
Saat ini Celsea dan Anisa sedang makan gorengan di pinggir taman. Keduanya juga memesan minuman jeruk hangat untuk menghangatkan suasana.
"Sekarang cerita!" dengus Anisa dengan nada memaksa. Dirinya juga menatap Celsea dengan tajam saat menyipitkan mata.
"Hehehe, aku malu lah," jawab Celsea dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Yasudah, aku pulang saja deh," ketus Anisa yang langsung berdiri. Namun tanganya langsung di tangkap oleh Celsea.
"Iyaiya, aku cerita," rajuk Celsea seraya memanyunkan bibirnya, "Kamu ini mudah marah banget ya sekarang, lagi PMS ya?" tambah Celsea bertanya.
"Jangan mengalihkan pembicaraan Celsea!" dengus Anisa dengan nada kesal.
"Hehehe, tau aja kamu ini ah...." kekeh Celsea sebelum menjulurkan lidahnya meledek Anisa.
"Aku ini temanmu Celsea!" ucap Anisa mengingatkan.
"Ya makasih Nis telah menjadi temanku yang paling berharga selama ini," ucap Celsea dengan nada terharu.
"Ya, sudah jangan mengalihkan pembicaraan! sekarang ceritakan kenapa kamu menjadi selemas itu tadi?" tanya Anisa dengan memaksa, "Atau aku pergi saja?" tambah Anisa dengan melirik Celsea.
"Iyaiya aku cerita...."
"Buruan!" gerutu Anisa dengan mengertakan giginya saat memotong ucapan Celsea. Anisa melakukan ini karena sedikit mengerti, bahwa Celsea akan mencoba mengalihkan pembicaraan sekali lagi.
"Hehehe, aku malu lah Nis," kekeh Celsea yang malah menggigit bibir bawahnya.
"Yasudah, aku pergi..." ucap Anisa dengan tegas, saat dirinya langsung mencoba untuk segera berbalik dan pergi. Namun usahanya sia-sia, karena Celsea langsung menarik Anisa kembali, bahkan sekarang Anisa kembali duduk.
"Kamu ini ya dasar, maksa banget!" sungut Celsea dengan sebal.
"Aku temanmu bukan?" tanya Anisa ke Celsea.
"Ya tentu saja temanku, tapi...apakah kamu harus mengetahui semua tentang diriku?" jawab Celsea sebelum bertanya kembali. Celsea juga menggigit bibir bawahnya, karena takut akan salah bicara dengan temanya yang seperti sedang PMS ini.
"Harus! Celsea? apakah aku pernah menyembunyikan sesuatu dari kamu?" jawab Anisa sebelum bertanya kembali dengan tajam.
"Hehe iya juga ya," jawab Celsea dengan sedikit malu setelah mengingat yang dikatakan Anisa adalah benar. Bahwa tidak ada rahasia apapun di antara persahabatan mereka.
"Yasudah, aku akan cerita... tapi jangan ceritakan hal ini pada siapapun ya!" tambah Celsea memutuskan dan juga mengingatkan.
"Iya Celsea! memangnya apakah aku pernah membocorkan atau membicarakan rahasia kamu pada orang lain? tidak pernah kan?" jawab Anisa sebelum mengingatkan Celsea.
"Hehe benar juga,... yasudah...," jawab Celsea sebelum menghela nafas panjang dan mengeluarkanya dengan cepat. Ini dilakukanya untuk menenangkan diri sebelum bercerita.
__ADS_1
"Sebenarnya aku..... semalam aku.... semalam aku tidur..... aku... aku tidur di hotel.... dengan...," ucap Celsea dengan terbata, sejujurnya dia masih sedikit malu untuk menceritakan hal seperti ini pada Anisa.
"Apa? kamu kehotel dengan siapa? apakah dengan Marvel? ayolah Celsea jangan membuatku penasaran!" Anisa memberondong Celsea dengan banyak pertanyaan saat mengerutkan dahinya. Sejujurnya Anisa juga belum bisa mempercayai telinganya, Celsea yang terlihat masih gadis ini berani juga kehotel seperti dirinya.
"Tidakkk, aku tidak kesana dengan Marvel," jawab Celsea dengan menggigit bibir bawahnya.
"Apa? apakah kamu sudah gila? Lalu? lalu dengan siapa Celsea! buruan jawab!" titah Anisa dengan nada memaksa. Sejujurnya Anisa semakin tidak bisa mempercayai telinganya sendiri.
"Aku... ke hotel bersama Stiven," jawab Celsea yang langsung menundukan kepala dan memainkan jarinya. Wajahnya juga memerah karena sudah sangat malu.
"Apa???? kamu pergi dengan Stiven? apakah kamu sudah gila?" seru Anisa yang benar-benar terkejut, sebelum dengan cepat menutup mulutnya. Tadi Anisa benar-benar lupa, dimana dirinya saat ini, namun sekarang sepertinya sudah sadar kembali.
Anisa bahkan bernafas dengan cepat beberapa kali, dirinya seolah masih tidak mempercayai dengan yang dikatakan oleh Celsea.
"Kamu... kamu benar-benar gila Celsea!" lirih Anisa dengan nada kesal. Tak menyangka saja jika Anisa akan memberikan kehormatanya pada pria seperti Stiven. Saat ini tentu Anisa belum mengetahui bahwa Celsea hanya tidur dengan Stiven dan tidak melakukan hal terlarang seperti yang sering Anisa lakukan.
"Aku aku... aku sangat menyesalinya," lirih Celsea yang tanpa sengaja mengeluarkan air mata kesedihanya. Hiks hiks hiks.....
Mendengar tangisan dari temanya, tentu membuat Anisa sedikit kasihan. Bahkan tanpa terasa mata Anisa juga berkaca-kaca saat ini.
"Celsea! kenapa kamu sampai melakukan hal gila seperti itu! bagaimana jika sampai di ketahui Marvel?" tanya Anisa seraya mengingatkan dengan nada pelan. Sejujurnya hati Anisa juga ikut sakit saat membayangkan jika saat ini keperawanan Celsea telah diserahkan kepada Stiven. Jika diserahkan pada Marvel, mungkin Anisa akan biasa-biasa saja. Alasanya jelas sekali, Stiven adalah seorang bajingan yang gonta ganti pasangan, juga Celsea tidak memiliki perasaan kepadanya. Sedangkan Marvel, setahu Anisa Marvel selama ini setia dan selalu perhatian pada Celsea, yang lebih baik lagi adalah, Celsea sangat mencintai Marvel. Tapi sekarang benar-benar kacau karena Celsea telah kehilangan keperawananya di tangan Stiven gila itu. Itulah setahu Anisa, dan membuatnya semakin kesal dengan yang terjadi.
"Aku tidak tahu!" Hiks hiks hiks..... jawab Celsea yang kembali menangis.
"Maafkan aku Marvel," hiks hiks hisk... gumam Celsea di sela tangisanya saat memohon maaf.
Anisa tidak tahu apa yang harus dilakukanya saat ini. Namun demi untuk menenangkan Celsea, Anisa bangkit dari duduknya sebelum duduk di samping Celsea dan langsung memeluknya, untuk memberikan kekuatan.
"Sudah Celsea, semuanya sudah terjadi... " lirih Anisa mencoba menenangkan dengan mengelus pundak sahabatnya, saat ini juga mata Anisa sudah berkaca.
"Anisa, apa yang harus kulakukan? aku kotor dan benar-benar kotor," sesal Celsea yang memaki dirinya sendiri.
"Kamu harus kuat Celsea," jawab Anisa mencoba kembali menenangkan temanya. Terus terang saja, sebenarnya Anisa juga ingin menangis sekeras-kerasnya dengan kejadian yang di tempa sahabatnya tersebut. Namun Anisa masih terus menahanya agar Celsea tidak bertambah sedih.
Keduanya saat ini bahkan benar-benar tidak sadar sedang ada dimana. Bahkan sekarang banyak orang yang sudah menatap kedua gadis ini. Juga ada beberapa yang telah mendengar pembicaraan kedua gadis ini. Pikiran orang jahat pasti akan mencoba memanfaatkan kejadian ini dengan masuk dan sok perhatian agar juga mendapatkan kesempatan untuk meniduri Celsea. Namun pikiran orang baik, pasti akan menguatkan Celsea, karena merasa kasihan kepadanya.
Kembali ke kedua gadis yang sedang berpelukan ini. Sampai saat ini Celsea masih menangis meratapi kesedihanya, sedangkan Anisa hanya bisa diam saat memeluk Celsea. Anisa diam bukan sekedar diam, dirinya sekarang sedang memikirkan sesuatu hal untuk menghibur Celsea.
"Hey Anisa," tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar datang menyapa Anisa. Dan itu membuat Anisa langsung mengalihkan pandangan kearahnya. Betapa terkejutnya Anisa saat menatap dengan mata terbelalak orang yang telah menyapanya.
"Andre?" seru Anisa yang benar-benar terkejut sekaligus senang karena dirinya bertemu Andre disini.
Jika tidak ada Celsea, mungkin Anisa akan langsung melompat dan memeluk Andre, karena memang sudah lama keduanya tidak bertemu.
__ADS_1
Celsea sendiri dengan perlahan menghapus air mata dan mengangkat kepala untuk melihat seseorang yang menyapa Anisa tersebut.
"Hey," sapa Celsea dengan menganggukan kepala, namun matanya masih ber air.
"Gadis cantik, sepertinya kamu baru menangis?" tanya Andre dengan pnasaran.
"Iya ndre, temanku sedang ada masalah," sahut Anisa menjelaskan.
"Ohhh," Andre menganggukan kepala seolah mengerti, sebelum kembali menatap Anisa, "boleh aku ikut duduk disini?" tanya Andre pada Anisa.
"Ya tentu saja, silahkan Ndre!" jawab Anisa tanpa penolakan.
"Terimakasih," ucap Andre sebelum langsung duduk berhadapan dengan Anisa.
"Kapan kamu kembali Ndre? bukankah kamu dulu meneruskan sekolah di Jakarta?" tanya Anisa sedikit penasaran.
"Aku baru saja tiba kemarin sore, karena Ayahku ada pertemuan dengan seseorang di kota ini, jadi beliau mengajaku kembali ke kota ini, mungkin agar aju bisa mencai ataupun menemui seseorang yang sudah ku rindukan selama ini," jawab Andre dengan nada lembut dan senyuman.
"Oh begitukah?" tanya Anisa memastikan dengan antusias.
"Ya tentu saja," jawab Andre dengan anggukan, "Oh iya, apakah malam ini kalian ada waktu?" tambah Andre bertanya.
"Aku tidak tahu Ndre," jawab Anisa seraya melirik Celsea, memberikan kode ke Andre bahwa saat ini Anisa sedang mencoba menghibur temanya yang sedang bersedih.
"Padahal malam ini aku ingin memperkenalkanmu dengan ayahku Nis, tapi jika kamu tak ada waktu, mungkin bisa lain kali saja," jelas Andre yang sedikit banyak mengerti tentang situasinya.
"Terimakasih banyak atas pengertianya Ndre," ucap Anisa dengan senyum senang. Terus terang saja, sebenarnya Anisa juga ingin pergi dengan Andre. Namun dirinya mengingat hal yang lebih penting lagi untuk saat ini, dirinya benar-benar harus menghibur Celsea untuk menguatkanya. Karena Celsea sekarang jauh lebih penting daripada sekedar berkenalan dengan orang tua Andre. Karena orang tua Andre jelas masih bisa menunggu, namun berbeda dengan Celsea yang saat ini sedang tejatuh dan harus segera di tolong.
Setelah itu, keduanya kembali mengobrol dan bercerita tentang masa lalu keduanya. Andre dan Anisa juga sesekali mengajak Celsea bicara, untuk sekedar bertutur sapa. Ternyata Anisa adalah kekasih Andre di masa SMP dan keduanya belum putus sampai saat ini. Andre juga yang telah pertama kali menikmati keperawanan Anisa, namun demikian Anisa tidak terlalu menyesalinya, karena memberikan barang berharganya pada seseorang yang sangat di cintainya. Saat Andre pergi ke Jakarta untuk melanjutkan SMA disana, sebenarnya Anisa sangat sedih. Namun apa daya dirinya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan Andre. Walaupun sangat sulit, akhirnya Anisa memutuskan untuk merelakan Andre pergi ke Jakarta.
Keduanya saat itu juga membuat perjanjian, saat keduanya bertemu dimanapun dan kapanpun, keduanya masih tetap pasangan kekasih. Namun demikian, jika saat mereka jauh dan mereka memiliki kekasih masing-masing di sana, keduanya tidak akan mempermaslahkan hal itu. Makanya sekarang saat keduanya bertemu, keduanya tetaplah pasangan kekasih dan itu sedikit membuat hati keduanya senang. Karena lama telah dipisahkan dan sekarang dipertemukan kembali.
Tak terasa juga, akibat dari pembicaraan mereka, waktu cepat berlalu dan sekarang sudah hampir menjelang malam.
Andre menawarkan diri untuk mengantar Anisa dan Celsea pulang. Namun di tolak dengan baik oleh Anisa. Alasanya jelas, jika Anisa dan Celsea pergi dengan Andre, tidak ada yang akan membawa motornya kembali dari taman tentunya.
Andre pun mengerti dan sedikit terkekeh saat memikirkanya.
Ketiganya saling berpamitan sebelum Andre yang membayar semua biaya makan Celsea dan Anisa.
Anisa dan Andre juga tanpa malu saling berjabat tangan dan Anisa mencium punggung tangan Andre. Sebelum keduanya saling cipika cipiki dan Andre mencium kening Anisa sebelum mencium lembut bibir Anisa.
Setelah itu, Celsea dan Anisa pergi dengan motornya, sedangkan Andre dengan mobilnya.
__ADS_1