
" mas geli " ucap Aliya dengan senyuman manisnya dia sedang bermain di taman bunga bersama suaminya , Suami nya menggelitik nya hingga membuat Aliya tak bisa menahan tawa nya
Aliya kemudian berlari untuk menghindar dari suaminya , tawa mereka berdua terus terdengar di taman bunga yang sangat indah tersebut
" ayo tangkap aku kalau bisa " ucap Aliya menjulurkan lidahnya ke arah Zai yang semakin membuat Zai gemes
Zai sangat tampan menggunakan baju serba putih ditambah lagi angin yang membuat rambut nya berantakan yang semakin membuat nya tambah tampan di mata Aliya
Zai terus mengejar istri nya , langkah Zai lebih panjang dan cepat dari pada Aliya hingga tidak begitu sulit untuk menangkan istrinya
Zai memeluk nya dari belakang dan dengan sengaja Zai menjatuhkan diri mereka di tengah hamparan bunga bunga cantik
Aliya membalikkan badannya dan menatap suami nya yang sangat tampan menurutnya , Aliya mengelus rambut suaminya lembut kemudian dia mengambil setangkai bunga dan di pasangkan ke telinga suaminya yang membuat gelak tawa Aliya pecah melihat suaminya yang terlihat imut
" hahaha lihat kamu sangat imut " ucap Aliya mencubit hidung Suami nya
Zai Disana hanya tersenyum sepatah kata tidak ada keluar dari mulut nya
Zaidan berdiri dan merentangkan tangannya ke arah istri nya dan dengan senyuman manisnya Aliya meraih tangan suami nya
saat sudah berdiri Zai mencium bibir istri nya lalu berlari membuat tawa Aliya kembali pecah dan mengejarnya
__ADS_1
" ihh mas nakal , liat ya aku akan menarik bibir mu yang nakal itu jika aku mendapat kan mu " ucap Aliya dan mulai mengejar suaminya
cukup lama Aliya mengejar Zai tapi dia tidak bisa menyamai kecepatan suami nya , membuat nya duduk di bunga bunga tersebut
" mas aku capek " teriak Aliya ke arah suaminya tapi suaminya hanya menoleh dan tersenyum manis ke arah nya , Zaidan di sana terlihat melambai-lambai kan tangan nya
" mas gendong , aku capek " ucap Aliya dengan suara sangat manja tapi suaminya disana hanya tersenyum manis ke arah nya
" ihh aku marah Lo kalau kamu gak kesini gendong aku " ucap Aliya Dengan wajah yang cemberut
senyuman Aliya kembali kembang saat melihat suaminya sudah melangkah kembali ke arah nya
" jaga diri mu baik baik , aku mencintaimu " ucap Zai pelan kembali mencium kening istrinya
" mas kamu dimana " teriak Aliya
" jangan main main dong , aku marah lagi Li nanti " ucap lagi Aliya tapi masih belum mendapat jawaban
Aliya dengan wajah yang cemas mulai melangkah lurus ke depan sambil berteriak memanggil nama suaminya
" Zai sayang kamu dimana , aku gak suka Lo kamu main main seperti ini " ucap Aliya sedikit berteriak
__ADS_1
mata Aliya melihat seseorang yang memakai baju yang sama persis dengan suami nya dengan senyuman manis Aliya mengendap-endap ingin memeluk suami nya dari belakang seperti saat dirinya tadi di peluk dari belakang oleh Zai
tapi langkah Aliya berhenti saat melihat suaminya berbalik arah dan tersenyum manis ke arah nya
" yah aku ketahuan " ucap Aliya
Zai kembali berbalik arah dan melangkah ke depan , langkah demi langkah terlihat jelas di mata Aliya , Zai sudah menjauh dari sana hingga tiba tiba Zai hilang dari pandangan nya
" Zai " ucap Aliya berlari ke Tempat dimana suaminya berada tadi tapi tidak ada apa apa lagi Disana hanya ada bunga yang di pasangkan pada bagian atas telinga Zai
" mas " ucap lagi Aliya kembali mengarahkan pandangannya ke semua arah tapi tidak ada siapa siapa , taman bunga yang tadi tiba tiba berubah menjadi Padang rumput yang luas
hanya ada satu bunga yang tersisa yaitu bunga yang tadi di pasangkan ke Zai yang ada di tangan Aliya saat ini
" MASSS " Teriak Aliya
" MASSSSS " Teriak lagi Aliya dengan air mata yang sudah mengalir
" MASSSSSSS " teriak Aliya dan langsung bangun dari tidur nya , Aliya bersender di kepala kasur memegang kepalanya
" hanya mimpi " ucap Aliya mengatur nafasnya yang terengah-engah
__ADS_1
Tak terasa matahari sudah terbenam ,zai yang hendak berdiri melihat sepatu nya yang kembali kepada nya dibawa ombak kecil , zai hanya tersenyum miring melihat nya
" kamu sudah kubuang tapi kamu ternyata masih ingin digunakan oleh ku , benda saja ternyata punya perasaan apalagi diriku yang dibuat marah oleh istri ku , dia melanggar janjinya yang kesekian kalinya " ucap Zai berbicara sama sepatu nya