
"Baiklah, tidak apa jika kamu belum mempercayainya, aku akan segera menunjukanya padamu," ucap Marvel sebelum memgeluarkan kunci mobil yang berlogo dan bertuliskan Lamborghini dari sakunya.
Mila benar-benar dibuat kaget dan terpada saat melihat kunci mobil Marvel dengan logo dan bertuliskan Lamborghini tersebut. Mila dengan cepat menutup mulutnya untuk tidak berteriak dengan keras. Karena akan sangat memalukan jika sampai teriakanya di dengar orang lain di tempat rersebut.
Marvel sendiri hanya tersenyum setelah melihat bahwa istrinya tersebut terlihat kaget dan terpana. Marvel senyum-senyum sendiri karena merasa telah berhasil meluluhkan hati istrinya yanng biasanya sediki keras kepala tersebut. Kemudian Marvel dengan perlahan memencet tombol buka kunci pada kunci mobil tersebut.
Berbunyi....Berbunyi....
Keempat lampu Lamborghini yang tadi mati sekarang menyala secara bersama.
Kemudian hampir seketika mesin hidup dengan gemuruh rendah.
Pintu-pintu tidak di klik dan terbuka keatas.
Mobil itu tampak bersinar sangat terang, tubuhnya memancarkan kilau cahaya dari pantulan lampu di malam hari.
Seolah menunggu pemiliknya untuk datang mendekat. Marvel pun dengan santai berjalan mendekat kearah mobil tersebut. Sedangkan Mila hanya masih diam di tempatnya karena masih merasa syok dan benar-benar tidak menyangka bahwa mobil ini benar-benar milik Marvel ( suami kecilnya ).
"Silahkan masuk Ratuku!" goda Marvel pada Mila, setelah dirinya berada di sebelah pintu penumpang untuk mempersilahkan Mila masuk.
Ucapan Marvel dengan cepat membuyarkan lamunan Mila.
"Ahhhhh, iya...iya Velll, Velll apakah kamu serius?? mobil ini benar-benar milikmu?" tanya Mila dengan terbata-bata saat dirinya bertanya balik pada Marvel. Mila bahkan sampai beberapa kali menelan salivanya dengan susah payah.
"Ya tentu saja ini miliku, sebenarnya ini hadiah dari Papi karena aku bersedia dijodohkan dengamu," jelas Marvel sebelum melanjutkan, "Ayo masuk dulu, kita bicarakan nanti saja setelah kita sampai di Villa, hadiah dari pernikahan kita yang lainya," tambah Marvel dengan percaya diri, Marvel berani sepercaya diri ini karena melihat betapa terkejutnya Mila saat melihat bahwa mobil mewah ini benar-benar milik Marvel. Marvel bisa menebak bahwa mungkin mulai saat ini Mila bisa menerimanya menjadi suami yang sebenarnya.
"Ahhhh, yyayaya...." jawab Mila masih dengan nada terbata, dirinya benar-benar masih belum bisa mempercayai mata dan telinganya sendiri. Seolah semua ini terasa mimpi, bahwa dirinya mendengar seseorang merancau memiliki mobil semewah ini. Yang lebih membuatnya tak percaya adalah bahwa yang merancau adalah suami kecilnya.
Mila dengan perlahan berjalan dengan gemetar saat mendekat kearah Marvel dan mobil tersebut. Setelah cukup dekat, Mila dengan kagum memandangi mobil mewah ini dari atas kebawah, dari depan kebelakang.
"Ini....ini Lamborghini? benar-benar Lamborghini Vel?" tanya Mila disela kekagumanya pada mobil tersebut.
"Ya tentu saja ini Lamborghini, ayolah masuk! keburu malam nanti sampai di Villa," jawab Marvel mengajak Mila dengan tersenyum kecut.
"Ya, baiklah Vel," jawab Mila dengan anggukan sebelum menelan salivanya dengan susah payah kembali. Dirinya benar-benar masih belum dapat mempercayai yang di katakan Marvel.
'Marvel punya Lamborghini?' batin Mila yang masih enggan mempercayainya.
__ADS_1
Walaupun begitu, Mila tetap masuk kedalam kursi penumpang dengan tubuh yang masih bergetar dan perasaan yang syok.
Marvel segera menutup pintu penumpang setelah Mila masuk Mobil, dirinya dengan cepat juga memutari mobilnya dan masuk dari pintu pengemudi Mobil sebelum dengan santai menutup pintu kembali.
Vrom....Vrom...
Marvel menginjak pedal gas dua kali, dan terdengar erangan mobil mewah dengan sangat menawan.
"Marvel! kamu serius ini mobilmu?" tanya Mila kembali memastikan saat dirinya menatap Marvel, bahkan dirinya juga mencengkeram lengan Marvel, seolah meminta jawaban yang sebenarnya.
"Ya tentu saja ini mobilku, mana ada sewa mobil semewah ini di Kota kita," jawab Marvel dengan senyum kecutnya.
"Ahhhhh, ya benar juga yang kamu katakan," ucap Mila dengan mengganggukan kepala. Sekarang Mila malah terlihat bodoh di depan Marvel, seolah Mila telah lupa bahwa dirinya adalah seorang guru.
Marvel kemudian menginjak pedal gas dan meninggalkan Resto tadi saat langsung mengendarai mobilnya kearah alamat Villa yang sudah di sharelokasi lewat ponselnya oleh Yustian.
Mila sendiri saat ini masih terkagum dengan mobil ini, saat beberapa kali Mila menatap kecanggihan beberapa tombol pada bagian dalam mobil.
Mila juga beberapa kali menatap Marvel dengan tatapan yang sulit di artikan.
Tak berselang waktu lama, akhirnya keduanya sampai di tempat Villa yang di ceritakan Yustian.
Selesai parkir, Marvel langsung membuka pintu mobilnya keatas sebelum perlahan keluar dari mobil. Mila sendiri saat ini masih dalam lamunan karena masih dalam keadaan syok. Bahkan Mila tidak menyadari bahwa saat ini Marvel telah keluar dari mobil dan membukakan pintu untuknya dari luar.
"Mila, ayo keluar atau, kamu mau tidur di mobil saja?" tanya Marvel yang langsung membuyarkan lamunan Mila.
"ahhhh, ya Vel maaf tadi.. tadi aku hanya sedang melamun," jawab Mila dengan gagab saat menyadari betapa bodohnya dia saat ini. Namun demikian, Mila juga masih tetap berada didalam mobil.
"Yasudah, sekarang mau masuk Villa atau tetap didalam mobil?" tanya Marvel pasrah dengan tingkah konyol Mila.
"Yya aku.. aku keluar....," jawab Mila cepat sebelum perlahan keluar dari mobil.
Marvel hanya mendengus dan menghela nafas panjang beberapa kali setelah Mila keluar dari mobil. Marvel sendiri benar-benar tidak menyangka jika Mila akan menjadi seperti ini, setelah melihat bahwa Marvel memiliki mobil yang begitu mewah.
'Bagaimana jika nanti dia melihat Villa yang begitu besar dan mewah ini juga ya?' batin Marvel bertanya-tanya.
Karena Mila jelas belum menatap Villa yang di berikan Yustian ini. Karena saat tiba di depan Villa tadi, Mila sendiri masih dalam lamunanya.
__ADS_1
Sekarang saja Mila juga masih menatap dengan tatapan seolah tak mempercayai bahwa Marvel memang pemilik mobil mewah tersebut.
"Kamu mau tetap disini atau masuk kedalam,?" tanya Marvel dengan senyum kecutnya.
"Ahhh, aku-aku ikut masuk kedalam...," jawab Mila dengan cepat dan tanpa sadar dirinya langsung memegang lengan Marvel tanpa ada ragu sedikitpun. Mila benar-benar sudah lupa bahwa Marvel adalah muridnya.
Mendapatkan perlakuan manja dan mesra dari istrinya, tentu membuat Marvel senang dan langsung dengan percaya diri menciun kening Mila. Mila juga tidak menolak sama sekali, dan bahkan sangat menerima saat Marvel mencium keningnya dengan mesra. Ada perasaan yang aneh perlahan muncul di hati Mila saat merasakan kehangatan kecupan Marvel. Tak terasa pipinya memerah dan hangat juga, saat Mila menundukan kepala karena merasa sedikit malu.
Setelah bicara sedikit di garasi, Marvel dan Mila berjalan perlahan keluar dari garasi monil dan langsung menuju pintu depan Villa mewah tersebut.
Saat tiba di depan pintu depan gedung Villa, Marvel di kejutkan dengan keberadaan beberapa orang yang seperti menunggunya diluar gedung.
"Selamat datang, Tuan Muda dan Nona Muda," sapa beberapa orang berpakaian rapi yang saat ini berada di depan pintu Villa dengan membungkukan badan 90 derajat kearah Marvel.
Mendapat perlakuan yang sebegitu istimewa seperti ini, terus terang membuat Marvel sendiri juga kaget dan tak percaya saat dengan susah payah menelan salivanya.
Mila sendiri hanya diam dan membulatkan matanya lebar-lebar setelah melihat adegan di depanya. Mila sendiri yang sangat sulit untuk mempercayai adegan didepanya.
"Apa...apaan ini, kalian ini siapa?" tanya Marvel dengan susah payah karena benar-benar terkejut.
Saat melihat Villa dari jauh, sebenarnya Marvel juga sudah terkejut namun dirinya segera menghilangkan keterkejutanya untuk fokus mengemudikan Lamborghininya kearah garasi.
Namun setelah melihat adegan di depanya, keterkejutan Marvel yang tadi sempat hilang kini kembali dengan 1.000.000%, membuat Marvel benar-benar syok seperti Mila.
"Kami adalah pelayan sekaligus pengawal anda, Tuan dan Nona Muda," jawab salah satu orang dengan ramah.
"Apa???" seru Mila dan Marvel bersamaan, masih belum bisa mempercayai dengan yang keduanya dengar.
"Ya Tuan dan Nona, ini semua pemberian dari Tuan Yustian untuk hadiah atas pernikahan anda berdua," jawab seorang wanita yang terlihat seperti seorang pelayan.
"Kalian...kalian jangan membohongi kami dan...dan jangan memberikan harapan palsu pada kami!" seru Marvel dengan susah payah. Mila sendiri hanya diam seraya menatap Marvel dengan tatapan aneh.
"Kami serius dan tidak ada kebohongan Tuan, anda bisa tanyakan langsung pada Tuan Yustian, silahkan!" jawab pelayan dengan ramah saat mengusulkan.
Marvel dengan cepat mengeluarkan ponselnya, walaupun tubuhnya bergetar, namun dia masih bisa sedikit fokus untuk mengambil ponsel dari sakunya sebelum mencari nomor Yustian untuk bertanya seraya memastikan dengan semua yang telah dirinya dapatkan.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Yustian mengangkat panggilan telefon dari Marvel.
__ADS_1
"Halo... ya Vell.. ada apa?" tanya Yustian dengan berpura-pura tidak tahu maksut Marvel menelefonya. Padahal jelas Yustian sangat tahu dan dengan mudah menebaknya. Karena dirinyalah yang telah memberikan hadiah begitu mewah ini pada anak dan menantunya.