
"Hemmm, itu kan menurut orang-orang Vel... jika menurut aku, punyaku juga punya samiku kok," jelas Mila masih ngotot.
"Hemmmm, kamu ini ya keras kepala banget," ucap Marvel dengan sedikit menyindir.
"Hehehe, ya pokoknya gini Vel... nanti aku akan carikan kamu mobil bekas, dan yang jelas mobil itu pasti masih layak kok," jelas Mila dengan nada sedikit memaksa.
"Uhhhh, ... bukan maksut aku menolak pemberian kamu sayang.... "cup" ucapan Marvel terhenti sebentar saat dirinya mengecup pipi cantik istrinya, "Tapi itu uang tabungan kamu, biarkan ada di dalam rekening kamu ya,...!"
"Tidak Vel, pokoknya kamu harus mau kubelikan mobil, titik." potong Mila langsung, sebelum Marvel sempat selesai berbicara.
"Duhhhh, kamu ini ya aku belum selesai bicara... main potong aja, kebiasaan... di kelas juga seperti itu," keluh Marvel dengan memanyunkan bibirnya.
"Hehehe biarin," kekeh Mila sebelum menyenderkan kembali kepalanya kedada bidang milik Marvel. Ya saat ini keduanya masih berendam di dalam bathup, dan tanpa mengenakan sehelai pakaianpun.
"Hemmmm, iyaiya.... aku kalah.... tapi sebelum itu, tolong dengarkan penjelasanku dulu sayang, jangan dipotong," pinta Marvel.
"Hehe memangnya mau jelasin apa?" tanya Mila yang sedikit penasaran.
"Ya baiklah, begini saja... aku akan membeli mobil bekas, namun itu dengan uangku sendiri,"
"Hah? apa kamu mau beli dengan uangmu sendiri?" potong Mila dengan nada terkejut.
"Sayang jangan di potong, aku belum selesai!" keluh Marvel dengan melirik Mila saat dirinya tersenyum kecut.
"Hehe maaf, habisnya kamu ini ya ngagetin aja..., emangnya kamu punya uang berapa kok mau beli mobil sendiri segala?" jawab Mila sebelum bertanya dengan nada kurang percaya jika Marvel akan membeli mobil sendiri dengan uangnya.
"Sayang...., sepertinya aku lupa memberi tahu... jika soal uang, kamu tidak perlu menghawatirkan aku, sebenarnya masih ada saldo kurang lebih 5 miliyar rupiah dalam kartu emas hitam yang di berikan Papi untuku," jawab Marvel seraya menjelaskan.
"Ah apa???" seru Mila saat dirinya langsung berdiri, karena benar-benar terkejut dengan yang baru saja di katakan Marvel. Tentu saja Mila terkejut, karena uang 5 miliyar bukanlah uang receh. Dan itu merupakan uang yang begitu banyak untuk dirinya.
"Sayang... itu kelihatan anunya!" canda Marvel setelah Mila berdiri dan terlihat anunya.
"Ahhh Vel, kamu jangan bercanda dulu! aku serius ini," keluh Mila dengan mengertakan giginya.
"Iya sayang, tapi sini duduk dan berendam lagi! biar anunya tak kelihatan," pinta Marvel saat langsung memegang tangan Mila sebelum kembali menariknya dengan lembut. Untuk duduk dan kembali berendam di dalam bathup. Mila pun hanya mengikuti perlakuan Marvel padanya, tanpa ada perlawanan, saat dirinya kembali duduk dan berendam di dalam bathup.
"Vel? apakah kamu serius punya uang sebanyak itu?" tanya Mila masih belum bisa mempercayai ucapan Marvel.
"Hehe ya tentu saja, aku serius sayang," jawab Marvel dengan senyuman.
"Rasanya aneh ya Vel," ucap Mila dengan pelan.
"Loh kok bisa aneh, memangnya aneh gimana sayang?" tanya Marvel yang memang kurang paham.
__ADS_1
"Ya aneh saja,... hehe," jawab Mila sebelum terkekeh.
"Uh dasar,.. aneh juga tak apa lah, yang penting sekarang, aku bahagia bisa menikahi guruku sendiri," ucap Marvel seraya menjelaskan.
"Hehe, jadi kamu bahagia ya Vel, bisa menikahi gurumu sendiri?" tanya Mila dengan senyuman.
"Tentu sangat bahagia dong! kan kamu sendiri sudah tahu alasanya," jawab Marvel mengingatkan.
"Ya Vel,.. oh iya... jadi nanti kamu mau beli mobil apa?" ucap Mila membenarkan, sebelum bertanya.
"Kalau itu, bisa dipikirkan nanti, mungkin aku akan membeli mobil bekas saja lah., nanti kamu yang antar aku ke showroom mobil bekas ya!" jawab Marvel sebelum minta tolong.
"Hihihi kamu ini ya Vel lucu banget, kenapa tidak beli mobil baru saja! dengan uang sebanyak itu, kamu mungkin bisa membeli mobil yang lumayan mewah juga!" saran Mila dengan sedikit menjelaskan.
"Hemmm. .. tidak ah, aku mau beli mobil bekas dan yang biasa saja, di samping harganya murah... biaya perawatanya juga tidak terlalu mahal, di samping itu.... tentu tidak akan membuat keributan setiap kali aku pergi dengan mobil tersebut," jawab Marvel dengan sedikit menjelaskan. Sebenarnya Marvel memang sangat menyukai mobil mewah seperti Lamborghini dan lainya. Namun demikian, dari pengalamanya sebelum ini. Marvel jadi sedikit malas untuk mengendarai mobil semewah itu.
"Hemmm, kamu memang benar Vel... lalu bagaimana dengan Lamborgini yangs sekarang?.Apakah kamu akan menjualnya atau bagaimana?." ucap Mila membenarkan sebelum bertanya.
"Tidak, tidak akan pernah aku menjualnya.... lagian bukankah aku sudah bilang! mobil itu sekarang milik kamu, dan aku tidak memiliki hak lagi atas mobil itu," jawab Marvel menegaskan.
"Ya terimakasih Vel, aku sangat menghargainya... tapi Vel, aku tidak akan sanggup untuk merawat mobil semewah itu karena semua biaya perawatanya begitu mahal, mungkin untuk membayar pajaknya saja aku tidak akan mampu, bukankah lebih baik kamu menjualnya, kemudian membelikanku mobil yang jauh lebih murah, agar aku tidak merasa keberatan saat merawat dan membayar pajak mobil tentunya," tanya Mila seraya menjelaskan.
"Bu Mila sayang,"cup" Marvel kembali mendaratkan bibirnya ke pipi cantik Mila, "Untuk masalah itu anda tidak perlu khawatir, semua biaya perawatan dan pajak, sudah di tanggung semua oleh Papi," tambah Marvel menjelaskan.
"Ah benarkan Vel?" tanya Mila dengan membulatkan matanya.
"Hehe, ya juga Vel, tapi aneh ya... kita sudah menikah... namun tetap merepotkan orang tua," kekeh Mila sebelum berucap.
"Itu bukan masalah sayang, ya karena aku belum bekerja... tentu juga karena aku masih sekolah," jawab Marvel menjelaskan.
Mila dan Marvel melanjutkan berbasa-basi sebentar, sebelum keduanya memutuskan untuk segera bangkit dari bathup. Tentu keduanya langsung mengenakan handuk yang sangat lebut sebelum keluar kamar mandi dan berganti pakaian.
Setelah selesai berganti pakaian, Marvel berinisiatif untuk membantu Mila bersiap saat Mila sendiri sedang berdandan di depan kaca.
***
"Marvel, apakah kamu serius akan naik taxi kesekolah?" tanya Mila pada Marvel. Saat ini keduanya baru selesai sarapan berdua di meja makan.
"Ya tentu serius sayang, mungkin taxi nya juga hampir sampai di Vila," jawab Marvel yakin.
"Hemmm, begitu ya... "
"Iya sayang... pokoknya kamu tenang saja kalau soal aku," jelas Marvel memotong ucapan Mila.
__ADS_1
"Iya deh iya," jawab Mila dengan senyuman.
Selesai makan dan berbasa-basi sebentar, keduanya kemudian langsung keluar dari ruang makan. Tentu keduanya juga langsung keluar dari Vila untuk berangkat kesekolah.
Saat keduanya sampai di depan Vila, tepat saat itu juga taxi yang di pesan Marvel lewat online telah tiba. Akhirnya Marvel dan Mila berpisah, Mila mengendarai lamborghininya, sedangkan Marvel naik taxi pesananya. Namun sebelum mereka berpisah, Mila berpamitan dengan cara menjabat dan mencium punggung tangan Marvel sebelum keduanya cipika cipiki di halaman depan Vila tersebut. Beberapa pengawal hanya berani menundukan kepala saat semua ini terjadi, karena merasa tak enak hati melihat kemesraan kedua atasanya tersebut.
***
"Apakah kalian sudah menikah?" tanya sopir taxi. Saat ini Marvel sudah berada di dalam taxi, dan juga dalam perjalanan ke arah sekolah.
"Hehe ya begitu Pak, tapi mohon dirahasiakan ya Pak!" jawab Marvel.
"Ya tenang saja soal itu....," ucap sopir taxi meyakinkan.
Marvel dan sopir taxi berbasa-basi sebentar di dalam mobil. Karena tak berselang lama, akhirnya taxi juga telah sampai di sekolah. Saat Marvel turun dari taxi, saat itu juga Celsea dan Anisa juga baru saja sampai di depan sekolah.
"Hey Vel!" sapa Anisa setelah melihat Marvel.
"Hey Anisa," jawab Marvel dengan senyuman.
Celsea sendiri hanya diam dan tersenyum pada Marvel. Jika boleh jujur, saat ini juga dirinya ingin memeluk Marvel, karena sangat merindukanya. Namun tidak mungkin di lakukanya, karena malu pada teman-teman yang lainya.
"Kenapa dengan temanmu ini Nis, dari tadi diam saja?," canda Marvel saat bertanya.
"Kurang tahu ini Vel, mungkin lagi PMS kali," jawab Anisa sebelum terkekeh.
"Apa? dasar! uhhhh," ucap Celsea sebelum mencubit paha Anisa dengan gemas.
"Aduhhh sakit Cel," keluh Anisa saat mengelus pahanya yang tadi di cubit Celsea.
"Ya salah sendiri," kekeh Celsea sebelum menjulurkan lidahnya kearah Anisa.
"Temanmu galak juga ya Nis!" kekeh Marvel saat menunjukan giginha.
"Ahh sayang, aku tidak galak kok," rengek Celsea saat menyahut dengan manja dan memanyunkan bibirnya.
"Galak banget Vel, kamu jangan deket-deket dia, nanti ikut di galakin juga lo," sahut Anisa sebelum terkekeh.
"Ah apa? jangan dekat-dekat...? ya baiklah," jawab Marvel bercanda.
"Iya Vel,"
"Diam Nis! atau aku akan menggigitmu!" potong Celsea dengan menyipitkan mata kearah Anisa.
__ADS_1
Anisa sendiri hanya bisa terkekeh karena merasa berhasil menggoda temanya.
"Sayang... kok naik taxi? mobil kamu mana?" tanya Celsea setelah mengalihkan pandangan kearah Marvel.