Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Bab 12


__ADS_3

"Papi mau minum apa?" tawar Mila setelah pelayan sampai didekatnya.


"Aku pesan kopi hitam saja," jawab Bisma.


"Baik," jawab Mila dengan anggukan sebelum mengalihkan pandangan kearah pelayan "kopi hitam satu saja ya," tambah Mila memesan.


Pelayan sendiri tidak menanggapi ucapan Mila, namun malah menjatuhkan bolpoin juga buku pemesanan yang dia pegang. Tentu saja Bisma dan Mila kaget melihat pemandangan ini. Bahkan Marvel juga ikut kaget, Marvel langsung memgalihkan pandangan dan menatap gadis pelayan tersebut. Marvel benar-benar kaget dan tidak menyangka bahwa pelayan ini adalah teman dari pelayan tadi yang ikut mengejar Marvel saat diluar tadi.


"Kamu disini ternyata," ucap pelayan tadi sebelum dengan gembira mendekat kearah Marvek dan memberikan ponselnya, "tolong catat nomor kamu disini ya!" pinta pelayan dengan nada memohon.


Bahkan Mila dan Bisma dibuat melongo menatap kejadian didepanya rersebut.


"Tapi aku....," hanya itu yang keluar dari mulut Marvel yang sesaat kemudian menatap Mila juga Bisma yang sedang saling tatap karena terkejut.


"Ayolah tampan, siapa tahu kita bisa jadi teman dekat, atau mungkin berjodoh," paksa pelayan yang tidak tahu malu merayu seorang pria tersebut.


"Maaf, aku sudah beristri," ucap Marvel tanpa sadar. Bisma hanya dapat menahan tawa saat Marvel mengucapkan kalimat tadi, berbeda dengan Mila yang malah melotot ke arah Marvel.


"Ah apa??? bagaimana bisa anak seusia kamu sudah beristri, jangan mengacau deh," tukas pelayan dengan nada tak mempercayai ucapan Marvel.


"Ya memangnya kalau masih seusiaku tak boleh beristri ya? itu istriku juga duduk disini," ucap Marvel dengan menunjuk kearah Mila. Marvel bicara seperti ini karena memang sudah tak punya cara atau alasan lagi untuk mengusir gadis ini secara baik-baik. Jadi dengan terpaksa dia harus mengaku jika Mila adalah istrinya. Lagian juga sebentar lagi dia akan menikah dengan Mila.


"Ah apa??" tukas pelayan dengan perasaan campur aduk, dan secara perlahan mengalihkan pandangan kearah yang ditunjuk Marvel. Tentu saja wanita ini sekarang sangat malu, karena wanita yang di tunjuk oleh Marvel adalah wanita yang telah memintanya mendekat karena ingin memesan sesuatu.


"Ma...maafkan saya Nona, saya benar-benar khilaf dan tidak tahu jika...."


"Tidak apa, ya sudah sekarang buatkan pesabanku,!" sahut Bisma, dan secara tidak langsung mengusir pelayan gila ini agar tidak mengganggu kencan putrinya dengan calon mantu.


"Ba..baik Tuan, permisi," jawab pelayan dengan patuh sebelum pergi dengan perasaan sangat malu.


"Hahahahaha," setelah pelayan pergi, Bisma hanya bisa tertawa terbahak-bahak sampai memegangi perutnya.


"Ayah ihhhhhh, jangan keras-keras tertawanya," pinta Mila.


"Hahaha ini lucu sekali sangat lucu," jawab Bisma disela tawa nya.


Marvel sendiri hanya menggaruk kepalanya seraya menunjukan giginya karena malu.


"Kamu jangan ikut-ikutan ya Vel!" seru Mila.


"Ah tidak... aku kan tidak ikut tertawa," elak Marvel.

__ADS_1


"Sudah-sudah, iya Ayah sudahi tertawanya," sahut Bisma setelah berhentu tertawa sebentar dan melanjutkan tertawanya.


"Ah ayah...." rajuk Mila.


Bisma bukan menghentikan tawanya, namun malah semakin mengeraskan tawanya sampai terdengar di bagian dapur Resto tersebut.


"Apa yang kamu lakukan? sampai pria itu tertawa begitu keras?" tanya pelayan yang sedang menyiapkan makanan untuk Marvel kepada pelayan yang baru saja tiba di tempat.


"Aku,... kamu tahu tidak,.... pria tadi itu....itu lo dia ada disana!" jawab pelayan yang barusan merayu Marvel dengan gagab karena sedikit malu.


"Aku sudah tahu,"


"Tadi aku... aku merayunya ya karena aku salting melihatnya berada disini, siapa suruh sih anak remaja bisa sekeren dan sekaya itu,"


"Apa? kamu merayunya? sungguh gila ya?"


"Ya aku memang gila, siapa suruh dia begitu menggemaskan haduhhhhh..., tapi aku kesal dan kecewa, ternyata anak itu sudah beristri,".


"Apa?? apa maksutmu gadis yabg bersamanya adalah istri pria keren itu?"


"Ya tentu saja, tadi dia sendiri yang bilang,"


Hampir saja keduanya membanting semua piring di dapur jika tidak bisa menahan emosinya.


Kembali ke Marvel, Mila dan Bisma, saat ini Bisma masih berusaha menahan tawanya karena sudah sakit perut.


"Om sudah cukup tertawanya, Marvel kan jadi malu," ucap Marvel dengan pipi yang memerah.


"Hahah, kamu ini ada-ada saja sih Vel, baru kali ini Om Bisma melihat ada seorang gadis salah tingkah dengan seorang pria, sampai tak melihat semua orang yang ada di sebelahnya, sungguh aneh dan lucu," tanggap Bisma


"Marvel juga baru kali ini Om," jawab Marvel.


"Mungkin Marvel pakai pelet kali Yah," sahut Mila menyindir.


"Pakai pelet juga tidak masalah asalkan Marvel menjadi menantuku," jawab Bisma dengan santai.


Mila hanya bisa pasrah seraya mengerutkan dahinya, karena sudah di pastikan bahwa dirinya akan benar-benar menikah dengan Marvel jika Ayahnya sudah bicara seperti itu. Karena jelas Bisma selalu membuktikan semua yang di ucapkanya.


"Ah benar juga Om, hhe Marvel sudah siap kapan saja kok Om," sahut Marvel dengan senang.


"Ya Vel, Om sudah bisa menebak jika kamu mau, ya kan kamu sendiri tadi sudah mengakui jika Mila adalah istrimu," jawab Bisma dengan senang.

__ADS_1


"Jadi bagaiama ini Vel, Om Bisma punya ide... Bagaimana jika kalian Om nikahkan malam ini juga?" tambah Bisma dengan santai.


"Apa?" seru Marvel dan Mila secara bersamaan.


"Kalian ini kompak sekali ya? mungkin memang benar yang di ucapkan Yustian padaku, kalian ini memang sangat cocok sekali," tambah Bisma dengan menunjukan giginya.


"Ayah!" seru Mila seperti tak terima dengan ide gila Ayah ya tersebut.


"Apakah kamu keberatan sayang?" tanya Bisma seraya mengerutkan dahinya, hal ini membuat Mila tidak berani membantah dan hanya menundukan kepala saja.


"Sebentar Om, Marvel sih setuju saja menikah kapanpun, tapi tidak harus malam ini juga kan?" sahut Marvel.


"Kalau siap kapanpun, berarti malam ini juga siap kan Vel,?" tanya Bisma menatap Marvel, "Aku tidak mau punya menantu yang tidak bertanggung jawab, jika memang kamu setuju menikah dengan Mila, kamu harus setuju dengan pendapatku untuk menunjukan tanggung jawabmu!" tambah Bisma dengan nada menekan. Ini membuat jantung Marvel berdetak cepat karena sedikit takut juga khawatir jika sampai tidak jadi di nikahkan dengan Mila.


Marvel pun hanya bisa menganggukan kepala dan setuju "Baiklah Om," jawab Marvel pasrah.


'Ayah ini, jelas Marvel masih kecil, mana bisa dia bertanggung jawab,' batin Mila yang kesal dengan ide gila Ayahnya. Ya karena jelas Mila tidak akan berani membantah Ayah kesayanganya ini.


"Nah begitu lebih baik," ucap Bisma dengan senyuman bahagia.


"Sebentar Om," ucap Marvel singkat sebelum melanjutkan, "Kita kan belum ada persiapan apapun, bagaimana caranya menikah malam ini juga?" tanya Marvel dengan sedikit heran juga.


"Apa?? kamu bilang belum ada persiapan?" tanya Bisma dengan nada seolah tak percaya. Padahal dirinya sendiri sudah mengatur sesuatu untuk Marvel dan Mila tentunya.


"Iya Om, maaf ya karena Marvel juga tidak membawa seserahan untuk melamar anak Om Bisma," jawab Marvel dengan polos seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Bisma hanya diam dan pura-pura berwajah kesal saat dia menatap Marvel juga Mila.


'Untung.. untung... semoga dengan kejadian ini Ayah membatalkan perjodohan gila seperti saat ini," batin Mila dengan sedikit lega.


****


Ditempat lain diluar Resto tepatnya, sekarang sudah ada beberapa orang yang di antaranya adalah Yustian, Sinta dan Melani.


Ketiganya datang keresto bersama beberapa orang lainya, seperti saksi dan penghulu yang akan menikahkan Marvel. Yustian juga membawa seserahan yang akan diberikan kepada calon besanya. Juga hadiah yang akan di berikan pada pasangan suami istri atas pernikahanya.


"Apakah Papi yakin akan menikahkan Marvel diusianya yang masih sangat muda?" tanya Sinta dengan nada masih tak percaya.


"Ya tentu saja Papi yakin Mi," jawab Yustian dengan senyuman.


Ini cerita terjadi setelah Marvel pergi dari rumah menggunakan Lamborghininya, Yustian langsung menemui Sinta dan menceritakan semuanya. Sinta sempat kaget dan merasa tak percaya dengan yang di ceritakan suaminya. Bahwa selama ini Marvel sudah sangat menginginkan Mila. Walaupun sebelumnya Sinta jelas menolak menjodohkan anak semata wayangnya yang masih sekolah, namun setelah mendengar semua cerita dari Yustian, Sinta berubah pikiranya dan akhirnya juga mendukung ide suaminya. Karena kebahagiaan Marvel adalah segalanya untuk Sinta.

__ADS_1


__ADS_2