Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Mandi air hangat


__ADS_3

setiap hari yang Zai sudah terbiasa mengurus bayi , Zai sudah sangat ahli dalam mengganti popok dan sudah ahli dalam memandikan kembar nya.


" Kamu sudah seperti pengasuh anak Zai " ucap Raihan saat melihat Zai melepaskan Popok anak nya.


" nih makan " ucap Zai membuang popok yang sudah digulung gulung nya ke arah Rai.


" ahhggg " teriak Rai membuat Ayyan menangis


" Rai " ucap tegas Zai membuat Raihan sangat kesal


" ini ulah mu bapak bapak burik " ucap Raihan kesal.


" cup cup cup , Ayyan ganteng gak boleh nangis , lihat kakak Ahran dia tidak nangis " ucap Zai kepada putranya.


" salah Zai, harus nya gini , Ayyan ganteng yang ganteng nya seperti uncle Raihan , diam ya biar besar bisa seperti uncle Raihan yang tampan dan bijaksana " ucap Raihan membuat Zai hanya menatap nya garing.


" nangis , nangis aja kau , gak usah diam biar bapak mu yang jelek ini sengsara , nangis Ayyan , kerasi biar mommy mu bisa marah ke bapak mu , biar uncle tampan bisa lihat bapak mu di smekdown " ucap Raihan kesal.


Bukannya tambah nangis , Ayyan malah tersenyum membuat Raihan hanya bisa menganga.


" apa kamu harus di jahatin biar bisa ketawa ?? tanya Raihan yang kembali mendapat senyuman dari Ayyan.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tak terasa waktu sudah bergilir berganti , satu tahun sudah berlalu begitu saja


Ahran dan Ayyan sudah mulai bisa berdiri bahkan sudah bisa melangkah satu sampai dua langkah yang semakin membuat Aliya dan Zai sangat senang.


" tak terasa sekali ya sayang " ucap Zai dan di angguki oleh aliya.


" mereka sudah semakin menggemaskan , lihat si kakak nya itu sedari tadi sungguh tak henti hentinya untuk berdiri sedangkan Ayyan hanya sibuk dengan mainan nya " ucap Aliya tersenyum bahagia.


" wah kalian sangat senang kalau uncle pulang " ucap Raihan langsung menggendong keduanya.


" apa uncle tampan ?? tanya Raihan.


" Mo " ucap Ahran membuat Raihan kebingungan.


" mommy " ucap Zai membuat Raihan mengangguk paham.


seketika Raihan mematung saat merasakan badan nya yang sedang di aliri oleh air hangat.

__ADS_1


" Zai , apa kalian tidak memakaikan mereka popok ?? tanya Zai sudah menelan Salivnya kasar.


" astaga aku lupa , tadi ku lepas " ucap Aliya yang semakin membuat Raihan ingin sekali berteriak.


" hahahaha apa uncle tampannya sudah di mandikan oleh Ponakan nya ?? tanya Zai tertawa berbahak-bahak.


" ambil anak mu Zai " ucap Raihan tapi Zai hanya pura pura menoleh ke arah lain.


" kenapa kalian seperti janjian hum , kalian sangat tega sama uncle kalian yang paling tampan , kalian berdua kenapa secara bersamaan pipis nya , kalian sangat licik " ucap Raihan dengan wajah cemberut nya yang malah mendapat gelak tawa kecil dari kedua bayi tersebut.


" bawa ke sini Rai , kamu sudah terlanjur mendapat siraman mereka " ucap Aliya.


Zai hanya menahan tawanya Melihat baju serta celana Raihan yang sudah basah kuyup.


" ihh ambil anak mu kak , aku tidak akan mau lagi mengangkat kalian kalau masih licik " ucap Raihan.


" mereka cuma kebetulan kencing bersamaan , makanya jadi orang jangan muji diri sendiri , mungkin mereka tidak terima kalau kamu mengatai dirimu tampan " ucap Aliya cekikan.


" pake ketawa lagi ,nih anak mu " ucap Raihan kesal dan meletakkan Ahran dan Ayyan yang hanya ketawa ketawa.


AUTHOR SINGKAT AJA YA BIAR GAK BOSAN

__ADS_1


__ADS_2