Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Bab 33


__ADS_3

Kita kembali ke Vila mewah di kaki gunung, didalam Vila mewah tersebut ada sebuah kamar pengantin baru yang mewah juga.


Didalamya ada sepasang pengantin baru yang masih tertidur dengan pulasnya.


Tentu saja, pasangan ini adalah Marvel dan Mila yang sedang tertidur dengan pulas. Keduanya tidur sambil berpelukan dengan masih tanpa mengenakan sehelai pakaianpun. Dan tubuh keduanya, saat ini hanya tertutup oleh selimut yang sangat tebal saja.


Racunn......


Racun.....


Racun....


Wanita Racun dunia....


Karna dia, butakan semua....


Racun....


Racun.....


Racun....


Tiba-tiba ponsel Marvel berdering sangat keras dan tentu itu sangat mengganggu tidur keduanya.


Marvel dengan terpaksa sedikit membuka matanya, sedangkan tangan kananya meraba di sebelah tempat tidur untuk mengambil ponsel.


Setelah tanganya menyentuh ponsel tersebut, Marvel langsung mengambilnya dan menatapnya. Sekedar untuk mengetahui siapa yang berani menelfon dan mengganggu tidurnya ini.


Namun betapa terkejutnya Marvel setelah melihat nama dari orang yang menelfonya.


"Siapa Vel?" tanya Mila yang masih memeluk Marvel dengan mata tertutup.


"Papi sayang" jawab Marvel seraya tersenyum kecut.


"Ya sudah angkat saja, siapa tahu penting!" titah Mila memberikan saran.


"Ya baiklah," jawab Marvel dengan pasrah, sebelum dengan terpaksa dia tetap mengangkat panggilan tersebut.


> Iya, Halo Pi," sapa Marvel langsung setelah panggilan terhubung.


> Marvel! maaf ya, Papi telah menganggu waktumu dan Mila," ucap Yustian diseberang telefon.


> Ya Pi," jawab Marvel singkat, dalam artian membenarkan bahwa Yustian memang sudah mengganggunya.


> Hahahahaha ayolah Vel, gimana rasanya menjadi pengantin baru?" tanya Yustian dengan nada menggoda Marvel.


> Papi kan pernah menjadi pengantin baru juga dimasa lalu, ya bagaimana rasanya pasti tahu lah," jawab Marvel memberi tebakan.


> Hahaha dasar anak Papi ini, sudah mulai pinter menjawab ya sekarang," ucap Yustian dengan tertawa, terdengar sedang sangat bahagia.

__ADS_1


> Iya lah Pi, anak siapa dulu dong?" kekeh Marvel dengan percaya diri.


> Hahaha ya pasti anak Papi dan Mami kan Vel," jawab Yustian dengan sama percaya dirinya juga.


> Vel! maaf ini sebelumnya ya, karena Papi mengganggu waktumu," tambah Yustian dengan nada, merasa tak enak dengan Marvel.


> Ya Pi, tidak apa..." jawab Marvel tidak mempermasalahkanya.


> Vel, apakah Papi bisa meminta sesuatu dari kamu dan Mila tentunya?" tanya Yustian.


> Hemmm??? memangnya mau minta apa Pi?" ucap Marvel bertanya kembali, karena penasaran dengan permintaan Yustian.


> Begini Vel, malam ini keluarga kita dan keluarga Ayah mertuamu di undang dalam acara ulang tahun dari putra dari teman bisnis kami, apakah kamu bisa datang bersama Mila?" jelas Yustian sebelum bertanya.


> Hemmm??? malam ini juga Pi?" tanya Marvel dengan nada terkejut.


> Iya Vel, tapi kalau kalian tidak bisa juga tidak apa, nanti biar Papi yang menjelaskan pada teman Papi jika saat ini anak Papi sedang menikmati menjadi pengantin baru," jelas Yustian menenangkan.


"Ada apa Vel?" tanya Mila yang sedikit penasaran.


"Sayang, Papi di undang dalam acara ulang tahun teman bisnisnya, dan meminta kita untuk datang juga, tapi itu malam ini, bukankah itu terlalu mendadak?" jawab Marvel sebelum bertanya balik.


Tidak lupa saat menjawab pertanyaan Mila, Marvel telah menjauhkan ponsel dari mulutnya. Tentu agar Yistian tidak mendengar pembicaraanya dengan Mila.


> Vel!" panggil Yustian yang tidak mendapatkan jawaban dari Marvel.


> Ah iya Pi," jawab Marvel dengan cepat.


> Ah kalau begitu baiklah, Papi akan menunggu keputusan kalian berdua," jawab Yustian dengan nada pasrah.


> Ya Pi," jawab Marvel, sebelum kembali menjauhkan ponsel dari mulutnya.


"Kenapa mesti meminta pendapatku Vel? aku ini kan istri kamu, jadi.... jika kamu mau membawaku kemana saja itu tidak akan menjadi masalah buatku," jelas Mila secara langsung setelah Marvel menjauhkan ponselnya.


"Hemmmm, tapi... apakah kamu tidak capek?" tanya Marvel dengan nada kasihan.


"Tidak kok Vel, hanya sedikit ngantuk saja! mungkin setelah mandi akan kembali segar," jawab Mila menjelaskan.


"Hemmm, baiklah kalau gitu... terimakasih," ucap Marvel sebelum langsung mencium kening Mila. Saat ini Marvel benar-benar semakin sayang kepada Mila, karena ternyata istrinya ini penuh pengertian dan perhatian juga. Mungkin karena umur Mila yang sudah lebih dewasa dari Marvel. Jadi pikiranyapun ikut dewasa, tidak egois dan ingin menangnya sendiri.


> Baik Pi, nanti kita datang..." ucap Marvel setelah kembali mendekatkan ponselnya.


> Apakah serius kamu Vel?" tanya Yustian dengan nada senang.


> Ya tentu saja Marvel serius Pi," jawab Marvel dengan yakin.


> Hehe, baiklah Vel... nanti kamu sama Mila kerumah Papi terlebih dahulu, kita berangkat kepesta bersama-sama, Bhisma dan istrinya juga akan kerumah Papi terlebih dahulu soalnya," ucap Yustian menjelaskan.


> Ya Pi, kalau gitu sudah dulu ya! Marvel mau bersiap-siap," ucap Marvel menjelaskan.

__ADS_1


> Baik Vel, sampai nanti," ucap Yustian mempersilahkan.


> Ya Pi, sampai nanti," jawab Marvel, sebelum langsung mematikan panggilan telefon tadi.


Marvel kembali meletakan ponselnya di sebelah tempat tidurnya sebelum kembali menatap istrinya yang sangat dia cintai ini.


"Makasih sayang," ucap Marvel dengan kembali menciumi wajah Mila.


"Iyaiya, uhhhh Vel sudah ah cium-ciumanya... kamu ini ya Vel, nyosor terus kayak angsa!" jawab Mila seraya mencoba mengelak serangan dari Marvel. Namun sayang sekali usahanya sia-sia, karena Marvel langsung memeluknya dan Mila sama sekali tidak bisa mengelak semua serangan bibir Marvel.


"Hehehe tidak apa lah sama istri sendiri," ucap Marvel dengan tekekeh.


"Iya deh Iya,..." ucap Mila dengan tersenyum pada Marvel, "Yasudah ayo kita mandi dan bersiap untuk kepesta!" tambah Mila mengingatkan.


"Hemmn, benar juga ya, yasudah ayo," jawab Marvel dengan setuju.


Keduanya kemudian bangun dari tempat tidurnya, sebelum langsung berjalan kekamar mandi berdua, dan tentu saja mandi berdua juga.


Karena kedua orang ini adalah orang normal yang mempunyai nafsu terhadap pasanganya, akhirnya kembali terjadi adegan percintaan mesra dikamar mandi.


"Vel, kamu ini ya seneng banget bikin gurumu mencapai kepuasan," kekeh Mila saat dirinya menyender di dada bidang Marvel.


Saat ini keduanya sedang berendam dengan air hangat di dalam bathup kamar mandi.


"Hehe, kamu juga lah seneng banget bikin muridmu ini kuwalahan," jawab Marvel tak mau kalah.


"Dasar, uhhh.," ucap Mila sebelum dengan cepat mencium pipi suaminya. Marvel sendiri tidak mempermasalahkan hal itu, dan hanya merasa senang saja, karena telah berhasil meluluhkan hati dari wanita pujaanya selama ini.


Keduanya kembali mengobrol beberapa saat sebelum memutuskan untuk keluar dari bathup.


Tentu saja keduanya langsung keluar kamar mandi dan hanya mengenakan handuk yang sangat lembut untuk menutupi bagian sensitif di antara keduanya.


Tok...Tok... Tok....


Tepat saat Mila akan mengambilkan pakaian Marvel di lemari, terdengar suara ketukan dari luar pintu kamar.


Marvel pun dengan sigap langsung berjalan kearah pintu untuk melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya.


Sampai di depan pintu, Marvel langsung membukanya dengan cepat tanpa khawatir apapun.


"Maaf Tuan, telah mengganggu anda," ucap seorang pelayan dengan menundukan kepala secara langsung setelah melihat Marvel yang hanya mengenakan handuk saja. Marvel sendiri tidak mengetahui bahwa wajah pelayan ini sekarang memerah karena rasa malu.


"Ya tidak apa, memangnya ada apa? kenapa kamu kekamarku?" jawab Marvel sebelum bertanya kembali.


"Ini Tuan, ada kiriman pakaian untuk anda berdua," jawab pelayan tadi yang masih menundukan kepala. Beberapa saat kemudian, pelayan tadi menyerahkan sebuah tas yang terbuat dari kertas kearah Marvel.


"Hemmm, baiklah terimakasih," ucap Marvel seraya menerima tas tersebut.


"Kalau begitu, saya permisi dulu Tuan," ucap pelayan berpamitan.

__ADS_1


"Ya,... terimakasih," jawab Marvel dengan senyuman.


Akhirnya pelayan tadi langsung berbalik dan pergi dari kamar Marvel. Sedangkan Marvel kembali masuk kedalam kamarnya, tidak lupa juga menutup pintu kamarnya.


__ADS_2