Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
pohon mangga


__ADS_3

OKE GUYS KARENA BANYAK YANG KOMEN SUDAH BOSAN KALAU CERITANYA GAK SERUH KALAU CERITANYA DI MASA HAMIL DAN ZAI BELUM JADI BAPAK MAKA KITA AKAN MEMPERCEPAT SAJA , WALAUPUN AUTHOR MASIH MAU LANJUTKAN KE EPS MASA MASA NGIDAM TAPI SEPERTI SUDAH BOSAN .


Zai dan Raihan sudah mengelilingi kompleks tapi belum menemukan pohon mangga , walaupun ada pohon mangga tapi buah nya tak ada membuat keduanya sangat pusing.


" Zai kenapa tu bini lu sangat menyebalkan , kau yang buat anak nya tapi kenapa aku yang selalu disiksa " ucap kesal Raihan


" itu namanya bersusah susah dahulu , bersenang senang kemudian " ucap Zai


" mana ada , sebaliknya , dulu pas kalian nikah aku senang tapi pas sudah hamil aku yang susah , uang ku pun sudah habis di makan perut kalian berdua " ucap Raihan


" anggap saja itu bayaran sama mobil mewah yang di kasih mama ku " ucap Zai


" hei , kau juga menghancurkan mobil kesayangan ku " Ucap Raihan kesal.


" lupakan lah , siapa suruh kau jadi adik Aliya , makanya kabur dari rumah " ucap Zai


" terserah mu sialan " ucap kesal Raihan


tiba tiba Zai melihat ke samping dan melihat ada pohon mangga yang berbuah membuat nya segera menyuruh Raihan untuk berhenti


" stop Han " ucap Zai


" apa lagi " ucap kesal Raihan


" ada pohon mangga Rai " ucap Zai membuat Raihan ikut menoleh ke arah pandangan Zai


" ohh iya , tapi tinggi Lo " ucap Raihan


" aku spedermen " jawab Zai santai


" siap , siap pak" ucap Raihan tertawa renyah

__ADS_1


mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam Rumah tanpa pagar tersebut


" Dek , apa boleh saya ambil mangga nya ?? tanya Zai


" gak boleh kak , kalau mau beli " ucap bocah yang mungkin baru SMP tersebut


" berapa ?? tanya Zai


" 200 ribu , manjat sendiri " ucap bocah tersebut mengambil layangan nya


" mahal amat , mau naik haji sama Mak lu cil ?? tanya Raihan


" yasudah sana pergi , aku yang di suruh jaga sama pemilik nya " ucap Bocah tersebut membuat Zai dengan kesal mengeluarkan uang Merah nya


" sudah kan ?? tanya Zai sinis dan dengan senyuman manis bocah tersebut mengangguk dan tersenyum manis


" ambil sepuasnya " ucap bocah tersebut melangkah pergi


" kamu mau kemana ?? tanya Raihan


" ambil sepuasnya kan ?? tanya Raihan lagi dan di angguki oleh bocah tersebut


" usahakan kalian punya kekuatan super untuk lari " ucap bocah tersebut membuat Rai dan Zai hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal


Saat bocah tersebut sudah pergi Zaidan langsung melangkah ke arah pohon dan mulai membaca Doa sebelum Naik


" Lindungi lah hamba mu " ucap Zai dan mulai memanjat dengan susah payah membuat Raihan yang melihat nya hanya tertawa berbahak-bahak


" semangat bro , keluarkan jaring spedermen mu biar cepat masa masih segitu aja wahahahahaha " ucap Raihan


" diam kau kampret " ucap Zaidan dengan suara yang berat karena sedang sekuat tenaga memanjat

__ADS_1


" wahahahaha kamu lagi perkosa pohonnya atau lagi belajar jadi monyet ? tanya Raihan memegang perutnya tak tahan dengan Zai


" Ada apa ini ribut ribut ?? tanya seseorang laki laki tua yang keluar , yang mungkin baru seumuran dengan kedua orang tua mereka


" ambil mangga pak " jawab santai Raihan


" maling kau hah , woi maling , turun kau " ucap bapak bapak tersebut berteriak membuat Raihan yang panik dengan teriakan bapak bapak tersebut langsung meninju kening nya membuat bapak bapak tersebut tepar di lantai seketika


Raihan sangat kaget saat tangan nya melayang begitu saja , mungkin efek dari perkelahian Dengan pak Fadli yang masih ingin baku hantam


" astaga , pak , pak bangun , aku gak sengaja sampah " ucap Raihan panik sambil menggoyangkan badan bapak bapak tersebut


Zai yang sudah sampai ke atas berusaha mengatur nafasnya dan melihat Raihan yang meninju kening orang tua dengan kejam , Raihan seketika tertawa berbahak-bahak dan tak sengaja memegang ranting yang sudah kering , membuat keseimbangan nya goyah dan jatuh dari pohon mangga


" aduhhh " pekik Zaidan guling guling di tanah


Raihan yang mendengar suara seperti nangka jatuh segera menoleh dan melihat Zai yang ternyata jatuh


" woi sialan , kenapa kamu yang jatuh , mangga nya kamu gak jatuh kan " ucap Raihan sangat panik


" ni orang tua kenapa pakai pingsan lagi " ucap Raihan panik bercampur rasa ingin ketawa melihat Zaidan


" tolonggg , sakit Rai " ucap Zaidan membuat Raihan berlari ke arah nya


bukannya di tolong Raihan malah tertawa berbahak bahak di depan Zai


" wahahahaha , otak mu sudah hilang , kenapa tu tai ayam nempel di baju mu " ucap Raihan membuat Zai dengan segera berdiri dan melihat baju nya yang di stempel oleh tai ayam


" astaga kenapa ni ayam berak sembarangan , apa mereka gak di ajar kan oleh leluhur nya membuang kotoran pada tempat nya " ucap Zai yang semakin membuat Rai tertawa Berbak bahak sudah lupa dengan orang yang pingsan karena ulah nya


Zai dengan cepat melepaskan baju nya dan melempar nya ke wajah Raihan dan sangat kebetulan stempel yang ada di baju Raihan tepat mengenai hidung Raihan

__ADS_1


" ahhhggg Zaidannn sialann " teriak Raihan berlari mencari air


" wahahahaha , hidung mu ada stempel warna coklat " ucap Zai tertawa Berbak bahak


__ADS_2