmm sebenarnya aku kasihan juga sih, tapi mau bagaimanapun aku sudah beristri sekarang, dan aku harus setia dengan istriku kan pastinya?" jelas Marvel seraya bertanya balik.


"Ya harus Vel, tapii..... emmmmm, bagaimana kalau begini saja Vel," ucapan Mila berhenti sebelum melanjutkan, "kamu perlahan menjauh dari Celsea, jangan langsung di putusin begitu saja, lagian juga kalau sampai di putusin begitu saja dan Celsea bertanya alasanya, kamu mau jawab apa? tidak mungkin kan kamu akan bilang padanya bahwa kamu sudah menikah, dan menikah denganku? mendingan menjauh sedikit demi sedikit saja kan Vel?, bagaimana menurutmu?" jelas Mila memberikan ide, saat kembali menatap wajah suaminya. Karena Tadi Mila membenamkan wajahnya di dada bidang Marvel.


Mendengar ide dari Mila, Marvel berfikir seraya merenungkanya sendiri, sebelum menjawab, "Ya kita lihat saja besok lah, sekarang bagaimana kalau kita tidur, aku sudah lelah dan mulai mengantuk akibat permainan kita tadi,"


"Hehehe, benar juga Vel, aku juga mengantuk," kekeh Mila sebelum melanjutkan, "Kamu ini masih SMA tapi pinter ya buat seorang guru merasa nyaman," tambah Mila seraya terkekeh.


"Ya harus, kan aku memang sudah mengincar guruku," jawab Marvel dengan percaya diri.

__ADS_1


"Iya deh, yasudah ayo tidur sayang," ajak Mila seraya kembali mengeratkan pelukanya pada Marvel dan membenamkan kepalanya di dada bidang Marvel.


"Baiklah, selamat tidur sayangku," sahut Marvel sebelum mengecup kening istrinya dan memejamkan mata.


Mila sendiri hanya bisa tersenyum sendiri menikmati kecupan Marvel.


Drrtttt....drrttt....


Racunnnn.... Racunnnn....


Racunnnn.... Racunnnn....


Wanita Racun dunia....


Karna dia, lupakan semua....


Saat Marvel hampir terlelap, tiba-tiba ponselnya berdering dan itu sangat mengganggunya. Mila juga kembali kembuka matanya karena kaget.


"Apaan sih Vel ponselmu itu bikin kaget aja," keluh Mila dengan nada kesal.


"Itu sepertinya ada yang menelfon," jawab Marvel menjelaskan.


"Iya iya," jawab Marvel yang dengan cepat langsung menyambar ponselnya.


"Apa, Celsea?" seru Marvel dengan nada terkejut saat menatap ponselnya.


"Apa? Celsea?" sahut Mila dengan langsung membulatkan matanya karena terkejut.


"Iya, bagaimana ini?" lirih Marvel seraya meminta saran.


"Emmmm, angkat saja Vel, aku akan diam deh," jawab Mila menyarankan.


"Ya baiklah," jawab Marvel pelan juga pasrah sebelum mengangkat panggilan tersebut.


> Ah iya, halo Celsea?" sapa Marvel langsung setelah mengangkat panggilan dari Celsea, Marvel juga sengaja mengeraskan suara panggilan, agar Mila mendengar pembicaraanya dengan Celsea. Karena Marvel tidak ingin menutupi apapun dari istrinya tersebut.


> Sayang? darimana saja kamu? sampai jam segini belum menghubungi aku? apakah kamu sudah melupakan aku? atau sudah ada wanita lain disana? kenapa sekarang kamu memanggilku hanya dengan sebutan nama? apakah kamu benar-benar sudah tidak sayang lagi sama aku?" ucap Celsea dengan penuh selidik saat memberondong berbagai pertanyaan untuk Marvel. Bahkan sebelum Marvel bisa menjawab salah satunya.


Marvel sendiri hanya bisa termenung karena dirinya sekarang dalam dilema juga bingung harus menjawab apa. Akhirnya Marvel menutup saluran suara pada ponsel sebelum menatap istrinya, untuk meminta saran padanya.

__ADS_1


"Bagaimana ini sekarang? apa yang harus aku katakan?" tanya Marvel ke Mila dengan nada bingung.


> Vel, kenapa kamu diam? apakah semua yang aku katakan tadi benar? kamu sudah ada wanita lain? dan sekarang kamu juga sudah tidak sayang lagi sama aku?" selidik Celsea karena tidak mendapatkan jawaban dari Marvel setelah dirinya diam dan menunggu beberapa saat tadi.


"Bilang saja ke dia, kalau saat ini kamu capek dan mengantuk, untuk masalah ini suruh dia untuk membicarakan besok di sekolah!" bisik Mila memberikan saran untuk Marvel.


Mendengar saran dari Mila membuat Marvel sedikit lega.


"Ya baiklah, benar juga yang kamu katakan," jawab Marvel dengan pelan, karena tak mau sampai Celsea mendengarnya.


> Mohon maaf sebelumnya, kamu kan ngerti sendiri tadi aku habis mengerjakan tugas dari Papi, jadi sekarang aku benar-benar capek dan butuh istirahat, kita bicara besok saja ya disekolah!" jawab Marvel dengan nada pelan dan dibuat sedikit suara capek juga mengantuk, tentu agar Celsea tidak curiga padanya.


> Baik Vel, tapi sebentar ya.... tolong jawab dengan jujur! kamu masih sayang sama aku gak?" tanya Celsea dengan penuh harap.


Marvel sekarang benar-benar bingung harus menjawab apa, karena seluruh hatinya sudah diberikan kepada Mila. Tentu saja sekarang sudah tidak ada lagi Celsea di hatinya. Namun apakah Marvel tega jika langsung bicara seperti itu pada Celsea. Celsea juga pernah ada dalam hidupnya, juga tidak sebentar Celsea bersama dengan Marvel. Akhirnya Marvel kembali menutup saluran suara ponsel sebelum menatap Mila seolah meminta saran lagi.


Mila yang mengetahui maksut dari suaminya, langsung memikirkan sesuatu yang akan membantunya.


"Katakan saja...kamu masih sayang Vel, ya daripada nanti Celsea bertanya kepanjangan dan tak habis-habis," bisik Mila memberikan saran.


Marvel hanya mengangguk seraya melepas genggamanya pada saluran suara ponselnya.


> Tentu saja aku masih sayang sama kamu, yasudah kalau begitu aku mau tidur dulu ya, aku terlalu mengantuk dan lelah hari ini," jawab Marvel dengan suara yang dibuat serak juga lemas.


> Hehehe iya Vel, aku juga sayang banget sama kamu... yasudah selamat beristirahat sayangku... emuah.... sampai besok ya sayang,." ucap Celsea dengan perasaan sedikit lega dan senang, karena Marvel sudah mengatakan yang ingin Celsea dengarkan.


> Iya, sampai besok," jawab Marvel singkat sebelum langsung memutuskan panggilan sepihak.


Marvel kemudian menghela nafas panjang sebelum mengeluarkanya perlahan, seolah lega setelah melakukan sebuah peperangan dan dirinya yang telah menang.


Marvel dan Mila memutuskan untuk tidur dan membahas masalah ini besok pagi, karena keduanya memang sudah sangat mengantuk.


****


Ditempat lain disebuah kamar hotel yang tidak terlalu mewah saat ini seorang gadis remaja baru saja meletakan ponselnya di sebelah ranjang.


Terlihat gadis ini seperti sedikit kecewa dan putus asa setelah panggilan telefon, karena dirinya sekarang lemas.


"Tidak usah di fikirkan, masih ada aku yang akan selalu bersamamu," ucap seorang pria pada remaja ini, karena dirinya melihat gadis inu seperti lemas dan kurang bersemangat setelah panggilan telefon barusan.

__ADS_1


__ADS_2