
" AHHHGGGGGG " teriak Aliya langsung bangun dari alam mimpinya membuat Bu Alma langsung kaget dan melangkah ke arah nya
" kamu kenapa nak ?? tanya Bu Alma dengan nada khawatir
" suamiku , mana suami ku , ma aku mau liat suami ku " ucap Aliya dengan suara panik dan air mata yang kembali menetes
" tenang sayang , Zai masih menjalani perawatan medis " ucap mama Zai langsung memeluk Aliya
" ma Aliya mau lihat suami ku , dia membutuhkan ku , aku harus kesana memeluknya " ucap Aliya lagi
" kamu harus menenangkan hati mu , dan juga kamu harus memikirkan kandungan mu nak " ucap mama Zai yang seketika membuat Aliya menoleh dengan wajah yang kaget
" ma , apa yang mama barusan katakan ?? tanya Aliya memandang Mama Zai tanpa berkedip ingin mendengar dan memastikan ucapan Bu Alma
" Kamu sedang mengandung sayang , jadi kamu harus menenangkan dirimu agar calon cucu mama tidak ikut merasa sedih " ucap mama Zai yang juga sudah kembali menitikkan air mata nya
" aku hamil ma ?? tanya Aliya lagi dengan wajah yang masih terlihat tidak percaya dan di angguki oleh mama Zai
seketika Aliya menutup wajah nya dengan kedua tangan nya dia sangat senang mendengar kabar kehamilan nya tapi di lain sisi dia juga khawatir dengan mimpi nya , bagaimana nantinya jika itu benar benar terjadi Bagaimana dengan nasib anak nya yang pasti juga ingin merasakan kasih sayang seorang ayah
__ADS_1
Aliya kemudian menurunkan tangannya ke perut nya dan mengelus nya pelan seraya berkata
" sayang , kamu ternyata sudah hadir didalam perut bunda , nanti jika Ibu ke kamar ayah mu dirawat , ibu akan memberitahu kan kepada nya jika kamu sudah hadir pasti ayah mu sangat senang , dia pasti sangat senang hiks...hiks.." ucap Aliya pada perut nya yang membuat Bu Alma yang melihat nya juga merasa sangat sedih membuat nya segera keluar untuk menumpahkan air mata nya
Bu Alma menutup pintu kamar dimana Aliya dirawat dan duduk bersender didepan pintu menumpahkan semua air mata nya
suaminya yang melihat istrinya menangis di depan pintu segera menghampiri nya dengan kekhawatiran
" ma kenapa disini ?? tanya pak Tandi membantu nya berdiri
Bu Alma segera memeluk suaminya menumpahkan semua air mata nya
" apa kita akan mempunyai cucu ma ?? tanya pak tadi
" iya pa , tapi mama tidak sanggup melihat Aliya hiks..hiks.." ucap Bu Alma
saat mereka sedang berpelukan di depan pintu tiba tiba Kedua orang tua Aliya datang serta Raihan
" Gimana keadaan Zaidan pak ?? tanya pak Sukri membuat pak tandi melepaskan pelukannya
__ADS_1
" dia masih didalam sana " ucap pak Tandi menunjuk ke arah ruang UGD
" trus kakak mana pa ?? tanya Raihan yang tidak melihat kakak nya
" Aliya pingsan tadi dan dia ada didalam " jawab pak tandi yang membuat Keluarga nya segera masuk untuk melihat putrinya
ibu Aliya yang masuk dan melihat anak nya menatap kosong ke depan dengan air mata yang terus mengalir menjadi ikut meneteskan air matanya melihat kondisi putri nya yang seperti Sangat sedih
" kakak " ucap Raihan lirih menatap sang kakak yang hanya duduk menangis di atas kasur rumah sakit
mama Aliya segera melangkah ke arah putri nya dengan air mata yang terus mengalir
" sayang " panggil ibu nya dengan suara bergetar yang membuat Aliya menoleh ke arah nya dengan pelan dan tatapan sayu
Aliya seketika langsung kembali histeris menangis merentangkan tangannya ke arah ibu nya Membuat ibu nya segera memeluknya erat
" Ibu hiks...hiks..., Zaidan Bu " ucap Aliya dengan tangisan nya
" iya nak ,ibu tau , kamu harus tenang ya , kamu juga harus memikirkan kondisi dirimu sendiri " ucap ibu nya dengan air mata yang semakin mengalir deras
__ADS_1
ayah dan Raihan juga langsung ikut memeluk Aliya merasa sangat sedih dengan cobaan ini