Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
kain putih yang menutupi seseorang


__ADS_3

Aliya masuk ke ruangan dimana Suami nya di Rawat , mata Aliya kembali mengeluarkan air mata nya melihat ke arah orang yang seluruh tubuh nya sudah ditutup kain berwarna putih membuat Aliya melangkah dengan pelan , kaki nya seakan sangat berat melangkah dia berusaha menenangkan hati nya dan berfikir positif jika orang yang di tutup kain putih itu bukan Suami nya


" pasti suster salah kan , iya pasti suster salah kasih tau tempat suami ku dirawat , itu pasti orang lain yang ditutup kain putih , itu tidak mungkin suami ku , suami ku kan sudah berjanji akan hidup bersama sama hingga mereka tua dan membesarkan anak anak bersama sama " ucap Aliya terus melangkah dengan pelan , dia sudah bersikeras jika orang yang ada disana bukan Suami nya tapi dia tetap melangkah kesana dengan air mata yang tak henti hentinya mengalir


Aliya sudah berdiri di samping orang yang berbaring dengan seluruh tubuh di tutup kain berwarna putih


Aliya dengan tangan bergetar mulai memegang kain putih tersebut ingin melihat wajah orang yang disana


" tidak , sebaiknya aku tidak membuka nya , dia orang lain bukan suami ku , suami ku tidak mungkin di posisi menyedihkan Seperti ini " ucap Aliya kembali menarik tangan nya yang sudah bergetar hebat


Aliya berdiri disana sudah cukup lama melihat kain putih yang menutupi orang di bawa sana yabg sudah menandakan jika orang tersebut sudah tidak bernyawa


" aku kenapa disini ,aku harus menemui suamiku dia pasti sudah menunggu ku , menunggu ku datang untuk dipeluk , dia sangat suka kupeluk jika tidur , dan suami ku pernah bilang jika dia tidak bisa tidur jika tidak memelukku , ya aku harus segera keluar untuk memarahi suster yang membohongi ku " ucap Aliya memundurkan langkahnya tapi air mata nya entah mengapa tidak bisa berhenti mengalir


Aliya kembali melangkah untuk kembali ke tempat dimana orang tertutup kain berwarna putih tersebut


" aku yakin dia bukan suamiku tapi apa salahnya kan aku membuka dan melihat wajah orang ini " ucap Aliya pada dirinya sendiri tetap kekeh dengan pendapat nya tapi air mata nya tidak bisa mendukung nya


" kenapa aku menangisi orang yang aku tidak kenal , Aliya sekarang kamu tenang dia bukan suami mu dia hanya orang lain " ucap Aliya mulai menutup matanya dan memegang kain putih tersebut


dengan pelan Aliya membuka nya dengan mata yang tertutup rapat dan setelah dia memprediksi jika kain nya sudah terbuka di bagian wajah , Aliya menarik tangan nya kembali , dia seperti tidak ingin membuka matanya tapi dia juga harus tau misteri yang sebenarnya


Aliya perlahan membuka matanya , penglihatan Aliya sudah mulai sedikit melihat wajah orang tersebut tapi masih belum jelas hingga matanya terbuka Sempurna


saat melihat wajah orang tersebut Aliya memundurkan langkahnya dengan kepala yang sedikit menggeleng geleng , air mata nya semakin mengalir deras


" tidak , dia bukan Zai , aku hanya terlalu merindukan nya hingga wajah orang saja aku mengiranya Zaidan " ucap Aliya terus menggeleng gelengkan kepala nya pelan


Aliya kembali maju dan dengan tangan bergetar Aliya memegang wajah nya


" apa ini beneran kamu sayang ?? tanya Aliya dengan air mata yang sudah menetesi wajah orang tersebut

__ADS_1


" kenapa kamu berpura-pura tidur , ayo kita pulang , apa kamu masih marah kepadaku hingga kamu berani mengerjai ku seperti ini , kalau begitu aku minta maaf , sekarang buka mata mu , bukan kh kamu tidak bisa tidur jika aku tidak memeluk mu " ucap Aliya yang beberapa kali mencium wajah suami nya


" sayang , ayo bangun kita pulang , apa kamu tidak capek di ruangan membosankan seperti ini hum ?? tanya lagi Aliya memeluk suaminya


" aku sudah memeluk mu tapi kamu jangan tidur ya , kamu bangun biar nanti aku memeluk mu dikamar kita saja " lanjut Aliya terus berbicara kepada Zai yang terbaring dengan wajah yang sudah putih


" mas , ayo pulang hiks.....hiks.." ucap Aliya memeluk tubuh suaminya yang sudah dingin dengan tangisan yang semakin histeris


Aliya melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi sang suami


" kenapa kamu masih tidur , ayo kita pulang hiks....hiks..." ucap Aliya lagi


Aliya kemudian menggoyang goyangkan tubuh suaminya dan sesekali memeluknya dengan tangisan yang semakin pecah


" mas bangunnnn , kenapa kamu melanggar janjimu hiks....hiks...hiks..." ucap Aliya , pikiran positif nya sudah runtuh begitu saja , dia tidak bisa mempertahankan pikiran nya


" mas kamu jahattt , kamu bilang kita akan sama sama sampai tua dan membesarkan anak anak kita bersama-sama hiks. hiks " ucap Aliya yang sudah sedikit berteriak histeris menempel kan wajahnya ke wajah Zaidan dengan tangan sebelah kiri memukul mukul pelan tubuh suaminya


Aliya kembali memeluk tubuh suaminya erat dengan air mata yang sudah membasahi tubuh sang suami


" ayo kita pulang.... kamu jangan seperti ini jika...hiks.." ucap Aliya


tiba tiba dari arah belakang seseorang memegang bahu nya membuat Aliya menoleh dan melihat papa dan mama Zai yang sudah ikut berdurai air mata


Aliya langsung berhambur memeluk Bu Mala


" ma , kenapa Zaidan masih belum bangun ?? tanya Aliya dengan suara yang kurang jelas karena tangisannya


" kamu yang sabar ya nak , Allah menyayangi suami mu " ucap Bu Alma yang refleks membuat Aliya melepaskan pelukannya dan menggeleng gelengkan kepala nya


" tidak ma , suami ku tidak mungkin meninggalkan ku kan , kami sudah membuat janji kalau kami akan hidup bersama sama sampai haru tua dan membesarkan anak anak kami nanti nya " ucap Aliya yang membuat mama Zai menutup mulut nya tidak sanggup melihat anak serta Aliya yang sudah merasa sangat terpukul

__ADS_1


" papa , suami ku tidak meninggalkan ku kan , Zaidan hanya pura pura tidur saja , dan apa papa tau jika Zaidan pernah bilang kalau dia tidak bisa tidur kalau Aliya tidak peluk " ucap Aliya berdurai air mata kepada pak Tandi


" sabar ya nak , kita semua sudah ditinggalkan Zaidan duluan , dia sudah duluan ke surga , benar kata mama nak kalau Allah sayang kepada suami mu " ucap papa Zai yang membuat Aliya menggeleng gelengan kan kepalanya


" kenapa papa sama Mama tidak percaya kalau suami ku tidak mungkin meninggalkan ku " ucap Aliya


" tapi ini sudah kehendak yang di atas nak , kita hanya bisa bersabar dan mengikhlaskan kepergian Zai " ucap papa nya lagi


" TIDAK Pa , SUAMI KU BELUM PERGI , DIA HANYA TIDUR ," ucap Aliya berteriak kembali memeluk suami nya erat


mama dan papa Zai hanya bisa mengeluarkan air mata nya melihat Aliya yang begitu terpukul walaupun sebenarnya mereka sebagai orang tua juga Sangat sedih melihat anak yang telah mereka besarkan pergi untuk selamanya


" MAS BANGUNNN , KITA BARU SAJA BAHAGIA KENAPA KAMU LANGSUNG SEPERTI INI HAH " TERIAK Aliya menggoyang goyangkan tubuh suaminya


papa Zaidan yang melihat langsung memegang Aliya , papa Zai takut jika Aliya terlalu berlebihan sedih hingga membuat mentalnya down


" sudah nak , ayo kita keluar " ucap papa Zai


" Tidak , aku akan disini menunggu suami ku bangun , dan kami akan pulang bersama sama " ucap Aliya menggeleng gelengan kan kepalanya


" Zaidan sudah tidak ada nak , jangan buat dirimu tersiksa , suami mu disana pasti Sangat sedih melihat mu seperti ini " ucap papa Zai lagi


" ALIYA BILANG TIDAK , ALIYA INGIN MENUNGGU SAMPAI KAPANPUN SUAMI KU BANGUN , LEPASKAN PA , BIARKAN AKU DISINI , KALIAN PERGI SAJA " ucap Aliya memberontak dilepaskan oleh papa Zai


membuat papa Zai dengan terpaksa mengangkat nya dan membawanya pergi


Aliya yang berada digendong mertuanya memberontak sekuat tenaga untuk dilepaskan dengan mengulurkan tangannya ke arah suami nya


" PA TURUN KAN , ALIYA INGIN MENUNGGU SUAMIKU AHHHHGGG " TERIAK ALIYA


" MASSSSSSS " Teriak Aliya yang sudah ingin keluar dengan digendong oleh pak Tandi

__ADS_1


__ADS_2