
Lamborghini di anggap sebagai salah satu merek terkemuka untuk mobil sport.
Bahkan mobil sport Lamborghini termurah bisa menelan biaya sekitar 3-4 milyar rupiah.
Marvel benar-benar tidak pernah bermimpi untuk bisa mengendarai mobil semewah ini, bahkan sekarang dirinya adalah pemilik sah mobil tersebut saat melihat bahwa STNK mobil jelas namanya sendiri.
"Papi benar-benar terlalu baik, aku tidak boleh sampai mengecewakanya," ucap Marvel untuk dirinya sendiri.
Vrom...Vrom... terdengar erangan yang sangat menawan saat Marvel mencoba menginjak pedal gas mobil mewah ini.
"Baiklah, aku akan segera menemuimu pujaanku," ucap Marvel lagi sebelum tertawa kecil, dan merasa dirinya begitu kampungan dan lucu.
Karena tidak mau membuat Mila menunggu terlalu lama lagi, Marvel memutuskan untuk segera mengendarai mobilnya dengan cepat ke tempat yang dia janjikan dengan Mila.
****
Kembali ke Mila, saat ini Mila sedang berdandan layaknya gadis muda, entah apa yang di pikirkan Mila. Sampai-sampai saat ini dirinya berdandan hanya untuk bertemu dengan Marvel?
Padahal jelas Mila bertemu dengan Marvel hanya untuk membicarakan pernikahanya agar di batalkan saja. Bukan pergi tanpa riasan, namun Mila malah merias wajahnya bak bidadari surga. Sudah di pastikan Marvel akan semakin tertarik padanya, dan mungkin akan jauh lebih bersemangat dari pada sebelumnya.
Setelah dandan selesai, Mila langsung berangkat ke tempat yang dia janjikan dengan Marvel, tanpa berpamitan dengan Ayah Bunda nya. Ya karena memang saat ini Bisma dan Melani sedang keluar, jadi tak ada di rumah.
Dalam perjalanan singkat, akhirnya Mila sampai di lokasi terlebih dahulu.
> Marvel, aku sudah sampai di lokasi, apa yang kamu lakukan sampai membuat seorang guru menunggumu seperti ini!" sekilas pesan Mila untuk Marvel.
> Sabar Bu, ini lagi di perjalanan," jawab Marvel secepat kilat.
> Baiklah, jangan lama-lama, karena aku sendirian disini!" balas Mila cepat juga.
> Oh haney...".
"Apa? Dasar Marvel gila, baiklah aku akan menunggunya saja, tidak usah balas pesanya," gumam Mila pada diri sendiri.
"Hey, Bu Mila kan? sendiri saja bu?" saat Mila sedang melamun, tiba-tiba datang sudara yang sangat familiar menyapanya. Bukan hanya familiar, tapi Mila sangat mengenalnya.
Dalam keasaan kaget, Mila pun langsung mengalihkan pamdangan ke arahnya dengan perasaan campur aduk, juga sedikit gelisah.
"Celsea? apa yang kamu lakukan disini?" ucap Mila bertanya balik. Ya benar sekali, suara gadis tadi adalah Celsea, kekasih Marvel. Ada alasan kenapa Mila sedikit gelisah dan perasaanya campur aduk. Jelas Mila datang kesini untuk bertemu Marvel dan membicarakan tentang pernikahan keduanya. Jadi bagaimana Mila tidak khawatir jika pacar calon suaminya ada di sana dan jelas-jelas tidak mengetahui tentang hubungan Mila dan Marvel.
"Ah Bu Mila seperti tak pernah muda saja, ya jalan-jalan sekalian makan malam sama temen lah Bu," jawab Mila jujur, "Bu Mila sendiri sedang apa dsini?" tambah Mila bertanya balik.
__ADS_1
"Emmm, ya... ya sama aku juga makan malam disini," jawab Mila terbata-bata, dirinya khawatir jika Celsea akan memergokinya saat nanti bertemu dengan Marvel.
"Hemmm, makan sendiri saja Bu?" tanya Mila.
"Ya sendiri, aku kan belum menikah, nanti kalau sudah menikah juga sama suami," jawab Mila asal.
"Apa? berarti Bu Mila sudah punya calon suami dong Bu? kenalin ke kita dong Bu!" sahut Anisa yang sedang mendekat kearah keduanya.
"Ahhh.. tidak-tidak... belum," jawab Mila dengan panik seraya mengela nafas berkali-kali, "jadi kamu juga ikut Celsea makan disini ya Nis?" tanya Mila mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Ya tentu saja Bu, kita kan bestiy," jawab Anisa seraya merangkul Sinta.
"Iya Bu," sahut Sinta dengan senyuman.
"Ah iya, kan Bu Mila sendiri ini, bagaimana kalau kita makan bersama saja, kan asik bertiga, daripada sendiri," usul Anisa dengan menjatukan kedua telapak tanganya.
"Ah benar juga, pasti asik ya makan di temani Bu Guru," jawab Celsea setuju.
"Apa? tapi..."
"Emmm, kenapa Bu? apakah kita tidak boleh makan dengan anda?" tanya Anisa dengan wajah polosnya seolah kecewa saat memotong ucapan Mila.
"Kalau gak boleh juga gakpapa kok Bu, kita pergi saja," ucap Celsea menyahut sebelum menatap Anisa dan berucap, "ayo kita cari meja lain saja Nis!" ajak Celsea pada Anisa.
"Eh, tunggu.....!" ucap Mila menahan kedua muridnya, "siapa bilang kalian tidak boleh makan denganku?" tanya Mila pada keduanya.
"Ya tadi Bu Mila diam dan seolah tidak mengijinkanya," jawab Celsea, "Ya kan Nis?" tambah Celsea bertanya pada Anisa.
"Hemmm, ya sepertinya begitu," jawab Anisa setuju.
"Huh dasar, kalian ini..." ucap Mila yang gemas dengan muridnya, "Aku tuh lagi mikir, sepertinya enak ya makan dengan murid-muridku, aku jadi merasa kembali remaja," tambah Mila beralasan. Padahal saat ini dirinya sedang bingung, karena Marvel akan segera tiba, dan bagaimana jika Celsea sampai mengetahui tentang hubunganya dengan Marvel? bisa kacau seluruh urusanya di sekolah, juga bisa saja Celsea membencinya karena Mila bisa di sebut Pelakor.
Akhirnya ketiganya duduk di meja yang sama, dan ketiganya memesan makanan yang mereka sukai masing-masing. Tentu saja semua tagihan pasti Mila yang akan membayarnya, tidak mungkin kan seorang guru meminta uang pada muridnya.
Tak berselang waktu lama, terjadilah keributan diluar Resto, dan ini terjadi karena teriakan beberapa gadis-gadis muda yang sedang makan di area, atau bahkan juga sedang jalan-jalan. Bahkan banyak dari pelayan wanita di Resto tersebut juga ikut keluar, hanya karena penasaran dengan apa yang di ributkan diluar.
"Waow, bukankah itu Lamborghini? sangat keren dan mewah!" teriak seorang gadis dengan histeris, karena memang dirinya tidak pernah melihat mobil semewah itu di depan matanya, biasanya hanya melihat di poster, gambar, atau foto dan televisi saja. Namun sekarang dirinya benar-benar melihat di depan matanya, seolah-olah merasa mimpi.
"Apakah kita sedang bermimpi? bagaimana bisa seorang yang mengendarai mobil semewah itu bisa ada di kota kecil kita ini?" teriakan datang dari gadis yang lainya.
"Sungguh cantik mobil ini, pasti pengemudinya seorang pengusaha kaya, atau jangan-jangan om Hotman Paris? karena hanya dia yang biasanya memakai mobil Lamborghini," tambah gadis lainya.
__ADS_1
"Ahhhh, masa iya pengacara kondang itu datang kesini? memangnya ada urusan apa ya?" tambah lainya lagi.
"Aku tidak tahu, yang jelas aku ingin berfoto denganya jika dia benar-benar datang kesiani, siapa tahu aku juga ketularan kekayaanya," tambah gadis tadi seraya tertawa.
Bahkan sebelum Marvel tiba dan masih dalam perjalanan mendekat kearah Resto, dirinya sudah di hadang beberapa gadis cantik. Marvel hanya bisa tersenyum kecut di dalam mobilnya.
"Jadi begini rasanya mengendarai mobil mewah, sungguh indah seperti di surga," gumam Marvel sebelum tertawa.
Bip....bip....
Marvel mmbunyikan klakson mobilnya, dalam artian dia akan masuk area Resto. Semua gadis menyingkir dan berjejer tertata rapi. Bagai seorang pengawal yang menunggu majikanya datang.
Vrom...Vrom.... Marvel menginjak pedal gas dua kali dan terdengar erangan mobil mewah yang sangat menawan, ini membuat semua gadis langsung jatuh cinta dengan mobilnya.
"Waow sangat keren! aku harus bisa berfoto dengan pemiliknya,"
"Aku ingin berkenalan dengan pemilik mobil ini,"
"Aku ingin menjadi istrinya saja,"
"Ucapanmu teralu mengada-ada, mana mungkin pemilik mobil ini mau menikahimu,"
"Ya siapa tahu kita berjodoh,"
"Aku rela tidur dengan pemilik mobil ini walaupun tanpa di nikahinya, jika dia membiarkanku duduk di kursi swbelahnya dan mengajaku jalan-jalan setiap hari," ucapan gadis terkahir ini membuat semuanya terdiam dan mengalihkan pandangan kearahnya.
"Apa? apakah kamu gila?" tanya temanya.
"Tidak gila, lagian kapan lagi kita bisa naik mobil semewah ini?" jawab gadis tadi dengan percaya diri dan penuh harap.
"Kamu benar juga, tapi untuk tidur denganya tanpa ada ikatan pernikahan, apakah kita tidak terlalu murahan?" tanya teman gadis tadi.
"Kamu bilang murahan? jelas tidak murahan lah, tapi kita ini mahal harganya, karena hanya rela di tiduri dengan orang yang kaya, tidak seperti orang-orang yang sok suci itu, malah rela di tiduri di semak-semak, hahaha kalau aku mah ogah!" jawab gadis tadi menjelaskan dengan bangga.
"Emmm, kamu benar juga, tapiii yang sangat tidak mungkin adalah, bahwa pemilik mobil ini mau menidurimu," sahut gadis lainya dengan mencemooh.
"Apa katamu? apakah kamu menghinaku?" dengus gadis tadi dengan marah.
"Tidak menghina, tapi jika merasa ya syukur,"
"Dasar kurang ajar, aku akan membunuhmu," teriak gadis yang merasa terhina seraya melompat dan memukul gadis yang menghinanya, yang menghinapun tidak takut, dan akhirnya terjadilah perang dunia ke 2 yang sangat rame, tidak ada yang melerai perkelahian ini. Bahkan semua orang tertawa dan bersorak untuk keduanya. Juga ada yeng merekam vidio untuk di viralkan.
__ADS_1