Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
jadwal


__ADS_3

Karena merasa kasihan dengan orang tua nya Raihan hanya bisa duduk diam menatap lurus , dia seperti sangat ingin menghajar mantan guru nya


" Raihan kalau kamu mau berbuat hal gila , jangan pernah lagi mending kamu bunuh ibu sekalian " ucap ibu nya yang seketika membuat orang di sana merasa terkejut


mama Zai dan papa Zai yang mendengar keseriusan ibu Raihan hanya diam membeku , dipikirkan mereka " apa Raihan benar benar bisa membunuh orang jika marah , secara Raihan anak nya hanya bisa jail dan bercanda "


" iya Bu , Raihan tidak akan melakukan nya , oke " ucap Raihan lirih seperti tidak ikhlas mengucapkan kata tersebut


" kamu harus janji Rai " ucap ibu nya tegas


" tapi Zai Bu , Raihan tidak sanggup jika menahan amarah ku sendiri , aku ingin membuat orang itu ikut masuk rumah sakit malahan melebihi apa yang terjadi sama Zai " ucap Raihan berdiri dari tempat duduknya


" Kamu lampiaskan amarah mu itu ke ibu sekarang , ibu senang jika kamu melakukan nya , tapi kamu jangan lagi mencoba macam macam kepada orang lain " ucap Ibu nya


" Nak Raihan tenang kan lah diri mu , kami tau jika kamu sangat merasa terpukul melihat sahabat mu sekaligus kakak ipar mu tapi mama lebih merasa terpukul nak , mama yang melahirkan nya , mama juga marah saat ini Rai , tapi mama harus bisa bersabar mungkin ini sudah takdir , jadi tolong nak jangan salahkan orang yang tidak sengaja melakukan hal itu , dengarkan nasihat mama dan ibu mu dan apa kamu tidak merasa kasihan melihat ibu mu yang pasti akan tambah merasa kehilangan jika terjadi apa apa yang tidak di ingin kan " ucap mama Zai dengan air mata yang sudah menetes


Raihan hanya bisa menunduk membuat mama Zai melangkah ke arah nya untuk memeluknya berharap dengan pelukan seorang ibu bisa menenangkan hati nya yang dibakar oleh api iblis


Raihan menitikkan air matanya saat di pelukan mama Zai , dia pertama kali nya semenjak dewasa memperlihatkan dirinya meneteskan air mata

__ADS_1


" kamu tenang ya nak " ucap mama Zai dan diangguki oleh Raihan


" maafkan Raihan ma , tidak bisa menjaga Zai hingga seperti itu " ucap Raihan


" ini bukan salah mu ,dan bukan salah siapa siapa ini semua cobaan yang Tuhan berikan kepada umatnya " ucap mama Zai


" mohon maaf menganggu , Kami akan memindahkan pasien ke ruang inap , tidak baik jika pasien terlalu lama didalam IGD , walaupun kondisi nya masih koma tapi lebih baik jika pasien kami pindah kan agar keluarga nya bisa menjaga nya didalam " ucap Dokter yang baru datang


" silahkan , tempat kan ke Ruangan VIP " ucap pak Tandi dan di angguki oleh suster tersebut


" nak Aliya , kamu pulang ya , istirahat dulu , gak baik bagi bayi mu jika kamu seperti itu trus , ini sudah larut " ucap pak Tandi Dengan suara lembut ke arah Aliya


" Aliya akan tidur sama mas Zai pa " ucap Aliya kembali terisak


" biarkan lah pa , lagian ruangan Zai VIP jadi Aliya bisa tidur disana nanti " ucap mama Zai yang membuat Aliya langsung mengangguk


" iya pa , mohon biar kan Aliya tinggal disini ya " ucap Aliya


" baiklah tapi kamu harus jaga kondisi ya nak " ucap papa Zai dan diangguki oleh Aliya

__ADS_1


ibu dan ayah Aliya sangat merasa senang melihat perlakuan pak Tandi dan istri nya kepada putrinya


" kalau begitu kami izin pulang dulu ya pak " ucap pak Sukri


" iya , saya juga akan pulang ke rumah sesudah Zai masuk ruangan " ucap pak Tandi


" Raihan akan disini saja pa " ucap Raihan


" jangan macam macam ya Rai , awas kamu membuat hal gila jika kami pulang " ucap ayah nya tegas dan hanya di angguki oleh Raihan


" kalau begitu mama akan gantian sama Aliya dan Raihan menjaga Zai , besok mama yang akan menjaga Zai " ucap Mama Zai


" iya gak enak juga kalau kita terlalu ramai menjaga Zai , bisa dikira nanti kita sedang membuat acara diruang inap " ucap pak Tandi tersenyum tipis


" saya juga akan datang besok Bu " ucap Istri pak Sukri


" baiklah kalau begitu, jadwal sudah ditentukan ya " ucap pak Tandi dan di angguki oleh mereka


" Aliya akan tetap disini saja , sampai mas Zai sadar " ucap Aliya lirih

__ADS_1


" kamu harus istirahat nak , kamu bisa perhatikan kesehatan anak kamu juga , kamu sedang berbadan dua " ucap ayah nya


" benar yang dikatakan ayah mu nak , kamu bisa pulang besok istirahat tidur , dan bisa kesini lagi kok " ucap mama Zai dan mau tidak mau Aliya hanya bisa menurut


__ADS_2