Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Bab 44


__ADS_3

"Oh mobilku... sudah di jual sama Papi, mungkin nanti akan di belikan lagi sama Papi," jawab Marvel sedikit bohong, saat menjelaskan.


"Oh begitu ya,. terus sementara,. kamu naik taxi terus kesekolahnya?" tanya Celsea menebak.


"Ya mungkin Cel," jawab Marvel dengan senyuman.


"Emmm, Vel... nanti siang kita jalan bareng ya! naik taxi juga tak apa, atau jalan kaki juga tak apa kok," pinta Celsea seraya menggigit sedikit bibir bawahnya dengan penuh harap.


"Aku belum bisa menjawabnya sekarang Cel, karena sekarang banyak banget tugas yang papi berikan padaku,.. aku juga disuruh untuk memulai belajar berbisnis, jadi mungkin untuk sementara waktu, aku akan sangat sibuk," jawab Marvel mencoba menjelaskan dengan sedikit berbohong.


"Yahhh, kok gitu sihhh... padahal aku sudah kangen banget Vel untuk jalan berdua... tapi jika kamu memang sedang sibuk ya tidak apa deh, lagian kamu sekarang sedang belajar berbisnis kan? semoga sukses ya dengan bisnisnya! ya biar nanti kamu bisa segera halalin aku, munkin setelah kamu sukses hehe," ucap Celsea dengan sedikit terkekeh.


"Hehe, iya Cel semoga saja, terimakasih ya untuk do'anya," jawab Marvel dengan perasaan haru. Dalam hatinya, Marvel benar-benar merasa sangat kasihan pada gadis ini. Karena jelas dirinya telah berbohong dan mungkin memberikan sebuah harapan palsu pada Celsea. Namun apa yang bisa dilakukan Marvel? jelas dirinya tidak mungkin untuk memberitahukan Celsea bahwa dirinya saat ini telah menikah dengan Bu Mila. Atau semuanya bisa kacau, jika pernikahanya dengan Mila sampai di ketahui publik.


"Hehe iya Vel," jawab Celsea dengan tersenyum bahagia.


"Kalian ini bicara berdua saja, memangnya tidak lihat aku ada disini ya!" sahut Anisa menyindir dengan sinis.


"Ohhh masih ada orang, kukira patung," ledek Celsea sebelum menjulurkan sedikit lidahnya.


"Ah apa?? yasudah aku masuk aja deh, daripada hanya di anggap patung disini," ucap Anisa dengan pura-pura kesal.


"Wihhhh, Vel... ada yang lagi ngambek lo," ucap Celsea saat meledek Anisa.


"Terus, terus, ledekin saja terus," sahut Anisa dengan menyipitkan mata.


"Hehehe... kalian ini ya...," kekeh Marvel setelah melihat dua wanita ini saling ledek.


Tak berselang lama saat ketiga anak ini masih mengobrol dan bercanda, datanglah Mila dengan Lamborghininya. Mila bisa merasakan dadanya sedikit sesak saat melihat Marvel bercanda seperti ini dengan Celsea. Mila membayangkan, seandainya dirinyalah yang saat ini bercanda dengan Marvel. Mungkin akan sangat menyenangkan hati dan perasaanya. Namun sayang sekali, itu hanya bisa menjadi angan-angan Mila saja. Karena dirinya sendiri yang meminta Marvel untuk menyembunyikan pernikahanya.


Tot..tot...


Mila membunyikan klakson mobil tepat di belakang Marvel. Dan itu membuat Marvel terlihat sangat kaget saat dirinya hampir melompat.


"Bu Mila?" sapa Celsea dan Anisa hampir bersamaan dengan setwngah berteriak. Karena memang saat ini keduanya juga kaget.


"Ahhhh,... Bu Mila..," Marvel sendiri hanya bisa menunjukan sedikit giginya dan menggangguk kearah Mila dengan tampang tidak merasa bersalah.


Melihat tampang suaminya ini, membuat hati Mila semakin kesal dan panas. Karena sedang kesal dengan Marvel. Mila kemudian menurunkan kaca mobilnya sedikit saat melirik Marvel dengan tajam.

__ADS_1


"Kalau mengobrol jangan di jalan!" ucap Mila dengan nada ketus.


"Ah.. iya Bu, maaf," jawab Celsea menyahut pelan, dengan perasaan bersalah.


"Ya Bu," Marvel sendiri menjawab dengan tersenyum kecut. Karena Marvel sudah sadar setelah melihat tatapan mila padanya Marvel sangat sadar jika saat ini Mila sedang kesal padanya. Marvel merasa, bahw Mila kesal akibat Marvel tadi bercanda dengan Celsea. Mungkin hal itu membuat Mila cemburu padanya.


Tak berkata apa-apa lagi pada ketiga anak ini, Mila langsung membuang muka kearah depan dan tidak menatap Marvel sekali pun. Dengan perasaan kesal tadi, Mila lamgsung menginjak pedal gas mobil dengan keras.


VROMMMM.....


"Astaga...," lirih Marvel saat mengelus dada bidangnya dengan tersenyum kecut.


Tanpa menanggapi ketiga anak ini, Mila langsung saja berlalu meninggalkan ketiganya dengan wajah yang ditekuk, tanpa memberikan sapaan sama sekali.


"Kenapa ya dengan Bu Mila? sepertinya beliau sedang tidak baik-baik saja," tanya Anisa dengan perasaan bingung.


"Mungkin dia sedang PMS, mangkanya wajahnya di tekuk begitu," jawab Marvel asal.


"Ah kamu ini Vel, ngaco aja... memangnya kamu tahu tanggal datang bulan Bu Mila? hahaha pasti tidak kan?" tanya Anisa dengan sedikit terkekeh.


"Ya tentu saja tidak, aku kan hanya menebak, .. biasanya Celsea juga begitu kalau sedang PMS," jawab Marvel dengan sedikit menunjukan giginya ke arah Celsea.


"Loh Loh, kok bawa-bawa namaku segala sih! aku kan tidak tahu apa-apa," keluh Celsea dengan memgerucutkan bibirnya.


"Hehe maaf deh jika aku pernah seperti itu," jawab Celsea dengan sedikit terkekeh saat merasa bersalah.


"Bukan hanya pernah, tapi sudah sering," ucap Marvel masih enggan untuk kalah.


"Hey sudah-sudah... kamu ini ya Vel, tidak mengalah sama sekali dengan seorang gadis, mungkin kamu yang sedang PMS," kekeh Anisa dengan sedikit menggoda.


"Loh kok malah aku yang PMS?" tanya Marvel seperti tak terima.


"Sudahlah sudah, ini sudah jam 7 lebih, mendingan kita masuk ayo!" ajak Celsea pada keduanya saat menyahut.


"Ah benar juga yang kamu katakan Cel, ayo masuk!," jawab Anisa setuju.


"Ya baiklah,.." sahut Marvel setuju juga.


Akhirnya ketiga anak ini masuk kedalam sekolah, Marvel sendiri berjalan kaki, sedangkan Celsea dan Anisa naik motor berdua.

__ADS_1


Marvel tidak sadar, jika saat ini Mila sedang berjalan ke arahnya dengan tatapan tajam dan hati yang kesal juga.


'Dasar lelaki uhhhh, buaya semua... bukan langsung masuk kedalam sekolah setelah melihatku tadi, namun malah masih asik berpacaran! ahhhh Marvel awas saja kamu,' batin Mila sangat kesal. Sepertinya Bu Mila memang sedang cemburu buta pada muridnya ini.


"Marvel! datang ke kantorku sekarang!" seru Mila, setelah dirinya cukup dekat dengan Mila.


Mendengar seruan Mila, Marvel sendiri langsung mengalihkan pandangan kesumber suaranya. Betapa terkejutnya Marvel setelah melihat tatapan membunuh dari Mila.


'Gawat-gawat, bisa mati aku,' batin Marvel merasa khawatir.


"Ah apa? kenapa sekarang Bu, ini sudah hampir jam masuk kelas! Nanti saja kenapa Bu? misal jam istirahat gitu," jawab Marvel beralasan.


"Jangan membantah Marvel! aku gurumu, ingat!" ketus Mila dengan nada memaksa.


"Huh, iyaiya .... ," jawab Marvel dengan pasrah saat tersenyum kecut pada Mila.


'Huhhhh sabar-sabar.... punya istri pencemburu berat, memang harus sabar,' batin Marvel saat mencoba menenangkan diri.


Mila sendiri langsung berbalik, setelah mendapatkan jawaban setuju dari Marvel. Setelah berbalik, ada senyum tipis di wajahnya, dalam arti Mila merasa sedikit senang bisa memaksa Marvel untuk datang ke kantornya.


Marvel sendiri tidak bisa berbuat apa-apa, dan hanya bisa mengikuti Mila dari belakang. Saat Mila sendiri berjalan dengan cepat kearah kantor guru.


Sampai di kantor guru, Mila langsung duduk di kursinya. Saat ini Mila sedikit beruntung membawa Marvel ke kentornya. Karena saat ini tidak ada seorang gurupun yang ada di kantor guru. Mungkin juga, Mila bisa berbicara sedikit lebih bebas dengan Marvel.


Marvel sendiri langsung duduk di depan meja di kantor guru tersebut, dan itu berhadapan dengan Mila.


"Siapa yang menyuruhmu duduk Vel?" tanya Mila dengan masih menekuk wajahnya.


"Hemmm? tidak ada... ya baiklah-baiklah aku tidak akan duduk," jawab Marvel dengan tersenyum kecut saat dirinya langsung berdiri kembali.


"Sekarang siapa yang menyuruhmu berdiri?" tanya Mila yang juga sudah menahan tawa.


"Bu Mila yang cantik, duduk tidak boleh, sekarang berdiri tidak boleh, terus aku ini disuruh gimana?" Jawab Marvel balik bertanya.


"Memangnya siapa yang bilang kalau kamu tak boleh duduk dan berdiri?" jawab Mila bertanya kembali.


"Ah apa? ya ampunnnn...," jawab Marvel dengan perasaan mulai sedikit kesal. Namun ia tahan dengan bernafas cepat beberapa kali.


"Aku kan hanya bertanya, bukan melarangmu untuk duduk atau berdiri," ucap Mila tanpa merasa bersalah.

__ADS_1


"Hemmmm, iya sudah iya... wanita memang selalu menang," jawab Marvel dengan tersenyum kecut.


'Hihihi, uhhh kenapa sih Vel kamu ini lucu banget, jadi gemas deh aku,' batin Mila dengan penuh semangat.


__ADS_2