
setiap hari yang Zai sudah terbiasa mengurus bayi , Zai sudah sangat ahli dalam mengganti popok dan sudah ahli dalam memandikan kembar nya.
" Kamu sudah seperti pengasuh anak Zai " ucap Raihan saat melihat Zai melepaskan Popok anak nya.
" nih makan " ucap Zai membuang popok yang sudah digulung gulung nya ke arah Rai.
" ahhggg " teriak Rai membuat Ayyan menangis
" Rai " ucap tegas Zai membuat Raihan sangat kesal
" ini ulah mu bapak bapak burik " ucap Raihan kesal.
" cup cup cup , Ayyan ganteng gak boleh nangis , lihat kakak Ahran dia tidak nangis " ucap Zai kepada putranya.
" salah Zai, harus nya gini , Ayyan ganteng yang ganteng nya seperti uncle Raihan , diam ya biar besar bisa seperti uncle Raihan yang tampan dan bijaksana " ucap Raihan membuat Zai hanya menatap nya garing.
" nangis , nangis aja kau , gak usah diam biar bapak mu yang jelek ini sengsara , nangis Ayyan , kerasi biar mommy mu bisa marah ke bapak mu , biar uncle tampan bisa lihat bapak mu di smekdown " ucap Raihan kesal.
Bukannya tambah nangis , Ayyan malah tersenyum membuat Raihan hanya bisa menganga.
" apa kamu harus di jahatin biar bisa ketawa ?? tanya Raihan yang kembali mendapat senyuman dari Ayyan.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tak terasa waktu sudah bergilir berganti , satu tahun sudah berlalu begitu saja
Ahran dan Ayyan sudah mulai bisa berdiri bahkan sudah bisa melangkah satu sampai dua langkah yang semakin membuat Aliya dan Zai sangat senang.
" tak terasa sekali ya sayang " ucap Zai dan di angguki oleh aliya.
" mereka sudah semakin menggemaskan , lihat si kakak nya itu sedari tadi sungguh tak henti hentinya untuk berdiri sedangkan Ayyan hanya sibuk dengan mainan nya " ucap Aliya tersenyum bahagia.
" wah kalian sangat senang kalau uncle pulang " ucap Raihan langsung menggendong keduanya.
" apa uncle tampan ?? tanya Raihan.
" Mo " ucap Ahran membuat Raihan kebingungan.
" mommy " ucap Zai membuat Raihan mengangguk paham.
seketika Raihan mematung saat merasakan badan nya yang sedang di aliri oleh air hangat.
__ADS_1
" Zai , apa kalian tidak memakaikan mereka popok ?? tanya Zai sudah menelan Salivnya kasar.
" astaga aku lupa , tadi ku lepas " ucap Aliya yang semakin membuat Raihan ingin sekali berteriak.
" hahahaha apa uncle tampannya sudah di mandikan oleh Ponakan nya ?? tanya Zai tertawa berbahak-bahak.
" ambil anak mu Zai " ucap Raihan tapi Zai hanya pura pura menoleh ke arah lain.
" kenapa kalian seperti janjian hum , kalian sangat tega sama uncle kalian yang paling tampan , kalian berdua kenapa secara bersamaan pipis nya , kalian sangat licik " ucap Raihan dengan wajah cemberut nya yang malah mendapat gelak tawa kecil dari kedua bayi tersebut.
" bawa ke sini Rai , kamu sudah terlanjur mendapat siraman mereka " ucap Aliya.
Zai hanya menahan tawanya Melihat baju serta celana Raihan yang sudah basah kuyup.
" ihh ambil anak mu kak , aku tidak akan mau lagi mengangkat kalian kalau masih licik " ucap Raihan.
" mereka cuma kebetulan kencing bersamaan , makanya jadi orang jangan muji diri sendiri , mungkin mereka tidak terima kalau kamu mengatai dirimu tampan " ucap Aliya cekikan.
" pake ketawa lagi ,nih anak mu " ucap Raihan kesal dan meletakkan Ahran dan Ayyan yang hanya ketawa ketawa.
AUTHOR SINGKAT AJA YA BIAR GAK BOSAN
__ADS_1