
Dokter Risal sangat merasa tidak enak terhadap keluarga Aliya , dia tidak tau jika suami Aliya atau Zai sedang menjalani perawatan medis
" maaf sebelumnya , saya telah membuat kalian merasa tersinggung atas ucapan saya , sekali lagi saya benar benar minta maaf , saya tidak tau mengenai musibah yang terjadi pada keluarga Aliya " ucap dokter tersebut merasa tidak enak hati
" tidak usah dipikirkan dok , seharusnya yang minta maaf kami , anak kami sudah berperilaku tidak sopan terhadap dokter " ucap ibu Aliya
" tidak Tante , saya juga kalau di posisi dia pasti akan melakukan hal yang sama " ucap dokter tersebut seraya tersenyum ramah
" Bu , Aliya mau diluar nunggu Zai " ucap Aliya lirih yang seketika membuat mereka semua menatap Aliya
" tapi nak , kamu harus istirahat dulu tadi dengar kan kata dokter " ucap ibu nya
__ADS_1
" tapi Aliya hanya duduk nunggu Bu " ucap Aliya lagi Keke dengan prinsip nya
" tidak apa Tante kalau cuma duduk di luar saja , asalkan jangan sampai Aliya kelelahan atau banyak pikiran ya " ucap dokter lagi
dengan terpaksa orang tua disana mengizinkan Aliya menunggu di depan UGD
saat sudah disana , Aliya hanya duduk termenung menatap pintu UGD berharap suami nya sudah keluar dengan senyuman manis sang suami yang membuat nya sangat gemes melihat nya
sekitar 1 jam mereka menunggu setelah keluar dari ruang inap kini pintu terbuka yang seketika membuat Aliya langsung berlari dengan senyuman manis nya berharap jika yang membuka pintu itu adalah suami nya tapi langkah nya terhenti saat tidak melihat orang yang membuat nya sangat khawatir , membuat nya seperti orang gila , membuat nya merasa kesepian , membuat nya merasa sendiri , dia lupa dengan kandungan nya saat ini yang mana membuat para orang tuanya merasa sangat khawatir
" suamiku dimana , kenapa dia tidak ikut keluar Dok ?? tanya Aliya dengan suara bergetar menahan air mata nya agar tidak tumpah
__ADS_1
” suami anda masih koma , dan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan suami anda " ucap dokter tersebut yang membuat Aliya langsung berlari masuk begitu saja
" maaf Bu pakai baju khusus jika ibu mau masuk " ucap dokter tersebut dan diangguki oleh Aliya dengan air mata yang sudah tumpah
" maksimal yang boleh masuk cuma 2 orang ya Bu , pak , jadi mohon perhatian nya karena hal itu sudah menjadi ketentuan rumah sakit " ucap dokter tersebut dan di angguki oleh mereka semua
mama Zai hanya bisa menitikkan air mata nya dan memeluk sang suami , dia sebenarnya juga ingin segera masuk untuk melihat keadaan putra nya tapi walaupun begitu putranya sudah mempunyai istri yang sangat mengkhawatirkan nya
sedangkan Raihan hanya bisa duduk di kursi dengan wajah yang terlihat sangat sedih , ini adalah pertama kalinya melihat wajah Raihan yang seperti itu , biasa nya dia akan sangat menghibur jika mereka semua berkumpul tapi sekarang Rai hanya diam menatap sang kakak yang terpukul atas semua kejadian ini , Raihan merasa ikut terpukul melihat keadaan sang kakak apalagi mengetahui jika kakak nya sedang mengandung
" ini semua gara gara dia , ya dia " gumam Raihan berdiri dari tempat duduknya dengan wajah yang sangat merah entah mengapa dan rahang nya sudah mengeras serta urat urat lehernya sangat jelas terlihat
__ADS_1
Raihan langsung berlari keluar rumah sakit untuk ke mobil ayah nya , dia sudah memegang kunci karena saat ke rumah sakit dia yang menjadi supir
Raihan terus melangkah dengan wajah yang berbeda dari biasanya , siapapun yang ada di depannya Raihan tidak peduli dia menabraknya begitu saja hingga membuat mereka terdorong