Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Bab 46


__ADS_3

Akhirnya Marvel pun pergi dari kantor Mila, langsung menuju ke kelasnya. Namun tepat saat Marvel keluar dari kantor Mila, dirinya melihat seorang guru yang mungkin juga menaruh dendam padanya.


Siapa lagi kalau bukan Pak Anton, mungkin Anton ini merasa sudah dipermainkan oleh teman-teman sekelas Marvel dan menaruh dendam pada Marvel. Hanya itu anggapan Marvel, karena memang dirinya merasa bersalah juga.


"Marvel!" Panggil Anton setelah dirinya melihat Marvel.


"Ah ya Pak," jawab Marvel pura-pura terkejut. "Ada yang bisa saya bantu Pak?" tambah Marvel bertanya.


"Ya, aku ada urusan denganmu!," jawab Anton dengan tegas.


"Ada urusan apa ya Pak? jika saya boleh tahu?," tanya Marvel yang penasaran.


"Kamu tidak perlu tahu, yang penting sekarang kamu ikut aku!" titah Anton dengan sedikit memaksa.


"Oh begitu ya," ucap Marvel sebelum berhenti sebentar, "maaf Pak bukan maksud saya menolak permintaan Bapak, tapi saya harus masuk ke kelas karena ini sudah bel untuk masuk ke kelas," tambah Marvel menjelaskan.


"Kamu bisa ke kelas nanti Vel, yang terpenting sekarang kamu ikut aku! karena ada hal yang harus kamu lakukan untukku!" kata Anton masih memaksa.


"Maaf Pak, sebaiknya lain kali saja ya, atau nanti saja saat waktu jam istirahat, karena sekarang saya harus belajar," jelas Marvel menolak.


"Berani sekali kamu Vel! menolak permintaanku, apakah kamu tidak sadar aku ini seorang guru di sini!" jelas Anton menegaskan.


"Ya tentu saja saya tahu, bapak adalah seorang guru, namun apakah pantas seorang guru yang sedang tidak mengajar siswanya malah memberikan perintah untuk siswa tersebut, yang jelas siswa tersebut ingin belajar di kelas?" tanya Marvel dengan heran.


"Hah, untuk saat ini tidak usah pedulikan hal semacam itu! karena yang terpenting kamu ikut aku sekarang!" jawab Antin masih memaksa.


'Kenapa sih guru ini, maksa terus... aku memang muridnya, tapi jelas bukan budaknya, yang bisa selalu dia perintah,' batin Marvel menggerutu.


"Maaf Pak, sekali lagi saya tegaskan, saya harus belajar di kelas! saya permisi dulu," ucap Marvel menjelaskan sedikit dan langsung berpamitan.


"Apa? kamu berani mengabaikan permintaanku?," gerutu Anton seolah tak percaya.

__ADS_1


"Maaf Pak, tapi sekarang sudah waktunya jam pelajaran, jika ada sesuatu kita bicarakan nanti waktu jam istirahat saja," jawab Marvel sebelum langsung berusaha untuk melewati Anton. Namun sayang sekali, Anton masih berusaha untuk menghentikan Marvel.


"Marvel kau?"


"Ada apa ini Vel? kenapa berisik sekali," tanya Mila langsung memotong pembicaraan Anton dan Marvel. Dirinya saat ini juga ada di belakang Marvel tepatnya di depan pintu kantor guru.


"Begini Bu, biar saya jelaskan... barusan Pak Anton meminta bantuan pada saya, bukan maksut saya untuk menolak permintaannya, namun Bu Mila sendiri pasti sudah tahu kan, jika saat ini sudah waktunya jam pelajaran?," tanya Marvel menanggapi pertanyaan Mila.


"Em , ya kamu memang benar Vel, ini memang sudah masuk jam belajar dan kamu harus segera pergi ke kelas, untuk mengikuti pelajaranku pagi ini! aku juga akan segera menyusulmu ke kelas sebentar lagi," jawab Mila membenarkan ucapan Marvel sebelum langsung mengusirnya. Mendengar perkataan Mila, Anton bena-benar tidak bisa berbuat apa-apa. Karena dirinya tidak mungkin untuk melawan Mila, atau bisa-bisa Mila malah semakin membencinya.


"Baik Bu, kalau begitu saya permisi," ucap Marvel berpamitan, sebelum langsung pergi dari tempat kejadian menuju ke kelasnya.


Walaupun saat ini hati Anton terasa sakit, karena memang Mila seperti terlihat sangat membela Marvel. Namun dirinya benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa. Anton hanya bisa diam tanpa berkata-kata apapun lagi saat Marvel berjalan melewatinya. Marvel yang sedang merasa kesal dengan Anton, juga tidak mengucapkan kalimat apapun saat berjalan melewatinya.


'Marvel! awas saja nanti! berani sekali kau mengabaikanku,' Anton hanya berani bicara dalam hati, karena saat ini masih ada Mila di depanya.


"Pagi Bu Mila," sapa Anton memulai pembicaraan.


"Ahh, apa?" hanya itu yang keluar dari mulut Anton saat merasakan perih di bagian dadanya. Siapa yang tidak perih, jika mendapatkan perlakuan seperti ini dari orang yang sangat di cintainya.


Mila sendiri, sebenarnya sudah sangat malas untuk bertemu, apa lagi saling sapa dengan Anton. Namun karena mereka mengajar di sekolah yang sama, menjadikan Mila harus sabar dan cuek saja jika bertemu dengan Anton.


"Selamat pagi," sapa seorang pria paruh baya pada Mila, saat Mila sedang bersiap di meja guru.


"Iya, selamat pagi," jawab Mila dengan ramah, Mila bisa ramah karena suara orang ini bukan anton. Jika anton yang menyapa, mungkin Mila akan mengabaikanya.


"Ah, anda?" ucap Mila dengan terkejut, saat melihat dua orang yang sangat familiar di depanya.


"Iya, kita bertemu lagi.. jadi anda mengajar disini?" tanya pria paruh baya tersebut dengan ramah.


"Emm, iya saya mengajar disini," jawab Mila dengan memaksakan senyum. Padahal dalam hati, dirinya merasa sangat khawatir.

__ADS_1


"Silahkan duduk terlebih dahulu!" tambah Mila menawarkan.


"Ah iya, baiklah.. terimakasih," jawab pria paruh baya tadi dengan ramah, sebelum duduk berhadapan dengan Mila. Tentu bersama dengan seorang remaja yang berpakaian seragam SMA juga.


"Adakah yang bisa saya bantu Pak?" tanya Mila memulai pembicaraan, tentu setelah pria paruh baya dan anak remaja ini duduk berhadaoan denganya.


"Emmm, jadi begini Nona Mila, putra saya ini akan bersekolah disini mulai hari ini, kemarin saya juga telah menyelesaikan segala administrasi perpindahan siswa kesekolah ini bersama dengan kepala sekolah, dan kemarin beliau sendiri yang juga meminta saya untuk mengantar putra saya kesekolah pagi ini, untuk bertemu dengan wali kelasnya yang bernama Bu Mila, hehe saya benar-benar tidak tahu, jika Bu Mila yang di maksut adalah istri dari Tuan Muda Marvel itu sendiri, yang semalam kita sudah saling berkenalan," jawab pria paruh baya saat menjelaskan.


Mila benar-benar sangat terkejut dengan pergatian peristiwa ini, dirinya bahkan sampai membulatkan kedua matanya saat pria paruh baya ini menjelaskan semuanya pada Mila barusan.


'Aghhhh, apa? aku menjadi wali kelas dari anak ini? bagaimana bisa seperti ini? gawat-gawat!!! bisa-bisa semuanya jadi kacau jika sampai anak ini bercerita pada semua orang, bahwa aku adalah istri dari Marvel,' batin Mila merasa sangat khawatir.


"Hehe, saya juga tidak menyangka akan bertemu lagi dengan anda," ucap Mila saat memaksakan senyum dengan jantung yang berdebar-debar. Mila sangat khawatir, jika sampai semua rahasianya selama ini bisa bocor begitu saja. Namun demikian, Mila tetap berusaha untuk tenang saat mengalihkan pandangan kearah remaja ini.


"Siapa namamu? kalau tidak salah Andre kan?" tambah Mila memulai pembicaraan dengan remaja di samping pria paruh baya tersebut. Tentu saja anak remaja ini adalah Andre, kekasih lama Anisa.


"Ya Nona," jawab Andre dengan anggukan dan tersenyum.


"Andre! jangan memanggil saya dengan sebutan "Nona" saat kita berada di lingkungan sekolah, panggil dengan sebutan "Bu" saja ya, karena saya tetap gurumu saat di sekolah," ucap Mila menjelaskan.


"Hehe, iya Bu," jawab Andre dengan sedikit terkekeh.


Ketiganya kemudian melanjutkan basa-basi sebentar, sebelum ayah Andre berpamitan, karena masih ada beberapa urusan yang belum di selesaikan.


"Andre!" panggil Mila.


"Ya Bu, ada yang bisa saya bantu?" jawab Andre sebelum bertanya.


"Nanti, sebelum kita kekelas, kamu ikut saya sebentar.., ada hal yang perlu saya bicarakan dengamu," jawab Mila dengan sedikit menjelaskan.


"Iya Bu," jawab Andre patuh.

__ADS_1


__ADS_2